Beranda > Fitnah > Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 85

Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 85

mengobok2 hadits ahlussunah tanpa ilmu merupakan kegemaran dari salah seorang antek syiah rafidoh imamiyah yg ber akun “pencinta ali” dalam notes2 nya, Namun sekarang saya mau ngetes keilmuwan si “pencinta ali” ini utk membahas kitab2 syiah itu sendiri….

masalah kali ini kelihatannya agak berat utk “pencinta ali” pada khususnya dan syiah2 lain pada umumnya karena soal kali ini menyentuh bagian dari ajaran agama syiah yang paling prinsipil yaitu imamah dan sah tidaknya pengangkatan imam2 mereka dalam menduduki pangkat imam….

mari kita mulai dengan komen screen shot diatas si “pencinta ali”

begini katanya “pencinta ali” :

“Jika memang benar pahaman kalian bahwa Khalifah itu Pelindung Agama dan mendorong orang untuk mendekat pada Allah.
Kenapa kalian angkat juga Pemimpin yang Mafdhul (tidak memenuhi syarat) sebagai Khalifah ?”

ngomong2 soal memenuhi syarat atau tidak seakan2 akun ” pencinta ali ” ini seorang pakar sejarah prihal imamah, kekhalifahan dan kemaksuman…..sehingga kritik kekhalifahan sahabat2 rasulullah pun seenaknya di lontarkan seorang “tikus kecil IRAN” yg baru lahir dan mengenal mut’ah kemaren sore….

tapi rasanya kita selaku umat islam perlu tau sejauh mana kecetekan ilmunya si “pencinta ali” ttg keimamahan mengenai imam2 syiah yg saban tahun di catut namanya oleh syiah. asyiknya kali ini rujukannya melalui kitab syiah sendiri…ibarat mengajar manusia rafidhoh ukt mandiri, maka akan kita lihat sejauh mana kapasitas “otak si pencinta ali” dalam menghukumi keabsahan keimamahan dalam agama syiah melalui sudut pandang kitab2 literatur syiah. Intinya nanti pembaca dapat mengukur sejauh mana keotentikan dan keabsahan jabatan imam2 ahlul bait yg syiah catut namanya lewat rujukan literatur kitab2 syiah….asik kan ^_^.

ini baru asik, melihat ludruk antek2 syiah terjun bebas tenggelam dalam literatur2 mereka sendiri ^_~. logikanya tentunya bila seorang syiah sudah mampu mengkritik hadits2 dan kitab2 ahlussunah, pasti mereka sendiri sudah menggeluti bidang per-kitaban agamanya mereka sendiri. bukan begitu bukan? ^_^

dengan ini maka kita lihat studi kasus utk si “pencinta ali” berikut ….

—————————————————————————————-

Bismillahirrohmanirrohim,

*) studi kasus,

Para imam diangkat melalui wasiat dari imam sebelumnya, ini adalah sebuah ketentuan yang mesti terjadi. Ketika kita mengatakan bahwa ada 12 imam syiah, maka kita akan menemukan wasiat-wasiat itu dengan jelas, yang dimaksud wasiat di sini bukanlah wasiat pembagian harta, tetapi wasiat dan penunjukan dari imam sebelumnya pada imam berikutnya. Setiap imam pasti mewasiatkan pada imam berikutnya, untuk meneruskan estafet imamah, mengemban “tugas ilahi”, menyampaikan risalah Allah pada umat manusia.

Bagaimana jika seorang imam tidak mewasiatkan pada imam berikutnya?
Dengan kata lain, bagaimana jika kita tidak menemukan wasiat dari imam pada imam berikutnya?

Ada dua kemungkinan, yang pertama, dia menjadi imam padahal dia tidak berhak menjabatnya. Dia tidak berhak menjadi imam karena tidak ada penunjukan dan wasiat dari imam sebelumnya. Lalu apa yang terjadi ketika seseorang menjadi imam tanpa penunjukan? Imam tanpa penunjukan, bagaikan orang mengaku menjadi Nabi dan diutus oleh Allah padahal dia bukan. Imam yang tidak ditunjuk bagaikan orang yang mengaku dirinya Nabi padahal Allah tidak mengutusnya. Kita temukan riwayat yang mengancam orang yang mengaku dirinya menjadi imam, padahal dia bukanlah orang yang ditunjuk.

selanjutnya…..
Dalam Al Kafi jilid 2 hal 372, terdapat sebuah bab yang berjudul

Bab orang yang mengaku menjadi imam padahal dia bukan orang yang layak menjabatnya, siapa yang mengingkari para imam atau sebagian imam, siapa yang mengakui imamah orang yang tidak berhak.
salah satu hadits dalam bab itu berbunyi:

Dari Abu Abdillah Alaihissalam mengatakan: siapa yang mengaku menjadi imam, padahal dia bukan orang yang berhak maka dia kafir.

Kemungkinan kedua, orang yang dianggap menjadi imam tidak pernah merasa dirinya menjadi imam, namun orang-orang menganggap dirinya imam. Artinya yang dianggap sebagai imam selama ini ternyata bukanlah imam. mereka yang menganggapnya imam “salah sambung” dan menganggapnya sebagai imam.

Dalam literatur syiah tidak kita temukan wasiat dari Husein bin Ali pada Ali bin Husein. Ada dua kemungkinan, yang pertama, Ali bin Husein mengklaim dirinya sebagai imam padahal bukan, dan hadits di atas memuat ancaman bagi yang melakukan hal itu, sementara kemungkinan kedua, Ali bin Husein dianggap sebagai imam padahal bukan. Artinya selama ini syiah menganggap orang yang bukan imam sebagai imam.

Ketika ditanya tentang wasiat imam Husein, teman syiah membawakan hadits dari kitab Al Kafi, pada bab Al Isyarah wan Nash ala Ali bin Husein Shalawatullah Alaihima. Namun seluruh empat hadits itu dhaif. Ini dinyatakan oleh Majlisi dalam kitab Mir’atul Uqul jilid 3 hal 320-321. Meski Hadits ketiga dinyatakan Hasan oleh Majlisi, namun ketika kita lihat, ada rawi yang tidak jelas identitasnya, yaitu yang disebutkan sebagai beberapa sahabat kami. Identitas beberapa sahabat kami yang dimaksud oleh Kulaini dalam hadits itu tidak jelas, maka tidak bisa dilacak validitasnya. Pertanyaannya, mengapa Kulaini menyembunyikan identitas beberapa sahabat kami dalam hadits itu, sementara perawi lainnya disebutkan namanya?

Sementara Al Bahbudi, ulama syiah yang meneliti hadits-hadits Al Kafi malah mendhaifkan seluruh hadits -hadits yang ada dalam bab itu.

Apa artinya?
Ini artinya wasiat Husein terhadap Ali bin Husein tidak pernah ada, karena tidak ada bukti valid yang menunjukkan adanya wasiat itu.
Maka imamah Ali bin Husein adalah tidak sah, karena tidak berlandaskan wasiat dari imam sebelumnya. Karena imamah Ali bin Husein tidak sah, maka dia tidak berhak untuk menunjuk orang lain menjadi imam, artinya kita perlu mempertanyakan keabsahan para imam syiah setelah Husein. Ini jika kita mau berpikir kritis dan tidak mau membeo pada para marja’ tanpa pernah mencari dari sumber aslinya.

——————————————————————–

begini kiranya kenyataan pahit dari rujukan kitab agung syiah
monggo para syiah khususnya “pencinta ali” utk memberikan riwayat ttg wasiat imam husien kepada ali bin husien tsb dan buktikan bahwa wasiat tsb memang valid. gampang khan wahai “pencinta ali” ^_~.

Mari kita ajar “mahluk2 syiah ” utk membahas kitab2 mereka sendiri ^_~.

note utk “pencinta ali” : hayo kamu belajar rapi, jangan kebiasaan ya ngobok2 hadits ahlussunah tanpa ilmu. kini saat nya obok2 kitab kalian sendiri..ini episode 3 bro?!

Iklan
Kategori:Fitnah Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: