Beranda > Perubahan Al Quran > Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 132

Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 132

EPISODE 17

Seorang penganut lugu syiah rafidhoh imamiyah berkata :

Omar Chegap Assegaf
Salah satu alasan kenapa Ana ikut Syi’ah adalah karna dalam ajaran Syi’ah tidak ada yg nama nya meyakini Tahrif Alqur’an.
Alqur’an tetap terjaga, tidak berkurang jumlah ayat ata hurufnya, juga tidak bertambah

——-
Algadri Ali
di tambah lagi oleh ocehan “taqiyah/menipu ala syiah imamiyah” oleh akun bernama ali gadri :
Pemberitahuan, kalo ada orang sunni atau syiah selalu mempermasalahkan tahrif alquran, ketahuilah bahwa dia adalah kaki tangan iblis laknatullah alaih.
ya allah ampunilah aku agar menahan diri dari hal ini.

dilanjut lagi perkataan Tiara Satrie ( liat sendiri di screenshot) ^_^

kalau begitu mari kita lihat siapa Org pertama yg terkena “sumpah” sbg “kaki tangan iblis laknatullah” oleh “ali gadri si antek syiah” ??

dia adalah khumaini imamnya sendiri^_^yg jelas mempercayai TAHRIF qur’an.

berkata khomeini, si wilayatul faqihnya kata syi’ah

لو كانت مسألة الإمامة قد تم تثبيتها في القرآن، فإنَّ أولئك الذين لا يعنون بالإسلام والقرآن إلَّا لأغراض الدنيا والرئاسة، كانوا يتخذون من القرآن وسيلة لتنفيذ أغراضهم المشبوهة، ويحذفون تلك الآيات من صفحاته، ويسقطون القرآن من أنظار العالمين إلى الأبد…..
“Seandainya perkara imaamah telah ditetapkan dalam Al-Qur’an secara sempurna, maka mereka yang tidak memberikan perhatian kepada Al-Qur’an dan Islam kecuali keinginan memperoleh dunia dan kepemimpinan; akan mengambil Al-Qur’an sebagai wasilah (perantara) untuk melaksanakan keinginan-keinginan mereka yang tersembunyi. Mereka juga membuang ayat-ayat dari lembar-lembar Al-Qur’an dan menggugurkannya dari pandangan alam semesta untuk selama-lamanya…..” [Kasyful-Asraar, hal. 131]

KALO BUKAN TAHRIF APA NAMANYA wahai ali gadri dan Omar assegaf???? ^_^ lucu nya kalian ini

———————-

info tambahan ttg “keyakinan sesat syiah mengenai qur’an” dalam kitab syiah sendiri :

علي بن الحكم عن هشام بن سالم عن أبي عبد الله (ع) قال: إِنَّ القرآنَ الذي جاء به جبريل (ع) إلى محمد (ص) سبعةَ عشر ألف آية.

1. Sesungguhnya Al Qur’an yang dibawa Jibril as. kepada (Nabi)

Muhammad saw. Adal…ah 17 ribu ayat.

( al Kâfi Kitabu Fadhli al Qur’an, Bab an Nawâdir)

—-

2. Muhammad Baqir Al-Majlisi

Ketika membahas hadits riwayat Hisyam bin Salim dari Abu Abdillah ‘Alaihis salam; “Sesungguhnya Al-Qur’an yang diturunkan oleh Jibril ‘Alaihis salam kepada Muhammad SAW ada 17.000 ayat. Al-Majlisi mengomentari riwayat ini: (riwayat ini) dipercaya, dalam cetakan lain tertulis Hisyam bin Salim di posisi Harun bin Salim. Riwayat ini shahih, seperti sudah diketahui bahwa riwayat ini juga banyak riwayat shahih yang menerangkan dengan jelas bahwa Al-Qur’an yang ada saat ini telah dikurangi dan diubah, bagi saya hadits-hadits yang menyatakan perubahan Al-Qur’an mencapai derajat mutawatir ma’nawi. Menolak riwayat ini mengharuskan kita untuk menolak seluruh riwayat (hadits Ahlulbait). Saya kira hadits yang mengatakan hal ini (perubahan Al-Qur’an) tidak kalah banyak dari riwayat hadits yang membahas Imamah, bagaimana masalah Imamah bisa dibuktikan dengan riwayat?.” (Mir’atul Uqul, jilid. 12, hal. 525).

————–

3. Al Mufid –Muhammad bin Nu’man- mengatakan:

Banyak sekali hadits-hadits dari para imam yang membawa petunjuk – a’immatil huda- dari keluarga Nabi Muhammad SAAW bahwa Al Qur’an yang ada bukan lagi asli, juga memuat berita tentang orang-orang zhalim yang menambah dan mengurangi isi Al Qur’an. (Lihat Awa’ilul Maqalat hal 91.)

——————-

4. Abul Hasan Al Amili mengatakan:

Ketahuilah, kebenaran yang disimpulkan dari riwayat mutawatir yang akan dipaparkan kemudian, dan riwayat lain yang tidak kami jelaskan di sini, bahwa Al Qur’an yang ada di tangan kita saat itu, telah mengalami perubahan sepeninggal Rasulullah SAAW. Para penulis Al Qur’an sepeninggal Nabi SAAW telah menghapus banyak ayat dan kata dari ayat Al Qur’an.

Muqaddimah kedua dari tafsir Miraatul Anwar wa Mishkatul Asrar hal 36, dicetak sebagai pengantar bagi Tafsir Al Burhan karya Al Bahrani.

Nyata-nyata menuduh para sahabat telah menghapus banyak ayat Al Qur’an. Nampak sekali bahwa yang tertuduh dalam hal ini adalah Usman bin Affan, yang dikenal sebagai pemrakarsa penulisan Al Qur’an, dan penyatuan bacaan Al Qur’an bagi seluruh kaum muslimin. Ini adalah kesimpulan ulama dari riwayat-riwayat yang dianggapnya mutawatir, jadi tidak lagi mengenal adanya “shahih” atau “dhaif”, karena sebuah kesimpulan hanya mewakili person penyimpulnya. Dengan pernyataan ini kita dapat mengambil kesimpulan juga, bahwa Abu Hasan Al Amili tidak beriman pada Al Qur’an yang ada saat ini. Dia telah kehilangan salah satu rukun iman. [Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un]

———————–

5. Ni’matullah Al Jaza’iri

Figur yang satu ini lebih memilih untuk percaya riwayat-riwayat mutawatir menurut versinya daripada Kalam Ilahi yang terhimpun dalam Al Qur’an. Katanya:

Dengan menganggap Al Qur’an yang ada sekarang ini adalah mutawatir dari wahyu ilahi, [artinya diriwayatkan secara mutawatir berasal dari Nabi yang menerima wahyu dari Allah], dan meyakini bahwa Al Qur’an yang ada sekarang ini adalah Al Qur’an yang diturunkan oleh Ruhul Amin [Malaikat Jibril] mengandung konsekwensi penolakan terhadap riwayat yang banyak sekali, bahkan mencapai derajat mutawatir, yang menyatakan bahwa Al Qur’an telah dirubah, isinya, kalimatnya dan I’rabnya. Padahal ulama mazhab kami telah sepakat bahwa riwayat itu valid adanya dan mereka yakin pada isi riwayat itu. Al Anwar An Nu’maniyah jilid 2 hal 357.

——-

dan yang terakhir buku sesat syiah dalam bahasa indonesia yg sedang beredar di Masyarakat sekarang ( http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2795166807507&set=a.1459150687939.2060485.1508578258&type=1&ref=nf )

Judul buku syiahnya : 500 AYAT untuk Ali bin abi thalib
pengarang : Hafidz Rajab al-Bursi

pada halaman 291 tertulis :

wahai orang- orang yang mendapatkan kitab, berimanlah dengan apa yang kami turunkan, tentang ali : dalam bentuk cahaya yang nyata ( al- nisa 47 )

“Tentang Ali…” Dhahir-nya menunjukkan bahwa kata ini terdapat dalam teks ayat saat diturunkan, namun dihapus oleh orang-orang munafik.”

——————–

keyakinan syiah tersebut di atas mengandung sekian banyak konsekwensi, di antaranya, menganggap kaum muslimin yang berpegang pada Al Qur’an yang ada saat ini adalah sesat, karena berpedoman pada kitab suci yang sudah dirubah oleh “tangan-tangan kotor”.

BAGIAN dari ISLAM kah AGAMA SYIAH imamiyah itsna asyariyah???

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: