Beranda > Kawin Mut'ah > Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 113

Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 113

EPISODE 1 :

Ada seorang “gadis gatel syiah” yg bikin “sayembara”….Namanya Tiara Satrie masih merupakan akun yg di garap oleh “jjihad ali” si antek syiah yg sudah terbongkar “tercecer” kebohongannya dimana-mana ^_^

berikut kata “gadis gatel syiah rafidhoh imamiyah ” si tiara satrie ^_^.

AKU JAWAB PERTANYAAN ITU KALAU KALIAN BISA PATAHKAN KONSEP NIKAH MUT’AH , dan tetep aku kasih hadiah uang tunai 200 Juta Rupiah, Wallahi ….

1. An- Nisa : 24 itu ayat Nikah apa ?

2. Penghalalan Nikah Mut’ah berdasarkan ayat apa ?

3. Pengharaman Nikah Mut’ah berdasarkan ayat apa ?

4. Apa bener Allah wa Rasul-Nya pernah menghalalkan Perzinahan (kalian kan bilang Mut’ah itu Zina)

5. Kata Kalian Halal -Haramnya di Khaibaar , Apakah di Khaibar ada Wanita Muslimah sehingga bisa diajak Nikah Mut’ah ?

6. Apa maksud Umar bin Khotob ketika mengatakan ,” ” Dua jenis mut’ah yang berlaku di masa rasulullah, yang kini ku larang dan pelakunya akan kuhukum, adalah mutah haji dan mut’ah wanita” (Fakhrur Razi dalam tafsir al-Kabir, ketika menafsirkan ayat 24 surat an-Nisa ; Imam Ahmad bin Hambal dalam musnadnya (lihat: jil:1 hal:52).)

===========>>>

ini merupakan re-asnwering note dari akhinal mahbub ustad “qosim ib Aly” yg sebenarnya sudah menjawab ini semua…
Tapi memang karena “gadis gatel syiah satu” ini bila di mutah mungkin maharnya cuma “sepiring ketoprak” , maka harapan dia utk menjadi “gadis kaya” dari mengumpulkan mahar dari “berkali kali mut’ah dengan lelaki2 kaya hidung belang” gak kesampain…”maka sayembara 200 Juta ala Tiara satrie” sebenarnya adalah refleksi kekecewaan kegagalan dan frustasi ala syiah rafidhoh imamiyah utk jadi orang “kaya” ^_^…

kenapa saya bilang seperti ini? karena ternyata setelah di jawab, tiara tetep gak mau memberikan hadiah sayembara 200 juta yg di janjikannya..kerena memang “dia cuma seonggok gadis gatel syiiah rafidhoh yg kere” ^_^

——————

tiara satrie bertanya :
1. An- Nisa : 24 itu ayat Nikah apa ?

jawab:
sudah berkali2 ini di jawab. dasar otak “tiara satrie” aja yg agak terbelakang dalam memahami hujjah^_^

An- nisa’: 24, Tidak membicarakan nikah mutah karena ayat ini di atofkan dg ayat sebelumnya.

An nisa’: 22, artinya:” Dan janganlah kamu nikahi perempuan yg telah di nikahi oleh ayah mu….”.

An nisa’:23, artinya:” dan di haramkan atasmu ( menikahi) ibu2 mu, anaak2 perempuanmu….”.

annisa’: 24, artinya:” Dan ( di haramkan juga kamu menikahi) perempuan yg bersuami kecuali hamba sahaya( tawanan perang) yg kamu maliki sebagai ketetapan Alloh atasmu. Dan di halalkan bagimu selain( perempuan) yg demikian itu,jika kamu berusaha dg hartamu untuk menikahi mereka bukan untuk berzina, maka apa yg telah kamu nikmati (istimta’) dari mereka berikanlah ujur ( mahar) nya kepadaa mereka sebagai suatu kewajiban.

paham ya gadis bahlul ? kesalahan syiah mengeluarkan annisa 24 dari konteks kaitan ayat2 sebelumnya “dan dengan hayalan tingkat tinggi tutul kalian” ayat ini entah bagaimana di sulap jadi ayat tunggal yaitu ayat nikah mut’ah…

utk lebih jelasnya : tiara satrie mungkin bisa mampir dan belajar kajian disini : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2561510206238&set=a.1459150687939.2060485.1508578258&type=1&ref=nf

itung2 utk meningkatkan kinerja otak yg mengalami keterbelakangan. ^_^ ya gak “mbak satrie ” ^_^

———————-

tiara satrie ” si gadis oon” bertanya :
2. Penghalalan Nikah Mut’ah berdasarkan ayat apa ?

jawab :
Kan udah dibilang..gak ada ayat yg melegalkan nikah mut’ah…bahlul amat sih mbak? ^_^

Di perbolehkannya mutah adalah berdasarkan rukhsoh atau keringanan
dan lucunya apa??

lucunya peristiwa mut’ah Ini terjadi sebelum an nisa 24 turun. dan turunnya ayat ini justru utk sebagai “pelarangan nikah mut’ah”nah lho bingung ya “mbak tiara”? kalo bingung gaplok pala aja mbak ^_^

Jika ayat mut’ah benar seperti yg syiah anggap sebagai ayat mut’ah…seharusnya ayat ini turunnya sebelum pelaksanaan mut’ah sebagai bentuk PE-LEGAL-AN…betul ga?

indikasinya dapat di lihat melalui sebuah riwayat dari salamah bin al akwa’, dia berkata:

” Rosululloh SAW memberi rukhsoh dalam mutah selama 3 hari pada saat fathul makkah, kemudian beliau melarangnya”. (HR muslim).

Imam ahmad telah menjelaskan bahwa an nisa’ : 24 adalah membicarakan mutah, dengan maksud ucapan beliau menunjukkan kronologis bagaimana ayat 24 surat annisa ini adalah “justru” berandil sebagai ayat larangan mut’ah……lihat sebagai berikut:

An nisa: 24 turun saat fathul makkah. ( al wahidi). Pada saat itu baginda nabi memberi rukhsoh kepada sahabat untuk mutah. Sahabat pun menggunkan rukhsoh tersebut.

Tiga hari kemudian Baginda Nabi SAW bersabda:

” SESUNGGUH NYA AKU PERNAH MENGIZINKAN KALIAN UNTUK ISTIMTA’ ( MUTAH). INGATLAH!!! SESUNGGUHNYA ALLOH BENAR2 TELAH MENGHARAMKANNYA SAMPAI HARI KIAMAT. BARANG SIAPA DI SISINYA MASIH MEMILIKI MASA DARI WANITA MUTAH , MAKA TINGGALKAN LAH. DAN JANGANLAH KALIAN MENGAMBIL SESUATU YG TELAH KALIAN BERIKAN KEPADA MEREKA.

(HR. ibn majjah, muslim, abu dawud, nasa’i, ahmad dan ibn hibban).

Saat melakukan akad mutah, sebagian sahabat ada yg membanyar kontrak di muka. Karena itu baginda Nabi SAW bersabda:” dan janganlah kalian mengambil sesuatu yg telah kalian berikan kepada mereka”.

Sebagian lain ada yg belum membayar. Akan tetapi mereka telah mendapat kenikmatan( mutah) , Karena itu, Alloh berfirman An nisa’:24, artinya:” …..maka sesuatu yg telah kalian nikmati ( istimta’) dari mereka , berikanlah ujur nya sebagai suatu kewajiban”.

Dengan demikian jelaslah keserasian antara al quran dan al hadis. Dalam masalah mutah, hadis larang mut’ah justru tidak menasekh(menghapus ) annisa’: 24. melainkan jalan beriringan saling melengkapi..Hadis menerangkan bahwa mutah haram. kemudian menjelaskan apa yg harus di lakukan oleh mereka yg telah membayar kontrakan di muka, yaitu agar ujurnya tidak di ambil kembali. Sedangkan quran menjelaskan apa yg harus di lakukan oleh mereka yg belum membayar kontrak, namun telah mendaptkan istimta’, yaitu agar mereka memberikan ujurnya sebagai suatu kewajiban”.

paham gak mbak tiara? udah “kecebur” mut’ah berapa kali sih mbak?? ^_^

====================

tiara bertanya lagi :
3. Pengharaman Nikah Mut’ah berdasarkan ayat apa ?

jawab :
aduh oon nya mbak? ^_^ nafsu doang di gedein . tapi otak gak di pake ^_^

liat jawaban no. 2 dong…Justru Ayat yg mengharamkan mutah adalah an nisa’: 24, yg artinya:” Dan di halalkan bagimu selain ( perempuan 2) yg demikan itu, apabila kamu berusaha dg hartamu untuk menikahi mereka, bukan untuk berzina”.

Ketika di tanyai mengenai mutah,Ja’far sodiq ra menjawab:”JANGAN KAMU KOTORI DIRIIMU DENGAN MUTAH”.

sedangkan ja’far bin muhammad menjawab:” MUTAH ADALAH ZINA”.
( Tafsir ayat ahkam juz 1 hlm 363)

Ayat di atas memerintahkan agar kita menggunakan harta kita untuk menikahi perempuan2 bukan untuk berzina. Ja’far sodiq melarang kita melakukan mutah, sedagkan Ja’farr bin muhammad mengatakan kalo mutah adalah zina.

Ini sesuai dg surat al mukminun. Dalaam surat ini Allah menyebut orang2 yg beruntung, di antaranya adalah, MEREKA YG MEMELIAHARA KEMALUAN KECUALI ATAS ISTRI2 DAN BUDAK2 MEREKA.

Al mukminun: 5-6, artinya:” DAN ORANG2 YG MEMELIHARA KEMALUANNYA KECUALI ATAS ISTRI2 DAN BUDAK2 MEREKA…..”.

Di sini Alloh menghalal kan dua jenis wanita, yaitu istri dan budak. Wanita mutah adalah barang sewaan. Mereka bukan istri maupun budak. Seandainya mereka adalah istri, tentu saja antara laki2 dan perempuan yg melakukaan mutah saling mewarisi, tentu saja nasab anak hasil mutah akan sambung dg nasab si laki2. Ternyata dua hal ini tidak terjadi dalam mutah. Berarti wanita mutah itu bukan istri dan juga bukan budak,

sedangkan wanita selain dari dua jenis ini , di haram kan oleh Alloh. lihat Al mukminun: 7, artinya:” BARANG SIAPA MENCARI SELAIN DARI PADA ITU ( ISTRI DAN BUDAK) MAKA MEREKA ITULAH ORANG2 YG MELAMPUI BATAS”.

Dengan demikian hukum MUTAH ADALAH HARAM dan melampau batas! ^_^ jadi tiara ini uda kelampau batas berapa kali? uda kecebur got berapa kali mbak? ^_^

paham gak mbak tiara? makanya jadi perempuan syiah jangan kegatelan! mutah doang digedein..otak gak dipake!^_^

———————————————————-

tiara bertanya lagi:
4. Apa bener Allah wa Rasul-Nya pernah menghalalkan Perzinahan (kalian kan bilang Mut’ah itu Zina)

jawab :

pengharaman dan penghalalan sesuatu merupkan hak mutlak Allah SWT. tiara kenapa jadi begini sih nanya nya? kepengan jadi tuhan ya? atau kepengen jadi nabi? ^_^

HAK MUTLAK Allah SWT dapat dilihat dari apa yg di sampaikan oleh baginda Nabi SAW. Ternyata beliau pernah membolehkannya sebanyak 2 kali dalaam riwayat lain di katakan sebanyak 3 kali. Kemudian saat fathul makkah beliau mengharmkannya sampai hari kiamat. Saat itu beliau bersabda:

” SESUNGGUH NYA AKU PERNAH MENGIZINKAN KALIAN UNTUK ISTIMTA’ ( MUTAH). INGATLAH!!! SESUNGGUHNYA ALLOH BENAR2 TELAH MENGHARAMKANNYA SAMPAI HARI KIAMAT. BARANG SIAPA DI SISINYA MASIH MEMILIKI MASA DARI WANITA MUTAH , MAKA TINGGALKAN LAH. DAN JANGANLAH KALIAN MENGAMBIL SESUATU YG TELAH KALIAN BERIKAN KEPADA MEREKA.

(HR. ibn majjah, muslim, abu dawud, nasa’i, ahmad dan ibn hibban).

Allah SWt telah berfirman dalam annajm:3, artinya:” Dia ( nabi) tidak berkata dari hawa nafsu”.

Dalam ayat ini Alloh SWt tidak membeda2 kan ucapan baginda nabi yg satu waktu memperbolehkan, kemudian melaramg, kemudian memperbolehkan, kemudian melarang…..Tidak….tidak…

.Alloh tidak mempermasalahkan hal itu. Dg Tegas Alloh berfirman< artinay:” dia tidak berkata dari hawa nafsu”. Dan beliu telah melarang mutah sampai hari kiamat. Dengan demikian HUKUM MUTAH ADALH HARAM.

di kala NABI berbicara tanpa hawa nafsu..syiah otaknya malah isinya penuh dengan NAFSU! ^_^. karena dikit lagi mereka mau kritik tindakan nabi keliatannya ^_^. ya mbak pemut’ah ya?

———————————

tiara bertanya :
5. Kata Kalian Halal -Haramnya di Khaibaar , Apakah di Khaibar ada Wanita Muslimah sehingga bisa diajak Nikah Mut’ah ?

jawab :

Apakah di khoibar ada mukminah yg bisa di ajak mutah?.ana pikir ini soal bahlul ala tiara satrie alias jjihad ali si antek rafidhoh ^_^

Perlu di ketahui, mutah adalah tradisi jahiliyah. Lihat d sini

http://www.facebook.com/note.php?note_id=128365470573690

Wanita yg di kontrakkan ato di mutah bukan hanya wanita merdeka melain kan juga budak. Pengharaman mutah di khoibar terjadi setelah tanah itu di taklukan. Ketika tawanan perang di bagikan, ada sebagian pasukan islam yg tidak mendabat bagian tawanan perang. Kemudian mereka berminat untuk mengkontrak ato mutah tawanan perang yg telah menjadi budak sahabat yg lain. Namun baginda Nabi SAW melarang nya.

عن علي رضي الله تعالى عنه قال : نهى رسول الله صام عن المتعة عام خيبر (متفق عليه)

Artinya :

Dari Ali ra. berkata : Rasulullah melarang nikah muth’ah pada tahun Khaibar.

وعن ربيع بن سبورة, عن أبيه رضي الله عنه, أن رسول الله صام قال : إنى كنت أذنت لكم الإستمناع من النساء, وإن الله قد حرم ذلك إلى يوم القيامة (أخرجه مسلم وأبو داود والنساء وأحمد وابن حبان)

Artinya :

Dari Rabi’ bin Saburah, dari ayahnya ra. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : sesungguhnya aku telah memberikan izin kepadamu untuk memintak muth’ah dari wanita, dan sesungguhnya Allah SAW telah mengharamkan itu sampai hari kiamat (HR Muslim, Abu Daud, Nasai’, Ahmad, dan Ibn Majah)

JADI WANITA YG AKAN DI MUTAH PADA HARI KHOIBAR ADALAH PARA BUDAK TAWANAN PERANG. Kemudian baginda Nabi Saw melarangnya. Cos, transaksi ini tak jauh beda dg transaksi placaran.Alloh swt berfirman, an nur: 33, artinya:” dan janngan lah kamu paksa budak2 mu untuk melacur…”.

paham ya gadis berakal dengkul? ^_^

————

tiara bertanya :

6. Apa maksud Umar bin Khotob ketika mengatakan ,” ” Dua jenis mut’ah yang berlaku di masa rasulullah, yang kini ku larang dan pelakunya akan kuhukum, adalah mutah haji dan mut’ah wanita” (Fakhrur Razi dalam tafsir al-Kabir, ketika menafsirkan ayat 24 surat an-Nisa ; Imam Ahmad bin Hambal dalam musnadnya (lihat: jil:1 hal:52).)

jawab :

Apa maksud Umar bin Khotob ketika mengatakan ,” ” Dua jenis mut’ah yang berlaku di masa rasulullah, yang kini ku larang dan pelakunya akan kuhukum, adalah mutah haji dan mut’ah wanita” (Fakhrur Razi dalam tafsir al-Kabir, ketika menafsirkan ayat 24 surat an-Nisa ; Imam Ahmad bin Hambal dalam musnadnya (lihat: jil:1 hal:52).)

Ok…. Silahkan di lihat kembali ke kitabnya langsung. Maka di sana kita akan dapaati ucapaan Umar sebagai berikut:

” Sesungguhnya Rosululoh saw pernah mengizinkan mutah kepada kami kemudian beliau mengharamkannya sampai hari kiamaat. Demi Alloh ! aku tidak melihat seseorang yg melakukan mutah kecuali aku akan merajaam nya”. Seperti inilah terjemahan dalam Fahrur Rozi.

Jadi maksud Umar Ra adalah menjelaskan kepada kaum muslimin yg saat itu banyak yg baru masuk islam, dan masih akrab dg kebiasaan jahiliyah, termasuk mutah. Mereka yg baru masuk islam tentu tidak mengetahui sabda Nabi SAW saat fathul makkah.

baginda Nabi SAW bersabda:

SESUNGGUH NYA AKU PERNAH MENGIZINKAN KALIAN UNTUK ISTIMTA’ ( MUTAH). INGATLAH!!! SESUNGGUHNYA ALLOH BENAR2 TELAH MENGHARAMKANNYA SAMPAI HARI KIAMAT. BARANG SIAPA DI SISINYA MASIH MEMILIKI MASA DARI WANITA MUTAH , MAKA TINGGALKAN LAH. DAN JANGANLAH KALIAN MENGAMBIL SESUATU YG TELAH KALIAN BERIKAN KEPADA MEREKA.

(HR. ibn majjah, muslim, abu dawud, nasa’i, ahmad dan ibn hibban).

Karena itu Umar berkata:

” Sesungguhnya Rosululoh saw pernah mengizinkan mutah kepada kami kemudian beliau mengharamkannya sampai hari kiamaat. Demi Alloh ! aku tidak melihat seseorang yg melakukan mutah kecuali aku akan merajaam nya

Apakah salah jika Umar ra sebagai seorang kholifah menjelaskan hukum kepada kaum muslimin, di mana hukum tersebut merupakan ketetapan dari baginda Nabi SAW, bahwa hukum MUTAH ADALAH HARAM.?????

Umar bin khotob mengatakan hal itu saat berkhutbah di hadapan kaum muslimin.Seandainya itu salah tentu saja ada sahabat yg akan memprotesnya. Sebagaimana ketika ia menetapkan mahar pernikahan. Seorang wanita tua memprotes penetapan tersebut. Kenudian Umar ra mencabut kembali penetapan itu. Ternyata dalam masalah mutah tidah ada yg protes. Ini menunjukan kaum muslimin membenarkan ucapan umar. Mereka sepakat bahwa HUKUM MUTAH HARAM, MUTAH ADALAH ZINA, PELAKUNYA DI RAJAM APABILA MUHSON

Walhasil Alloh dan RosulNya mengharamkan mutah sampai kiamat. Oleh karena itu orang2 yg beriman mendengar dan taat. Berbeda dg Orang yahudi dan munafiq. Orang yahudi mendengar kan kebenaran. tp mereka mendurhakai. Orang munafik mengaku mendengar padahal mereka tidak medengar.

Dan beginilah sifat orang2 yg beriman ketika mendengar kebenaran. al baqoroh: 285, artinya:

” MEREKA( ORANG2 YG BERIMAN) BERKATA:” KAMI MENDENGAR DAN KAMI TAAT. AMPUNILAH KAMI YA TUHAN KAMI DAN KEPADAMULAH TEMPAT (KAMI) KEMBALI….

SODAQOLLOHULAZIM WA SODAQO ROSUULUHULKARIM WANAHNU ALA DZALIKA MINASYSYAHIDIIN.

—————————

GIMANA tiara satrie “si gadis rafidhoh” ?? .. makanya kamu jangan terlalu terobsesi sama tradisi jahiliyah ya mbak? oon nya kamu ^_^

So, rencana mau kirim 200 JUTA nya pake CEK. CASH tunai, APA Transfer? ^_^

mari kita lihat nanti..seberapa KERE otak dan kantong gadis gatel syiah si “tiara satrie” dalam menepati janji hadiah 200 juta sayembara tutulnya in

Kategori:Kawin Mut'ah Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: