Arsip

Posts Tagged ‘abdullah bin saba’

Note dari akun Aditya Riko 10

Mei 17, 2012 14 komentar

Keberadaan Sosok Abdullah bin Saba’ Dan Pengaruhnya Di Dalam Ajaran Syi’ah

by Aditya Riko on Sunday, February 26, 2012 at 11:51am ·

Abdullah bin Saba’ adalah sosok yang begitu diingkari keberadaannya oleh kaum Syi’ah, sedemikian kuat pengingkarannya yang justru menimbulkan pertanyaan, ada apa gerangan kaum Syi’ah ini begitu ngotot mengingkari keberadaan Abdullah bin Saba’ di dalam sejarah ?

 

Alasan yang paling sering didengar dari mereka adalah bahwa riwayat-riwayat yang menceritakan Abdullah bin saba’ hanya melalui jalur satu orang yang bernama Saif Bin Umar. Ini tidak lain dan tidak bukan akibat dari kaum Syi’ah itu memang tidak pernah membaca kitab ulamanya sendiri.

 

Oleh karena itu mari kita lihat salah satu kitab rijal periode awal yang dimiliki oleh kaum Syi’ah, yaitu Rijal al-Kisyi, karya ulama besar mereka yaitu Syaikh Abu Amru al-Kisyi. Di dalam juz kedua pada  biografi Abdullah bin Saba’, al-Kisyi meriwayatkan beberapa riwayat, dimana intinya Abdullah bin Saba’ ini adalah orang yang mendakwakan adanya sifat ketuhanan yang dimiliki oleh Ali bin Abi Thalib (radhiallahu ‘anhu). Berikut adalah contohnya :

 

Pertama, yang ini adalah pengaruh Abdullah bin Saba’ dalam membentuk keyakinan ekstrim yang sangat parah ada di kaum Syi’ah.

 

 

حدثني محمد بن قولويه، قال حدثني سعد بن عبد الله، قال حدثنا يعقوب بن يزيد و محمد بن عيسى، عن ابن أبي عمير، عن هشام بن سالم، قال : سمعت أبا عبد الله (عليه السلام) يقول و هو يحدث أصحابه بحديث عبد الله بن سبإ و ما ادعى من الربوبية في أمير المؤمنين علي بن أبي طالب، فقال إنه لما ادعى ذلك فيه استتابه أمير المؤمنين (عليه السلام) فأبى أن يتوب فأحرقه بالنار.

 

Dari Hisyam bin Saalim, dia berkata, Aku mendengar Abu Abdullah berkata – dan dia sedang menceritakan kepada sahabatnya tentang Abdullah bin Saba dan apa yang dia dakwakan berkenaan dengan rububiyyah Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib – maka dia berkata, “Sesungguhnya ketika dia (ibnu Saba) mendakwa hal tersebut (sifat rububiyyahnya Amirul Mu’minin) maka Amirul mu’minin memintanya untuk bertobat tapi dia menolak maka Amirul mu’minin membakarnya dengan api.

 

Perawi  :

 

1. al-Kisyi : tsiqah 

http://www.al-shia.org/html/ara/others/?mod=monasebat&id=351

 

2. Muhammad bin Qoulawaih : tsiqah jalil mu’tamad 

http://www.al-shia.org/html/ara/ola/?mod=rezvan&id=226

 

3. Sa’d bin Abdullah : muttafaq ala tsiqah 

http://www.al-shia.org/html/ara/ahl/index.php?mod=ashabhm&id=99

 

4. Ya’qub bin Yazid dan Muhammad bin Isa

 

– Ya’qub bin Yazid : tsiqah

يعقوب بن يزيد الكاتب الأنباري كثير الرواية، ثقة، له كتب، منها كتاب النوادر، أخبرنا به ابن أبي جيد عن محمد بن الحسن عن سعد،

و الحميري عنه

Fihrasat syaikh al-Thusi – hal.180

 

– Muhammad bin Isa : Sementara status Ya’qub sdh cukup.

 

5. Ibnu Abi Umair : jalil azhim 

887  – محمد بن أبي عمير زياد بن عيسى أبو أحمد الأزدي

جليل القدر عظيم المنزلة فينا و عند المخالفين

Kedudukannya mulia dan agung disisi kami maupun disisi penyelisih kami

Rijal Najasyi – hal.326

 

6. Hisyam bin Salim : Tsiqah tsiqah

 هشام بن سالم الجواليقي : مولى بشر بن مروان أبو الحكم، كان من سبي الجوزجان . روى عن أبي عبد الله و أبي الحسن عليهما السلام، ثقة ثقة .

Rijal Najasyi – hal.434

 

7. Abu Abdillah : Imam Ma’shum

 

Berdasarkan riwayat diatas, terlihat bahwa al-Kisyi mendapatkan riwayat tersebut dari imam Ma’shum melalui para perawi yang justru dinyatakan tsiqah oleh ulama mereka sendiri. Dan adakah salah satu perawi tersebut yang bernama Saif bin Umar ? Tanya Syi’ah. Pasti jawabannya : Itu Wahhhaabiiiii !!! 🙂

 

Selain itu juga ada orang Syi’ah yang kurang bertanggung jawab selalu menantang, kalau memang Abdullah bin Saba’ ini memang ada, buktikan ajaran apa yang diwariskan atau pengaruh  apa yang diberikan oleh Abdullah bin Saba’ di dalam ajaran Syi’ah. Alhamdulillah bukti tersebut tidak terlalu sulit menemukannya, bahkan termuat dalam buku yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Buku tersebut adalah :

 

KECUALI ALI

Diterjemahkan dari Ali Oyene-e Izadnemo

Karya : Abbas Rais Kermani

Terbitan Daftare Tablighat, Iran

Penerjemah : Musa Shahab, M. Ilyas

 

Diterbitkan oleh Penerbit Al-Huda

P.O. Box 7335 JKSPM 12073

e-mail: info@icc-jakarta.com

 

Dapat dilihat, disitu tertulis :

 

Imam Shadiq as dalam menafsirkan ayat, “Segala sesuatu akan musnah, kecuali wajah Allah….”13 berkata, “Yang dimaksud dengan Wajah Allah dalam ayat ini adalah Ali as.”14

 

Bukankah kalimat tersebut jelas sekali adanya pengaruh Abdullah Bin Saba’ ? Kalau kata Syi’ah, tidaak…itu fitnah…Itu pasti Wahhaabbiiiii !!! 🙂 

 

Sebagai tambahan, berikut adalah sebuah riwayat di dalam al-Kafi karya Kulaini yang menunjukkan bahwa di masa lalu ternyata orang-orang seperti Ibnu Saba’ ini tidak sendirian, atau bisa jadi riwayat berikut adalah berkenaan dengan murid-muridnya Ibnu Saba’ :

 

علي بن إبراهيم، عن أبيه، عن ابن أبي عمير، عن هشام بن سالم، عن أبي عبدالله (عليه السلام) قال: أتى قوم أمير المؤمنين (عليه السلام) فقالوا: السلام عليك يا ربنا فاستتابهم فلم يتوبوا فحفر لهم حفيرة وأوقد فيها نارا وحفر حفيرة اخرى إلى جانبها وأفضى ما بينهما فلما لم يتوبوا القاهم في الحفيرة وأوقد في الحفيرة الاخرى [نارا] حتى ماتوا.

 

Suatu kaum datang kepada Amirul Mu’minin, mereka berkata : ” assalaamu ‘alaika yaa rabbanaa”.

http://al-shia.org/html/ara/books/lib-hadis/al-kafi-7/11.htm

#Riwayat ini dinilai hasan oleh Majlisi, silahkan lihat

مرآة العقول في شرح أخبار آل الرسول، ج‏23، ص: 401

 

 

Kedua, yang ini adalah pengaruh yang tingkat ke-ekstrim-annya dibawah contoh pertama diatas, yaitu dakwaan imamah oleh Abdullah bin Saba’, tetapi tetap ekstrim juga, karena mengada-adakan suatu keyakinan yang tidak ada dasarnya sama sekali. Dan yang ini bukan berdasarkan riwayat imam ma’shum, tetapi hanya sekedar pernyataan ulama Syi’ah, dalam hal ini al-Kisyi  dan al-Naubakhty di dalam Firaq al-Syi’ah.

 

Rijal al-Kisyi, bagian akhir dari biografi Abdullah bin Saba’

 

ذكر بعض أهل العلم أن عبد الله بن سبإ كان يهوديا فأسلم و والى عليا (ع) و كان يقول و هو على يهوديته في يوشع بن نون وصي موسى بالغلو فقال في إسلامه بعد وفاة رسول الله (ص) في علي (ع) مثل ذلك و كان أول من شهر بالقول بفرض إمامة علي و أظهر البراءة من أعدائه و كاشف مخالفيه و أكفرهم فمن هاهنا قال من خالف الشيعة أصل التشيع و الرفض مأخوذ من اليهودية

 

“telah menyatakan sebagian ORANG YANG BERILMU bahwa sesungguhnya abdullah bin saba’ itu orang beragama yahudi kemudian masuk islam dan mendukung Ali a.s. Dia berkata ketika masih beragama yahudi bahwa Yusya’ Bin Nun itu adalah pewaris Nabi Musa AS dengan cara yang berlebihan, ketika dia sudah beragama Islam, setelah wafatnya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dia mengatakan hal yang sama (bahwa Ali a.s itu adalah penerima wasiat dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam).. abdullah bin saba’ adalah terkenal sebagai orang yang PERTAMA KALI MEWAJIBKAN KEYAKINAN bahwa Ali a.s sebagai imam, dan dia tidak mengakui orang yang memusuhi Ali a.s, serta memberantas para penentangnya dan mengkafirkan mereka. Dari sinilah asal perkataan orang-orang yang menyelisihi syi’ah (maksudnya Ahlus-Sunnah) : “sesungguhnya dasar tasyayyu’ (syi’ah) rafidhah DIAMBIL DARI AJARAN YAHUDI…!!!”

 

Ref online :

http://www.al-shia.org/html/ara/books/lib-rejal/rejal_kashi2/1.html

Iklan
Kategori:Bodoh Tag:

Note dari akun Awi Sirep 40

BENARKAH ABDULLAH BIN SABA atau DI KENAL IBNU SAUDA’ BUATAN SAIF BIN UMAR ???

by Awi Sirep on Thursday, August 5, 2010 at 10:12pm ·

Ketika terjadi bentrokan perang shiffin antara Imam Ali bin Abi Thalib ra dan Muawiyah ra krn berbeda pendapat terhadap kejadian peristiwa pembunuhan yg menimpa Usman bin Affan ra.. maka saat itu terbentuk dua kelompok besar.. kelompok ini adalah pendukung Ali ra dan pendukung Muawiyah ra.. keduanya dikenal pada masa itu adalah Syiah Ali dan Syiah Muawiyah…

Dua kelompok adalah para pendukung dan masing2 yakin bahwa ijtihad yg diambil Imam Ali ra ataupun Muawiyah ra adlh benar.. meskipun begitu… perbedaan mereka tdk dalam taraf aqidah apalagi sampai2 pada taraf meragukan sahnya Khalifah Abu Bakar ra dan Umar ra… dua orang sahabat terdekat Nabi SAW yg Allah takdirkan kuburannya pun berada disamping Nabi SAW tercinta… yg hingga sekarang tdk tersentuh…

Jadi dua kelompok ini adalah sama Islam .. satu aqidah.. hingga datang seorang provokator ulung keturunan Yahudi bernama Abdullah Bin Saba atau dikenal juga dengan nama Ibnu Saba’…

Yahudi dari dulu memang cerdik memanfaatkan situasi bahkan hingga sekarang.. maka si ibnu saba’ ini yg jelas dibantu kawan2nya melakukan politik BELAH BAMBU…

tau kan politik BELAH BAMBU.. yg mana yg satu BAMBU dipegang seerat2nya sampai2 dipeluk agar jangan lepas.. satu lagi di injak sampai rata dengan tanah…

nah itulah yg terjadi… ditengah badai fitnah melanda situasi dimasa Imam Ali ra.. maka si yahudi hitam ini dengan cerdik melancarkan aksinya… maka dia tinggikan maqam Imam Ali ra setinggi2nya.. yg mana sebenarnya maqam Imam Ali memang tdk perlu ditinggikan pun sudah tinggi…

tapi jika menjadikan maqam Imam Ali diatas para nabi dan juga beliau adalah maksum.. maka jelas ini ada niat busuk didalamnya…

dan untuk memuluskan rencananya.. maka dia rendahkan maqam Muawiyah ra seorang sahabat Nabi SAW yg dipercaya Nabi menulis wahyu nya sampai serendahnya.. bahkan tdk segan2 menuduhnya kafir.. manakah lagi maqam yg lebih rendah dari pada kekafiran itu sendiri…

merasa kurang puas mengangkat Ali ra.. maka dia pun tdk segan memanipulasi situasi dengan membawa2 khalifah2 terdahulu yg sebenarnya itulah tujuan utamanya.. krn khalifah2 terdahulu sebelum Ali ra.. sangat berjasa besar meneruskan perjuangan Nabi SAW.. yg mana khalifah2 yg berjasa besar ini adalah Abu Bakar ra dan Umar ra..

DAN YG PERTAMA KALI MENAMPAKKAN CACIAN KEPADA ABU BAKAR DAN UMAR ADALAH IBNU SABA ATAU IBNU SAUDA…

lalu datanglah SYIAH zaman sekarang yg mengaku SYIAH ALI.. PADAHAL KENYATAANNYA BUKAN …

Mereka enggan mengakui keberadaan Ibnu SABA…

bagaimana tidak… karena SADAR atau TIDAK ajaran SYIAH zaman sekarang adalah ajaran si MUNAFIQ IBNU SABA yg mengajarkan kalau Nabi SAW gagal mendidik para sahabatnya… lihat SAJA buktinya sama buku sesat buatan KHOMEINI yang mengatakan Nabi SAW sudah gagal…

SYIAH zaman sekarang secara sporadis berusaha mengfiktifkan IBNU SABA..tapi anehnya mereka TETAP melestarikan AJARANNYA…

ORANG2 SYIAH ZAMAN sekarang mengatakan bahwa Ibnu SABA tokoh FIKTIF rekaan SAIF BIN UMAR… dan ALASANNYA adalah… SAIF BIN UMAR TDK DIPERCAYA… KARENA MEREKA INGIN MENIPU UMAT ISLAM.. bahwa ajaran ini adalah ajaran Ahlul Bait Nabi padahal sebenarnya ajaran Ibnu SABA…

Benarkah sangkaan ini.. YOK KITA TENGOK RAME2..

PERTAMA.. Mereka menuduh SAIF BIN UMAR dilemahkan ulama pakar hadits..
KEDUA.. Krn SAIF BIN UMAR tdk bisa dipercaya dan sejarah tokoh Ibnu SABA ini hanya dari SAIF BIN UMAR.. maka jelas IBNU SABA pun keberadaannya dipertanyakan..

Jawabannya…

PERTAMA..

tuduhan ini lucu sekali… SAIF BIN UMAR bkn ulama hadits..maka wajar para ulama hadits melemahkan haditsnya… tapi sebenarnya SAIF BIN UMAR adalah pakar sejarah…

yok kita lihat penilaian para ulama mengenai keilmuwan dalam bidang sejarah..

Imam Ibnu Hajar seorang Ulama Mahzab Syafei mengatakan, “Saif bin Umar At-Tamimi pengarang kitab Ar-Riddah, ada yang mengatakan dia Adh-Dhabi ada yang mengatakan selainnya, Al-Kufi (Saif bin Umar) dha’if (lemah) haditsnya, (akan tetapi) Umdah (bisa dijadikan sandaran) dalam bidang tarikh/sejarah.” (Taqribut Tahdzib 1/408)

Imam Adz-Dzahabi berkata, “Ia adalah pakar sejarah yang paham.” (kitabnya Mizanul I’tidal 2/ 255)

Al-Mubarakfuri berkata seperti perkataan Ibnu Hajar.. dalam kitabnya Tuhfatul Ahwadzi 10/249

Umar Kahalah dalam kitabnya Mu’jamul Muallifin 4/288 mengatakan, “Saif bin Umar At-Tamimi Al Burjumi, Ahli sejarah berasal dari Kufah.”

dan anehnya… jika SAIF BIN UMAR tdk bisa dipercaya.. tapi kenapa bisa muncul kisah Abdullah bin SABA dalam kitab2 ULAMA SYIAH zaman DULU..

tokoh Abdullah bin SABA ini muncul dalam,

al-Qummi (w301H/913M) dalam bukunya al-Maqalat al-Firaq
al-Hasan ibn Musa al-Nawbakhti (w310H/922M) dalam bukunya Firaq al-Shiah
Ali ibn Ismail al-Ashari (w324H/935M) dalam bukunya Maqalat al-Islamiyyin

Al-Kashshi telah meriwayatkan dari sumber Sa’d ibn Abdullah al-Ashari al-Qummi yang menyebut bahwa Abdullah ibn Saba’ mempercayai kesucian Ali sehingga menganggapnya sebagai nabi.

HEBATNYA.. SYIAH ZAMAN SEKARANG .. ALI RA TDK HANYA MAKSUM.. TAPI LEBIH TINGGI DERAJATNYA DARI PARA NABI… BENAR2 PENGIKUTI IBNU SABA…

Jadi alasannya bahwa SAIF BIN UMAR tidak bisa dipercaya dalam masalah adalah tdk masuk akal.. krn ternyata SAIF BIN UMAR dikatakan FAKAR SEJARAH.. DAN KENYATAANNYA ABDULLAH BIN SABA DIKENAL OLEH ULAMA2 SYIAH TERDAHULU..

TAPI jangan heran kalau SYIAH ZAMAN SKR TDK AKAN mengakui KITAB2 SYIAH zaman dulu.. krn mereka sudah menjadi SYIAH KHOMEINI.. dimana salah satu DOKTRIN yg bisa dijadikan senjatanya adalah… “KAMI BUKAN KITABIYAH .. TAPI KAMI BERLANDASKAN MARJA… ”

KEDUA..

ternyata bukan SAIF BIN UMAR saja yg mengabarkan adanya tokoh IBNU SABA.. tapi para pakar lainnya..

dalam kitab Tarikh Ibnu Asakir, Tarikh Thabari tidak hanya datang dari jalur Saif bin Umar At-Tamimi, akan tetapi juga diriwayatkan dari beberapa jalur yang sebagiannya shahih

Diriwayatkan dari jalur Abu Khaitsamah ia berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abbad ia berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Ammar ad-Duhani katanya, saya mendengar Abu Thufail berkata …..”

Diriwayatkan melalui jalur ‘Amr bin Marzuk ia berkata, telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Salamah bin Kuhail dari Zain bin Wahb ia berkata, “Ali ra berkata, “ada apa denganku dan dengan orang jahat yang hitam ini (maksudnya Abdullah bin Saba’) ia telah MENCELA ABU BAKAR dan UMAR RA.”

Diriwayatkan pula melalui jalur Muhammad bin ‘Utsman bin Abi Syaibah ia berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Ala ia berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin ‘Ayyas dari Mujalid dari Sya’bi ia berkata, “Pertama kali yang berdusta adalah Abdullah bin Saba’.”

Ibnu Ya’la Al-Mushili berkata dalam kitab Musnadnya, “Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib ia berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Hasan Al-Asadi ia berkata, telah menceritakan kepada kami Harun bin Shalih dari Harits bin Abdurrahman dari Abul Jallas katanya, “aku mendengar Ali berkata kepada Abdullah bin Saba”,….”

Berkata Abu Ishaq al-Fazzari dari Syu’bah dari Salamah bin Kuhail dari Abu Za’ra’ dari Zaid bin Wahb..

DAN LAGI2 BUKAN HANYA SUNNI SAJA.. TAPI JUGA ULAMA SYIAH…

Al Kisysyi dalam kitabnya Ar-Rijal 1/324 meriwayatkan dari Muhammad bin Qauluwiyah ia berkata, telah menceritakan kepadaku Sa’d bin Abdillah ia berkata, telah menceritakan kepadaku Ya’qub bin Yazid dan Muhammad bin ‘Isa dari Ali bin Mihziyar dari Fudhalah bin Ayyub al-Azdi dari Aban bin Utsman ia berkata, “Aku mendengar Abu Abdillah berkata, “La’nat Allah atas Abdullah bin Saba’, sesungguhnya ia meyakini adanya sifat ketuhanan pada diri Amirul Mukminiin (Ali), padahal demi Allah! Amirul Mukminin hanyalah seorang hamba yang taat.”

Demikian pula Al Qummi dalam kitabnya Al Khishal meriwayatkan seperti diatas dengan sanad yang berbeda.

YG MENGAJARKAN ALI RA MAKSUM ADALAH IBNU SABA.. YG MENGAJARKAN MAQAM IMAM ALI SAMA DAN BAHKAN LEBIH TINGGI DARI PARA NABI ADALAH IBNU SABA… YG MENGAJARKAN MENCELA ABU BAKAR DAN UMAR RA ADALAH IBNU SABA.. DAN YG PERTAMA KALI BERDUSTA ALIAS TAQIYAH ADALAH IBNU SABA..

JADI JELAS.. ABDULLAH BIN SABA BUKAN TOKOH FIKTIF.. TAPI BENAR2 ADA.. DIA YG MEMPELOPORI MENCELA ABU BAKAR RA DAN UMAR RA DAN MENEMPATKAN MAQAM ALI RA MELEWATI BATAS YG SEBENARNYA…