Beranda > Bodoh, Fitnah > Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 102

Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 102

Yanabi’ul Mawaddah : Kitab Sunni Atau Syi’ah ?
Menjawab ocehan dan tuduhan sekaligus dusta bocah ingusan syiah tak bertanggung jawab yg “baru lahir kemaren sore” berakun “ahmad muhajir” ^_^

bocah zugur syiah bernama “ahmad muhajir” berkotek :

Ahmad Muhajir Syaikh Sulayman Al Qunduzi Al Hanafi Mencatat Nama-Nama Para Imam Yang Harus Di ikuti Setelah Rasulullah Saww Dalam Kitabnya Yanabiul Mawaddah

Yanabiul Mawaddah (j.3, h.100-101) dan Yanabiul Mawaddah (j.3 h.284, Tahqiq oleh Sayyid

Ali Jamali Asyraf Al Husayni), riwayat dari Jabir al-Anshari (ra) berkata :Jundal bin Janadah berjumpa Rasulullah (saww) dan bertanya kepada beliau beberapa masalah. Kemudian dia berkata : Riwayat seperti diatas tidak hanya satu dalam kitab Yanabiul Mawaddah, namun ini sudah cukup sebagai bukti bahwa nama para Imam Ahlul Bait telah dijelaskan oleh Rasulullah (saww) dan tercatat dalam Kitab Sunni sendiri.
27 minutes ago · Like

———————————————————————–

Ana copaskan jawaban dari akhi @aditya riko yg telah membungkam mulut2 ayatullah gadungan indonesia ^_^ dengan ini saya lampirkan pembongkaran penipuan “ahmad muhajir ini”. ali sakran akan menyuapi tingkah laku nyeleneh dari “ayatullah Ahmad muhajir” yg masih bau kencur ini ^_^

————–

Berawal dari penafsiran ayat Tathhir oleh syi’ah, dimana ayat tersebut diyakini sebagai dalil pensucian ahlul bait. Dan ahlal bait dalam ayat tersebut ditujukan hanya kepada ahlul kisa, dengan menafikan isteri-isteri nabi Saw.

Beberapa pandangan yang menyatakan hal tersebut adalah sebagai berikut :

Dalam pembahasan ini kami akan membuktikan bahwa penafsiran ini keliru, yang benar adalah Al Ahzab 33 turun untuk Ahlul Kisa’ yaitu Nabi SAW, Sayyidah Fathimah, Imam Ali, Imam Hasan dan Imam Husain. Tentu saja kami akan membawakan riwayat-riwayat shahih yang menjadi bukti kejahilan mereka.
http://secondprince.wordpress.com/2010/02/24/hadis-yang-menjelaskan-siapa-ahlul-bait-yang-disucikan-dalam-al-ahzab-33/

—–

Berdasarkan riwayat dari Aisyah, Ummu Salamah, Abu Sa’id Al-Khudri dan Anas bin Malik, ayat ini turun hanya untuk lima orang, yaitu Rasulullah SAWW, Ali,Fathimah, Hasan, dan Husein as
http://al-shia.org/html/id/page.php?id=148

Dari penafsiran tersebut timbul pertanyaan, “Lantas bagaimana dengan imam-imam selain ahlul kisa’, bukankah mereka juga diyakini ma’shum ? Lantas, apa dalilnya ?”

Setelah melakukan sedikit “interview”, muncul sebuah jawaban, yaitu satu “hadits” yang diriwayatkan dari abdullah bin abbas dari rosulullah saww bahwasanya beliau bersabda, “Aku, ali, al hasan, al husein dan sembilan imam dari keturunan al husein adalah org2 yg maksum dan disucikan (dr sgala dosa dan kesalahan).
(yanabi’ul mawadah: 124).

Kemudian dalil juga diperkuat dengan mengatakan bahwa penulis kitab Yanabi’ul Mawaddah adalah ulama’ Sunni, dengan memberikan pernyataan sebagai berikut :

baca ini profile qunduzi: Selama ini banyak kalangan yang tidak mengetahui siapa sebenarnya Syaikh Sulaiman al Qunduzi al Balkhi al Hanafi, yang merupakan salah satu Ulama Sunni yang banyak mencatat riwayat-riwayat mengenai keutamaan Rasulullah (saww) dan Ahlul Bait (as). Dan anehnya, oleh kaum Nawashib, Syaikh Sulaiman Al Hanafi dituduh sebagai Syiah, apa motif dibalik semua itu ?…dst…

================

Untuk lengkapnya kontoversi biografi Syaikh Sulaiman Al-Qunduzi bisa dilihat di situs answering ansar :
http://www.answering-ansar.org/biographies/suleman_qandozi/index.php

Kalau melihat artikel dari answering-ansar.org tersebut, alasan utama mereka mengatakan al-Qunduzi sebagai ulama’ sunni adalah dari namanya.

First of all it should be noted that Nawasib deliberately hide the complete name/description of Shaykh Qandozi mentioned by Aqa Tahrani which is ‘Suleman bin Ibrahim al-Hanafi al-Qandozi’

Sebetulnya agak aneh bersikeras menilai keyakinan seseorang hanya berdasarkan namanya. Dan kenyataannya, tidak selamanya orang yang bergelar al-Hanafi selalu mempunyai aqidah ahlus sunnah.

ميزان الاعتدال 4|171 برقم 8736
مفضل بن محمد بن مسعر القاضى، أبو المحاسن التنوخى الحنفي.
معتزلي شيعي مبتدع.
حدث عنه الشريف النسيب

Di dalam mizanul I’tidal disebutkan seseorang yang bernama Mufadhdhal bin Muhammad, bergelar al-Hanafi, tetapi disebut sebagai mu’tazili, syi’i dan ahli bid’ah.

Selanjutnya, bukti-bukti yang disertakan dalam artikel answering-ansar.org tersebut tidak ada yang secara jelas menyebutkan aqidah al-Qunduzi. Oleh karena itu lebih baik langsung meluncur saja ke TKP, yaitu kitab Yanabi’ul Mawaddah, untuk melihat sumber riwayat hadits yang disebut berasal dari Ibnu Abbas (radhiallahu ‘anhu).

————————————-

Di dalam Yanabi’ul Mawaddah juz 3 disebutkan 2 riwayat terkait dg bahasan ini, yang dimarfu’kan kepada rasulullah Saw :

Aku dan ‘Ali dan al-Husain dan al-Hasan dan sembilan putera al-Husain adalah tersucikan dan ma’shuumuun.

Berikut teks lengkapnya.

1 – وعن ابن عباس (رضي الله عنهما) قال: سمعت رسول الله (ص) يقول: أنا وعلي والحسن والحسين وتسعة من ولد الحسين مطهرون معصومون..
http://yasoob.com/books/htm1/m025/29/no2920.html (lihat hal 291)

Riwayat pertama ini terdapat catatan kaki yang menunjukkan sumbernya, yaitu ‘Uyunul akhbar ar-Ridha. Sebagaimana diketahui kitab tersebut adalah buah tangan Syaikh Shaduq (Syaikh Abu Ja’far Muhammad bin ‘ali bin Babawaih al-Qummi).

2 -وفيه: عن الاصبغ بن نباتة، عن ابن عباس رفعه: أنا وعلي والحسن والحسين وتسعة من ولد الحسين مطهرون معصومون.
http://yasoob.com/books/htm1/m025/29/no2920.html (lihat hal 384)

Riwayat kedua ini berdasarkan BAB-nya, adalah kumpulan riwayat tentang al-Mahdi yang terdapat dalam Ghayatul maraam (al-Bahraani). Kemudian dengan melihat riwayat yang tersebut diatasnya, terlihat bahwa riwayat tersebut diambil juga dari Fara’id as-Simthin (al-Juwaini). Untuk ghayatul Maraam, jelas itu adalah sumber Syi’ah, penulisnya adalah sayyid Hasyim al-Bahrani, pemilik al-Burhan fi tafsir al-Qur’an. Sedangkan al-Juwaini ini statusnya sama seperti al-Qunduzi, yaitu disebut-sebut sebagai ulama’ sunni.

Oleh karena itu mari kita lihat dalam Fara’id as-Simthin Juz 2. Dalam bab Fii Ishmah al-A’immah min Aal Muhammad Shallallahu ‘Alaihim Ajma’in, setelah menyebutkan beberapa nama ulama’ :

قالوا كلّهم : أنبأنا الشيخ أبو جعفر محمد بن عليّ بن بابويه القمّي(3) قال : أخبرنا علي بن [ محمد بن ] عبد الله الوراق الرازي ، قال : أخبرنا سعد بن عبد الله
قال : أنبأنا الهيثم بن أبي مسروق النهدي عن الحسين بن علوان ، عمرو بن خالد ، عن سعد بن طريف ، عن الأصبغ بن نباتة :
عن عبد الله بن عباس ، قال : سمعت رسول الله (صلّى الله عليه وسلّم) يقول : أنا وعليّ والحسن والحسين وتسعة من ولد الحسين مطهّرون معصومون

Kalau melihat riwayat dalam fara’id as-simthin diatas, justru jelas disebutkan bahwa sumber riwayat tersebut adalah Syaikh Abu Ja’far Muhammad bin ‘ali bin Babawaih al-Qummi, atau dikenal juga dengan Syaikh Shaduq.

Untuk klarifikasi, mari kita lihat Kamaluddin-nya syaikh Shaduq :

كمال الدين و تمام النعمة
ابي جعفر محمدبن علي بن الحسين بن بابويه القمي المعروف بالشيخ الصدوق
(305 – 381ه)
حدثنا علي بن عبد الله الوراق الرازي قال : حدثنا سعد بن عبد الله قال : حدثنا الهيثم بن أبي مسروق النهدي ، عن الحسين بن علوان ، عن عمر ابن خالد ، عن سعد بن طريف ، عن الاصبغ بن نباته ، عن عبد الله بن عباس قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وآله يقول : أنا وعلي والحسن والحسين وتسعة من ولد الحسين مطهرون معصومون
http://www.rafed.net/books/hadith/kamal/15.html (lihat hal 280, hadits no :28)

Sekarang mari kita lihat Ghayatul Maraam :

قالوا كلهم: أنبأنا الشيخ أبو جعفر محمد بن علي بن بابويه القمي رضي الله عنه قال: أخبرنا علي بن عبد الله الوراق الرازي قال: أنبأنا سعد بن عبد الله قال: أنبأنا الهيثم بن أبي مسروق النهدي، عن الحسن بن علوان، عن عمر بن خالد، عن سعيد بن طريف عن الأصبغ بن نباتة، عن عبد الله بن عباس قال: سمعت رسول الله (صلى الله عليه وآله) يقول: ” أنا وعلي والحسن والحسين وتسعة من ولد الحسين مطهرون معصومون
http://www.aqaed.com/book/327/gh-mram1-13.html (hal. 142)

Teks dari Ghayatul Maraam sama persis dengan yang ada di Fara’id as-Simthin. Tidak aneh, karena dari catatan kakinya memang disebutkan bahwa sumbernya adalah Fara’id as-Simthin.

Setelah kita melihat sumber- sumber yang digunakan oleh penulis Yanabi’ul mawaddah, jelas sekali bahwa literatur yang ada adalah milik Syi’ah. Jadi intinya, sepanjang-panjangnya mulut, dengan berbagai alasan untuk mengatakan al-Qunduzi sebagai ulama’ Sunni adalah tidak ada gunanya, toh sumber riwayat yang ada ujung-ujungnya adalah Syaikh Shaduq.

Terakhir, sedikit lagi tambahan, sudah kepalang tanggung. Kita lihat lagi riwayat Ibn ‘Abbas diatas, kita lihat dari si empunya saja yaitu yang ada di Kamaluddin :

حدثنا علي بن عبد الله الوراق الرازي قال : حدثنا سعد بن عبد الله قال : حدثنا الهيثم بن أبي مسروق النهدي ، عن الحسين بن علوان ، عن عمر ابن خالد ، عن سعد بن طريف ، عن الاصبغ بن نباته ، عن عبد الله بن عباس قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وآله يقول : أنا وعلي والحسن والحسين وتسعة من ولد الحسين مطهرون معصومون

Perhatikan sanadnya, siapakah ‘Ali bin ‘Abdullah al-Warraq ar-Raaziy ? Di dalam kitab al-mufid min mu’jam ar-rijal al-hadiits Muhammad al-Jawaahiriy ternyata ‘Ali bin ‘Abdullah al-Warraq adalah majhul.

الصحيح ما في الطبعة الحديثة وهو علي بن عبد الله الوراق الرازي ” المجهول الآتي 8292 ” كما روى في الفقيه بهذا العنوان عن سعد بن عبد الله

Kesimpulannya, riwayat dari Ibnu ‘Abbas tersebut jelas bersumber dari literatur Syi’ah, dan sanadnya sendiri ternyata cacat (menurut kitab al-mufid mu’jam ar-rijal al-hadiits, ringkasan dari mu’jam rijal al hadiits al-Khu’i).

Dan akhirnya, pertanyaan “Dalil apakah yang menjelaskan kema’shuman 12 imam Syi’ah diluar ahlul Kisaa’ ?” masih menunggu jawaban dari “ahmad muhajir”

maka dari ini terbongkarlah dan terjawablah penipuan bocah kencur syiah berakun “ahmad muhajir”

salam==ali sakran==

  1. November 16, 2013 pukul 7:52 pm

    Selama ini banyak kalangan yang tidak mengetahui siapa sebenarnya Syaikh Sulaiman al Qunduzi al Balkhi al Hanafi, yang merupakan salah satu Ulama Sunni yang banyak mencatat riwayat-riwayat mengenai keutamaan Rasulullah (saww) dan Ahlul Bait (as). Dan anehnya, oleh kaum Nawashib, Syaikh Sulaiman Al Hanafi dituduh sebagai Syiah, apa motif dibalik semua itu..? apakah kebiasaan kaum Naswahib yang suka menuduh seseorang yang banyak menulis keagungan Rasulullah (saww) dan Ahlul Bait (as) pada khususnya langsung mereka vonis sebagai Syiah..!? hal ini tak jauh beda dengan Ibn Abil Hadid seorang bermazhab Mu’tazilah yang mereka katakan Syiah..!
    .
    Nawashib harusnya sadar bahwa kedekilan otak mereka sampai detik ini bukanlah suatu yang asing, apakah mereka tidak malu dengan cara mereka yang suka menyembunyikan keterangan yang jelas bahkan terkadang memelintir sebuah riwayat atau membuangnya jika tidak sesuai dengan nafsu mereka..!?
    .
    Sayikh Sulaiman Al Hanafi adalah salah satu Mufti Agung Konstantinopel dan Ketua Kekhalifahan Utsmani, pusat islam Sunni pada masanya. Sangat tidak masuk akal jika dikatakan beliau sebagai Syiah dan apakah logis orang syiah menjadi mufti agung dalam kekahlifahan Ustmani tersebut..?? Sedangkan Ottoman sangat tidak suka dengan Syiah atau siapapun yang cenderung kepada Syiah..!
    Bahkan sejarah tidak mencatat adanya pengusiran atau tuduhan kepada Syaikh Sulaiman al Hanafi pada saat penulisan kitab beliau yang agung yaitu Yanabiul Mawaddah, jika memang beliau syiah maka pemerintahan Ottoman pasti akan menyingkirkannya.
    Pandangan Sunni tentang Syaikh Sulaiman Al Qunduzi Al Balkhi Al Hanafi
    Dalam Kitab الأعلام :
    “(Al Qunduzi) (1220-1270H) (1805-1863 M) Sualyman putra dari Khuwajah Ibrahim Qubalan Al Husaini Al Hanafi Al Naqshbandi al Qunduzi : Seorang yang shaleh, berasal dari Balakh, wafat di kota Qustantinya, ia memiliki kitab “Yanabiul Mawaddah” yang berisi tentang keutamaan Rasulullah dan Ahlul Baitnya”
    (الأعلام, j.3, h.125)
    Link Download Kitab الأعلام / موافق للمطبوع :
    Klik disini
    .
    Umar Ridha Kahalah mencatat dalam معجم المؤلفين :
    Sulaiman Al Qunduzi (1220-1294 H) (1805-1877)
    Sulaiman bin Ibrahim al Qunduzi al Balkhi al Husaini al Hasymi, seorang Sufi, kitabnya (karyanya) : Ajma al Fawaid, Musyriq al Akwan, Yanabiul Mawaddah….”
    (Muajam al Mualfiin, oleh Umar Ridha Kahalah, j. 4)
    Link Download Kitab معجم المؤلفين / عمر رضا كحالة
    Klik disini

  2. November 16, 2013 pukul 8:04 pm

    Ulama Sunni Ismail Basya Al Baghdadi (اسماعيل باشا البغدادي) dalam هدية العارفين
    Mencatat :

    “Al Qunduzi – Sulayman ibn Khuwajah Qalan Ibrahim ibn Baba Khawajah al Qunduzi al Balkhi al Sufi Al Husaini, tinggal di Qustantinya, lahir pada tahun 1220 H dan wafat 1294″

    (Hidyat al Arifin, j.1, h. 408)
    Download kitab هدية العارفين اسماء المؤلفين واثار المصنفين / موافق للمطبوع
    Salafi link :Klik disini
    .
    Dalam ايضاح المكنون في الذيل على كشف الظنون
    Ismail Basya Al Baghdadi juga mencatat :

    “Al Qunduzi – Sulayman bin Khawaja Qalan Ibrahim bin baba Khuwaja Al Qunduzi al Balkhi al Sufi al Husaini. Dia tinggal di Qustantiya, lahir pada 1220 H dan wafat tahun 1294 H. Karyanya : Jama’ Al Fawa’id, Masyriq al Akwan, Yanabiul Mawadah mengenai karakteristik Rasulullah (saww) dan hadis dari Ahlul Bait”

    Download kitab ايضاح المكنون oleh Ismail Basya Al Baghdadi
    Klik disini
    .
    Yusuf Alyan Sarkys mencatat dalam معجم المطبوعات العربية, j.1 h.586 :

    “Sulayman bin Khujah Qublan al Qunduzi al Balkhi. (kitabnya) Yanabiul Mawadah berisi Keutamaan amirul Mu’minin Ali”

    Download Kitab معجم المطبوعات العربية oleh Yusuf Alyan Sarkys
    Klik disini
    .
    Sangat aneh jika dikatakan bahwa Syaikh Sulayman yang bermazhab Hanafi ini di tuduh sebagai Syiah..! Kenyataannya beberapa ulama Sunni (Mazhab Hanafi) seperti :

    1. Saim Khisthi al Hanafi dalam Musykil Kushah mengutip banyak Hadis dari Yanabiul Mawaddah yang disusun oleh Syaikh Sulaiman al Hanafi.

    2. Dr. Muhamad Tahir ul Qadri (“Hub Ali” hal.28) mengacu pada Yanabiul Mawaddah ketika mengutip Hadis mengenai keutamaan Ahlul Bait (as).

    3. Mufti Ghulam Rasul (Hasab aur Nasab, j.1 h.191, London) juga mengacu pada Yanabiul Mawadah ketika mengutip hadis keutamaan Ahlul Bait (as).
    Jika memang Syaikh Sulayman Al Hanafi dikatakan Syiah oleh kaum Nawashib lalu apakah beberapa ulama terkemuka Mazhab Hanafi yang disebutkan diatas begitu bodoh atau buta huruf hingga mereka mengutip catatan ulama Syi’ah bagi para pembaca Sunni…? ^_^
    Alasan paling dasar dibalik “pengecapan” dengan menyatakan figur yang sebenarnya Sunni sebagai Syiah oleh kaum Nawashib adalah karena ulama sejati seperti Syaikh Sulayman Al Hanafi dianggap berpihak kepada Syiah hanya karena banyak mencatat hadis Rasulullah (saww) yang mana riwayatnya banyak dianggap sesuai dengan keyakinan Syiah..!

    BEGITULAH ORG-ORG YG TIDAK RIDHO ATAS AGAMA ALLAH INI TEGAK DIMUKA BUMI. SIKAP ANTAGONIS KAUM WAHABI SUDAH RAHASIA UMUM. ORANG-ORANG YG YANG SUDAH JELAS-JELAS DILAKNAT OLEH ALLAH DAN RASULNYA SEPERTI BANI UMAYAH ( BACA: ABU SOFYAN, MUAWIYAH DAN HINDUN SRTA YAZID BIN MUAWIYAH) AKAN DIANGGAP ORANG YG MULIA OLEH SALAFI-WAHABI. SEDANGKAN ORG YG DIMULIAKAN OLEH ALLAH DAN RASULNYA AKAN DINOMER DUAKAN OLEH SALAFI-WAHABI bahkan dikafirkan oleh salafi-wahabi yg nashibi ini.

    jangankan Syaikh Sulayman Al Hanafi yg mereka ingkari sbg ulama suni krn banyak meriwayatkan keutamaan ahlul bait, ayah ibu serta kakek nabi saw saja diingkari keimanannya oleh salafi-wahabi. bahkan salafi-wahabi mengatakan mereka “kafir” nauzubillah

    jadi ana tidak terkejut.

    sumber :http://syiahali.wordpress.com/2010/12/24/gempar-ulama-sunni-syaikh-sulayman-al-qunduzi-al-balkhi-al-hanafi-dan-nama-12-imam-yang-disebutkan-oleh-rasulullah-saww/

  3. November 16, 2013 pukul 8:23 pm

    penulis bloq
    Berawal dari penafsiran ayat Tathhir oleh syi’ah, dimana ayat tersebut diyakini sebagai dalil pensucian ahlul bait. Dan ahlal bait dalam ayat tersebut ditujukan hanya kepada ahlul kisa, dengan menafikan isteri-isteri nabi Saw.

    jawab
    memang kenyataannya begitu dalam teks hadist ummu salamah. ahlul bait dalam hadist kisa menceritakan bahwa yg disucikan oleh Allah adalah semua keturunan nabi saw + imam ali as. kalo antum mau bantah pake dalil dimana istri -istri nabi saw adalah masuk dalam hadist kisa. JANGAN HANYA BERKOAR-KOAR SEPERTI TONG KOSONG NYARING BUNYINYA. PAHAM.

    kalo istri-istri nabi termasuk ahlul bait nabi saw tak ada yg menyangkal baik dikalangan syiah maupun suni. YANG JADI MASALAH ADALAH AHLUL BAIT DALAM HADIST KISA YG DIRIWAYATKAN OLEH UMMU SALAMAH TTG TURUNNYA AYAT TAHTIR.

    bahkan abu lahab juga masuk ahlul bait nabi saw karena abu lahab adalah paman nabi saw. Apakah antum akan memasukan nama abu lahab dalam hadist kisa tersebut ????

    jadi antum jangan ngamuk2 ndak karuan seolah-olah istri-istrii nabi tdk masuk dalam ahlul bait. PAHAM.

    KALO MEMBEDAKAN HADIST AHLUL BAIT DALAM HADIST AL-KISA DGN AHLUL BAIT PADA UMUMNYA SAJA ANTUM BELUM BISA ALIAS AWAM BAGAIMANA BISA MEMBANTAH TULISAN ORANG LAIN. KASIAN SAYA LIHAT KONDISI DAN BICARA ANTUM YG NGOLOR-GIDUL ITU

  4. November 16, 2013 pukul 8:31 pm

    PENULIS BLOQ
    maka dari ini terbongkarlah dan terjawablah penipuan bocah KENCUR syiah berakun “ahmad muhajir”

    JAWAB
    lebih baik bau kencur bro. sebab kencur masih dipake dan dicari oleh orang banyak dan manfaatnya juga baik utk kesehatan. DARIPADA ANTUM BAU KENCING. siapa yg mau dekat dgn orang yg bau kencing. mending kencing hewan ini kencing org yg sudah baliqh lagi. hehehehehehehe

    makanya kalo ngomong pake etika dan sopan santun dan akhlak yg baik.

  5. Boy
    Juli 14, 2015 pukul 12:47 am

    Dijelasin ttg sumber hadis yg ujung ujungnya dari kitab syiah kok gak paham juga ya. Mmg dasar syiah selalu yakin dg kebohongan kasiaaan kaleeee

  6. Boy
    Juli 14, 2015 pukul 12:49 am

    Syiah…dibuku apapun kalo isinya diambil atau bersumber dari ulama syiah pasti isinya tetap kebohongan

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: