Screen Shoot dari akun Aditya Riko 19

DONGENG PARSI SEBELUM TIDUR :

Singkat cerita, Ali diciduk tanpa bisa berbuat apa-apa. Fathimah berjibaku hendak menyelamatkan Ali sampai mendapat cambukan, rusuknya patah, keguguran, bahkan sampai mengancam membuka aurat bak julia perez. Pertarungan berakhir dengan kemenangan Fathimah, dan Fathimah menggandeng Ali pulang ke rumah.

MET BOBOK SAYANG …

ref :
http://www.facebook.com/groups/119706138093283/345561992174362/

Iklan
Kategori:Bodoh

Screen Shoot dari akun Aditya Riko 18

Ini adalah tafsir karangan ulama syiah al-Sayyid Abdullah Syibr (w 1242 H), pada halaman yang menerangkan tafsir surat al-Nuur ayat 11 :

إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ وَالَّذِي تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.

Dari kitab diatas itu ada yg aneh, yaitu di bagian akhir tafsir ayat 11 al-Nuur tersebut ada titik-titik…Ini kitab tafsir apa soal ujian psikotes ? ^_^

Karena penasaran kita cari-cari informasi terkait masalah ini. Akhirnya ketemu tafsir Syibr tersebut versi online yang dipublish oleh najaf.org. Setelah dilihat pada bagian akhir dari tafsir ayat 11 al-Nuur tersebut, ketemulah jawabannya. Ternyata kalimat inilah yang seharusnya mengisi titik-titik diatas. Voila !!

نزلت في مارية القبطية وما رمتها به عائشة من أنها حملت بإبراهيم من جريح القبطي وقيل في عائشة
Yang artinya bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Mariyah al-Qibthiyah dan apa yang dituduhkan kepadanya oleh A’isyah bahwasanya ia mengandung Ibrahim dari hasil perselingkuhannya dengan Juraih al-Qibthi dan dikatakan berkenaan dengan A’isyah.
http://www.najaf.org/arabic/book/28/a338.htm

note: kalau link najaf diatas itu font-nya tdk terbaca, gunakan browser internet explorer

Lanjut, kemudian apakah pandangan seperti itu merupakan pandangan yang populer di kalangan aliran sesat ini ataukah itu hanya pandangan segelintir saja dari mereka ? Sekarang kita coba lihat tafsir Qummi terkait dengan ayat 11 surah al-Nuur tsb.

Katanya :
فان العامة رووا انها نزلت في عائشة وما رميت به في غزوة بني المصطلق من خزاعة واما الخاصة فانهم رووا انها نزلت في مارية القبطية وما رمتها به عايشة‌ء المنافقات
Sesunguhnya golongan umum (ahli sunnah) meriwayatkan bahwa ayat ini turun mengenai A’isyah, dan apa yang telah dituduhkan padanya pada perang bani Musthaliq dari khuza’ah, sedangkan golongan khusus (syi’ah) meriwayatkan bahwa ayat itu turun berkenaan dengan Mariyah al-Qibthiyah dan apa yang dituduhkan padanya oleh (عايشة‌ء = A’isyah ?) wanita munafik.
http://www.al-shia.org/html/ara/books/lib-quran/tafsir-qommi-j2/9-1.html – hal. 99

Pernyataan al-Qummi tsb menunjukkan bahwa ayat tsb terkait dengan Mariyah al-Qibthiyah adalah merupakan pandangan umum yang terdapat di dalam golongan “khusus”.

Dari sini terlihat bahwa golongan “khusus” ini memang ada yang khusus terang-2an menunjukkan kebenciannya kepada ummul Mu’minin A’isyah radhiallahu ‘anha dengan menuduhnya sebagai wanita munafiq penebar berita bohong, dan sebagian lain ada yang khusus menyembunyikan kebenciannya kepada A’isyah radhiallahu ‘anha dengan cara membuat kitab tafsir ulamanya sendiri menjadi seperti lembar soal ujian psikotes , yaitu mengganti kalimat dengan titik-titik ^_^

Kategori:Fitnah, Sahabat

Screen Shoot dari akun Aditya Riko 17

Lagi dari Buku Diskusi Suwar Suwir, yang kata penerbitnya :
Penulisnya, Ayatullah Sayyid Muhammad al-Musawi, adalah salah seorang ulama besar Iran yang identik dengan mazhab Syiah.

Di dalam sub-Bab yang berjudul “KEDUDUKAN IMAM MENURUT SYIAH IMAMIYAH, dia menjelaskan :

Para imam dua belas as setelah moyang mereka, penutup para nabi dan penghulu seluruh makhluk, memiliki martabat dan derajat yang lebih tinggi daripada seluruh makhluk hingga para nabi as.

Screen Shoot dari akun Aditya Riko 16

Contoh lagi dialog “dagelan” dari buku setebal lebih dari 800 halaman…

Katanya :
Dalam sunan Abu Dawud halaman 356, musnad Ahmad juz 1, hlm. 278, shahih Bukhari juz 1, hal. 46, dan juz 10, hal 241. Mereka meriwayatkan melalui sanad-sanad mereka bahwa Ali as berkata; “Tanyailah aku tentang apa yang kalian kehendaki, dan tidaklah kalian bertanya sesuatu kepadaku melainkan aku akan memberitahukannya”.

Versi Arabnya (Layali Bisyawar) :
وفي سنن أبي داود ص356، ومسند أحمد ج1 /278، وصحيح البخاري: ج1/46 وج 10 /241، رووا بأسانيدهم: أن عليا (ع) قال: سلوني عما شئتم، ولا تسألوني عن شيء إلا أنبأكم به.

Betulkah perkataan imam Ali yg dimaksud diatas tersebut dalam Sunan Abu Dawud, Musnad Ahmad, dan SHAHIH BUKHARI ?

Yang ada justru kita menemukan kalimat tersebut dalam al-Kafi :
عدة من أصحابنا، عن أحمد بن محمد عن ابن أبي نصر، عن مثنى، عن زرارة قال: كنت عند أبي جعفر (عليه السلام) فقال: له رجل من أهل الكوفة يسأله عن قول أمير المؤمنين (عليه السلام): ” سلوني عما شئتم فلا تسألوني عن شئ إلا أنبأتكم به ” قال: إنه ليس أحد عنده علم شئ إلا خرج من عند أمير المؤمنين (عليه السلام)، فليذهب الناس حيث شاؤوا، فوالله ليس الامر إلا من ههنا، وأشار بيده إلى بيته.

Beberapa orang daripada sahabat kami, dari Ahmad bin Muhammad, dari Ibn Abi Nasr, dari Mutsanna, dari Zurarah dia berkata:

Aku berada di sisi Abi Ja’far a.s, maka seorang lelaki dari ahli Kufah bertanya kepadanya tentang kata-kata Amir al-Mu’minin a.s: “Tanyailah aku tentang apa yang kalian kehendaki, dan tidaklah kalian bertanya sesuatu kepadaku melainkan aku akan memberitahukannya kepadamu”

Beliau (Abu Ja’far) berkata: Sesungguhnya Tidak ada seorang di sisinya ilmu tentang sesuatu melainkan ia telah keluar di sisi Amir al-Mukminin a.s, hendaklah manusia pergi ke mana mereka mau, demi Allah, tidak ada urusan melainkan dari sini dan beliau mengisyaratkan dengan tangannya ke arah rumahnya.
http://al-shia.org/html/ara/books/lib-hadis/al-kafi-1/12.htm#19 ——hal 399 hadits no. 2

Lagi-lagi timbul pertanyaan, DIMANAKAH PARA SYAIKH, ULAMA YANG KONON KABARNYA HADIR DI DALAM DIALOG TERSEBUT ? KENAPA MEREKA DIAM SAJA ? ATAUKAH DIALOG INI MEMANG TIDAK PERNAH ADA ?

Anyhow, disisi syiah hal tsb kontradiksi dengan ini :
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10150477889023548&set=a.10150476154033548.392604.776498547&type=3

Kategori:Taqiyah

Screen Shoot dari akun Aditya Riko 15

Dr. Muhammad Tijani as Samawi mengarang “bebas” buku berjudul as Syi’ah Hum Ahlussunnah, yang di dalamnya ada Bab tentang permusuhan Ahlussunnah kepada Ahlul Bait.

Di dalamnya disebutkan perkataannya :
وغني عن التعريف بأن مذهب النواصب هو مذهب «أهل السنة والجماعة»
Dan cukuplah satu ta’rif bahwa sesungguhnya madzhab al-Nawashib adalah madzhab Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah.

Versi online dapat dilihat disini, lihat hal. 161 :
http://www.najaf.org/arabic/mustabsiroon/37/html/alshia06.html#ind30

————————————-
Siapakah Muhammad Tijani as Samawi ? Dia adalah salah satu da’i syi’ah yang sudah kondang di Indonesia, dimana buku-2nya banyak beredar di Indonesia.

Keterangan lain :
Amongst the RESPECTED Shia scholars in Tunisia is Sayed Mohammed al-Tijani al-Samawi and Sheikh Mobarak Baghdash.
http://www.imamreza.net/eng/imamreza.php?id=3591

Buku ””Akhirnya Kutemukan Kebenaran”” karya Muhammad At Tijani As Samawi Penerjemah Hasan Mawardi Penerbit Zahra Publishing House Edisi Juni 2010 Tebal 256 halaman “laris dicari” pembaca di berbagai Pustaka dan Toko Buku

Pesan utama yang disampaikan buku ini adalah tentang kebenaran mazhab Syiah dalam Islam. Pengungkapan kebenaran menggunakan cerita perjalanan seorang alim ulama dari Tunisia, Muhammad At Tijani As Samawi, yang juga penulis buku ini.
http://syiahali.wordpress.com/2010/08/29/ulama-sunni-dan-intelektual-sunni-berbondong-bondong-masuk-syiah-imamiyah/

————————————-
Kalau memang Nawashib ini adalah Ahlussunnah, maka bagaimanakah pandangan syi’ah terhadap Nawashib ?

Check this :
DENGAN AQIDAH SEPERTI INI, DAPATKAH AHLUS SUNNAH DAN SYIAH IMAMIYAH BERSATU ???
http://www.facebook.com/note.php?note_id=197325070297785

kita kutip satu :

بحار الأنوار العلامة المجلسي – (ج 44 / ص 232)
39 – ع: أبي عن سعد عن أحمد بن محمد عن علي بن الحكم عن ابن عميرة عن ابن فرقد قال: قلت لابي عبد الله عليه السلام: ما تقول في قتل الناصب ؟ قال: حلال الدم أتقي (3) عليك فان قدرت أن تقلب عليه حائطا أو تغرقه في ماء لكي لا يشهد به عليك فافعل، قلت: فما ترى في ماله ؟ قال توه (4) ما قدرت عليه (5).

“Dawud bin Farqod berkata pada Abu Abdillah alihis salam : Bagaimana pendapat anda mengenai membunuh Nashibi (Ahlus sunnah) ??? Beliau berkata : HALAL DARAHNYA, tetapai aku mengkhawatirkan keadaanmu. Maka apabila Engkau mampu untuk MEROBOHKAN TEMBOK KEPADA MEREKA ATAU MENENGGELAMKAN MEREKA KE DALAM AIR, supaya tiada seseorang yang menyaksikanmu, maka kerjakanlah..!!!! Aku berkata : Bagaimana pendapat Anda mengenai harta mereka ??? Beliau berkata : HANCURKAN APABILA ENGKAU MAMPU MELAKUKANNYA..!!!” (Biharul Anwar juz 44 hal 232)

Di dalam Hada’iq al-Nadhirah-nya Syaikh Yusuh Bahrani, juz 18 hal 156, disebutkan riwayat tsb dan diindikasikan shahih dengan perkataannya :
وروى في العلل في الصحيح عن داود بن فرقد
Diriwayatkan di dalam al-‘Ilal fi al-Shahih ‘an Dawud bin Farqad……………..
Ref : : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10150499069098548&set=a.10150476154033548.392604.776498547&type=3

Kategori:Taqiyah

Screen Shoot dari akun Aditya Riko 14

Pertanyaan dari pak Yoga (rivalnya sayyid Kartosuro hehe) :
Buktikan kalau sahabat selain imam ali pintu ilmu.aku adalah kota ilmu,dan ali adalah pintunya.mana dalil kalian kalau sahabat yg lain pernah ada dalam pintu ilmu
—————————————–
Tidak usah dari riwayat ulama ahlissunnah lah ya, sebab anda pun sudah tahu ahlussunnah itu mengambil ilmu Nabi Saw bukan hanya dari Ali bin Abi Thalib ra, tetapi juga dari para sohabat dan istri beliau Saw.

Ini dari Hada’iq al-Nadhirah, Syeikh Yusuf Bahrani :

وعن اسحاق بن عمار في الصحيح عن الصادق (عليه السلام) (٣) قال: ” سألته عن المذي فقال ان عليا (عليه السلام) كان رجلا مذاء واستحيى ان يسأل رسول الله (صلى الله عليه وآله) لمكان فاطمة (عليها السلام) فامر المقداد ان يسأله وهو جالس فسأله فقال له ليس بشئ “.

(٣) رواه في الوسائل في الباب ١٢ من نواقض الوضوء.

Dari Ishaq bin Ammar “fi al-shahih” dari al-Shadiq (‘alaihissalam) (3), dia (Ishaq) berkata, “Aku bertanya kepadanya (al-Shadiq) mengenai madzi, kemudian dia (al-Shadiq) berkata, “Dulu ‘Ali (‘alaihissalam) adalah seorang laki-laki yang sering keluar madzi dan dia malu bertanya kepada Rasulullah (shallallahu ‘alahi wa aalih) dikarenakan kedudukan Fathimah (‘alaihassalam), maka dia menyuruh al-Miqdad untuk bertanya kepada beliau (Rasul) dan beliau sedang duduk maka bertanyalah Miqdad dan beliau menjawab, ” bukan apa-apa”.

Ref tambahan :
http://www.alrad.net/hiwar/imam/17.htm

Berdasarkan peristiwa diatas, untuk mengetahui hukum madzi, ternyata imam Ali melalui perantara yaitu al-Miqdad. Jadi kalau imam Ali adalah pintu kota ilmu, maka al-Miqdad dalam hal ini sebagai apa ? Yang jelas kalau istilah dalam dunia politik, posisi al-Miqdad disitu sebagai pemilik akses informasi ring-1….Bukan begitu pak ? ^_^

ref :
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10150466945418548&set=o.119706138093283&type=3

Kategori:Imamah

Screen Shoot dari akun Aditya Riko 13


IRIB HOT NYUS :
Syiah berkhianat ? Biarkan sejarah yang menjawabnya …
http://www2.irib.ir/worldservice/melayuradio/sejarah/asyuraa.htm

Imam Husein AS lantas memanggil beberapa orang dari barisan musuh: “Wahai Syabats bin Rab`i, Hajjar bin Abjad, Qais bin Asy’ats, Zaid bin Haritsah! Bukankah kalian yang menulis surat kepadaku untuk datang dengan mengatakan bahwa buah-buah telah masak dan siap dipetik, dan seluruh warga Kufah akan menjadi bala tentaraku? Apakah kalian sudah lupa kepada janji dan sumpah setia kalian?”

Semuanya membantah pernah menulis surat itu kepada Al-Husein. Beliau menjawab: “Demi Allah kalian telah menulis surat itu.”

# Apa ngga kurang ajar orang2 kufah itu ?

next =>

Syimr bin Dzil Jausyan maju dan duduk di atas dada Imam Husein. Sekejap kemudian, kepala cucu Rasul itu terlepas dari tubuhnya dan berada di tangan si durjana Syimr bin Dzil Jausyan.

Siapakah Syimr si durjana ini ?

و زحر هذا شهد مع علي (ع) الجمل و صفين كما شهد صفين معه شبعث بن ربعي و شمر بن ذي الجوشن الضبابي ثم حاربوا الحسين عليه السلام يوم كربلاء فكانت لهم خاتمة سوء نعوذ بالله من سوء الخاتمة.
– المجتهد الأكبر السيد محسن الأمين رضوان الله عليه – في رحاب أئمة أهل البيت عليهم السلام

Zahr (bin qais) inilah yang bersama Ali dalam perang Jamal dan shiffin, sebagaimana bersama dia dalam perang shiffin Syab’ats bin rabi’i dan SYIMR BIN DZIL JAUSYAN AL-DHABABI kemudian mereka memerangi al-Husain ‘alaihis salam pada yaum karbala.
http://alkadhum.org/other/mktba/sira/fe_rahab01/01.htm
scribd : http://scr.bi/mCqnkB

شمر بن ذي الجوشن عليه آلاف الوف لعنة، تولد من الزنا، وكان يوم صفين في جيش أمير المؤمنين عليه السلام
مستدرك سفينة البحار –

Syimr bin Dzil Jausyan beribu laknat atasnya, anak zina, dan dia pada perang shiffin adalah tentaranya Amiril Mu’minin alaihissalam.
(Mustadrak Safinat al-Bihar)
http://www.yasoob.com/books/htm1/m013/14/no1434.html (hal. 43)

ref :
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10150197479048548&set=o.119706138093283&type=3

Kategori:Hari Asyura'