Beranda > Ahlul Bait > Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 86

Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 86

episode 4 : Masih seorang syiah rafidhoh imamiyah ber-akun “pencinta ali”. karena dia telah berani mengembangkan fitnah fadak kpd sayyidatina fatimah, maka di bawah ini akan saya ajak si empunya akun utk menyelami hukum2 waris pada literatur syiah ^_^.

setelah dalam episode 3 ternyata akun “pencinta ali”ini terseok2 dalam membahas kitab2 literatur syiah, maka kali ini rasanya kita harus terus mendidik pria jahil ini utk mengkaji kitab2 syiah sendiri….studi kasus kali ini adalah mengkaji hukum waris Nabi dengan rujukan kitab2 syiah beserta fatwa2 imam2 syiah itu sendiri. asik kan? ^_~

berikut perkataan semena mena dari ayatullah “pencinta ali” :

DIA MARAH MELIHAT KAUM SYI’AH 12 IMAM MELAKNAT “YANG PATUT DILAKNAT” TAPI DIAM DAN “MEMAHAMI” KENAPA “BANI UMAYAH MELAKNAT IMAM ALI KW DAN AHLUL BAIT” MALAH MENDUKUNG PARA ZALIM ITU MENJADI KHALIFAH MEREKA

MARI KITA KENANG BAGAIMANA KHALIFAH UMAR BIN ABDUL AZIS TELAH MENGEMBALIKAN TANAH FADAK (BUKTI BAHWA ABU BAKAR MEMANG TELAH MERAMPASNYA DAN TELAH MENUDUH BUNDA FATHIMAH SA SEBAGAI PEMBOHONG)

jadi maksud tersirat antek2 yahudi lewat agama syiah ini ingin menyindir sayydiina abubakar ashidiq yg konon kata agama syiah merampas tanah fadak yg konon juga katanya hak waris sayyidatina fatimah…betulkah begitu?

komen ali sakran : pertama, “pencinta ali” tidak mengetahui hukum waris dalam qur’an utk nabi dan bukan nabi, kedua, ternyata “pencinta ali” tidak pernah tau kalau dia punya kitab2 dan fatwa2 ulama yg bertentangan hukum dengan yg dia yakini….

—————————————————————————————————–

berikut ini akan saya paparkan hukum2 waris dari literatur syiah, nantii pembaca tinggal menyimpulkan sejauh mana dan sebodoh apa “pencinta ali” memahami hukum waris agama syiah ^_~

1. almajlisi menukil dari apa yang telah di riwayatkan oleh alkulani ( pengarang alkafi ) dari abi abdillah alaihissalam katanya, Rasulullah saw bersabda :

قال رسول الله صلىالله عليه وآله وسلم (وإنّ العلماء ورثة الأنبياء ، إنّ الأنبياء لم يورّثواديناراً ولا درهماً ولكن ورّثوا العلم فمن أخذ منه أخذ بحظ وافر
sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi dan para nabi tidak tidak mewariskan dinar maupun dirham melainkan mewariskan ilmu, barangsiapa mengambil dari-nya maka ia telah mengambil bagian yang sangat banyak”

2.
قال عنهالمجلسي في مرآة العقول 1/111 الحديث الأول ( أي الذي بين يدينا ) له سندان الأولمجهول والثاني حسن أو موثق لا يقصران عن الصحيح ) فالحديث إذاً موثق في أحد أسانيدهويُحتج به ،
dalam kitab-nya mir’atul uqul 1/111. Almajlisi berkata memaparkan derajat hadist di atas : katanya : hadist yang ada di tangan kami ini mempunyai dua sanad.
1. sanad pertama adalah mahjul (tidak di ketahui)
2.sanad kedua adalah hasan. atau terpercaya, kedua-nya tidak mengurangi derajatnya dari derajat sohih. sebab, apabila hadist dalam salah satu sanad nya di percaya maka itu boleh di jadikan hujjah/dalil.

disini ulama syiah Almajlisi dan alkulaini membenarkan dan menjadikan sebuah hujjah bahwa para Nabi tidak mewarisi harta benda apapun, melainkan beliau mewariskan ilmu.

3. khumaini memberikan kesaksian di dalam kitab-nya al-islamiyah ala jawazi wilayatil faqih di dalam judul “sohihatul qada’ah”
apa komentar khumeini :
هذا الحديث صحيح السند و قد استشهد به العلماء في أكثر من موضع , كما استشهد به الإمام الخميني – عليه الرحمة – في أكثر من موضع منها : الاجتهاد والتقليد ص 32 , كتاب البيع ج 2 ص 482

artinya : hadist ini (hadist bahwa Para Nabi tidak mewariskan harta melainkan mewariskan Ilmu) adalah mempunyai sanad yang sangat sohih, dan para ulama di dalam beberapa tempat memberikan kesaksian atas kesohihan hadist tersebut, sebagaimana imam khumaini memberi kesaksian atas kesohihan hadist tersebut di dalam beberapa kitab-nya di antaranya adalah : al-ijtihad wat-tqlid hal 32, dan kitabul bai’ juz 2 hal 482.

——————————————————————————————————————-

“latihan mikir bt pencinta ali” : Bagaimana Fatimah menuntut sesuatu yang menurut agama syiah di dalam kitab besar-nya tidak di benarkan, seperti nukilan di dalam riwayat atas? al majlisi, alkulani, bahkan khomeini, telah berpendapat sama dengan sayyidina abubakar!^_^

sembari tunggu jawaban, Sementara ini mau tidak mau, menerima atau tidak menerima…. kaum syiah dengan “pencinta ali” sebagai anteknya harus akui bahwa:

– Fatimah versi syiah yg gila harta memang berbeda dengan sayyidatina fatimatuzzahra versi sunni yg lemah lembut dan tawadhu’

kalau versi syiah fatimah adalah anak nabi yg offensive, aggresive, ambisius, dan merengek2 menuntut Abu Bakar untuk melaksanakan sesuatu yang haram, yaitu memberikan warisan tanah pada diri sayyidatina fatimah itu sendiri, padahal memberikan warisan kepada wanita ini tidak boleh dan haram menurut kitab syiah rofidhoh itu sendiri.

pertanyaan ke-2 utk “pencinta ali” yg dungu :

-Apakah sayyidatina Fatimah keliru wahai syiah Rafidhoh ?^_~

kalau gak bisa jawab juga li, sebaiknya anda gak perlu berteriak-teriak menggugat warisan siti fathimah yg terjadi 1000 tahun yg lalu, dimana “pencinta ali” ini masi belum di rencanakan keberadaannya di dunia^_~

komen “pencinta ali” diatas mengungkit2 ttg masalah sepele fadak dengan racikan bumbu2 kebencian ala syiah imamiyah itu pada akhirnya berbenturan hukum dan peraturan dengan apa yg ada di ajarkan pada kitab syiah sendiri bahwa “nabi tidak mewarisi harta” sedangkan siti fathimah tidak berhak atas atas tanah fadak??intinya sesuatu yang seharusnya “pencinta ali” imani dalam agama syiah, malah “pencinta ali” ingkari..!! bahlol ^_^

mengenaskan memang , beginilah bila sebuah agama ngaku2 islam tapi beraqidahnya berdiri di atas sarang laba-laba. pemeluk agama cendrung linglung dan kebingungan…!!
asik kan li, bahas kitab syiah sendiri kadang2 mengandung kontroversi sana sini dengan ajaran syiah yg di lapangan.

-wallahu a’lam ”

^_^
======================================

Dengan demikian tampaklah yang benar dalam masalah ini dan hancurlah kebatilan yang dituduhkan oleh Syi’ah Rafidhah kpd sayyidatina fatimatuzzahra al batul dan sayyidina abubakar ashidiq. Padahal kalau mau jeli, Sayyidina abubakar tidak salah, melainkan hanya menjalankan dan menegakkan hadits nabi, tapi Sayyidina abubakar ashidiq begitu hormat nya dengan ahlul bait sampai2 beliau yg minta maaf !

wasalam
ali sakran

Kategori:Ahlul Bait Tag:,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: