Beranda > Ahlul Bait > Note dari akun Awi Sirep 32

Note dari akun Awi Sirep 32

Sejarah Sebenarnya Perdamaian yg Dilakukan Imam Hasan ra..

by Awi Sirep on Wednesday, June 23, 2010 at 2:45am ·

Imam al Bukhari meriwayatkan dalam kitab Shahihnya:

Al Hasan Al bashri berkata:

“Demi Allah, Hasan bin Ali ra mendatangi Muawiyah ra dengan membawa pasukan besar laksana gunung”. Amr bin Ash ra berkata,”Menurutku pasukan ini tidak akan kembali hingga menghancurkan lawannya”. Mu’awiyah ra berkata padanya: “Hai, Amr. Jika kedua pasukan ini saling bunuh, lantas siapakah yang akan mengatur urusan kaum Muslimin? Siapakah yang melindungi para wanita muslimah? Siapakah yang melindungi harta benda mereka?”

Maka Muawiyah ra mengutus dua orang Quraisy dari Bani Abdi Syams kepada Syd. Hasan ra yakni Abdurrahman bin Samurah dan Abdullah bin Amir bin Kuraiz.

Muawiyah ra berkata kepada mereka berdua: “Temuilah ia, tawarkanlah (perdamaian) kepadanya. Katakanlah kepadanya dan mintalah agar ia menerimanya,” maka kedua utusan itupun menemui Hasan ra dan mengutarakan maksudnya, dan memintanya agar menerima tawaran mereka. Lalu Hasan bin Ali ra berkata kepada mereka berdua: “Kami dari kabilah Bani Abdul Muththalib telah memperoleh harta ini, dan sesungguhnya umat ini telah tertumpah darahnya”.

Keduanya berkata,”Sesungguhnya Muawiyah ra menawarkan ini dan ini kepadamu, ia meminta agar Anda menerimanya.”

Hasan bin Ali ra berkata,”Siapakah yang akan mendukungku?”

“Kamilah yang mendukungmu,” jawab mereka berdua.

Setiap kali Hasan ra menanyakan hal itu, keduanya menjawab: “Kamilah yang mendukungmu, berdamailah dengannya!”

Hasan bin Ali ra berkata : “Aku mendengar Abu Bakrah ra berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah di atas mimbar, sementara Hasan bin Ali di sisi beliau. Kadangkala Rasulullah menatap al Hasan, dan kadangkala menatap para hadirin, lalu (beliau SAW) berkata:

“(Sesungguhnya) cucuku ini adalah Sayyid. Mudah-mudahan dengannya Allah akan mendamaikan dua kelompok besar kaum Muslimin (yang bertikai)” (HR. Bukhari) .

Demikianlah Allah SWT menghindarkan terjadinya peperangan di antara kaum Mukminin melalui Sayyidina Hasan bin Ali ra. (SHAHIH BUKHARI)

Sayyidina Hasan menyerahkan tampuk kekhalifahan kepada Muawiyah ra dan membaiatnya untuk menegakkan kitabullah dan Sunnah NabiNya. Maka Muawiyah ra pun memasuki Kufah, dan kaum Muslimin membaiatnya.

Dalam sejarah Islam, tahun itu disebut tahun Jamaah karena pada tahun itu kaum Muslimin bersatu.

=__________________=

Sedikit analisa…

Imam Hasan ra membawa pasukan sebesar gunung.. bahkan Amr bin Ash ra pun khawatir melihat besarnya pasukan yg dipimpin Imam hasan ra.. jika mereka menyerang pasti menghancurkan musuhnya..

lalu Amr bin Ash ra membujuk Muawiyah ra meminta perjanjian damai kepada Sayyidina Hasan ra.. jadi yg mengajukan perdamaian adalah Sayyidina Hasan ra..

Lalu Sayyidina Hasan ra menerima utusan Muawiyah ra dan mendengar isi perjanjian damai yang disampaikan oleh Sayyidina Hasan ra..

Imam Hasan ra kemudian memikirkan isi perjanjian damai itu… jika Imam Hasan ra menolak pun maka Imam Hasan ra tetap bisa melakukannya karena Imam Hasan ra saat itu mempunyai pasukan yang sangat besar..

Artinya kalau mau Sayyidina Hasan ra tetap lanjut berperang, beliau ra tidak akan kalah.. tapi Imam Hasan ra teringat hadits Nabi SAW yang Syd. Hasan sendiri yang menafsirkan makna dibalik hadits itu.. apakah haditsnya..

“(Sesungguhnya) cucuku ini adalah Sayyid. Mudah-mudahan dengannya Allah akan mendamaikan dua kelompok besar kaum Muslimin (yang bertikai)” (HR. Bukhari).

=__________________=

JADI SIMPULAN.. IMAM HASAN TIDAK MENYERAH.. MALAH MUAWIYAH RA YANG MERASA PERLU MENGAJAK DAMAI IMAM HASAN.. DAN KEPUTUSAN MURNI DITANGAN IMAM HASAN RA..

JADI SITUASI DIATAS SESUAI DENGAN HADIST NABI… IMAM HASAN YANG BENAR2 MEMEGANG KENDALI PERANG ATAU DAMAI.. TIDAK SEPERTI YANG DITUDUHKAN OLEH JJIHAD ALI DALAM NOTENYA (http://www.facebook.com/note.php?note_id=139163499427602) YANG MENGATAKAN IMAM HASAN DALAM KEADAAN LEMAH SEHINGGA MENGAJAK DAMAI DENGAN MUAWIYAH RA…

KARENA IMAM HASAN YANG MENGENDALIKAN DAMAI ATAU PERANG MAKA IMAM HASAN BERHAK ATAS PUJIAN SESUAI HADIST NABI SAW… “MENDAMAIAKAN DUA KELOMPOK KAUM MUSLIMIN…” DAN KERENDAHAN HATI BELIAU DAN BAIK SANGKA BELIAU DENGAN MEMBAIAT MUAWIYAH RA.. ARTINYA MUAWIYAH RA DIMATA IMAM HASAN RA BKN ORANG SEMBARANGAN.. APALAGI DITUDUH KAFIR.. SEPERTI KEYAKINAN SYIAH

AHLU SUNNAH SEBENAR2NYA YANG MEMULIAKAN AHLUL BAYIT NABI SAW… BUKAN SYIAH IMAMIYAH

Iklan
Kategori:Ahlul Bait
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: