Beranda > Wilayatul Faqih > Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 66

Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 66

Mau ngetes kira2 ada orang syiah yg berani komen gak ya disini?? ^_^ di karenakan kebiasaan syiah yg suka lempar subhat dan pemotongan hadits2 dalam kitab sunni….sekarang saatnya syiah kita kasih latihan….latihan kali ini adalah membahas konsep keagamaan syiah itu sendiri..^_^ tentunya kalau bisa kritik agama islam beserta kekhalifahan islam …mereka2 ini tentunya lebih tahu ttg agama mereka sendiri beserta konsep2 terapannya….itu logika seharusnya, namun kenyataannya malah terbalik…..

Mari kita liat apa itu wilayatul faqih menurut mulut2 orang syiah yg mereka gak tau apa2 sebenarnya??

=================

Dan berikut kutipan menurut muhsin labib ( ustad syiah ), yg ternyata isinya cendrung merupakan opini dia sendiri ^_^ tanpa dalil yg jelas ^_^

1. Dengan wewenang mutlaknya, seorang faqih dapat melarang masyarakat yang berada dalam domain kekuasaannya untuk menunaikan haji untuk sementara waktu demi pertimbangan maslahat (hukum tsanawi) yang disimpulkannya. Asas hilangnya predikat hukum sebagai akibat dari lenyapnya subjek hukum juga menjadi alasan pengambilan opsi demikian.

saya katakan ::
::waaww…jadi wali faqih ini bisa melarang seseorang utk tidak melaksanakan ibadah haji..ini menurut muhsin labib ( ustad syi’i )^_^

2, Lalu samakah arti Wali faqih dengan Rahbar, dan Wilayah faqih dan Rahbari (zaa’amah)? Menurut saya, Wali Faqih adalah seseorang yang menjadi representasi dari lembaga otoritas keagamaan (wilayah faqih) yang bersifat universal tanpa batas geografis. Sedangkan ‘rahbar’, yang berasal dari kata Parsi ‘rah dan bar (jalan dan memandu = pemandu jalan) adalah sebuah predikat yang disandang oleh seseorang yang memegang wewenang tertinggi dalam konstitusi dan undang-undang negara Republik Islam Iran, yang mestinya hanya mengikat warganegara Iran, Muslim maupun non Muslim.

saya katakan ::
::ternyata rahbar itu sangat berbeda dengan konsep wali faqih itu menurut muhsin labib, sedangkan orang2 syiah lain yg beranggapan seperti jayadi diatas bahwa semua rahbar adalah wakil imam ghaib, itu bohong, karena ternyata rahbar2 juga ada yg menolak konsep ala khomeini ini??dan kenapa lagi ini konsep bohong??kalau benar rahbar dan wali faqih adalam wakil imam ghaib, namun kenyataan lapangannya imam ghaib mereka ini memberikan pemahaman berbeda kesetiap rahbar2 dan wali faqih…sehingga rahbar dan wali faqih pun tak kompak….sebagian rahbar anti WF!!

saya katakan lagi ::
::lalu bila setiap rahbar itu wakil imam ghaib, dan wali faqih juga di nobatkan sebagai wakil imam ghaib, lalu kenapa para wakil main senggol2an ya?? intinya ini menunjukkan bahwa mereka rahbar dan wali faqih bukan orang maksum ^_^ jadi tidak menutup kemungkinan kalau konsep ini pun sebenarnya BATIL! karena di ciptakan orang2 yg tidak maksum ^_^, dan tidak terbukti kalau imam ghaib mereka ini nyata!!! lalu kenapa konsep batil malah tega2 nya menghukum mati bagi para penolaknya?

3. Dengan kata lain, Seseorang non Iran yang meyakini konsep Wilayah faqih tidak terikat dengan rahbari tidak berada dalam strukturnya. Namun ia, yang tidak berada dalam struktur rahbari, bisa mengikat diri secara kultural dan spiritual dengan Wali faqih. Artinya, instruksi wali faqih bisa berbeda dengan instruksi rahbar.

saya katakan ::
::tuh muhsin labib sendiri akhirnya ngaku, kalau instruksi rahbar boleh bertentangan dengan wali faqih, jadi wajar kalau ada orang2 syiah anti wilayatul faqih, harus di akui ya para syiah indonesia, walaupun pahit, cukup di telan di kerongkongan ^_^ namun yang masih menjadi pertanyaan besar, kenapa ali khameni bersama pengikut beranggapan utk menghukum mati bagi penolak wilayatul fagih, ckckkkckckc ^_^, nanti syiah yg komen disini jawab ya? ^_^

4. Bagaimana membedakannya? Cara membedakannya adalah mengidentifikasi subjek dan objek serta konteks instruksinya. Dengan demikian, orang Indonesia yang bermazhab Syiah dan meyakini konsep wilayah faqih hanya terikat secara keagamaan dan kultural dengan figur Sayyid Ali Khamenei, misalnya, yang juga menjadi pemimpin tertinggi di sebuah negara di Timur Tengah, yaitu Iran. Ia juga terikat secara keagamaan denga seorang faqih yang diyakininya sebagai muqallad atau marja’. Selebihnya, setiap manusia syi’i di Indonesia terikat dengan undang-undang dan sistem negara Indonesia. Lagi-lagi, ini menurut saya yang sangat awam tentang WF dan Marja’iyah.

saya katakan ::
::sebentar dulu pak muhsin labib, tapi kenapa dalam video diatas orang2 IRAN berteriak utk menghukum mati para penolak WF ini????sedangkan anda dan abdurrahman shahab dan sebagian syiah2 lain itu beranggapan bahwa wilayatul faqih ini konsep yg konon katanya seperti karet, bisa masuk sana sini ^_^ terserah mau di terima atau tidak ^_^

*di jawab ya para syi’i INDO, jangan cuma bisanya bahas kitab sunni pakai penafsiran semau perut, ketika bahas konsep sendiri menyentuh masalah wali faqih kalian tunggang langgang dan carut marut ^_^
* selanjutnya silahkan sebut siapa wali2 faqih sebelum khomeini ? atau memang sebenarnya gak ada tp kalian malu akui itu ? ^_^

(Dikutip dari buku SEJARAH DAN HIRARKI FIKIH karya Muhsin Labib, akan diterbitkan AL-HUDA)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: