Beranda > Fitnah > Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 136

Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 136

Jjihad ‘Ali alias Tiara Satrie alias Wong Langka sedang frustasi ngemis2 fatwa ^_^…

udah udah….

baca ini ya…jangan terlalu menghibur diri beranggapan bahwa syiah ini di terima masyarakat

=======================

http://www.hidayatullah.com/read/20494/03/01/2012/read/20490/03/01/2012/kronologis-ajaran-yang-dibawa-tajul-muluk-sejak-2006-.html

50 Ulama Telah Peringatkan Ajaran Tajul Muluk

Hidayatullah.com—Lebih dari 50 ulama se Madura telah mengeluarkan peringatan dan pernyataan seputar Syi’ah yang telah didakwahkan Tajul Muluk Ma’min sekitar enam tahun yang lalu, sebelum terjadinya konflik bulan April 2011 dan Desember 2011.

Pernyataan sikap lebih dari 50 ulama Madura ini dikeluarkan menyusul temuan, dan kajian beberapa kitab rujukan Syi’ah, juga hasil pantauan terhadap dakwah yang dibawa Tajul Muluk Ma’mun yang membuat warga resah.

Di bawah ini ada pernyataan sikap para ulama yang dikirim ke kantor redaksi hidayatullah.com, Selasa (03/01/2012) yang telah dibuat semenjak tahun 2006 lalu.*

Di Bawah ini pernyataan lengkapnya:

Pernyataan Ulama Tentang Aliran Syiah
Yang Dibawa Tajul Muluk Ma’mun
Karang Gayam, Omben Sampang

KAMI ulama yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya;

1. Bahwa Setelah kami mendengar dan menyaksikan langsung dalam sidang Hari Senin 21 Muharram 1427 H/20 Februari 2006 M akan keafsahan dan kebenaran semua dakwaan yang tertulis pada lampiran yang ditujukan kepada Tajul Muluk Ma’mun, kami mengambil kesimpulan bahwa Aliran Syi’ah yang dibawanya adalah tergolong Syi’ah Ghulah (Rofidhoh).

2. Bahwa kami mengambil kesimpulan tersebut karena melihat banyak kesamaan dengan Syi’ah Rofidhoh, di antaranya mengingkari al-Quran, membenci dan mencacimaki Sahabat Nabi, utamanya Khulafa’ Rasyidin yang ketiga, membenci dan mendustakan semua ulama terdahulu selain dari kaum Syi’ah, dan ber-ghulu (berlebih-lebihan) di dalam Ahul bait.

Sesuai yang tertulis dalam Kitab Syi’ah Rofidhoh (Al Kafi: 2/634), artinya; “Sesungguhnya al-Quran yang diturunkan oleh Jibril kepada Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wassalam, 17 ribu ayat.” (maksudnya, mereka menuduh adanya pengurangan dalam al-Quran. Yang ada hanya berisi 6616 ayat).

Dan dalam kitab Syi’ah Rofidhoh (Al- Kahfi: 8/245) menjelaskan, “Semua manusia setelah wafat Nabi adalah orang-orang murtad kecuali tiga orang.. Miqdad bin Aswad, Abu Dzar Al- Ghifari dan Salman Al-Farisi.”

Dan dalam kitab Haqqul Yaqin hal: 519 karangan Moh. Baqir Al Majlisi mengatakan, “Kepercayaan kami mengenai tabarru’ ialah bahwa kami berlepas diri empat berhala (Abu Bakar, Umar, Ustman dan Mu’awiyah) serta empat orang wanita (Aisyah, Hafsyah, Hindun dan Ummu Hakam) serta semua pengikut mereka dan golongan mereka. Mereka adalah makhluq Allah yang paling jahat di muka bumi. Sesungguhnya tidaklah sempurna keimanan kepada Allah, Rasul Nya dan para Imam kecuali jika seseorang telah melepaskan diri dari musuh-musuh mereka.”

Dan dalam kitab Syi’ah Roafidhoh (Al-Kahfi Ushul: 1/409), artinya; “Sesungguhnya dunia dan akherat adalah kepunyaan imam, diberikan kepada siapa yang dikehendaki, dan ditolaknya dari orang yang dikehendaki.”

3. Bahwa penganut aliran tersebut sudah difatwakan oleh ulam Ahlusunnah wal jama’ah terdahulu adalah orang-orang sesat dan keluar dari garis-garis besar Islam.

4. Bahwa oleh karena itu, kami menganjurkan agar semua umat Islam secara umum dan masyarakat Madura secara khusus menghinda diri dari mereka dan selaipu muslihat mereka.

5. Bahwa kami menghimbau kepada Pemerintah agar melarang aliran tersebut serta menghapus hingga ke akar-akarnya.

Demikianlah pernyataan ini kami keluarkan dengan penuh rasa tanggung jawab terhadap Allah Subhanahu Wata’ala, agama, nusa, bangsa dan umat. Semoga mendapatkan dukungan dan respon positif dari pihak-pihak terkait, seiring dengan taufiq, hidayah, maunah dan ridho Alla Subhanahu wa ta’ala.

Selanjutnya, pernyataan ini ditandatangani lebih dari 50 ulama se-Madura.

Di antara yang ikut memberikan pernyataan adalah; KH Ahmad Nawawi, (Karang Gayam Omben, Sampang), KH. Barizi Muhammad, (Sampang), KH.Ghazali Muhammad (Sampang), KH. Lutfillah Moh. Ridhwan (Sampang), KH. Yahya Hamiduddin (Sampang), KH. Jazuli Jauhari (Pamekasan), KH. Abd. Qodir Damanhuri (Pamekasan), Abuya Ali Karrar Shinhaji (Pamekasan), KH. Moh Syamsul Arifin (Batuanyar, Pamekasan), KH. Khalilurrahman (Pamekasan), (alm) KH. Moh Tidjani Djauhari (Pamekasan), KH. Abd Wasik Bahri (Sumenep), KH. Said Abdullah (Sumenep), KH. Idris Djauhari (Prenduan), Habib Ali Husin Al Jufri (Sumenep), KH. Imam Kakhsus (Bangkalan), KH. Abdullah Khan Thabrani (Bangkalan), KH. Moh Amien Kholil (Bangkalan), KH. Kholil Nashir (Bangkalan), KH. Imam Romli (Pamekasan), KH. Ahsan Romli (Pamekasan), KH. Ja’far Fauzi (Pamekasan), KH. Hasyim Umar (Pamekasan),

KH. Rosyad Imam (Pamekasan), KH.Abd Wahab Adnan (Pamekasan), KH. Kholil Muhammad (Pamekasan), KH. Jamal Ridhwan (Pamekasan), KH. Shohib Buroq Mahali (Pamekasan), KH. Ali Ridho Shinhaji (Pamekasan), KH. Hasyir Ridhwan (Sampang), KH. Azroqi Mujib (Sampang), KH. Ali Wafi Abd Bar (Sampang), KH. Abd Wadud Bahri (Sampang), KH. Bahri (Sampang), KH. Abd Majid Affan (Sampang), KH. Dzakir Sholeh (Sampang), KH. Moh Muqoddas Amien (Sampang), Kh. Syafiuddin Wahid (Sampang), KH. Fahmi (Sampang), KH. Ja’far Wahid (Sampang), KH. Luthfi Madzkur (Sampang), KH. Abd. Muhaimin Bari (Sampang), KH. Munthomthom Damanhuri (Sampang), KH. Izzat Iroqi (Sampang), KH. Abd/ Muqtadir Shinhaji (Sampang), KH. Zain Ridhwan (Sampang), KH. Mahrus Abd Malik (Sampang), KH. Amiruddin Kholil (Sampang), KH. Zaini Sholeh (Sampang), KH. Abd. Ghafur Syafi’uddin (Pamekasan).*

——————————————————————————-

http://www.hidayatullah.com/read/20495/03/01/2012/22-dakwaan-yang-tuduhkan-pada-tajul-muluk-.html

22 Dakwaan yang Tuduhkan Pada Tajul Muluk

Hidayatullah.com—Ulama se-Madura punya versi lain tentang catatan dakwah Syi’ah yang dianggap meresahkan warga yang dibawa Tajul Muluk Ma’mun. Selanjutnya, temuan ulama ini dirinci menjadi 22 jenis.

Di bawah ini poin-poin temuan ulama Madura yang telah dikirim ke redaksi hidayatullah.com, Selasa (03/01/2012).

Temuan ini berdasrkan kajian dan temuan lebih dari 50 ulama yang telah disampaikan dalam sebuah pernyataan sikap enam tahun lalu, tepatnya, hari Senin 21 Muharram 1427 H atau bertepatan dengan tangga 20 Februari 2006.

Di antara Dakwah kesesatan yang di tuduhkan kepada Tajul Muluk Ma’mun dan pengikutnya adalah sebagai berikut:

1. Mereka (ajaran Syi’ah Tajul Muluk Ma’mun, red) menganggap bahwa Allah masih butuh kepada tho’at dan ibadah dari hambaNya dengan berdalil Q.S.Al-Dzariyat:56 (وماخلقت الجن والإنس إلا ليعبدون)
2. Mereka menganggap bahwa Allah hanya dapat menyembuhkan orang sakit, tidak begitu dengan sebaliknya. Dengan berdalil Q.S. As-Syu’aro’: 80 (وإذا مرضت فهو يشفين)
3. Mereka menganggap bahwa para imam mereka mengetahui ilmu ghaib dari selain Allah.
4. Mereka menganggap bahwa Kitab Suci Al-Qur’an yang ada pada tangan Muslimin se-alam semesta tidak murni diturunkan Allah, akan tetapi sudah terdapat penambahan, pengurangan dan perubahan dalam susunan Ayat-ayatnya.
5. Mereka menganggap bahwa semua ummat Islam – selain kaum Syi’ah – mulai dari para Shahabat Nabi hingga hari qiamat – termasuk didalamnya tiga Khalifah Nabi (Abu Bakar, Umar, Utsman) dan imam empat Madzhab (Abu Hanifah, Malik, Syafi’ie, Ahmad) termasuk pula Bujuk Batu Ampar – adalah orang-orang pendusta, bodoh lagi murtad karena membenarkan tiga Khalifah tersebut didalam merebut kekhalifaan Ali bin Abi Thalib.
6. Mereka menganggap bahwa Imam Ghazali bukan Ulama’ akan tetapi adalah dukun.
7. Dari Bab Wudlu’, mereka menganggap: Cukup mengusap kaki dalam wudlu’ yang berhukum wajib dibasuh. Karena mereka menganggap bahwa kelakuan dalam wudlu’ ada dua macam: مسحتان (dua usapan) dan غسلتان (dua basuhan) dengan berdalil ayat (وامسحوا برؤسكم وأرجلكم)
8. Dari Bab Shalat, mereka menambah dan mengurangi rukun-rukun Shalat seperti mengangkat tangan disetiap naik dan turunnya anggota badan, dan mengurangi bacaan Fatihah dalam Shalat Ruba’iyah dengan menganggap cukup membaca fatihah dalam dua raka’at saja.
9. Di dalam Shalat ketika sujud mereka bersujud diatas kertas yang bertuliskan: Ali, Fathimah, Hasan, Husien.
10. Menganggap bolehnya jama’ Shalat dzuhur dan ashar, maghrib dan isya’ tanpa ada sebab safar atau hujan dengan berdalil Ayat أقم الصلاة “لدلوك الشمـس” waktu untuk dzuhur dan ashar إلى غسق الليل waktu untuk maghrib dan isya’ وقرآن الفجر waktu untuk shubuh.
11. Menganggap Sholat Jum’at berhukum sunnah bagi ma’mum, dan fardlu bagi imam.
12. Menganggap bahwa shalat tarawih itu tidak ada di zaman Nabi SAW, melainkan diadakan oleh Umar Ibn Khattab untuk mengumpulkan Muslimin.
13. Mengharamkan jeroan ayam dan kelinci.
14. Mengharamkan puasa Asyura’ dengan dalih bahwa Ahlussunnah menuduh Rasul belajar tatakrama kepada orang Yahudi.
15. Membenci ajaran Ahlussunnah dan hanya menganggap benar ajaran Syi’ah.
16. Menganggap Ahlu Sunnah wal-Jama’ah khususnya para Shahabat lancang terhadap Nabi SAW. Karena mereka meriwayatkan Hadits-hadits yang menyangkut rahasia Nabi SAW. Seperti Hadits yang menjelaskan bahwa Nabi SAW berkencing sambil berdiri dengan dikelilingi para Shahabat.
17. Menganggap curang terhadap Ahlu Sunnah. Karena mereka (Ahlu Sunnah) membuang banyak riwayat dari Ali bin Abi Thalib ra. dan memasang banyak riwayat Abi Hurairah ra. dengan menganggap Ali ra. sebagai shahibul bait dan Abu Hurairah sebagai tamu, maka pasti shahibul bait lebih mengetahui daripada tamu.
18. Menganggap bahwa kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim tidak shahih.
19. Menganggap Abu Thalib termasuk dari Ahli Surga, dan ingkar terhadap Hadits yang menjelaskan adanya Abu Thalib didalam siksaan ringan dalam neraka.
20. Mengungkit-ungkit tentang pembunuhan terhadap Husien ra. dan sangat mencaci maki pelakunya dengan diatas namakan orang Sunni.
21. Mereka menganggap “Sesudah masuk aliran tersebut lebih merasakan khusyu’ dalam Shalat daripada Shalat-shalat sebelumnya”.
22. Mereka menjamin masuk Syurga dan di jauhkan dari api nereka bagi pengikutnya.*

———————————————————————————————–

http://nasional.inilah.com/read/detail/1813696/mui-putuskan-syiah-di-sampang-sesat

MUI Putuskan Syiah di Sampang Sesat

INILAH.COM, Sampang – Majelis ulama indonesia (MUI) cabang Sampang, dengan tegas menyatakan aliran syiah yang ada di Dusun Nangkernang Desa Karang gayam Kecamatan Omben Kabupaten Sampang sesat.

Hal itu di sampaikan oleh Ketua MUI Sampang KH. Bukhori Maksum, di kantor Kejaksaan Negeri jalan Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Kota, Sabtu (31/12/2011) .

Dia menilai Syiah di kampung tersebut, telah menyimpang dari ajaran ahli sunah waljamaah. Selain itu perbedaan-perbedaan yang sangat menyolok. Bahkan, menurutnya ada beberapa ajaran yang menyimpang.

Antara lain, mereka memiliki tiga syahadad, dalam menjalankan salat mereka hanya melaksanakan 3 waktu dalam sehari, mengharamkan salat Jumat dan mereka juga menuding bahwa Al-Quran yang beredar sekarang bukan asli lagi. “Saya nyatakan Syiah di sampang adalah alirat sesat,” terangnya.

Menurut KH.Bukhori Maksum, data dan informasi tersebut bersumber dari salah satu mantan santri Syiah yang sekarang sudah kembali ke ajaran ahli sunah waljamaah, “Kami mendapat informasi ajaran-ajaran Syiah yang menyesatkan ini dari beberapa mantan santri Syiah,” ujarnya.

Dia menambahkan, konflik antara Syiah dan Sunni karena permasalahan keluarga di dusun Nangkernang Desa Karang Gayam Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang sebenarnya telah terjadi sejak 2004. “Ibarat bisul, saat ini sudah waktunya meletus.” [beritajatim.com]

—————————————-

http://aslibumiayu.wordpress.com/2011/12/14/sikap-nu-terhadap-syiah/

NU bersikap tegas terhadap paham syiah, mereka bukanlah ahlussunnah, tapi Ketua PBNU sekarang berbicara lain,..

Apakah anda tahu pandangan NU yang sebenarnya tentang syiah? silahkan lihat sendiri sambutan ketika muktamar di jakarta tahun 1997. Anda akan membaca sendiri, bagaimana NU mengingatkan akan bahaya aliran syiah ini. Akan tetapi sangat disayangkan, justru ketua PBNU yang sekarang berkomentar lain tentang syiah, bahkan mendukungnya, sehingga di website resmi NU pun dimuat tentang ritual-ritual aliran syiah ini. Seharusnya mereka mengingatkan akan bahaya syiah ini, bukan malah memberikan angin segar atau kerancuan tentang bahayanya syiah. Para ulama dari jaman dahulu hingga sekarang mengingatkan kaum muslimin dari bahaya aliran syiah ini. silahkan lihat sendiri sambutan muktamar PBNU tahun 1997, dan bacalah pandangan ketua PBNU yang sekarang,…

————————

http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/01/03/17272/ketua-mui-pusat-umar-shihab-tak-berhak-bicara-atas-nama/

Ketua MUI Pusat: Umar Shihab Tak Berhak Bela Syi’ah Atas Nama MUI

JAKARTA (voa-islam.com) – Pernyataan salah seorang pengurus MUI Pusat KH. Umar Shihab di sebuah stasiun TV swasta bahwa Syi’ah tidak sesat justru membingungkan umat Islam. Selama ini melalui berbagai kajian yang membahas tentang Syi’ah, umat Islam di Indonesia sebenarnya sudah terbangun kesadarannya akan kesesatan dan bahayanya paham Syi’ah.

Hal tersebut terlihat saat ormas-ormas Islam Ahlus Sunnah se-Indonesia pada hari Jum’at 10 Juni 2011 di Masjid Al Furqan DDII Pusat, Jakarta mengeluarkan pernyataan sikap bersama yang intinya bahwa Syi’ah adalah paham sesat dan berbahaya. (Baca;http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/06/12/15257/pernyataan-sikap-umat-islam-indonesia-tentang-bahaya-syiah-kutipan-lengkap/).

Pernyataan KH. Umar Shihab tentang Syi’ah yang berbicara atas nama MUI dan bertentangan dengan kesepakatan ormas Islam Ahlus Sunnah se-Indonesia ini pun mendapatkan tanggapan dari Ketua MUI Pusat KH. Ahmad Cholil Ridwan Lc.

Kyai Cholil, sapaan akrabnya mengatakan bahwa Umar Shihab tidak berhak berbicara mewakili MUI Pusat sebab ia bukan ketua umum dan bukan koordinator pengurus harian MUI.

“Umar Shihab tampil di TV itu mestinya pendapat pribadi dia tidak berhak untuk mewakili MUI, yang berhak bicara langsung tanpa mandat dari rapat pimpinan itu adalah ketua umum MUI atau ketua koordinator harian KH. Ma’ruf Amin,” kata Kyai Cholil saat dihubingi voa-islam.com, Senin (2/1/2012).

rekomendasi yang bunyinya; umat Islam agar mewaspadai supaya aliran Syi’ah tidak masuk ke Indonesia, itu kan lebih dari pada sesat. Ngapain diwaspadai jangan masuk ke Indonesia kalau itu tidak sesat

Saat ditanya tentang pendapat Umar Shihab yang menyatakan bahwa MUI tidak pernah mengeluarkan fatwa sesat, KH. Cholil Ridwan menjelaskan bahwa MUI sudah mengeluarkan rekomendasi agar mewaspadai masuknya Syi’ah, dengan adanya rekomendasi itu menujukkan bahwa Syi’ah justru lebih dari sekedar paham sesat tapi juga berbahaya.

“Itu memang bukan fatwa, tetapi ada rekomendasi yang bunyinya; umat Islam agar mewaspadai supaya aliran Syi’ah tidak masuk ke Indonesia, itu kan lebih dari pada sesat. Ngapain diwaspadai jangan masuk ke Indonesia kalau itu tidak sesat. Artinya bahaya sekali kalau Syi’ah itu besar di Indonesia nanti akan terjadi konflik yang tidak berkesudahan seperti di Irak, Libanon, Pakistan. Di Pakistan itu mereka Cuma 11% tapi sering kali terjadi masjid Syi’ah dan masjid Sunni dibakar, tokoh-tokoh Sunni dibunuh dan lain sebagainya,” jelas Pimpinan Ponpes Al Husnayain ini.

Tidak mungkinlah Syi’ah dengan Sunni itu bisa akur, Umar Shihab itu ngimpi saja itu

Ia juga menilai bahwa upaya Umar Shihab yang terlihat dari statemennya untuk mendekatkan antara Sunni dan Syi’ah hanyalah mimpi.

“Tidak mungkinlah Syi’ah dengan Sunni itu bisa akur, Umar Shihab itu ngimpi saja itu. Dia kan ingin mendekatkan Sunni-Syi’i dan lain sebagainya,” pungkasnya. (Ahmed Widad)

—————————————————————-

http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/06/12/15257/pernyataan-sikap-umat-islam-indonesia-tentang-bahaya-syiah-kutipan-lengkap/

Pernyataan Sikap Umat Islam Indonesia tentang Bahaya Syi’ah (Kutipan Lengkap)

PERNYATAAN SIKAP BERSAMA AHLUSSUNNAH INDONESIA

Kami Ahlussunnah Indonesia menyatakan sikap bersama tentang keberadaan Syi’ah Imamiyyah Itsna ’Asyariyyah di Indonesia sebagai berikut:

MENIMBANG

1. Ajaran Ahlussunnah adalah Ajaran dan jalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan Sahabatnya hingga hari kiamat. (Qs An-Nisa’ 115 dan Al-Hasyr 7)

2. Siapapun yang tidak sesuai dan bahkan menyelisihi Ahlussunnah wal Jama’ah, berarti menyelisihi kebenaran, maka dia tersesat. (Qs. Yunus: 32 dan Al-An’am 55)

3. Ahlussunnah meyakini bahwa Al-Qur’anul Karim adalah Kitab yang diturunkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetap terjaga dari penambahan dan pengurangan hingga hari kiamat (Qs Al-Hijr 9). Sedangkan Syi’ah meyakini bahwa Al- Qur’an yang ada terdapat pengurangan dan tidak otentik.

Ulama besar Syi’ah Husein bin Muhammad Taqi An Nuri At Tabarsi dalam kitabnya “Fashlul Khithob fi Itsbat Tahrif Kitab Rabbil arbab” berkata: “Ahlun Naqli Wal Atsar dari kalangan khusus (Syi’ah) dan umum (Ahlussunnah) sepakat bahwa Al-Qur’an yang di tangan umat Islam saat ini bukanlah Al-Qur’an seutuhnya”.

Dan Al-Qur’an versi Syi’ah disebut dengan mushhaf Fathimah berjumlah 17.000 ayat dan akan dibawa oleh Imam Mahdi (Al-Kafi juz, 2 hal. 597, cet Beirut dan Faslul Khithab hal 235).

4. Syi’ah menyelisihi Ahlussunnah dalam rukun iman. Ahlussunnah meyakini Rukun Iman ada Enam yaitu Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat, Iman Kitabkitab Allah, Iman kepada para Rasul Allah, Iman kepada Hari Kebangkitan, dan Iman kepada Qadar-Nya, baik ataupun buruk. Sedangkan Syi’ah meyakini bawa Rukun Iman ada 5 yaitu At Tauhid, An-Nubuwwah, Al-Imamah, Al-Adl, Al-Ma’ad.

5. Syi’ah menyelisihi Ahlussunnah dalam rukun Islam. Ahlussunnah meyakini Rukun Islam ada 5 yaitu dua kalimat Syahadat, Shalat, Zakat, Puasa, dan Haji. Sedangkan Syi’ah meyakini bawa Rukun Islam ada 5 yaitu Shalat, Puasa, Zakat, Haji, dan wilayah, bahkan Al-wilayah lebih utama di banding rukun Islam lainnya dalam kitab Ushul Kafi.

6. Ahlussunnah telah sepakat bahwa Manusia yang terbaik dari umat ini setelah Rasulullah adalah Sayyidina Abu Bakar Ash Shiddiq dan Sayyidina Umar radhiyallahu ‘anhuma. Sedangkan menurut Syi’ah mereka berdua adalah kafir dan dilaknat oleh Allah, para malaikat dan manusia. (Al-Kafi juz 8 hal. 246, Haqqul Yaqin hal. 367 dan 519)

7. Ahlussunnah sepakat bahwa Mut’ah hukumnya Haram. Sedang Syi’ah menghalalkan Mut’ah.

8. Ahlussunnah meyakini bahwa ‘Ishmah (kema’shuman) hanya dimiliki oleh para Nabi dan Rasul. Sedangkan Syi’ah meyakini bahwa ‘Ishmah juga dimiliki oleh para Imam yang dua belas mereka.

9. Syi’ah Imamiyyah Itsna ‘Asyariyah telah berdusta atas nama ahlul bait dalam hal menetapkan pokok-pokok ajaran.

10. Ahlussunnah di mata orang Syi’ah adalah kafir (Murtad), anak zina, halal darah dan hartanya.

11. Majelis Ulama Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional bulan Jumadil Akhir 1404 H./Maret 1984 M merekomendasikan tentang faham Syi’ah sebagai berikut: Faham Syi’ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jama’ah) yang dianut oleh Umat Islam Indonesia. Mengingat perbedaan-perbedaan pokok antara Syi’ah dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah seperti tersebut di atas, terutama mengenai perbedaan tentang “Imamah” (pemerintahan)”, Majelis Ulama Indonesia mengimbau kepada umat Islam Indonesia yang berfaham Ahlus Sunnah wal Jama’ah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya faham yang didasarkan atas ajaran Syi’ah.

12. Surat Edaran Departemen Agama Nomor D/BA.01/4865/1983, tanggal 5 Desember 1983 perihal “Hal Ikhwal Mengenai Golongan Syi’ah.”

13. Pada poin ke-5 tentang Syi’ah Imamiyah (yang di Iran dan juga merembes ke Indonesia, red) disebutkan sejumlah perbedaannya dengan Islam. Lalu dalam Surat Edaran Departemen Agama itu dinyatakan sbb: “Semua itu tidak sesuai dan bahkan bertentangan dengan ajaran Islam yang sesungguhnya. Dalam ajaran Syi’ah Imamiyah pikiran tak dapat berkembang, ijtihad tidak boleh. Semuanya harus menunggu dan tergantung pada imam. Antara manusia biasa dan Imam ada gap atau jarak yang menganga lebar, yang merupakan tempat subur untuk segala macam khurafat dan takhayul yang menyimpang dari ajaran Islam.” (Surat Edaran Departemen Agama No: D/BA.01/4865/1983, Tanggal: 5 Desember 1983, Tentang: Hal Ikhwal Mengenai Golongan Syi’ah, butir ke 5).

MENYATAKAN

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas dan pandangan dari para narasumber, yang mewakili ormas-ormas Islam, mengambil kesimpulan dan menyatakan bahwa:

1. Ahlussunnah tidak dapat dipersatukan dengan Syi’ah, karena berbeda dalam Ushuluddin (Aqidah/Tauhid).

2. Syi’ah berbahaya bagi agama, bangsa dan negara.

3. Mendesak MUI untuk mengeluarkan fatwa lagi tentang sesatnya Syi’ah secara tegas.

4. Mendesak Pemerintah agar melarang Syi’ah dan aktivitasnya di seluruh wilayah Indonesia, agar tidak timbul konflik seperti di Irak, Yaman, Pakistan dan Negara lain.

5. Kami Ahlussunnah (Muslimin Indonesia) sangat menolak keras MUHSIN (Forum Ukhuwah Sunni-Syi’ah Indonesia) yang digagas beberapa waktu yang lalu oleh aktivis-aktivis Syi’ah dan oknum yang mengatasnamakan Muslimin Indonesia di Jakarta.

Jakarta, Jum’at 8 Rajab 1432 H/10 Juni 2011

AHLUSSUNNAH INDONESIA

Yang Membuat Pernyataan,

PP Muhammadiyah
(Agus Tri Sundani)

Nahdlatul ‘Ulama
(M. Idrus Ramli)

Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII)
(Amlir Syaifa Yasin)

Badan Kerjasama Pondok Pesantren se-Indonesia (BKSPPI)
(KH. A. Cholil Ridwan, Lc.)

Persis (Persatuan Islam)
(Tiar Anwar Bakhtiar)

Perhimpunan Al-Irsyad
(Aminullah)

Al-Bayyinat
(Achmad Zein Alkaf)

Lembaga Tarbiyah Islamiyyah
(Arif Munandar R.)

Gema Salam
(Abdurrahman Humaidan)

Pemuda Al-Irsyad Al-Islamiyah
(Fahmi.B.)

Hidayatullah
(P Gadiman Djojonegoro)

Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islami (HASMI
(Aby Fadel)

KOEPAS
(M Rizal.S)

PP. Jum’iyyah An-Najat
(Muhammad Faisal, S Pd. M.MPd)

PP. Jam’iyah Ukhuwah Islamiyah
(Abdul Malik Akbar)

Wahdah Islamiyyah
Robithoh ‘Alawiyyah
Forum Kajian Aliran Agama (FKAA) Bandung

—————————

jjihad ali dgn copasan tutul “mahatma gandi” nya kebanyakan MIMPI ^_^

Kategori:Fitnah Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: