Beranda > Kawin Mut'ah > Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 44

Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 44

syiah rafidhoh imamiyah 12 adalah sekte penyembah syahwat ^_^

helmi smith @ : seharusnya jika anda mau membaca al-qur’an bacalah dengan sempurna. jangan di baca yang gambang-gampang saja lalu anda sesuaikan dengan nafsu sex-mu. nikah mut’ah di larang secara tegas oleh Al-qur’an dan hadist. umar buka…nlah seorang yang melarang nikah mut’ah melainkan beliau adalah meng-i’lan(menyampaikan) atas pengharaman nikah mut’ah yang rasulullah haramkan.

bacalah firman Allah.

والذين هم لفروجهم حافضون الا على ازواجهم او ما ملكت ايمنهم فانهم غير ملومين فمن ابتغي وراء ذالك فاولائك هم العادون : سورة المعارج اية 29_31

“orang-orang yang memelihara kemaluannya kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas” (al-maa’arij 29-31).

ayat ini menjelaskan tentang pengharaman mu’tah dari al-qur’an dan di bolehkan menikahi isteri, atau milkul yamin (budak-budak yang mereka miliki) bila orang tidak memelihara kemaluan-nya di luar dari isteri-isteri yang ia nikahi atau di luar dari budak-budak yang ia miliki. maka mereka adalah orang-orang yang melampaui batas.
sebab al-qur’an dengan tegas-nya menyampaikan bahwa orang-orang yang memelihara kemaluan-nya, kecuali terhadap isteri-ister atau budak-budak yang di miliki maka mereka tidak tercela, akan tetapi bilamana orang-orang tidak memelihara kemaluan-nya di luar dari isteri-isteri yang ia nikahi atau di luar dari budak-budak yang ia miliki. maka mereka adalah orang-orang yang melampaui batas. orang melampaui batas ini orang yang di benci Allah tempat nya di dasar jurang api neraka jahanam. orang yang menghalalkan nikah mut’ah setelah datang nash pelarangan dari al-qur’an dan dari Rasulullah adalah orang-orang dungu yang melampaui batas,, bagi mereka wanita hanya pelampias nafsu sex saja, habis di farji’ mereka lemparkan bak pelacur.
mut’ah adalah wanita sewa’an ,mut’ah bukan isteri dari hasil pernikahan, melainkan hanya sebagai mut’ah (artinya sebagai bersenang-senang di bawah farji’. , sebab isteri yang di nikahi akan mendapat warisan dan ada thalaq, sedang mut’ah hanya wanita untuk dijadikan bersenang-senang di bawah farji’ habis manis sepah di buang. tidak ada hukum waris dan tidak ada thalaq. oleh karena itu mut’ah adalah perzinahan/pelacuran berselubung agama. wal iyadzu billah.

Allah berfirman :
وليستعفف الذين لا يجدون نكاحا حتى يغنيهم الله من فضله : سورة النــور :32

” Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri) nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya” (Annur : 32)

ayat ini memerinthkan kita untuk selalu menjaga kemaluan, tidak asal pasang dan di cabut kemaluan untuk bersenang-senang,
bila tidak punya kemampuan untuk melaksanakan pernikahan secara syar’i. di sebabkan tidak mempunyai biaya maka perihalah kemaluan-nya sampai Allah memberikan kelapangan rezeki agar supaya melaksanakan pernikahan secara syar’i. jika nikah mut’ah perkara di halalkan sudah tentu Allah tidak memerintah dengan firman ” menjaga kemaluan-nya” akan tetapi akan memberikan solusi untuk menyalurkan syahwat melaui wanita sewa’an (mut”ah) asal d pasang dan di cabut udah selesai..!!

Allah berfirman :
ومن لم يستطع منكم طولا أن ينكح المحصنات المؤمنات فمن ما ملكت أيمانكم من فتياتكم المؤمنات والله أعلم بإيمانكم بعضكم من بعض فانكحوهن بإذن أهلهن وآتوهن أجورهن بالمعروف محصنات غير مسافحات ولا متخذات أخدان فإذا أحصن فإن أتين بفاحشة فعليهن نصف ما على المحصنات من العذاب ذلك لمن خشي العنت منكم وأن تصبروا خير لكم والله غفور رحيم

Dan barang siapa di antara kamu yang tidak mempunyai kemampuan yang cukup untuk berkahwin dengan perempuan-perempuan baik-baik (yang merdeka, yang terpelihara kehormatannya) lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang mereka pun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kesulitan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antaramu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Allah emerintah kepada umat muhammad bagi yang tidak mampu menikahi wanita merdeka dan terjaga kehormatan-nya. maka ia boleh menikahi wanita udak-budak yang beriman. bukan malah di suruh untuk bongkar pasang kemaluan wanita yang sudah di tembus puluhan alat kemaluan lelaki bersandarkan mut’ah. jelas ini bukan wanita yang menjaga kehormatan-nya. melainkan wanita murahan, pelacur kelas kambing yang mengobral kemaluan farji’nya di hadapan puluhan lelaki berpelor syahwat. habis itu wanita itu erpindah kepelukan lelaki lain, lagi-lagi dengan alasan mut’ah .

satu kata buat penyalur sex melalui mut’ah. KALIAN BUKAN ORANG TERHORMAT. KEMALUAN KALIAN NAJIS.

Kategori:Kawin Mut'ah
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: