Beranda > Sahabat > Note dari akun Awi Sirep 48

Note dari akun Awi Sirep 48

RAHASIA DIBALIK PERJANJIAN PERJANJIAN NABI SAW..

by Awi Sirep on Monday, January 10, 2011 at 4:54am ·

ini adalah tambahan untuk NOTE sebelumnya :

http://www.facebook.com/note.php?note_id=490844658646

 

RAHASIA DIBALIK PERJANJIAN PERJANJIAN NABI SAW..

 

Nabi SAW membuat perjanjian dengan Allah SWT, “Jika dari umatnya yang dilaknat, dicela atau didoakan kejelekan padahal TIDAK BERHAK maka Nabi SAW minta itu menjadi KAFARAT dan RAHMAT baginya”

 

Jika kita katakan pada seseorang, “Hai musuh Allah” atau kita katakan “Laknat Allah atasmu” atau kita katakan “jelek sekali perangaimu” atau kita katakan “bisanya cuman membantah” atau kita doakan “semoga tidak berkah hidup” maka akan ada dalam dua kondisi. JIKA BENAR maka semua itu akan mengenai orang yang dituju.. JIKA SALAH maka akan berbalik kepada dirinya sendiri.

 

Tapi semua diatas tidak berlaku untuk NABI SAW… Siapa pun orangnya, baik itu Abu Bakar ra, Umar ra, Usman ra atau bahkan Ali ra sekalipun jika NABI SAW yang mengucapkan maka dua kondisi itu TIDAK BERLAKU.. karena mustahil berbalik kepada Nabi.. INI SANGAT GILA NAMANYA.

 

Kalau begitu apakah mungkin Nabi SAW SEMBARANGAN… ini juga MUSTAHIL.. hanyalah terbersit dalam fikiran orang JAHIL yang bisa terbayang seperti itu.

 

Kalau begitu, jika Nabi SAW mustahil sembarangan buat apa perjanjian itu.

 

Jika kita mau merenungi sejenak, TIDAK berfikir bahwa hidup sesimple seperti garis lurus. Nabi SAW adalah manusia.. beliau bersosialisasi dengan manusia. Dimana manusia dengan segala ke beragamannya..  menjadi suatu peradaban yang unik.  Yang masing jelas berbeda dengan makhluk Allah SWT lainnya.. katakanlah malaikat yang lurus2 saja atau binatang yg cuman mengandalkan naluri.

 

Ane ambil contoh sederhana dalam keluarga saja..

 

Seorang IBU dia mempunyai ANAK … lalu si IBU menjanjikan pada anaknya.. “Nak, kalau engkau masing dapat rangking bagus dikelasmu, ibu akan belikan engkau sepeda.. “.

 

Lalu tiba harinya dan si anak itupun mendapat rangking bagus.. dalam bayangannya jelas dia yakin akan dibelikan oleh IBUnya sepeda. Ternyata, tiba-tiba si IBU bilang, “Nak, ibu minta maaf karena uangnya sudah dipakai sama ibu”. Betapa kecewanya si anak itu.. ekspektasinya yang tinggi langsung jatuh.

 

Tapi ketika dia sampai di rumah.. dan saat dia berlari ke kamarnya.. tahunya dikamarnya sudah ada SEPEDA.. maka kegembiraannya sangatlah beda.. dia begitu menghargai sepeda itu.. karena KEJADIAN unik ini akan tersimpan terus dalam ingatannya.

 

Dan si Anak pun mendatangi ibunya.. lalu berkata, “Ibu bilang katanya uangnya sudah dipakai..” kata si Ibu, “Ibu cuman bercanda nak, tapi memang benarkan uangnya terpakai untuk beli sepeda”. Lalu si anak itupun memeluk ibunya dan mengucapkan.. “terima kasih ibu.”. Timbul kehangatan di antara keduanya tanpa merasa canggung.. karena kejadian unik seringkali menghilangkan sekat2 dalam fikiran manusia.

 

Maka Nabi SAW bercanda.. untuk menimbulkan kehangatan didalamnya.. Nabi mendoakan kejelekan yang sebenarnya adalah rahmat.. Nabi SAW tidak ada kedustaan didalamnya.. KARENA NABI SAW sendiri tahu dan dari dalam hatinya meniatkan doa itu adalah untuk rahmat.. tapi dengan candaan dan kejadian unik.. menimbulkan kesan tersendiri.. seperti disebutkan dalam hadits berikut,

 

Dari Anas bin Malik, “Ummu Salamah memiliki anak yatim yang diasuhnya bernama Ummu Anas. Suatu hari Rasulullah SAW melihatnya, lalu berkata: “Kamukah itu? Kamu sudah besar, Semoga Allah tidak memanjangkan umurmu”. Maka anak tadi datang kepada Ummu Salamah sambil menangis. Ummu Salamah bertanya: “Ada apa dirimu wahai anakku?”, dia menjawab: “Rasulullah SAW telah mendoakan kejelekan untukku, yaitu agar Allah tidak memanjangkan umurku”. Maka Ummu Salamah segera mendatangi Rasulullah SAW sambil mengalungkan selendangnya. Ketika telah bertemu Rasulullah SAW, Rasulullah mendahuluinya bertanya: “Ada apa denganmu wahai Ummu Sulaim?” Ummu Salamah menjawab: “Wahai Nabi Allah, apakah engkau mendo’akan kejelekan terhadap anak yatimku?”, beliau balik bertanya: “Apa itu wahai Ummu Sulaim?” Ummu Salamah berkata: “Anak itu mengatakan bahwa engkau berdo’a agar umurnya tidak diperpanjang.”, maka Rasulullah SAW pun tertawa, “Wahai Ummu Sulaim, apakah kamu tidak tahu perjanjian yang telah aku sepakati dengan Rabbku?” Aku telah meminta janji kepada Rabbku: “Sesungguhnya aku adalah manusia biasa, aku senang sebagaimana manusia yang lain merasakan senang dan aku marah sebagaimana manusia yang lain marah. Maka siapa saja dari UMATKU yang telah aku do’akan kejelekan yang dia tidak berhak mendapatkannya, agar dijadikan sebagai pensuci, pembersih, dan taqarrab yang dapat mendekatkannya kepada Allah kelak pada hari kiamat.” (HR. Muslim)

 

Pada dasarnya Nabi SAW memang berniat mendoakan kebaikan kepada anak itu.. tapi Nabi SAW mengisinya dengan candaan seakan Nabi SAW mendoakan kejelekan padanya. Padahal Kenyataannya TIDAK dan memang DISENGAJA oleh Nabi SAW.

 

DAN INI ADALAH PENJELASAN SATU.

 

Kita ambil contoh lain… seorang anak.. dan disayang ibunya.. hanya dia sedikit nakal.. namanya juga manusia dengan segala keterbatasannya..

 

Misal si anak itu disuruh ibunya TIDUR.. tapi si anak itu susah sekali menurutnya.. dia malah asyik main PlayStation misalnya.. si ibunya pun dengan marah mengatakan… “Kamu ini bukannya tidur.. besok sekolah.. jangan main playstation terus..  kamu gak usah jadi anak ibu lagi kalau gak mau nurut”. Jelas sebenarnya dalam hati si ibu itu adalah kebalikannya.. dia hanyalah ingin menakut-nakutin anaknya.

 

Begitu juga Nabi SAW sangatlah penyayang pada umatnya.. beliau jelas ingin umatnya selalu dalam kebajikan.. tapi terkadang.. manusia bisa tergelincir SAHABAT sekalipun… maka harus sedikit di PUSH dan ditakut-takutin..

 

Seperti kisah Muawiyah RA,

 

Dari Ibnu Abbas RA: “Bahwasanya Rasulullah SAW mengutus seseorang untuk memanggil Mu’awiyah agar menuliskan wahyu untuknya. Orang tadi berkata: ‘Dia sedang makan’, kemudian beliau memanggilnya lagi untuk yang kedua kalinya, orang tadi berkata: ‘Dia sedang makan’. Lalu Rasulullah SAW bersabda: ‘Semoga Allah tidak akan mengenyangkan perutnya (Muawiyah)'”. (HR. Muslim dan Ahmad)

 

juga ini..

 

Dari Ali, bahwa Rasulullah SAW membangunkan Ali dan Fathimah. Beliau bersabda: “Kalian berdua sudah shalat (malam)?” Ali menjawab: “Wahai Rasulullah, jiwa kami ada di tangan Allah, jika Dia berkehendak niscaya Dia akan membangunkan kami.” Lalu Nabi berpaling ketika saya mengatakan demikian, kemudian saya mendengarnya bergumam sambil memukul-mukul pahanya, dan bersabda: “Memang manusia itu suka banyak berdebat (membantah)”. (HR. Bukhari Muslim)

 

Apakah Ali RA orang yang suka membantah? jelas MUSTAHIL.. tapi ini hanyalah untuk menakut-nakuti saja.

 

juga ini..

 

Datang kepada Rasulullah SAW dua laki-laki, keduanya datang dengan sesuatu yang aku tidak tahu apa itu, lalu beliau memarahinya dan melaknat serta mencaci mereka berdua. Ketika keduanya keluar, aku bertanya: ‘Wahai Rasulullah, siapa yang dijauhkan kebaikan seperti yang didapatkan oleh kedua orang itu?’. Beliau menjawab dengan balik bertanya: ‘Kebaikan apa itu?’. Aisyah berkata:  Saya menjawab: ‘Engkau telah melaknat dan mencaci mereka berdua.’. Beliau bersabda: ‘Apakah engkau tidak tahu isi perjanjian yang aku buat bersama Tuhanku ? Saya minta: ‘Ya Allah! Sesungguhnya saya ini hanyalah manusia, maka siapa saja umat Islam yang saya laknat atau caci maka jadikanlah itu sebagai pensuci dan pahala baginya.'” (HR. Muslim)

 

Jadi Nabi SAW tujuannya menakut-nakuti..

 

DAN INI ADALAH PENJELASAN DUA

 

Wassalam dan Wallahu’alam

Iklan
Kategori:Sahabat
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: