Beranda > Rukun Iman dan Rukun Islam > Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 61

Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 61

ini berawal dari ………Syiah tidak mencantumkan Syahadatain dalam rukun Islam, yaitu: 1.Shalat, 2.Zakat, 3.Puasa, 4.Haji, 5.Wilayah (perwalian) (lihat Al-Khafie juz II hal 18)

=============

1. kata alwi “syiah simpatisan yg baru kemaren sore ” gabung : “pernah liat org syiah solat ga?klu solatnya uda dilakukan,masak syahadatnya blm..?”

#jawab :

Rasanya alwi ini belum mendalami syiah apalagi islam, dan cukup terlihat lugu dan kebingungan dalam berakidah. alwi ternyata gak tau kalau nabi justru di utus allah dan di perintahkan Allah utk mengajak manusia bersaksi bersyahadat terlebih dahulu…..

Rasulullah bersabda :

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi; tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka lakukan yang demikian maka mereka telah memelihara darah dan harta mereka dariku kecuali dengan haq Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

kalau mau berpikir kritis dgn gaya berpikir orang islam, bukan gaya berpikir zoroaster ( syiah ), dari hadits diatas saja sudah dapat di tangkap, bahwa Rasulullah memisahkan antara syahadat, dan solat,…

knp di pisah ya?? ^_~

jadi sebenarnya alwi ini harus nya cerdas dikit dan banyak merenungi hadits diatas . sebelum org mengerjakan shalat maka dia harus masuk Islam dulu, karena jika tidak maka walaupun dia shalat maka shalatnya tidak sah. ^_^. jadi syahadat, bukan dari pamer riya alwi, ttp memang syarat

===========

2. kata alwi lagi: klu yg namanya solat berarti uda syhadt.ana mau tny,kpn nt pernah syahadt islam?

#jawab :
saya rasa alwi perlu banyak belajar lagi !!

Adapun anak yang asalnya memang sudah muslim -karena sudah keturunan (orang tuanya muslim) misalnya-, maka ketika dia baligh tidak perlu bagi dia untuk mengucapkan syahadatain. Hal itu karena fitrahnya adalah Islam dan fitrahnya itu tidak mengalami perubahan karena kedua orang tuanya muslim. Imam Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata, “Setiap anak yang wafat wajib dishalatkan sekalipun anak hasil zina karena dia dilahirkan dalam keadaan fithrah Islam, jika kedua orangnya mengaku beragama Islam atau hanya bapaknya yang mengaku beragama Islam meskipun ibunya tidak beragama Islam selama anak itu ketika dilahirkan mengeluarkan suara (menangis) dan tidak dishalatkan bila ketika dilahirkan anak itu tidak sempat mengeluarkan suara (menangis) karena dianggap keguguran sebelum sempurna, berdasarkan perkataan Abu Hurairah radliallahu ‘anhu yang menceritakan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

“Tidak ada seorang anakpun yang terlahir kecuali dia dilahirkan dalam keadaan fithrah. Maka kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi.” (HR. Al-Bukhari no. 1270)

so, bayi itu fitrah wi, bukanya gaya nasrani yg beranggapan bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan berdosa, sampai2 perlu di baptis segala ^_^

lama2 nt kaya bayi juga nih, terlalu lugu, makanya kecemplung di kolam syiah ^_^

=============

Alwi, sekarang ana tanya, Apa hukum seseorang tidak mengucap La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah dalam agama syiah?

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: