Beranda > Ahlul Bait, Sahabat > Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 75

Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 75

Kali ini si syiah jahil nya bernama “abu jawad alhusaini” yg cukup lugu dalam membawakan hasrat “perutnya” dalam menentang titah QUr’an di mana peristiwa hijrahnya nabi dan singgahnya di Gua tsur telah di abadikan dalam kitab suci Umat islam

sebagaimana kita tau QUr’an adalah pedoman umat islam sebagai juru penyelamat manusia di DUnia dan akhirat. kecuali bagi para pendustanya, mereka akan terjerumus dalam kubangan lumpur kebodohan.

sebenernya si “abu jawad” ini mencoba membawakan tafsir sebatas pemahaman otaknya dia yg memang dalam area “abu- abu” , shingga yang ada di otak si “abu” ini hanyalah upaya siasat utk membelokkan makna ayat qur’an ttg peristiwa gua tsur dengan menaruh asumsi2 keraguan dalam hati2 org beriman, ini memang watak imamiyat dan yahudi ^_^.

=======================

selanjutnya awal dari permasalahan adalah perkataan abu jawad dalam snapshot photo diatas. begini kata “abu jawad” diatas :

“Imam Ali AS sangat yakin dengan Kerasulan Nabi Muhammad SAWW, sehingga beliau tdk gentar sama sekali pd waktu beliau tidur menggantikan Rasulullah SAWW di tempat tidurnya. Sedangkan abubakar sangat ketakutan pd waktu beliau mendengar bahwa kaum kafir quraisy mengejar Rasulullah SAWW dan beberapa kali Rasulullah SAWW menenangkan abubakar bahwa Allah akan melindungi mereka, kesimpulannya berarti abubakar tdk yakin dgn kerasulan Muhammad SAWW!”

1) mari kita potong pernyataan ” abu jawad ” yg berbunyi : “beberapa kali Rasulullah SAWW menenangkan abubakar ”

pertanyaan berapa kali Rasulullah menenangkan kecemasan abubakar??
jawab : satu kali!

lalu kenapa ya jawad membawakan pernyataan bahwa Rasulullah menenangkan abubakar “berkali – kali ” ? ini mungkin memang siasat dari taqiyah ( dusta) yg di rangkap dgn “kejahilan” berupaya menunjukkan keahlian berkalimat namun naas berakhir dengan” tata bahasa gadungan”, memunculkan “repetisi” demi memberika efek ” hyperbola” yg sebenarnya tidak ada itu adalah tekhnik berbohong yg buruk wad.
memang syiah agama dusta yg berlebihan, harap di maklumi ^_^. buat jawad, lain kali nipu yg elite wad, jangan gadungan ^_^

Jadi kalau ada asumsi jawad yg berbunyi ” abubakar sangat ketakutan” itu hanya omdo ^_^ tak singkron dengan bukti lapangan bahwa turunnya wahyu cuma sekali. wad2 malu2in kamu . Nipu kok pakai asumsi ?

pertanyaan ke – 2 :

2) kenapa Rasulullah tidak memilih sayyidina ali sebagai temannya hijrah berdua di gua tsur?

kalau jawaban umat islam : karena memang allah dan Rasulnya telah menetapkan kedudukan sahabatnya masing2 pada tempatnya, sehingga kami umat islam tidak “njelimet” ala syiah rafidhoh imamiyah mempermasalahkan siapa2 yg lebih mulia ^_^. Karena semuanya memiliki kemuliaannya masing2 . begitu juga dengan sayyidina ali yg di perintahkan utk tinggal di tempat tidur nabi

===>>
namun kami jadi teringat dengan hadits nabi berikut :
Rasûlullâh saw bersabda:

“Seseorang akan bersama teman duduknya.”

“Seseorang itu akan mengikuti agama sahabatnya, oleh karena itu setiap orang dari kalian hendaknya memperhatikan siapa yang ia jadikan sebagai teman.” (HR Tirmidzî, Abû Dâwûd dan Ahmad)

“Permisalan teman duduk yang baik adalah seperti penjual parfum misk (parfum yang paling mahal dan harum). Bisa jadi dia memberimu, atau engkau membeli parfumnya, atau engkau mencium keharuman parfumnya. Sedangkan permisalan teman duduk yang buruk adalah seperti pandai besi. Bisa jadi dia membakar pakaianmu, atau engkau akan mencium aroma busuk darinya.”

Sedangkan Rasûlullâh saw bersabda:

“Teman duduk yang baik lebih utama daripada menyendiri, dan menyendiri lebih baik daripada bergaul dengan teman yang buruk.”

(Ucapan Rasul saw yang singkat ini sarat dengan makna) Rasûlullâh saw telah dikaruniai Allâh kalimat-kalimat ringkas yang penuh makna yang tidak diperoleh orang-orang terdahulu dan yang akan datang kemudian.

asiknya abubakar terpilih menjadi teman duduknya beliau di gua tsur, dan rasulullah tidak memilih pergi sendirian, padahal Rasul tau menyendiri lebih baik dari pada bergaul dengan teman buruk. Lalu kenapa tidak sayyiddina ali yg di ajak pergi? itu soal buat si “abu kawat” ^_^

=======================

namun yang paling lucu dari potongan perkataan “abu jawad” yaitu pernyataan kesimpulan otak sempitnya yg berbunyi bahwa : “kesimpulannya berarti abubakar tdk yakin dgn kerasulan Muhammad SAWW”

hebat bukan! syiah buat kesimpulan sesuai hawa nafsu tanpa nash, mana dasarnya bahwa abubakar meragukan kerasullah Muhammad SAW??, mungkin ” abu gawat” ini bisa berikan dalilnya kalau memang ada ^_^. silahkan abu gawat bawakan dalilnya ttg keraguan abubakar akan kerasulan nabi muhammad kalau memang ada !!! atau kalau memang tidak ada, berarti itu hanya omong kosong dan asumsi berdasarkan bisikan setan kecil dari IRAn mungkin wad ^_^

jadi di jawab ya jawad : kalau memang menurut “abu kawat” Sayyidina ali lebih yakin dari pada Abubakar akan kerasulan nabi Muhammad. Kenapa Gak Sayyidina ali ya yg di ajak pergi? apa jangan2 cuma “Abu jawad” yg tau kalau abubakar ini orang yg ragu akan kerasulullah nabi, sedangkan nabi sendiri gak tau ^_^. ?? atau jangan2 ” abu jawad” sudah lebih maksum dari nabi? lagi pula,kalu di itung2 terlalu berbahaya bagi sayyidina ali utk tinggal di rumah dimana massa ingin membunuh si empunya rumah, kemungkinan meninggalnya Sayyidina ali lebih besar di bandingkan dengan sayyidina abubakar yg bersama Rasul. Lalu kenapa sayyidina abubakar yg di ajak ya? apa jangan2 ini sebenarnya sebuah ikatan cinta ? di mana rafidhoh kepanasan bila melihat nabi dan kekasihnya hanya berdua saja bahu membahu dalam meloloskan diri dari kejaran musuh? ^_^

lalu sebenarnya bagaimana sih tafsir ayat suci Qur’an ttg peristiwa gua tsur ini di mana nama Abubakar ashidiq di abadikan di dalamnya??

إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَى وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (40)

(Jika kalian tidak menolongnya) yakni Nabi Muhammad saw. (maka sesungguhnya Allah telah menolongnya, yaitu ketika) sewaktu (orang-orang kafir mengeluarkannya) dari Mekah, artinya mereka memaksanya supaya keluar dari Mekah sebagai tindak lanjut dari rencana yang telah mereka musyawarahkan di Darun Nadwah, yaitu membunuh, menahan atau mengusirnya

(sedangkan dia salah seorang dari dua orang) lafal ayat ini menjadi hal/keterangan keadaan; maksudnya sewaktu dia menjadi salah seorang dari dua orang sedangkan yang lainnya ialah Abu Bakar. Pengertian yang tersirat dari ayat ini ialah semoga Allah menolongnya dalam keadaan seperti itu, maka semoga pula Dia tidak membiarkannya dalam keadaan yang lainnya.

(Ketika) menjadi badal/kata ganti daripada lafal idz yang sebelumnya (keduanya berada dalam gua) di bukit Tsur (di waktu) menjadi badal daripada idz yang kedua (dia berkata kepada temannya,) kepada Abu Bakar yang pada saat melihat kaki kaum musyrikin ia berkata kepada Nabi saw., “Seandainya salah seorang daripada mereka melihat ke arah bawah telapak kakinya niscaya dia akan dapat melihat kita berdua.” (“Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.”) melalui pertolongan-Nya. (Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya) rasa aman (kepadanya)

menurut suatu pendapat dikatakan bahwa dhamir di sini kembali kepada Nabi Muhammad saw. sedangkan menurut pendapat yang lain kembali kepada Abu Bakar (dan membantunya) yakni Nabi Muhammad saw. (dengan tentara yang kalian tidak melihatnya) yaitu para malaikat, di dalam gua tersebut dan di medan-medan pertempuran yang dialaminya (dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir) yaitu seruan kemusyrikan (itulah yang rendah) yakni kalah. (Dan kalimat Allah) kalimat syahadat (itulah yang tinggi) yang tampak dan menang. (Allah Maha Perkasa) dalam kerajaan-Nya (lagi Maha Bijaksana) di dalam penciptaan-Nya. ( Surah At Taubah 40)

Yang pasti Ayat di atas mengukuhkan Abubakar sebagai bukan seorang yg kafir. asiknya ^_~. Karena yg kafir dalam ayat di atas adalah si ” pengejar” bukan yg di kejar!

pengejar adalah kaum kafir sedangkan yg di kejar adalah orang2 pilihan allah SWT ^_^. jawad wad, gak perlu gebuk2 dada abis ini ya ^_^, belajar dewasa wad! lalu jawab soalnya, jangan menambah panjang daftar kelam manusia2 rafidhoh yg terjepit bisanya hanya berputar2 tanpa menjawab soal2 diatas,

note : belajar jawab dengan tata cara yg rapi wad, pakai nash! ^_~

Sekian kisah palsu “penjahat” dan Rasul di Gua tsur versi ” abu kawat alhusaini ” si syi’i imamiyah rafidhoh 12 sang pendusta

Kategori:Ahlul Bait, Sahabat
  1. Oktober 6, 2014 pukul 3:54 am

    We are a gggle of volunteers and opening a bramd new scheme in our community.
    Your web site provided us with helpful info to work on. You’ve done an impressive process and ourr entire
    group shall be grateful to you.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: