Beranda > Taqiyah > Note dari akun Awi Sirep 17

Note dari akun Awi Sirep 17

Ahmadinejad & dukungan Amerika [Cukup panjang… siapkan stamina buat bacanya]

by Awi Sirep on Wednesday, January 27, 2010 at 7:28pm ·

Masih ingat aksi kerusuhan yang dilakukan oleh para pendukung wakil presiden yang merasa dicurangi oleh Ahmadinejad..

=_______________=

Seperti biasa… ketika terjadi pergolakan di suatu negeri apakah ditimur tengah sana atapun di Asia da Afrika… maka Amerika jelas punya agenda.. termasuk juga dinegeri kita.

=_______________=

Dari sejak dulu.. sejak zaman Presiden Ir. Soekarno.. banyak yang curiga dukungan kental Amerika lewat CIAnya ketika pergerakan demo para pemuda menjatuhkan Soekarno.. lalu mengusung Soeharto sebagai pengganti… walaupun sebenarnya ini tidak murni2 amat hasil kerja Amerika.. tapi intinya.. Amerika berhasil membelokan situasi dan memanfaatkannya..

Ketika gelombang PKI mendapat simpati Ir. Soekarno.. para ulama melihat hal itu suatu hal yang buruk… bahkan berbahaya.. karena pada dasarnya masyarakat Indonesia adalah masyarakat Islam.. apalagi Ir. Soekarno oleh para Ulama dianggap terlalu dekat dengan PKI.. walaupun tuduhan ini masih perlu dibuktikan.. karena sebenarnya politik Soekarno adalah merangkul semua kalangan..

Lalu apakah tuduhan kedekatan Soekarno dengan PKI yang menjatuhkannya.. ternyata bukan itu.. dikabarkan bahwa Soekarno menyadari akan kekeliruannya.. dan mulai dekat dengan Islam..

Sebagai bukti, Ir. Soekarno disaat sakitnya pernah diceritakan bahwa dia berpesan jika meninggal agar ditutupi dengan bendera Muhammadiyah bukan bendera Negara Indonesia…

Kenapa hal itu bisa terjadi… karena saat itu Ir. Soekarno dikelilingi oleh para Jenderal reformis Islamis.. sebut saja Jenderal Ahmad Haris Nasution.. yang sejak awal dikenal dekat dengan Jenderal Soedirman seorang Muhammadiyah sejati.. juga ada Jenderal Ahmad Yani..

Bahkan Jenderal Ahmad Yani diceritakan diplot oleh Ir. Soekarno sebagai penggantinya.. Jenderal Ahmad Yani dikenal sebagai tangan kanan Soekarno, dia bahkan pernah berujar, “Siapa yang berani menginjak bayang-bayang Bung Karno, harus terlebih dahulu melangkahi mayat saya.”

Walaupun begitu.. Ahmad Yani dikenal benci dengan ajaran Komunis.. bahkan ketika Soekarno menawarkan konsep Nasakom (Nasionalis Agamis Komunis).. Ahmad Yani termasuk penentangnya… sehingga PKI sangat benci pada Ahmad Yani dan mewaspadai situasi ini.

Sosialis Komunis melihat gelagat tidak baik pada diri Soekarno dan mereka pun tahu sumber utamanya.. maka PKI pun merencanakan menghabisi para Jenderal tersebut.. sekaligus mengukuhkan kekuasaannya.. lalu tersebarlah isu dewan Jenderal..

Melihat hal itu.. Amerika lewat CIAnya.. seakan2 punya kesempatan membuat skenario bagaimana memukul dua musuhnya sekaligus (yaitu Islam & Sosialis Komunis) dan mengukuhkan kekuasaannya di Indonesia negeri yang kaya akan sumber daya alam.

Sehingga lengkap skenario Amerika.. dengan CIA meloloskan G30SPKI.. lalu.. lewat demo mahasiswa besar2an.. di tahun 1966.. Presiden Soekarno lengser ke prabon.. diganti dengan Soeharto..

Jadi pada dasarnya G30SPKI memang tujuan awal PKI menghabisi para jenderal Islami Reformis karena kedengkian & kebencian mereka terhadap para Jenderal disekeliling Ir. Soekarno..

tapi coba kita lihat pada gerakan sadis ini…

Gerakan ini sangat2lah rapih bahkan informasi ini tidak tercium (atau sengaja tidak tercium) oleh para intelejen yang jadi bawahan para Jenderal saat itu.. tapi keesokan harinya setelah aksi ini dilakukan.. langsung terbongkar lengkap dengan tokoh2 pelakunya…

tanggal 30 September terjadi pemberontakan PKI, tanggal 1 Oktober pembongkaran… artinya ada yang sudah tahu akan terjadi gerakan G30SPKI.. tapi mereka memilih diam dan memanfaatkan situasi ini

Kita bersyukur PKI menjadi terlarang.. tapi kita menyesali bahwa seharusnya ini adalah momen para Ulama mengambil alih pemerintahan Indonesia dan mengukuhkan Indonesia yang Islami.. tapi yang ada yahudi lewat Amerika menancapkan kuku dinegeri Indonesia tercinta.

=_______________=

Juga ketika tahun 1998..

Di tahun 1996 dan disaat setelah meninggalnya Ibu Tien Soeharto.. dikabarkan dalam desas-desus .. bahwa H.M. Soeharto menghendaki akhir hidup yang tenang… apalagi pergaulannya dengan Prof. Habibie membawanya lebih dekat pada Islam… dan terbukti dengan memilih Habibie sebagai wakil presidennya ketika dia terpilih kembali… dengan harapan Habibie bisa menjadi penggantinya kelak..

Tapi apa daya.. Amerika tidak menghendaki hal itu.. dan Jerman pun yang selama ini mengincar kehebatan habibie.. tidak terima Habibie keluar begitu saja dari Jerman & mengabdikan pada negeri tercintanya Indonesia… ditahun 1996 Indonesia sedang menuju puncak kejayaan.. bahkan sempat disebut salah satu macan Asia…

Namun dengan hina dan busuknya… Asia Tenggara terutama Indonesia.. dihantam badai krisis dengan tiba-tiba, para pemodal asing yang punya kekuatan dana besar berpatungan menghancurkan Asia Tenggara terutama Indonesia..

Disaat krisis di akhir tahun 1997 dan awal tahun 1998, BJ.Habibie memberikan ide brilian kepada Soeharto.. yaitu agar Soeharto menetapkan aturan CBS (Currency Board System) .. tujuannya agar membatasi para spekulan asing yang mempermainkan harga Rupiah dan Dollar US..

CBS ini sejalan dengan hukum fiqh dalam Islam yaitu akan haramnya melakukan judi spekulasi mata uang.. karena CBS alias Currency Board System menetapkan nilai tukar rupiah yang tetap.. atau fixed exchange rate… dan Habibie mengusulkan agar Dollar US dipatok diangka kisaran Rp 5000.

keuntungan utama CBS adalah dimana modal uang tidak lagi digunakan untuk spekulasi dipasar mata uang tapi diputarkan dalam bentuk perdagangan barang dan jasa yang nyata.

(contoh sekarang adalah Cina yang berhasil menjadi Macan Asia setelah pemerintahannya menetapkan CBS..)

Para ahli ekonomi mengamini.. seandainya ini terjadi maka Indonesia bakal berhasil mengatasi krisis dengan mudah dan benar2 bakal menjadi pemimpin Macan Asia.. dan hal ini nyaris terjadi..

Diawali kerusuhan Mei 1998 dan dukungan presiden Amerika dengan berbagai demo mahasiswa di Indonesia.. lalu kekuatan media dalam pemberitaan, berhasil melengserkan Soeharto..dan lewat lobi IMF, maka CBS pun gagal diterapkan. Soeharto mencoba dengan sisa2 kekuatannya, langsung menunjuk Habibie sbg penggantinya.

Tapi apa daya.. Habibie bukanlah seorang politikus.. walaupun berhasil mengatasi krisis dalam satu tahun pemerintahannya dimana Indonesia berhasil menurunkan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar US dari kisaran Rp 20.000 menjadi dibawah level Rp 10.000.. tapi Habibie di cap gagal oleh Golkar, partai yang selama ini mendukung Habibie dengan menolak laporan pertanggung jawaban Habibie pada sidang MPR… dan Habibie pun tdk berlangsung lama pemerintahannya.

=_______________=

KEMBALI KE AHMADINEJAD
=_______________=

Pada tanggal 12 Juni 2009 telah dilangsungkan pemilu presiden di Iran. Ahmadinejad sebagai calon incumbent meraih kemenangan dengan mendapat 62,6 % suara telak.

Saingannya Mir Hossein Mousavi hanya meraih 33,7 % suara. Sedangkan dua calon lainnya hanya meraih suara yang sangat kecil.

Mousavi dan para pendukungnya meragukan hasil pemilu itu. Pada tanggal 15 Juni 2009, para pendukung Mousavi melakukan demonstrasi tanpa izin memprotes hasil pemilu. Ketika pihak keamanan Iran membubarkan para demonstran, meletuslah aksi-aksi anarkis yang menyebabkan 7 orang tewas dan 29 orang terluka.

Lalu bagaimana sikap Amerika :

Amerika, justru memberikan reaksi positip terhadap pemilu Iran. Presiden Barack Obama mengatakan: “Sesungguhnya masalahnya kembali kepada rakyat Iran untuk menentukan siapa yang akan memimpin Iran. Kami menghormati kedaulatan Iran. Kami berupaya agar AS tidak menjadi masalah dalam negeri Iran di mana AS kadang kala dijadikan sebagai bola politik“. (Lembaran Pemerintah Amerika, 16/6/2009).

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan: “AS menahan diri untuk mengomentari pemilu Iran. Kami tidak berharap berlawanan dengan kehendak rakyat Iran“ (CNN, 14/6/2009).

Robert Gibbs, juru bicara Gedung Putih, mengatakan: “Gedung Putih sungguh terkejut dengan perdebatan yang terjadi dan spirit antusiasme akibat pemilu ini, khususnya di kalangan para pemuda Iran“ (CNN, 14/6/2009).

Washington Post mengumumkan telah dilakukan survey oleh para ahli Amerika yang menunjukkan bahwa Ahmadinejad akan meraih kemenangan atas pesaingnya Hossein Mousavi dengan kemenangan 2:1 (Shafhah al-‘Alam al-Iraniyah, 16/6/2009).

Surat kabar Washington Post pada tanggal 16/6/2009 juga mengatakan “Tidak ada bukti yang pasti bahwa telah terjadi pemalsuan, sesuatu yang tidak memberikan toleransi kepada Washington ataupun pihak-pihak barat untuk menuduh hasil pemilu“.

Ban Ki-Moon, sekretaris jenderal PBB, menyatakan: “Harus ada penghormatan penuh kepada kehendak rakyat Iran“ (Aljazerah, 16/6/2009).

=_______________=

Kenapa hal ini bisa terjadi :

Dari berbagai pernyataan dan tindakan para pejabat AS, pernyataan media massa AS, dan pernyataan Sekjen PBB, dapat dipahami bahwa Amerika senang dengan terpilihnya kembali Ahmadinejad untuk kedua kalinya. Sampai Obama menyebutkan “Bahwa hanya ada perbedaan kecil antara kebijakan politik Ahmadinejad dan saingannya Mir Hossein Mousavi“ (Reuters, 16/6/2009).

Penting untuk disebutkan bahwa Iran selama kepemimpinan Ahmadinejad yang pertama selama empat tahun belakangan telah bersepaham dengan Amerika di dalam dua masalah penting dan menonjol yaitu Afganistan dan Irak.

Bahkan sesuai pengakuan para pejabat Iran khususnya Ahmadinejad, Iran berjalan bersama Amerika di dalam dua masalah tersebut. Ahmadinejad dalam kunjungannya ke New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB tahun lalu dalam sebuah wawancara dengan New York Times pada tanggal 26/9/2008, menyatakan: “Iran mengulurkan tangan kerjasama kepada Amerika dalam masalah yang berkaitan dengan Afganistan … Sebagaimana negeri kami juga telah memberikan berbagai bantuan kepada Amerika untuk mengembalikan ketenangan dan stabilitas di Irak“.

Presiden Iran Ahmadinejad juga telah berkunjung ke Afganistan dan Irak tahun lalu sementara kedua negeri itu berada di bawah penghancuran dan agresi Amerika yang telah meluluhlantakkan kedua negeri itu beserta penduduknya. Hal itu menunjukkan keridhaan Iran dan presidennya terhadap agresi Amerika atas kedua negeri itu.

Kunjungan itu merupakan pengakuannya secara praktis atas hal tersebut. Sekaligus juga merupakan pengakuan Iran terhadap antek-antek Amerika yang didudukkan di atas kursi kekuasaan.

Bahkan Iran mengumumkan secara eksplisit telah memberikan dukungan kepada Hamid Karzai dan Nouri al-Maliki, yaitu kepada antek Amerika yang telah didudukkan di kursi kekuasaan. Eksistensi Ahmadinejad yang melayani Amerika saat ini lebih dari yang dilakukan oleh mereka yang dinamakan sebagai kaum reformis seperti Khatami dan Mousavi.

Adapun reaksi Amerika terhadap berbagai demonstrasi dan long march yang disertai aksi anarkis pasca pemilu, Obama menyatakan: “Seperti yang sudah saya katakan bahwa saya sangat terguncang seputar masalah pemilu Iran“. Obama segera menukas: “Melihat sejarah hubungan Amerika dengan Iran, intervensi presiden Amerika di dalam pemilu Iran tidak akan menguntungkan“. Dan Obama berharap: “Rakyat Iran melakukan langkah-langkah damai untuk mengungkapkan aspirasi mereka“ (AFP, 16/6/2009).

Sampai wapres AS Josef Biden, meski ia mengatakan bahwa hasil pemilu Iran itu memunculkan banyak pertanyaan, namun ia menambahkan “Bahwa AS tidak memiliki bukti-bukti yang cukup untuk memberikan keputusan final“. Ia mengatakan bahwa, “AS siap melakukan dialog dengan Iran“ (BBC, 16/6/2009).

Berbagai pernyataan itu dipenuhi bahasa yang tidak menuduh dan bahasa yang lembut terhadap Iran.

Sebagian dari mereka mengkritik sikap media massa Amerika, khususnya yang besar seperti CNN dan Fox News, yang diam beribu bahasa terhadap apa yang terjadi di Iran; padahal media massa-media massa itu terkenal dengan liputannya atas berbagai kejadian dan mengeksposnya besar-besaran jika diperlukan sesuai politik Amerika.

Sementara media massa Eropa, khususnya BBC media audiovisual dan elektronik Inggris (yang terkenal kritis..) memimpin aksi liputan luas dan ekspos besar-besaran atas berbagai kejadian di Iran. “Menteri luar negeri Iran menuduh media massa barat (eropa) telah menjadi juru bicara dari mereka yang melakukan aksi-aksi kerusuhan“ (Ash-Sharq al-Awsath, 18/6/2009).

JADI APAKAH AHMADINEJAD MUSUH AMERIKA & YAHUDI… SILAHKAN SIMPULKAN SENDIRI..

=________________=

dari banyak sumber..

Iklan
Kategori:Taqiyah Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: