Beranda > Sahabat > Note dari akun Awi Sirep 45

Note dari akun Awi Sirep 45

Dan sahabat Nabi SAW bernama Muawiyah RA tidak pernah dilaknat.

by Awi Sirep on Friday, January 7, 2011 at 3:01am ·

Ane ditag oleh pemilik akun bernama Haydar Husein dalam sebuah note yang berjudul “Hadis Muawiyah bin Abu Sufyan Seorang Yang Dilaknat Allah SWT”. cek dimarih : http://www.facebook.com/note.php?note_id=145261062195963

 

Si pemilik akun mau menunjukkan pada ane kalau Muawiyah dilaknat, bahkan dikitab sunni sekalipun. Pertanyaannya apakah hadits ntu shahih apa kagak? Nyok kita bahas.

 

Apa yang mau dibahas gan? Sabar coy.. bahasannya sederhana aje. Orang2 syiah selalu bilang, kita melihat hadits bukan shahih sanadnya saja.. tapi juga lihat isinya.. bertentangan kgk..

 

pada dasarnya dgn prinsip ini.. orang2 syiah akan sangat mudah berkelit kalau terpojok.. dgn alasan isinya bertentangan dengan marja. Jadi hasil jerih payah ulama2 syiah nyusun kitab tidak ada manfaatnya, selama sang marja bilang A, ya A.. meskipun kitab syiah bilang B. Jadi walaupun  sang Marja nyuruh terjun ke jurang pun bakalan diikutin meskipun kitabnya bilang jangan.

 

Nah karena yg ane hadapin orang syiah.. yaa fikiran kita sama. Sayyidina Muawiyah RA tidak pernah dilaknat Allah SWT dan Nabi SAW.. hadits isinya dhoif dan bertentangan dengan yang lebih shohih lainnya.

 

Akan tetapi.. kita ahlu sunnah lebih hebat… kita bisa mengajukan bukti.. NIH BUKTINYA

 

di Kitab Sunni :

 

Nabi SAW bersabda : “Ya Allah, jadikanlah Muawiyah pembawa petunjuk yang memberikan petunjuk. Berikanlah petunjuk padanya dan petunjuk bagi umat dengan keberadaannya”. (HR. Bukhari, Ahmad, Tirmidzi, Ath-Thabaraniy, Al-Khathiib, Adz-Dzahabiy )

 

Masih kurang penawarannya? Kami tambahkan juga dari kitab syiah (jualan kali.. pake penawaran segala.. hehehehee..)

 

di Kitab Syiah :

 

“The thing began in this way: We and the Syrians were facing each other while we had common faith in one Allah, in the same Prophet (s) and on the same principles and canons of religion.

 

So far as faith in Allah and the Holy Prophet (s) was concerned we never wanted them (the Syrians) to believe in anything over and above or other than what they were believing in and they did not want us to change our faith. Both of us were united on these principles.

 

The point of contention between us was the question of the murder of Uthman. It had created the split. They wanted to lay the murder at my door while I am actually innocent of it.” (Nahjul Balagah Letters 58)

 

http://www.al-shia.org/html/eng/books/nahjulbalaga/letters/letter58.htm#letter58

 

terjemahannya kira2 begini,

 

Surat Ali bin Abi Thalib RA:

 

Segala sesuatunya dimulai begini: “Kami dan orang-orang Syiria (Syam) saling berhadapan sementara kami beriman kepada Allah yang sama, Nabi yang sama, dan dan kami dalam satu perinsip dan aqidah yang sama.

 

Dalam keimanan kepada Allah dan Nabi SAW, telah ditegaskan kami tidak pernah menginginkan lebih dari apa yang sudah mereka (orang Syam) imani dan mereka pun tidak memaksa kami mengubah keimanan kami. Kami bersama dalam satu prinsip yang sama.

 

Yang membedakan kami dengan mereka adalah mengenai pembunuhan Usman. Mereka ingin meletakan pembunuh itu di depan pintuku sementara aku tidak ada sangkut pautnya.” (Nahjul Balagah Surat 58)

 

KESIMPULANNYA

 

HADITS yang dibahas pada note si haydar husein yang isnya menyatakan Muawiyah RA ditaknat.. ternyata bertentangan dengan hadits2 dari kitab sunni maupun riwayat di kitab syiah.

 

Jadi hadits itu ISINYA PALSU.

Iklan
Kategori:Sahabat Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: