Beranda > Fitnah > Note dari akun Aditya Riko 3

Note dari akun Aditya Riko 3

Umar ra merendahkan martabat rasulullah SAW karena mengatakan rasulullah SAW sedang “mengigau”…(Konon Kabarnya)…

by Aditya Riko on Monday, July 5, 2010 at 3:01pm ·

Kisah ini dikenal juga dengan tragedi hari Khamis, dimana sering digunakan oleh syiah untuk berhujjah dan secara tidak langsung akan menyerempet kepada pemikiran-pemikiran yang berbahaya, sebab pada dasarnya kisah ini diarahkan untuk merusak kredibilitas para sahabat nabi SAW, dalam hal ini khususnya Sayyidina Umar bin Khaththab ra.

 

 

Bagi yang menyimak isu-2 sunni-syiah, topik ini sudah tidak tidak asing lagi, dan yang dijadikan objek utama pembunuhan karakter adalah Umar bin Khaththab ra. Yang mengherankan adalah masih adanya tuduhan kepada Umar ra yang merendahkan nabi SAW dengan mengatakan beliau SAW sedang “mengigau”. Lebih mengherankan lagi referensi yang digunakan adalah Bukhari-Muslim, sementara pada kedua referensi tersebut tidak pernah ditemukan informasi mengenai tuduhan yang dialamatkan kepada Umar ra. Dan inipun sudah banyak ulama’ yang membantahnya.

 

Barangkali tuduhan-tuduhan tersebut diilhami dari buku “Akhirnya Kutemukan Kebenaran” karangan Tijani al-Samawi. Dalam buku tersebut terdapat pemikiran Tijani :

 

Ahlu Sunnah juga berkata bahwa Umar melakukan semua itu justru karena dia merasakan penderitaan Nabi dan tidak ingin membebankannya lebih banyak. Namun tafsiran seperti ini tidak dapat diterima hatta oleh orang awam, apalagi orang-orang yang alim. Aku berkali-kali berusaha mencari alasan untuk memaafkan Umar, tetapi realitas kejadian enggan menerimanya, sekalipun kalimat “yahjur” (meracau) telah diganti oleh perawi (semoga Allah melindungi kita) dengan kalimat “ghalabahul waja'” (karena terlalu sakit). Kita juga masih tidak akan dapat menemukan alasan apologis lain atas kata-kata Umar, “l’ndakum AlQuran” (di sisi kalian ada AlQuran) dan “Hasbuna Kitabullah” (cukup bagi kami Kitab Allah). Apakah beliau lebih arif tentang AlQuran daripada Nabi yang telah menerimanya, atau Nabi tidak sadar apa yang diucapkannya? (Semoga Allah melindungi kita). Atau Nabi ingin meniupkan api perpecahan dan pertengkaran dengan perintahnya ini? (Astaghfirullah).

http://www.al-shia.org/html/id/books/hedayat-shoodam/007.htm

 

Lepas dari betul tidaknya asal muasal tuduhan tersebut, yang jelas sampai saat ini, tuduhan-tuduhan yang digunakan untuk mencerca sahabat nabi SAW tersebut masih sering gentayangan dimana-mana.

 

Padahal setiap ada lontaran tuduhan, pihak yang menuduh tidak pernah mau (atau memang tidak ada) menunjukkan haditsnya.

 

Oleh karena itu kita coba searching di google dan maktabah syamilah, dengan kata “yahjur” dan “yaumul khamis”. karena referensi yang terlontar hanya Bukhari-Muslim, pencarian pun hanya dibatasi pada al-jami’us shahihnya Bukhari-Muslim. Dan hasilnya pun tidak ada yang menyatakan bahwa yang menyatakan nabi SAW mengigau adalah ‘Umar ra.

 

Dari riwayat Bukhari :

 

حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ حَدَّثَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ سُلَيْمَانَ الْأَحْوَلِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ قَالَ

يَوْمُ الْخَمِيسِ وَمَا يَوْمُ الْخَمِيسِ ثُمَّ بَكَى حَتَّى خَضَبَ دَمْعُهُ الْحَصْبَاءَ فَقَالَ اشْتَدَّ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَعُهُ يَوْمَ الْخَمِيسِ فَقَالَ ائْتُونِي بِكِتَابٍ أَكْتُبْ لَكُمْ كِتَابًا لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُ أَبَدًا فَتَنَازَعُوا وَلَا يَنْبَغِي عِنْدَ نَبِيٍّ تَنَازُعٌ فَقَالُوا هَجَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ دَعُونِي فَالَّذِي أَنَا فِيهِ خَيْرٌ مِمَّا تَدْعُونِي إِلَيْهِ وَأَوْصَى عِنْدَ مَوْتِهِ بِثَلَاثٍ أَخْرِجُوا الْمُشْرِكِينَ مِنْ جَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَأَجِيزُوا الْوَفْدَ بِنَحْوِ مَا كُنْتُ أُجِيزُهُمْ وَنَسِيتُ الثَّالِثَةَ

وَقَالَ يَعْقُوبُ بْنُ مُحَمَّدٍ سَأَلْتُ الْمُغِيرَةَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ جَزِيرَةِ الْعَرَبِ فَقَالَ مَكَّةُ وَالْمَدِينَةُ وَالْيَمَامَةُ وَالْيَمَنُ وَقَالَ يَعْقُوبُ وَالْعَرْجُ أَوَّلُ تِهَامَةَ

——————–

بَاب هَلْ يُسْتَشْفَعُ إِلَى أَهْلِ الذِّمَّةِ وَمُعَامَلَتِهِمْ

 

Dari riwayat Muslim :

 

و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَ عَبْدٌ أَخْبَرَنَا و قَالَ ابْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ

لَمَّا حُضِرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي الْبَيْتِ رِجَالٌ فِيهِمْ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلُمَّ أَكْتُبْ لَكُمْ كِتَابًا لَا تَضِلُّونَ بَعْدَهُ فَقَالَ عُمَرُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ غَلَبَ عَلَيْهِ الْوَجَعُ وَعِنْدَكُمْ الْقُرْآنُ حَسْبُنَا كِتَابُ اللَّهِ فَاخْتَلَفَ أَهْلُ الْبَيْتِ فَاخْتَصَمُوا فَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ قَرِّبُوا يَكْتُبْ لَكُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كِتَابًا لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ مَا قَالَ عُمَرُ فَلَمَّا أَكْثَرُوا اللَّغْوَ وَالِاخْتِلَافَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُومُوا

قَالَ عُبَيْدُ اللَّهِ فَكَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ يَقُولُا إِنَّ الرَّزِيَّةَ كُلَّ الرَّزِيَّةِ مَا حَالَ بَيْنَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبَيْنَ أَنْ يَكْتُبَ

لَهُمْ ذَلِكَ الْكِتَابَ مِنْ اخْتِلَافِهِمْ وَلَغَطِهِمْ

————————————————————————

بَاب تَرْكِ الْوَصِيَّةِ لِمَنْ لَيْسَ لَهُ شَيْءٌ يُوصِي فِيهِ

 

 

 

حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا وَكِيعٌ عَنْ مَالِكِ بْنِ مِغْوَلٍ عَنْ طَلْحَةَ بْنِ مُصَرِّفٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ

يَوْمُ الْخَمِيسِ وَمَا يَوْمُ الْخَمِيسِ ثُمَّ جَعَلَ تَسِيلُ دُمُوعُهُ حَتَّى رَأَيْتُ عَلَى خَدَّيْهِ كَأَنَّهَا نِظَامُ اللُّؤْلُؤِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ائْتُونِي بِالْكَتِفِ وَالدَّوَاةِ أَوْ اللَّوْحِ وَالدَّوَاةِ أَكْتُبْ لَكُمْ كِتَابًا لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُ أَبَدًا فَقَالُوا إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَهْجُرُ

—————————————————————————–

بَاب تَرْكِ الْوَصِيَّةِ لِمَنْ لَيْسَ لَهُ شَيْءٌ يُوصِي فِيهِ

 

 

Dari hadits yang ketemu kata yang dimaksud syiah dengan “mengigau” yaitu yahjuru dan hajara, tetapi selalu diwali dengan “fa qooluu” yang berarti jama’. Bagaimana bisa itu diartikan dengan ‘Umar ra ? Di sisi lain juga dari tulisan ustadz-2, menerangkan bahwa memang tuduhan tersebut tidak pernah terbukti. Sementara kesimpulan ya seperti apa adanya, kecuali tuduhan dilontarkan dengan membawa bukti, dimana belum pernah ada.

 

Adapun tulisan Tijani yang menyatakan bahwa kata “yahjur” telah diganti perawi dengan “ghalabahul waja'” — barangkali yang dimaksud Tijani adalah dari hadits kedua diatas, dimana ada kalimat “fa qaala Umar Inna Rasulallah Saw qad ghalaba ‘alaihil waja” — itu sama saja mengatakan bahwa Imam Bukhari-Muslim menulis kitab hadits asal-asalan . Apapun itu, kitab hadits Bukhari-Muslim mempunyai kedudukan tinggi dalam periwayatan hadits, dan sudah tersebar ke seluruh dunia keilmuan Islamiyyah sejak ratusan tahun. Sedangkan kitabnya Tijani ?

Kategori:Fitnah
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: