Beranda > Hari Asyura' > Note dari akun Dodi ElHasyimi 6b

Note dari akun Dodi ElHasyimi 6b

PERAYAAN DAN AMALAN PADA HARI ASYURA’

by Dodi ElHasyimi on Friday, December 10, 2010 at 12:58pm ·

Di dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin yg disusun oleh As Sayyid Asy Syarif Abdur Rahman bin Muhammad bin Husain Bin Umar Ba Alawi Al Hadhromi diterangkan tentang perayaan dan aktifitas yg dilakukan oleh orang2 di Hari Asyura’, diantaranya adalah fatwa dari As Sayyid Al Allamah Abdullah bin Umar bin Abu Bakar Bin Yahya ( ditandai dengan simbol : مسألة : ي ) :

 

بغية المسترشدين – (ج 1 / ص 642)

مسألة : ي) : العمل بيا حسين في جهة الهند وجاوه المفعول يوم عاشوراء أو قبله أو بعده بدعة مذمومة شديدة التحريم ، وفاعلوه فساق وضلال ، متشبهون بالرافضة والناصبة ، إذ الفاعلون لذلك قسمان : قسم ينوحوون ويندبون ويظهرون الحزن والجزع بتغيير لباس أو ترك لبس معتاد ، فهم عصاة بذلك لحرمة هذه الأشياء ، بل بعضها من الكبائر وفاعلها فاسق ، وورد إن الميت ليعذب ببكاء أهله ، وأنه يتأذى من ذلك ، فانظر لهؤلاء الجهال الحمقى يريدون تعظيم الحسين سبط رسول الله بما يتأذى به ، ويكون خصمهم به عند الله تعالى ، بل الذي ينبغي لمن ذكر مصاب الحسين رضي الله عنه ذلك اليوم أن يشتغل بالاسترجاع ، امتثالاً للأمر ، وإحرازاً للأجر ، وما أصيب به السبط يوم عاشوراء إنما هو الشهادة الدالة على مزيد حظوته ورفعة درجته عند ربه ، وقسم يلعبون ويفرحون ويتخذونه عيداً وقصدهم إظهار الفرح والسرور بمقتل الحسين ، فهم بذلك أشدّ عصياناً وإثماً ، بل فعلهم هذا من أكبر الكبائر بعد الشرك ، إذ قتل النفس أكبر الكبائر بعد الشرك ، فكيف بقتل سيد المؤمنين ريحانة سيد الكونين ؟ والفرح بالمعصية وإظهار السرور بها شديد التحريم ، ومرتبته كالمعصية في الإثم ، بل جاء عن الإمام أحمد أنه كفر ، وقد اتفق أهل السنة أن بغض الحسين والفرح بمصابه كبيرة يخشى منها سوء الخاتمة ، ولأن الفرج بذلك يؤذي جدّه عليه الصلاة والسلام وعلياً والحسنين والزهراء رضوان الله عليهم ، وقد قال تعالى : {إن الذين يؤذون الله ورسوله لعنهم الله} الآية. وورد : “اشتدّ غضب الله لمن آذاني في عترتي” . وورد أيضاً : “من أحب أن ينسأ له في أجله وأن يمتع بما خوّله الله تعالى فليخلفني في أهلي خلافة حسنة ، فمن لم يخلفني فيهم بتر عمره وورد عليَّ يوم القيامة مسودّاً وجهه” ، فعلم أن إنفاق المال على العاملين لهذه المخازي شديد التحريم وأخذه من أكل أموال الناس بالباطل.

Yang terjemahannya kurang lebih demikian :

Pengucapan lafadz Ya Husain pada hari Asyura’ atau sebelum/sesudahnya, yg terjadi di daerah India dan Jawa ( juga di Persia khususnya, pen.) adalah termasuk BID’AH TERCELA YANG SANGAT HARAM, dan pelaku2nya dihukumi fasiq dan dholal (sesat), menyerupai perbuatan Rofidhoh dan Nashibi, karena para pelaku demikian terbagi menjadi dua bagian :

Golongan yg pertama yaitu mereka yang meratapi dan menyesali serta menunjukkan kesusahan dan kesedihan dengan cara mengganti pakaian atau menanggalkan pakaian yg biasa dipakai, maka mereka telah berbuat maksiyat karena haromnya perkara2 ini, bahkan sebagian diantaranya termasuk dosa2 besar (seperti melaknat para sahabat, menganiaya diri, dsb. pen.), maka pelakunya dihukumi fasiq. Disebutkan dalam hadis bahwa mayyit akan mendapatkan siksa dg sebab tangisan dari keluarganya, dan sesungguhnya mayyit tersakiti dengan perbuatan itu. Maka perhatikanlah perbuatan2 orang2 yg bodoh dan dungu yg ingin memuliakan Al Husain cucu Rasulullah Saw dg perbuatan2 yg justru malah membuat beliau tersakiti –Mengenai perselisihan mereka (mengenai masalah ini) dg beliau maka urusannya ada pada Allah Ta’ala. Namun perbuatan yg seyogianya dilakukan bagi mereka yg memperingati musibahnya Al Husain Ra pada hari itu adalah menyibukkan diri dengan Istirja’ (membaca Inna lillaahi wa inna ilaihi rooji’uun, pen.)karena mengikuti perintah dan supaya mendapatkan pahala. Sedang peristiwa musibah yg menimpa As Sibti ( Al Imam Husain Ra ) pada hari Asyura’ adalah kesyahidan yg menunjukkan pada tambahnya kehormatan dan tingginya derajat beliau di sisi Robbnya.

Golongan yg kedua, mereka yg bermain-main, bergembira dan menjadikannya sebagai hari raya serta tujuan mereka untuk menampakkan kegembiraan dan kebahagiaan atas terbunuhnya Al Husain, maka mereka ini lebih parah lagi maksiyat dan dosanya, bahkan perbuatan mereka ini termasuk dosa besar yg paling besar setelah syirik karena membunuh nyawa adalah dosa yg paling besar setelah syirik, maka bagaimana dg pembunuhan “Sayyidul mukminin” dan “Kesayangan Sayyidul Kaunain ( Nabi Muhammad Saw)” ??? dan menunjukkan kegembiraan dan kebahagiaan atas perbuatan maksiyat adalah perbuatan yg sangat harom, levelnya seperti maksiyat dalam masalah dosanya, bahkan terdapat keterangan dari Imam Ahmad,bahwa perbuatan tersebut kufur. Ahlus sunnah telah sepakat bahwa membenci Al Husain dan menunjukkan kegembiraan atas musibah yg dialami beliau adalah dosa besar yg dikawatirkan bisa menyebabkan suul khotimah, karena kegembiraan terhadap peristiwa itu berarti telah menyakiti datuk beliau (Rasulullah ) ‘alaihis sholatu wa sallam, Imam Ali, Al Hasanain serta Az Zahra’-Semoga Allah meridhoi mereka semua-. Allah Ta’ala telah berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا [الأحزاب/57]

57. Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.

 

 

Dan tersebut dalam hadis :

“اشتدّ غضب الله لمن آذاني في عترتي”

“Sangat dahsyat murka Allah bagi orang yg menyakitiku dalam masalah keturunanku.”

 

Dalam hadis yg lain :

“من أحب أن ينسأ له في أجله وأن يمتع بما خوّله الله تعالى فليخلفني في أهلي خلافة حسنة ، فمن لم يخلفني فيهم بتر عمره وورد عليَّ يوم القيامة مسودّاً وجهه”

“Barang siapa merasa senang untuk diundur ajalnya dan di beri kesenangan (diberi manfaat) atas apa2 yg dikaruniakan Allah Ta’ala kepadanya, maka sebaiknya dia meninggalkan perkara yg baik kepada keluargaku. Barang siapa meninggalkan aku pada masalah mereka, maka terputuslah (barokah) umurnya dan akan datang padaku pada hari kiamat nanti dalam keadaan hitam wajahnya.”

 

Maka dapat diketahui bahwa sesungguhnya menginfakkan harta pada pelaku2 perbuatan2 tercela ini hukumnya sangat harom dan mengambil harta tersebut adalah tergolong memakan harta orang secara bathil.

 

Maka perlu diketahui, aktifitas apa saja yang sebaiknya dilakukan oleh orang2 muslim dan mukmin pada Hari Asyura’??? Dapat kita lihat pada halaman lain dalam kitab Bugyatul Mustarsyidin :

 

بغية المسترشدين – (ج 1 / ص 235236-)

فائدة : نظم بعضهم ما يطلب يوم عاشوراء فقال :

بعاشورا عليك بالاكتحال # وصوم والصلاة والاغتسال

زيارة صالح وسؤال # ربّ وعد مرضى ووسع للعيال

تصدق واقرأ الإخلاص ألفاً # على رأس اليتيم المسح تالي

وأعظم آية فاقرأ مئينا # ثلاثاً بعد ستين توالي

وإحياء لليلته وشيع # لميت فالتزم فعل الخصال

 

Faidah : Sebagian ulama menadhomkan perkara2 yg sepatutnya dilakukan pada hari Asyura’ :

  1. Memakai celak mata
  2. Berpuasa
  3. Mandi
  4. Ziaroh orang2 solih
  5. Berdoa pada Allah
  6. Menjenguk orang sakit
  7. Memberi tambahan belanja pada keluarga
  8. Bersedekah
  9. Membaca surat Al Ikhlas 1000x

10.  Mengusap kepala anak yatim

11.  Membaca ayat kursi 360x

12.  Menghidupkan malam Asyura’

13.  Tasyii’ul mayyit

Klo ditambah dari keterangan kitab yg lain, seperti di bawah ini :

 

إعانة الطالبين – (ج 2 / ص 267)

وقد عدها بعضهم اثنتي عشرة خصلة وهي الصلاة والصوم وصلة الرحم والصدقة والاغتسال والاكتحال وزيارة عالم وعيادة مريض ومسح رأس اليتيم والتوسعة على العيال وتقليم الأظفار وقراءة سورة الإخلاص ألف مرة

Maka, ada tambahan :

14.  Silatur rahim

15.  Memotong kuku

Jadi bolehlah kita mengamalkan (dalam konteks fadhoilul a’mal) keterangan diatas dengan mengikuti pendapat ulama2 yg mengatakan bahwa minimal hadis2 yg menerangkan amalan2 diatas adalah berstatus dhoif.

Namun demikian kita tidak memungkiri bahwa dalam amalan2 diatas para ahli hadis berbeda pendapat tentang pengklasifikasian hadis2 yg ada dalam beberapa fase yaitu shohih, dhoif dan maudhu’. Seperti keterangan dalam kitab I’anatuth Tholibin di bawah ini, menurut Imam Al Ajhuri, hadis yg shohih dalam permasalahan ini hanya pada kasus puasa dan tambahan belanja pada keluarga saja sedang yg lainnya berstatus doif dan ada yg mungkar serta maudhu’ (palsu) :

 

إعانة الطالبين – (ج 2 / ص 267)

قال وحاصله أن ما ورد من فعل عشر خصال يوم عاشوراء لم يصح فيها إلا حديث الصيام والتوسعة على العيال وأما باقي الخصال الثمانية فمنها ما هو ضعيف ومنها ما هو منكر موضوع

 

WALLOHU A’LAM, SEMOGA BERMANFAAT

Kategori:Hari Asyura'
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: