Beranda > Bodoh > Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 105

Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 105

sungguh membuat hati penasaran melihat dan bertemu dengan akun syiah bernama “ahmad muhajir ” ini…karena di satu sisi kita ketahui selama ini akun ini adalah mahluk syiah yg berpenyakit hati arogan dan sombong karena mengklaim merasa dirinya paling benar, merasa pintar dan paling “pandai” dlm mengkritik hadits ahlussunah… namun sungguh membingungkan di sisi lain dalam waktu yg bersamaan ucapan dan ilmu yg keluar dari kepala sejauh ^_^ tindak menunjukkan adanya indikasi hujjah “briliant” dari batok kepalanya . maka dari ini timbul lah pertanyaan :benarkah lokasi otak syiah ‘ahmad muhajir” ini adalah benar adanya di kepala? bukan di dengkul?

maka , utk itu ….ali sakran melakukan research lebih jauh ttg pribadi syiah satu ini demi mengetahui lebih jauh siapa sosok yg keliatannya sangat sering berbual dan menampakkan besar omong ini ^_^

maka beriringan dengan perjalanan penelitian ali sakran..ternyata di temukan salah satu informasi penting dari “budak iran berakun baru ” di facebook bernama “Ahmad hasbie” yg kemudian dalam perjalanan dialog dengan ali sakran. maka dia berkata bahwa :

“ahmad muhajir adalah seorang dosen syiah paca UI yg katanya sangat tahu banyak tentang ilmu ^_^, dan dia bukanlah bocah ingusan!”

—————————

maka ali sakran tersenyum dan muncul keprihatinan dalam benak ini sebuah teka teki pertanyaan ….

Bila ternyata bocah ingusan “ahmad muhajir” adalah seorang dosen syiah pasca UI yg berkelakuan minus ..maka sungguh musibah yg sangat mendalam bagi para murid2 di Ui yg diajar olehnya.^_^….hal ini menjadikan laskar2 sunni semakin penasaran: seperti apa sih ukuran kepintaran dosen pasca UI yg katanya “tahu banyak” ini dalam standard syiah….

oleh karena itu. saya memiliki ide …”dosen pintar” bersama “budaknya” ini kita ajak berdiskusi dengan level kapasitas lingkup keilmuwan “perdosenan” tentang literatur kitab syiah…
^_^ gimana nih? saya rasa dosen ingusan sombong dengan budaknya seharusnya bisa mengimbangi diskusi nanti ^_^

——————————

setelah melanjutkan perjalanan pencarian sosok konyol yg “misterius” ini….maka ditemukanlah komentar yg sangat “membangun dari “ahmad muhajir” si dosen ingusan ini?

Maka ahmad muhajir pernah berkata. “ulama sunni pada oon. makanya gak berani diskusi ilmiah dengan syiah….”

wow. saya anggap ini adalah salah satu sikap “tawadhu” dari seorang tasyayu’ bergelar dosen pasca sarjana ..^_^ ya kan ya. artinya apa? artinya. dia sudah merasa lebih pintar dari ulama muhaddits ahlussunah. ..akibat dari perkataannya ini adalah? yaitu berkibarlah bendera perang dari “laskar2 ahlssunah”

oleh karena itu utk mengetahui kalau perkataan “ahmad muhajir” ini adalah cuma bualan dari seonggok “mahluk syiah berkepala kosong yg besar omong atau bukan” maka mari kita bersama sama test seberapa pintar “ahmad muhajir” akan berdiskusi ilmiyah tentang kitab literatur syiah sendiri. apalagi nanti yg akan dihadapi adalah kami ( laskar sunni ) yg keilmuwannya masih di bawah ulama sunni para habaib, muhadits dan kiayi ahlussunah yg tadi “ahmad muhajir” katakan sebagai orang2 bodoh ^_^ .

jadi kurang lebihnya… bisa dikatakan nanti soal dan diskusi dari (laskar sunni ) di Facebook yg levelnya masih di bawah ulama sunni sangat bisa dipastikan akan bisa terjawab dan diimbangi oleh argument yg pintar .. semoga “hewan peliharaannya” ahmad muhajir yaitu “ahmad hasbie” bisa ikut kontribusi otak dalam diskusi dan soal dalam note dibawah :^_~

————–

BERIKUT soal mudah dari akhi “adhiel ibrahim” ^_^:

Para imam diangkat melalui wasiat dari imam sebelumnya, ini adalah sebuah ketentuan yang mesti terjadi. Ketika kita mengatakan bahwa ada 12 imam syiah, maka kita akan menemukan wasiat-wasiat itu dengan jelas, yang dimaksud wasiat di sini bukanlah wasiat pembagian harta, tetapi wasiat dan penunjukan dari imam sebelumnya pada imam berikutnya. Setiap imam pasti mewasiatkan pada imam berikutnya, untuk meneruskan estafet imamah, mengemban “tugas ilahi”, menyampaikan risalah Allah pada umat manusia.

Bagaimana jika seorang imam tidak mewasiatkan pada imam berikutnya? Dengan kata lain, bagaimana jika kita tidak menemukan wasiat dari imam pada imam berikutnya? Ada dua kemungkinan, yang pertama, dia menjadi imam padahal dia tidak berhak menjabatnya. Dia tidak berhak menjadi imam karena tidak ada penunjukan dan wasiat dari imam sebelumnya. Lalu apa yang terjadi ketika seseorang menjadi imam tanpa penunjukan? Imam tanpa penunjukan, bagaikan orang mengaku menjadi Nabi dan diutus oleh Allah padahal dia bukan. Imam yang tidak ditunjuk bagaikan orang yang mengaku dirinya Nabi padahal Allah tidak mengutusnya. Kita temukan riwayat yang mengancam orang yang mengaku dirinya menjadi imam, padahal dia bukanlah orang yang ditunjuk.

Dalam Al Kafi jilid 2 hal 372, terdapat sebuah bab yang berjudul

Bab orang yang mengaku menjadi imam padahal dia bukan orang yang layak menjabatnya, siapa yang mengingkari para imam atau sebagian imam, siapa yang mengakui imamah orang yang tidak berhak.
salah satu hadits dalam bab itu berbunyi:

Dari Abu Abdillah Alaihissalam mengatakan: siapa yang mengaku menjadi imam, padahal dia bukan orang yang berhak maka dia kafir.
Kemungkinan kedua, orang yang dianggap menjadi imam tidak pernah merasa dirinya menjadi imam, namun orang-orang menganggap dirinya imam. Artinya yang dianggap sebagai imam selama ini ternyata bukanlah imam. mereka yang menganggapnya imam “salah sambung” dan menganggapnya sebagai imam.

Dalam literatur syiah tidak kita temukan wasiat dari Husein bin Ali pada Ali bin Husein. Ada dua kemungkinan, yang pertama, Ali bin Husein mengklaim dirinya sebagai imam padahal bukan, dan hadits di atas memuat ancaman bagi yang melakukan hal itu, sementara kemungkinan kedua, Ali bin Husein dianggap sebagai imam padahal bukan. Artinya selama ini syiah menganggap orang yang bukan imam sebagai imam.

Ketika ditanya tentang wasiat imam Husein, teman syiah membawakan hadits dari kitab Al Kafi, pada bab Al Isyarah wan Nash ala Ali bin Husein Shalawatullah Alaihima. Namun seluruh empat hadits itu dhaif. Ini dinyatakan oleh Majlisi dalam kitab Mir’atul Uqul jilid 3 hal 320-321. Meski Hadits ketiga dinyatakan Hasan oleh Majlisi, namun ketika kita lihat, ada rawi yang tidak jelas identitasnya, yaitu yang disebutkan sebagai beberapa sahabat kami. Identitas beberapa sahabat kami yang dimaksud oleh Kulaini dalam hadits itu tidak jelas, maka tidak bisa dilacak validitasnya. Pertanyaannya, mengapa Kulaini menyembunyikan identitas beberapa sahabat kami dalam hadits itu, sementara perawi lainnya disebutkan namanya?

Sementara Al Bahbudi, ulama syiah yang meneliti hadits-hadits Al Kafi malah mendhaifkan seluruh hadits -hadits yang ada dalam bab itu.

Apa artinya?
Ini artinya wasiat Husein terhadap Ali bin Husein tidak pernah ada, karena tidak ada bukti valid yang menunjukkan adanya wasiat itu.
Maka imamah Ali bin Husein adalah tidak sah, karena tidak berlandaskan wasiat dari imam sebelumnya. Karena imamah Ali bin Husein tidak sah, maka dia tidak berhak untuk menunjuk orang lain menjadi imam, artinya kita perlu mempertanyakan keabsahan para imam syiah setelah Husein. Ini jika kita mau berpikir kritis dan tidak mau membeo pada para marja’ tanpa pernah mencari dari sumber aslinya.

monggo para syiah berikan riwayat ttg wasiat imam husien kepada ali bin husien tsb dan buktikan bahwa wasiat tsb memang valid

———————————————————–

Implikasi dari seorang “dosen ingusan yg pintar” dalam mengimbangi diskusi dan menjawab note ini adalah tidak keluarnya pembahasan diskusi dari konteks literatur kitab2 syiah rafidhoh imamiyah itu sendiri…sehingga di harapkan dosen “pintar’ ini bisa fokus dan tidak cendrung panik copas panjang lebar kitab2 ahlussunah. karena soal permasalahan berikut adalah murni bahasan literatur kitab syiah ^_^

gak sabar nih melihat dosen ingusan syiah “ahmad muhajir” menumpahkan ilmunya yg kata hewan peliharaannya “ahmad hasbie” sangat “tahu banyak” ini ^_^

terima kasih
Ali sakran

Kategori:Bodoh Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: