Beranda > Ajaran Sesat > Note dari akun Awi Sirep 8

Note dari akun Awi Sirep 8

MUI dulu, lain sekarang..

by Awi Sirep on Saturday, November 21, 2009 at 8:28pm ·

Seminar Nasional tentang Syi’ah, 21 September 1997

Seminar yang dibuka Ketua Umum MUI Pusat KH. Hasan Basri itu menampilkan pembicara KH. Irfan Zidny MA (rais Lajnah Falaqiyah Syuriyah NU), KH. Dawam Anwar (Katib Aam Syuriyah NU), KH. Latief Muchtar MA (Ketua Umum Persis), KH. Thohir al Kaff (Ketua Yayasan al-Bayyinat Surabaya), Drs. Nabhan Husein, Dr. Hidayat Nur Wahid, KH. Ali Mustafa Ya’kub MA, dan KH. Khalil Ridwan (Ketua BKSPPI).

Para pembicara dalam seminar tersebut banyak mengungkap fakta dan data tentang penyimpangan yang dibuat para penganut Syi’ah. Fakta- fakta yang didasarkan kepada sumber-sumber tulisan ulama dan pemimpin Syi’ah tersebut pada akhirnya menyimpulkan sesatnya akidah para penganut Syi’ah.

Merujuk kitab karangan Imam Khoemeini Al-Hukumat al-Islamiyah, Katib Aam Syuriah NU KH. Dawam Anwar menerangkan bahwa kalangan Syiah menganggap Alquran yang dimiliki Sunni berbeda dengan Alquran yang ada di tangan Imam Syiah (Imam Mahdi).

Selain itu, Syi’ah sangat mengejek, dan mencaci para sahabat seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Usman bin ‘Affan. “Sampai-sampai mereka menyebut para sahabat itu masuk Islam karena menginginkan harta dan kedudukan saja,” katanya mengutip buku Aqidah al-Syiah wa al- Shahabah.

Seminar dihadiri oleh para pejabat pemerintah, ABRI, MUI, pimpinan organisasi Islam, tokoh Islam dan masyarakat umum.

Makalah yang dibacakan, diantaranya berasal dari:

1. KH. Moh. Dawam Anwar (Khatib Syuriah NU)

2. KH. Irfan Zidny, MA (Ketua Lajnah Falakiyah Syuriah NU)

3. KH. Thohir Al-Kaff (Yayasan Al-Bayyinat)

4. Drs. Nabhan Husein (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia)

5. KH. A. Latif Mukhtar, MA (Ketua PERSIS)

6. Dr. Hidayat Nur Wahid (Ketua Yayasan Al-Haramain)

7. Syu’bah Asa (Wakil Pimpinan Redaksi Panji Masyarakat)

Disamping itu, dikatakan bahwa keputusan seminar diambil berdasarkan pandangan-pandangan kritis para peserta. Keputusan yang dikeluarkan, diantaranya:

1. Syi’ah melakukan penyimpangan dan perusakan aqidah Ahlussunah.

2. Menurut Syi’ah, Al-Quran tidak sempurna.

3. Taqiyyah sebagai menampakkan selain yang mereka siarkan dan sembunyikan.

4. Syi’ah berpandangan hadits mereka disampaikan dari Ahlul Bait.

5. Kenyataan bahwa Ahlul Bait menolak ajaran Syi’ah.

6. Syi’ah berpendapat Imam mereka ma’shum, terjaga dari dosa dan UUD Iran menetapkan bahwa mazhab Jakfari Itsna Asy’ariyah sebagai mazhab resmi.

7. Syi’ah, pada umumnya tidak meyakini kekhalifahan Sunnah

8. Imamah atau kepemimpinan adalah rukun Iman.

9. Shalat Jum’at tidak wajib tanpa kehadiran Imam ma’shum.

10. Adzan kaum Sunni berbeda dengan adzan kaum Syi’ah.

11. Syi’ah membenarkan kawin mut’ah.

12. Syi’ah terbukti sebagai pelaku kejahatan, pengkhianat dan teroris.

Kemudian seminar mengusulkan:

1. Mendesak pemerintah RI cq. Kejaksaan Agung melarang Syi’ah.

2. Pemerintah agar bekerjasama dengan MUI dan Balitbang Depag RI untuk melarang penyebaran buku-buku Syi’ah.

3. Agar Mentri Kehakiman mencabut izin semua yayasan Syi’ah.

4. Meminta Mentri Penerangan mewajibkan semua penerbit menyerahkan semua buku terbitannya untuk diteliti MUI Pusat.

5. Agar seluruh organisasi dan lembaga pendidikan waspada terhadap faham Syi’ah.

6. Faham Syi’ah kufur dan masyarakat agar waspada.

7. Menghimbau segenap wanita agar menghindari kawin mut’ah.

8. Media massa (cetak, elektronik, padang dengar) dan penerbit buku untuk tidak menyebarkan Syi’ah.

9. Melarang kegiatan penyebaran Syi’ah oleh Kedutaan Iran.

Ditandatangani oleh tim perumus:

1. HM. Amin Djalaluddin

2. KH. Ali Mustafa Ya’qub, MA.

3. KH. Ahmad Khalil Ridwan, Lc.

4. Drs. Abdul Kadir Al-Attas

5. Ahmad Zein Al-Kaff

Siapa KH. hasan Basri??

Lahir dari keluarga sederhana, pasangan Muhammad Darun dan Siti Fatmah di Muara Taweh, Kalimantan Tengah, namun sebenarnya berasal dari Suku Banjar yang berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada tanggal 20 Agustus 1920.

Pada umur tiga tahun, ia diasuh oleh kakeknya, Haji Abdullah, karena ayahnya meninggal dunia. Di bawah asuhan kakenya inilah ia diajarkan berpidato yang menjadi kegiatan rutin setiap hari menjelang maghrib.

Isi cermahnya pun seputar kegiatan yang dilakukan sehari-hari dan seluruh penghuni rumah menjadi pendengarnya. Kebiasaan berpidato dan bercerita jujur itu berlangsung hingga berusia 12 tahun.

Ia pernah menjabat sebagai ketua GPII selama 12 tahun sejak 1951-1963. karena GPII dalam sikap politiknya menentang komunis dan penguasa Orde Lama, maka GPII dibubarkan oleh Orde Lama.

Pada tahun 1959 Hasan Basri juga terpilih menjadi anggota pimpinan dan salah seorang pengurus harian Masyumi tingkat Pusat yang waktu itu diketuai oleh Prawoto Mangkusasmito.

Setelah Masyumi dibubarkan oleh Soekarno, KH. Hasan Basri tidak lagi menjadi anggota parlemen. Aktivitasnya beralih dan berkonsentrasi di bidang dakwah. Tiga kali berturut-turut terpilih menjadi ketua MUI pada periode 1985-1990, 1990-1995, dan 1995-2000 membuktikan bahwa ia seorang yang dipercaya oleh masyarakat.

Menurut KH. Ali Yafie, pemikiran KH. Hasan Basri dalam hal akidah banyak diwarnai oleh pandangan Ahlusunnah, sebagaimana yang diajarkan oleh Al-Quran dan Hadits serta yang dipegangi oleh para sahabat nabi.

Sementara dalam hal hukum Islam tidak mengikat pada satu mazhab fiqh tertentu saja, tetapi juga tidak melepas dari mazhab fiqh. Sikap ini sama halnya dengan apa yang diterapkan oleh komisi fatwa MUI.

Dengan perbedaan pendapat (khilafiyah) yang terjadi, ia mempersilahkan masing-masing menjalankan apa yang diyakini tetapi jangan sampai memecah belah umat.

Dalam khutbahnya yang dimuat dalam bukunya Risalah Islamiyah Rahmat bagi Alam Semesta, ia menyerukan: “Bendera yang wajib kita kibarkan hanya satu, bukan bendera golongan, bukan pula bendera lain-lain, tetapi bendera ummat, yaitu Ukhuwah Islamiyah yang sejati.”

Kita tahu Orde Baru pada dasarnya dikendalikan oleh Barat. Jika memang benar ini bahwa Syiah dinyatakan sesat ntu ulah agen CIA sperti yang dituduhkan oleh Hasan Ali Alattas, lalu kenapa REKOMENDASI nyang begitu jelas ndak mau digubris oleh penguasa Orde Baru.

Jilid II : http://www.facebook.com/note.php?note_id=182125113646

Iklan
Kategori:Ajaran Sesat Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: