Beranda > Fitnah, Sahabat > Note dari akun Awi Sirep 38

Note dari akun Awi Sirep 38

penipuan ala jidad oli alias JJIHAD ALI – 5 – peristiwa perjanjian yang membawa kemenangan ISLAM dibilang Tragedi

by Awi Sirep on Friday, July 16, 2010 at 8:49pm ·

Imam Abu Hamid al Ghazali berkata dalam kitab al Mustashfa (hal. 189-190) sebagai berikut:

“Yang dijadikan pegangan oleh para sahabat dan jumhur: bahwa ‘Adalah (adilnya) Sahabat diketahui sesuai dengan pemberian sifat ‘adalah (adilnya) itu oleh Allah swt kepada mereka. Serta pujian-Nya bagi mereka dalam Al Qur`an. Ini adalah keyakinan kami tentang mereka. Kecuali jika terbukti secara nyata salah seorang dari mereka melakukan dosa dengan sengaja. Dan hal seperti itu ternyata tidak pernah terjadi. Sehingga terhadap mereka tidak perlu lagi dilakukan screening ke’adalahan (keadilannya).”

SAHABAT DAN AHLUL BAYT BUKANLAH PRIBADI MAKSUM.. INI MUSTI DICATAT.. AKAN TETAPI MEREKA ADALAH ORANG2 YANG ADIL..

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Maa`idah : 8)

Ayat diatas adalah perintah kepada para sahabat dan ahlul bayt berlaku ADIL.. bukan perintah menjadi maksum..

meski bgitu jika kita baca ayat selanjutnya.. maka

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Maa`idah : 9)

para sahabat dan ahlul bayt masih berharap ampunan dari Allah.. krn mereka TIDAK luput dari DOSA..

=_________________=

Perdamaian Hudaibiyah dan Sahabat (sebuah tragedi), apa hukum bagi yang meragukan Kenabian Muhammad SAW ?

http://www.facebook.com/note.php?note_id=139987426011876

itulah judul note provokasi jjidad ali yg mengambil tema sejarah perjanjian Hudaibiyah..

padahal jika orang syiah mau menyelidikinya dengan menghilangkan dengki pada orang2 beriman (sahabat) Nabi SAW.. maka tdk akan ada note provokatif sperti itu..

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (Al-Hasyr : 10)

lalu dinote jidad ali diceritakan dialog antara Nabi SAW… Umar ra.. dan Abu Bakar ra..

dalam dialog itu Umar ra .. seakan2 meragukan Nabi SAW.. bahkan dia mesti bertanya pada Abu Bakar ra.. tapi jika kita pahami dengan tidak kedengkian.. maka semua orang tahu bahwa Umar ra adlh orang yang keras pendirian.. bahkan KERAS PENDIRIAN UMAR INI sangat diharapkan oleh Nabi SAW.. karena dalam sifat orang yang KERAS PENDIRIAN biasanya tersimpan JIWA PEMIMPIN YANG HEBAT..

SEHINGGA UMAR ADALAH SALAH SATU ORANG YANG SANGAT DIHARAPKAN MASUK ISLAM OLEH NABI SAW.. SEHINGGA NABI SAW BERDOA AGAR ALLAH MEMILIHKANNYA UNTUK BELIAU YANG TERBAIK… DAN TERPILIHLAH UMAR RA..

Jadi KERAS PENDIRIAN UMAR mesti kita pahami.. apalagi dia TIDAK menerima wahyu.. dan TIDAK MAKSUM..

Termasuk ketika umar ra saking CINTANYA kepada NABI SAW..dia dengan KERAS PENDIRIAN MENOLAK NABI SAW SUDAH MENINGGAL… hingga disadarkan Abu Bakar ra..

sehingga kita tahu.. sikap pendirian keras UMAR RA trmasuk saat meninggalnya Nabi SAW bukanlah sikap pura2 ..

SUKA ATAU TIDAK memang sikap KERAS pendirian Umar ra ini yang memiliki jiwa pemimpin sangat2lah berpengaruh kepada HAMPIR seluruh sahabat RA tidak terkecuali Ali bin Abi Thalib ra pun terpengaruh. kecuali ASH SHIDDIQ yaitu ABU BAKAR RA.. beliau adalah selalu MEMBENARKAN NABI SAW dalam setiap kondisi..

Semua itu karena KEYAKINAN UMAR RA DAN SAHABAT LAINNYA.. Berperang dengan mereka (kaum kafir) pun kami PASTI akan mendapat pertolongan dari Allah SWT.. sehingga Umar ra merasa heran.. bukankah seharusnya NABI SAW LEBIH YAKIN LAGI dibandingkan umatnya.. dan ini berpengaruh kepada sahabat lainnya KECUALI ABU BAKAR RA.. YANG MEYAKINI PASTINYA INI ADALAH PERINTAH ALLAH…

Dan keheranan UMAR RA adalah manusiawi bagi pribadi yang TIDAK maksum..

Peristiwa perjanjian Hudaibiyah juga mencatat bahwa peristiwa itu sangat2lah berpengaruh.. bahkan kepada Ali bin Abi Thalib ra..

ketika Ali bin Abi Thalib ra yang menjadi juru tulis pernjanjian. SEMPAT MENOLAK PERINTAH NABI SAW…

Dari Bara` bin ‘Azib ra, Rasulullah saw. memberi perintah kepada Ali:

Tulislah perjanjian antara kami: “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ini adalah perjanjian yang disepakati oleh Muhammad Rasulullah…”

Tiba-tiba orang Musyrik menyela: “Seandainya kami tahu engkau adalah Rasul Allah, niscaya kami akan mengikutimu. Karena itu, cukup tulislah, Muhammad bin Abdillah.”

Maka Rasulullah saw. memerintahkan Ali untuk menghapus tulisan tersebut. Namun Ali Menolak perintah Rasul itu dan berkata: “Demi Allah, saya tidak akan menghapusnya!”.

Mendapati hal itu, Rasulullah saw bersabda: Tunjukkanlah kepadaku mana tulisan tersebut.”

Maka ia menunjukkan tempat kata tersebut kepada beliau, dan beliau pun menghapusnya sendiri.

Untuk kemudian diganti dengan tulisan: ” .. bin Abdillah.” Sahih Muslim. Hadits no 3336.

Jadi Ali bin Abi Thalib ra pun sempat menolak perintah langsung Nabi SAW…

Meskipun begitu.. ahlu sunnah wal jamaah TIDAK menganggap peristiwa itu sebuah TRAGEDI…

Krn tidak ada KEJELEKAN dalam peristiwa itu kecuali kita melihat bahwa para sahabat SANGATLAH tidak ingin ISLAM… terlihat LEMAH dihadapan MUSUH ISLAM.. sehingga kenapa mesti melakukan PERJANJIAN.. padahal ada seorang NABI diantara mereka..

Yang mesti kita simak adalah.. peristiwa juga itu BUKTI lain.. walaupun NABI SAW seorang NABI tapi para sahabat telihat dihadapan Nabi SAW terbiasa berdiskusi dan mengemukakan pendapatnya… seperti diterangkan dalam ayat berikut..

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (Ali Imran : 159)

WALAUPUN KEPUTUSAN AKHIR TETAP DITANGAN NABI SAW.. seperti kisah dibawah ini

=______________________=

Pada saat perang Badar salah seorang sahabat, Al Habab bin Mundzir RA bertanya kepada Rasul Saw, ”Ya Rasulullah, apakah dalam memilih tempat ini Anda menerima wahyu dari Allah Swt yang tidak dapat diubah lagi? Ataukah berdasarkan taktik peperangan?”

Rasulullah Saw menjawab, ”Tempat ini kupilih berdasarkan pendapat dan taktik peperangan!”

Al Habab mengusulkan, ”Ya Rasulullah! Jika demikian, ini bukan tempat yang tepat. Ajaklah pasukan pindah ke tempat air yang terdekat dengan musuh. Kita membuat kubu pertahanan di sana dan menggali sumur-sumur di belakangnya. Kita membuat kubangan dan kita isi dengan air hingga penuh. Dengan demikian kita akan berperang dalam keadaan persediaan air minum cukup, sedangkan musuh tidak akan memperoleh air minum!”

Rasulullah Saw menjawab, ”Pendapatmu cukup baik!” Lalu, pasukan Muslim bergerak ke tempat yang diusulkan oleh Al Habab bin Mundzir Ra.

=______________________=

KEMBALI KE SOAL..

Dan lagi peristiwa perjanjian HUDAIBIYAH BUKANLAH “TRAGEDI” seperti yang dituduhkann Jjihad Ali dalam notenya..

Pada saat pulang ke MADINAH.. ALLAH SWT menurunkan ayat yang memberikan KERIDHOAN pada para SAHABAT NABI..

“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu’min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon , maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya) . Serta harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al-Fath : 18-19)

BAHKAN ALLAH SWT MENJANJIKAN KEMENANGAN DAN HARTA RAMPASAN YANG BANYAK… DAN PERISTIWA PERJANJIAN HUDAIBIYAH MENJADI TONGGAK AWAL FATHUL MAKKAH…

JADI SANGATLAH2 ANEH JIKA KITA MERAGUKAN SAHABAT HANYA KAREN SEGELINTIR SIKAP KHILAF MEREKA DAN MEMBENTURKAN DENGAN AYAT AL-QURAN YANG SUDAH JELAS2 ALLAH MENYATAKAN TELAH MERIDHOI MEREKA…

=______________________=

lalu apakah yang membuat orang SYIAH salah satunya jjihad ali BERSEDIH dengan peristiwa perjanjian Hudaibiyah dan menganggapnya sebuah TRAGEDI..

BOLEH JADI KARENA…

KARENA ALLAH SWT LEWAT LISAN NABINYA MENJAMIN PARA SAHABAT DAN AHLUL BAYT YANG MELAKUKAN BAIAT DIBAWAH POHON RIDHWAN ITU BEBAS DARI API NERAKA..

Nabi saw bersabda: “Dengan izin Allah, tidak ada seorangpun yang masuk neraka dari mereka yang ikut berbai’at di bawah pohon itu.” (Hadits riwayat Muslim, no. 3567 )

DAN JUGA KARENA SEMAKIN MENGUKUHKAN BAHWA SATUNYA2 SAHABAT YANG TETAP TEGUH MEMBENARKAN NABI SAW ADALAH ABU BAKAR ASH SHIDDIQ RA..

Iklan
Kategori:Fitnah, Sahabat
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: