Beranda > Bodoh > Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 126

Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 126

EPISODE 11 :

Hari ini Tiara Satrie yg paling terkenal sebagai “betina syiah rafidhoh imamiyah” paling berani telanjang mau menguji kitab ahlussunah…nanti kita lihat penjabaran dibawah ini akan berakhir kepada sebuah hantaman keras di kepala kosongnya itu ^_^

pertama tama perlu di ketahui sebelumnya oleh pembaca bahwa ada perbedaan mencolok dalam karakteristik Ahlussunah dan SYiah..
perbedaannya adalah….dalil Ahlussunah itu tahan uji…karena memang sudah masuk sudah masuk laboratorium ratusan tahun.. di uji ketahanannya oleh ulama2 besar ahlussunah…sehingga bila ada “musuh2 islam” ingin mengobrak abrik suatu riwayat…dapat terbantah dgn mudah dengan metode sistematis yg telah di bentuk oleh ulama2 islam tadi

Berbeda dgn syiah…dalil mereka rapuh dan tidak tahan UJI….bila mereka( orang2 syiah ) sudah frustasi dengan riwayat aneh dalam kitab mereka…mereka hanya bisa bilang ” buang lah ketembok riwayat2 syiah yg bertentangan dengan alqur’an ” tanpa bisa berucap secara ilmiah…ini menunjukkan kalau mereka ( syiah ) ini tidak menguasai riwayat2 mereka….ini karena mereka ( syiah ) jg orang2 yg tidak mempunyai sanad ilmu….dan terlebih lagi mereka ini adalah orang2 tercela yg pemalas^_^ sehingga bila riwayat syiah di uji…langsung hancur lebur tanpa pembelaan masuk akal dari mereka……nanti kita lihat seberapa rapuh riwayat syiah dan seberapa “TEGUH DAN KOKOH” riwayat2 ahlussunah ^_^

Namun ada satu hal yg tidak boleh kita lupakan….hal yg unik dalam “insan2 syiah rafidhoh imamiyah ” khususnya tiara satrie si betina syiah rafidhoh imamiyah ini..mereka ( syiah rafidhoh ) memiliki satu kelebihan dan keberanian yg orang2 beriman tidak miliki…YAITU BERANI MALU…!! ^_^.

————————

maka dari itu langsung saja kita buktikan……

1. Tiara satrie antek syiah berkotek :

Tiara Satrie Judul Note : “Ulama Syiah Tidak Meyakini Tahrif Al Qur’an , adakah Ulama Sunni yang berkata demikian ?” , kecuali kamu udah merasa jadi Ulama boleh deh komentar macem macem ….. qiqiqiii
October 8, 2011 at 6:23am · Like · 1

#) jawabannya :

Tiara itu memang seorang betina yg gak tau hukum agama ^_^
dan gak paham apa beda TAHRIF dan NASKH MANSUKH…

Berikut ali sakran sajikan secara singkat beda tahrif dan nasakh mansukh ;

1. istilah “Tahrif” bermula dari Pernyataan ALLAH SWT akan kejahilan orang-orang Yahudi yang sering merubah atau mengganti ayat-ayat Allah dengan kata-kata yang disesuaikan dg kehendak mereka.
“Tahrif” juga bisa diistilahkan dengan “ Tabdil (penggantian) sebagaimana difirmankan oleh ALLAH SWT

فبدّل الذين ظلموا قولا غير الذى قيل لهم
Lalu orang-orang dzalim ( Yahudi) itu mengganti perkataan (perintah) dengan mengatakan yang tidak dikatakan (diperintahkan) kepada mereka

Tahrif ayat adalah terjadinya perubahan dalam kitab suci Al-Quran oleh tangan-tangan yang sengaja ingin merusak agama Allah, dan hal ini telah terjadi di kalangan penganut Yahudi….intinya Tahrif yaitu penambahan, pengurangan, merubah lafadz yang asli dengan lafadz yang lainnya, atau memindah tempat satu lafadz ketempat yang lain.

2. APA nasakh mansukh itu??

Nasakh dalam syari’at atau adanya ayat Al-Qur’an yang mansukh (dihapus hukumnya/lafazhnya) oleh ayat adalah suatu hukum yg berdasarkan dalil YG JELAS BAIK MELALUI AL QURAN ATAU AL HADITS ATAS KEHENDAK ALLAH SWT SEBAGAIMANA YG TERCANTUM DALAM AL QUR’AN

ما ننسخ من آية أو ننسها نأت بخير منها أو مثلها
Apa saja ayat yang Kami nasakh (hapus)kan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya (al baqarah 106)

Dan juga…………..

وَإِذَا بَدَّلْنَآ ءَايَةً مَّكَانَ ءَايَةٍ
Dan apabila Kami mengganti suatu ayat di tempat ayat yang lain. [An Nahl:101]

—->> jadi nasakkh mansukh di jelaskan dalam qur’an….cuma berhubung tiara satrie dan antek2 syiah gak pernah baca qur’an, jadi wajar kalian ini kosong ilmu..gak tau apa apa ^_^ ya betina tiara ya??

3. macam bentuk nasakh mansukh :

–Nash Yang Mansukh Hukumnya, Namun Lafazhnya Tetap.
Inilah jenis nash mansukh yang paling banyak. Yaitu hukum syar’i dihapuskan, tidak diamalkan, namun lafazhnya tetap.

–Nash Yang Mansukh Lafazhnya, Namun Hukumnya Tetap.
YAITU LAFADZNYA TERHAPUS NAMUN HUKUMNYA TETAP, adapun Hikmah naskh lafazh tanpa (naskh) hukumnya adalah untuk menguji umat terhadap amalan yang tidak mereka dapati di dalam Al-Qur’an, dan mewujudkan keimanan mereka dengan apa yang Alloh turunkan. Berbeda dengan orang-orang Yahudi yang berusaha menutupi nash rojm di dalam Taurat

–Nash Yang Mansukh Hukumnya Dan Lafazhnya.

Utk lihat lebih lengkap contoh2 nasakh mansukh dan detil tentang penjabaran perbedaan nasakh- mansukh dan tahrif monggo masuk catatan ukhti “hubbunnabi” berikut : ( http://www.facebook.com/note.php?note_id=264522026934287 )

sampai sini jelas ya betina tiara dan antek2 rafidhoh yg lain ?? jadi kalau tiara pikir gak ada ulama sunni yg menolak tahrif…itu artinya tiara sedang “ternak bahlul” karena semua tuduhan2 syiah ttg tahrif thdp kitab sunni sebetulnya adalah masuk kedalam golongan nasakh mansukh yg telah di jelaskan hukumnya dalam qur’an.. ^_^. dan nasakh mansuk jelas gak tertolak..karena memang ada hukumnya ^_^ lain dengan kitab syiah yg jelas2 membawakan riwayat perubahan dalam qur’an atau tahrif ( nanti kita lihat bukti lebih lanjut utk masalah riwayat tahrif dalam kitab syiah )…JADI NASAKH MANSUKH dalam islam ITU BUKAN seperti TAHRIF dalam kitab syiah….DAN tahrif bukan nasakh mansukh….sampai sini dulu jelas ya betina? ^_^
————————————————————————————-

berikutnya tiara satrie yg udah biasa lari2an telanjang keliling kota berceloteh lagi :

Tiara Satrie Fahrul Razy As-salafi … Apa komen Ulama Sunni tentang ini ?
October 8, 2011 at 6:25am · Like

Tiara Satrie Umar bin Khottob mengatakan : “Apabila bukan karena orang-orang akan mengatakan bahwa Umar menambah-nambah ayat ke dalam Kitabullah, akan aku tulis ayat rajam dengan tanganku sendiri”
lihat :
a. Shohih Bukhori bab “shahadah indal hakim fi wilayatil Qadla”.
b. “Al-itqan” oleh Suyuthi, jilid 2, hal. 25 dan 26.
c. Nailul Authar, kitab hudud ayat rajam, jilid 5, hal. 105.
d. Tafsir Ibnu Katsir, jilid 3, hal. 260.
e. “Hayatus Shohabah” oleh Kandahlawi, jilid 2, hal. 12.
October 8, 2011 at 6:25am

====

maksudnya tiara satrie mau nuduh bahwa riwayat rajam diatas adalah sebuah kepercayaann tahrif…yuk kita bongkar kebohongan tiara dan kita buktikan kalau ini ternyata bukan tahrif melainkan nasakh mansukh ^_^

#) bantahan 1 ):

Perlu di ketahui bahwa 99 % orang syiah bila mengcopas kitab sunni..mereka tidak akan berani menunjukkan teks arab lengkap …karena mereka takut ketawan BOHONG ^_^ ini adalah watak “dungu menahun hasil cangkokan bandul2 item”

Riwayat yg di bawakan tiara ini adalah riwayat rajam…dan ini jelas adalah nasakh mansuk bukan tahrif wahai betina tiara satrie …^_^ malu2in aja nih…gini aja gak paham

ini teks lengkap nya dalam kitab ahlussunah:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ عُمَرَ يَعْنِي ابْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ خَطَبَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ بَعَثَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْحَقِّ وَأَنْزَلَ عَلَيْهِ الْكِتَابَ فَكَانَ فِيمَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةُ الرَّجْمِ فَقَرَأْنَاهَا وَوَعَيْنَاهَا وَرَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَجَمْنَا مِنْ بَعْدِهِ وَإِنِّي خَشِيتُ إِنْ طَالَ بِالنَّاسِ الزَّمَانُ أَنْ يَقُولَ قَائِلٌ مَا نَجِدُ آيَةَ الرَّجْمِ فِي كِتَابِ اللَّهِ فَيَضِلُّوا بِتَرْكِ فَرِيضَةٍ أَنْزَلَهَا اللَّهُ تَعَالَى فَالرَّجْمُ حَقٌّ عَلَى مَنْ زَنَى مِنْ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ إِذَا كَانَ مُحْصَنًا إِذَا قَامَتْ الْبَيِّنَةُ أَوْ كَانَ حَمْلٌ أَوْ اعْتِرَافٌ وَايْمُ اللَّهِ لَوْلَا أَنْ يَقُولَ النَّاسُ زَادَ عُمَرُ فِي كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لَكَتَبْتُهَا

Daripada ‘Abdullah bin ‘Abbas r.a. bahawa ‘Umar iaitu Ibn al-Khattab r.a. telah berkhutbah dengan berkata: “Sesungguhnya Allah telah mengutuskan Muhammad s.a.w. membawa kebenaran dan menurunkan kepadanya kitab. Di antara yang diturunkan kepadanya ialah ayat rejam di mana kami telah membacanya, mengingatinya dan memahaminya. Maka Rasulullah s.a.w. telah merajam dan kami juga telah merejam selepas itu. Saya bimbang setelah berlalu beberapa ketika akan ada orang yang berkata “kami tidak mendapati ayat rejam di dalam kitab Allah” lalu mereka menjadi sesat kerana meninggalkan salah satu kefardhuan yang telah diturunkan oleh Allah. Maka rajam adalah satu kebenaran ke atas orang yang berzina dari kalangan lelaki dan perempuan bila terdapat bukti atau dia mengandung atau dia mengaku. Demi Allah! apabila bukan karena orang akan mengatakan ‘Umar menambah di dalam kitab Allah’ nescaya aku akan menulisnya (ayat rejam)”.

(Sahih al-Bukhari Bab Syahadah Di Sisi Hakim Secara Mu’allaq, Sunan Abi Daud Bab Berkenaan Rejam. Imam Malik juga mengeluarkan riwayat ini dengan sedikit perbedaan dan mengemukakan dengan jelas ayat tersebut)

penjelasan :

Pertama: Ayat ini termasuk di dalam ayat yang dimansukhkan pembacaan dan tulisannya tetapi hukumnya tidak dimansukhkan dan hukumnya tetap terhadap penzina muhshon lelaki atau perempuan.
[Al-Itqan fi Uloom al-Quran jil. 2 hal. 70, Al-Burhan fi Uloom al-Quran jil. 2 hal. 32, At-Tamhid jil. 4 hal. 277 dan lain-lain kitab uloom al-Quran.]

Berkenaan dgn kata-kata Sayyidina ‘Umar r.a. “Demi Allah! apabila bukan karena orang akan mengatakan ‘Umar menambah di dalam kitab Allah’ niscaya aku akan menulisnya (ayat rejam)”. memiliki pengertian :

1. kata-kata Sayyidina ‘Umar r.a. itu adalah isyarat bahawa ayat itu telah dimansukhkan tilawahnya dan sudah umum di ketahui orang
2. Sayyidina Umar r.a. mau mengisyaratkan bahwa ayat yang telah mansukh tilawahnya tidak boleh ditulis di dalam mushaf.
3. Umar r.a. mahu mengisyaratkan bahawa tidak keraguan lagi hukum rejam itu adalah dari Allah dan ia adalah satu kebenaran. hanya saja tidak boleh tertulis dalam qur’an karena telah di mansukh tilawah.

Intinya perkataan sayyidina umar itu menunjukkan pentingnya hukum rajam itu adalah sama dengan sebagaimana pentingnya ayat2 lainn yg tertulis diqur’an…dan
sayyidina umar ingin menunjukkan bahwa ayat rajam walaupun di mansukh lafaznya masih berlaku hukumnya …dan ini sama penting dengan hukum2 lain yg tidak di mansukh yg masih tertulis dalam qur’an….dan ini hukum tidak boleh ditinggalkan…

sehingga utk mengekspresikan begitu pentingnya ayat rajam dan masih eksisnya hukum rajam…. sampai2 sayyidina umar itu SEAKAN AKAN ingin menuliskannya…..utk menunjukkan bahwa ayat rajam ini adalah benar adalah MASIH BAGIAN DARI KITABULLAH yg hukumnya masih tetap….hanya saja sayyidina umar DAN ORANG2 tau ayat ini tidak boleh di tambahkan penulisannya dalam qur’an..karena telah di mansukh…

intinya ini adalah suatu ekspresi MANUSIA BERAKAL yg gak bakal dipahami oleh “species mamalia 12 pemakan rumput2an kota teheran”…paham ga tiara ttg ekspresi ini?? betina betina..^_^ malu2in….ternak bahlul

pemahaman dan perhatian Sayyidina umar thdp hukum islam prihal rajam ini di perkuat dengan riwayat ini :

لَقَدْ خَشِيتُ أَنْ يَطُولَ بِالنَّاسِ زَمَانٌ حَتَّى يَقُولَ قَائِلٌ لَا نَجِدُ الرَّجْمَ فِي كِتَابِ اللَّهِ فَيَضِلُّوا بِتَرْكِ فَرِيضَةٍ أَنْزَلَهَا اللَّهُ أَلَا وَإِنَّ الرَّجْمَ حَقٌّ عَلَى مَنْ زَنَى وَقَدْ أَحْصَنَ إِذَا قَامَتِ الْبَيِّنَةُ أَوْ كَانَ الْحَبَلُ أَوِ الِاعْتِرَافُ قَالَ سُفْيَانُ كَذَا حَفِظْتُ أَلَا وَقَدْ رَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَجَمْنَا بَعْدَهُ

Sesungguhnya aku khawatir, zaman akan panjang terhadap manusia sehingga seseorang akan berkata: “Kita tidak mendapati rojm di dalam kitab Allah”, sehingga mereka menjadi sesat dengan sebab meninggalkan satu kewajiban yang telah diturunkan oleh Allah. Ingatlah, sesungguhnya rajm adalah haq atas orang yang berzina dan dia telah menikah, jika bukti telah tegak, atau ada kehamilan, atau ada pengakuan”. Sufyan berkata: “Demikianalh yang aku ingat”. “Ingatlah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melakukan rajm, dan kita telah melakukan rajm setelah beliau”. [HR. Bukhari, no: 6829; Muslim, no: 1691; dan lainnya]

[ HaSyi’ah as-Sindhi ‘ala Sahih al-Bukhari jil. 4 hal. 115]

Di sini sayyidina umar ini sangat memerhatikan umat islam sampai2 dia sebegitu khawatirnya nanti akan datang suatu zaman semisal “kumpulan kebo2 iran yg ketawan berzina” tapi mereka tidak mau melaksanakan hukum rajm karena mereka tdk paham hukum “nasah mansukh” sehingga mereka pikir ini adalah hukum tidak wajib karena sudah tidak tertulis dalam Kitabullah….nah kan kalau begini syiah dan tiara ini apa bedanya sama kebo?^_^

———–
Naah sekarang giliran kita hujam muka orang syiah dengan kitab mereka sendiri …..

#) bantahan ke-2 :

“betina tiara satrie” dan syiah rafidhoh imamiyah perlu banyak baca2 lagi….ni baca ya betina dari kitab kamu sendiri tuuh ^_^. padahal si atthusi (ulama bandul item ) jg udah bilang….nasakh mansukh juga ada dalam syiah ! dan terjadi pada ayat rajam ^_^

athusi meyakini bahwa Ayat ini telah dimansukh bacaan dan hukumnya tetap (Mansukh tilawah, Tsabitatul Hukmi). Dan nampaklah bahwa orang syiah dan mamalia2 sejenisnya seperti tiara satrie sebagai penganut betina nya tidak pernah menelaah kepada referensi2 literatur kitab syiah sendiri …..karena terlalu asyik menyerang kepada ahlus sunnah. ….Seandainya tiara satrie dan antek syiah rafidhoh imamiyah lainnya berhenti sebentar dan menengok sebentar kepada referensi2 syiah, niscaya orang2 syiah ini akan terpelonga pelongo…melihat kenyataan bahwa apa yg betina tiara satrie dan orang2 syiah rafidhoh imamiyah lainnya kepingin fitnah dalam kitab ahli sunnah justru ada di refensi2 syiah sendiri. …

ini artinya apa? tiara dan orang2 syiah itu ceroboh!..betina betina. ^_^

nih monggo ya plototin tuh kitab2 kalian…

1 – عن حماد عن الحلبي عن أبي عبد الله (ع) في حديث قال: إذا قال الرجل لامرأته: لم أجدك عذراء، وليس له بينة.
قال: يجلد ويخلّى بينه وبين امرأته.
قال: كانت آية الرجم في القرآن “الشيخ والشيخة فارجموهما البتة بما قضيا الشهوة”(15).
2 – عن يونس بن عبد الله بن سنان قال: قال أبو عبد الله (ع): الرجم في القرآن قول الله عز وجل: “إذا زنى الشيخ والشيخة فارجموهما البتة فإنهما قضيا الشهوة”(16).
3 – عن أبي جعفر (ع) أنه قال: كانت آية الرجم في القرآن: “الشيخ والشيخة إذا زنيا فارجموهما البتة فإنهما قضيا الشهوة”(17).
4 – هشام بن سالم عن سليمان بن خالد قال: قلت لأبي عبد الله (ع) في القرآن؟ قال: نعم. قلت: كيف؟ قال: “الشيخ والشيخة فارجموهما البتة فإنهما قضيا الشهوة”(18).
5 – عن إسماعيل بن خالد قال: قلت لأبي عبد الله (ع): في القرآن رجم؟ قال: نعم، “الشيخ والشيخة إذا زنيا فارجموهما البتة فإنهما قضيا الشهوة”(19). براءة أهل السنة من شبهة القول بتحريف القران (ص: 16)
ويقول الطوسي في كتابه “التبيان في تفسير القرآن ج1 ص13:
“لا يخلو النسخ في القرآن من أقسام ثلاثة: أحدها – نسخ حكمه دون لفظه – كآية العدة في المتوفى عنها زوجها المتضمنة للسنة في الحكم منسوخ والتلاوة باقية وآية النجوى وآية وجوب ثبات الواحد للعشرة فإن الحكم مرتفع، والتلاوة باقية وهذا يبطل قول من منع جواز النسخ في القرآن لأن الموجود بخلافه. والثاني – ما نسخ لفظه دون حكمه، كآية الرجم فإن وجوب الرجم على المحصنة لا خلاف فيه، والآية التي كانت متضمنة له منسوخة بلا خلاف وهي قوله: (والشيخ والشيخة إذا زنيا فارجموهما البتة، فإنهما قضيا الشهوة جزاء بما كسبا نكالاً من الله والله عزيز حكيم). الثالث: ما نسخ لفظه وحكمه، وذلك نحو ما رواه المخالفون من عائشة: أنه كان فيما أنزل الله أن عشر رضعات تحرمن، ونسخ ذلك بخمس عشرة فنسخت التلاوة والحكم.

At Thusy dalam kitabnya “At Tibyan fi Tafsiril Qur’an, I/13” menyatakan :
”Nasakh dalam al Qur’an itu tdk terlepas dari tiga macam : …
kedua : nasakh lafaz, hukumnya tetap berlaku, seperti ayat rajam….

Dari ungkapan di atas, jelaslah bahwa ahli tafsir dari kalangan syiah pun tidak menyebutkan ayat rajam sebagai contoh tahrif, hanya syiah gulath (ektrims) yg menyatakan seperti itu sebagai pembelaan
kalau kaya begini tiara dan syiah2 mamalia 12 indonesia nih lama2 jadi kaya syiah ghulat juga nih ^_^….

—————————————-

Akhir kata ini membuktikan dan dapat disimpulkan bahwa kebiasaan orang2 rafidhah adalah kalau tidak berbohong, mereka mengambil hadits2 sunni sepotong2 untuk membela agamanya. dengan mengabaikan apa yg tertera pada kitab sendiri…ini kecerobohan nyata dan bukti lagi..bagaimana mereka ini bukan orang2 handal yg bisa di uji keilmuwannya…melainkan hanya species2 kebo syiah indonesia yg selalu mengotori dan bermain main dalam lumpur kebodohan ^_^

——————————–

Terakhir mari kita bandingkan riwayat tahrif qur’an dalam kitab syiah “yg masih hangat” karena baru baru ini beredar dalam masyarakat indonesia sekarang….

SOAL BUAT TIARA dan lembu syiah lainnya ^_^: yg gak pernah mereka jawab dari dulu dsini ( http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2795166807507&set=a.1459150687939.2060485.1508578258&type=3&theater )

INI TAHRIF BUKAN NIH?? ^_^

#) Judul buku syiahnya : 500 AYAT untuk Ali bin abi thalib
pengarang : Hafidz Rajab al-Bursi

pada halaman 291 tertulis :

wahai orang- orang yang mendapatkan kitab, berimanlah dengan apa yang kami turunkan, tentang ali : dalam bentuk cahaya yang nyata ( al- nisa 47 )

“Tentang Ali…” Dhahir-nya menunjukkan bahwa kata ini terdapat dalam teks ayat saat diturunkan, namun dihapus oleh orang-orang munafik.”

soal buat tiara satrie:

1. kan tiara terkenal sbg pakar “asbun” mengenai annisa 47…maka “tiara sang betina” harus bisa jawab….dalam buku syiah sesat diatas Kalimat yg saya kasih tanda kutip itu pernyataan siapa ?

2. Apakah ANNISA 47 versi syiah sebagian teks nya keapus ya. sehingga berbeda dengan annisa 47 nya qur’an umat islam ? *_*
tolong kalian jelaskan buku DUSTA dan SESAT syiah diatas?? ^_^ biar tidak terjadi pembodohan umat! agar umat ini tidak di tanamkan “pemahaman keledai ala rafidhoh imamiyah” yang berkepanjangan…

————–

maka dari ini gugurlah dan ambruk lah kebatilan tuduhan agama syiah dan tetap kokoh dan berdirilah fondasi agama islam ahlussunah ! ^_^

salam
ali sakran^_~

Kategori:Bodoh Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: