Arsip

Posts Tagged ‘Ahmad Muhajir’

Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 108

Mei 17, 2012 1 komentar

Orang syiah ini kalau kutip/mencatut nama habaib yg memiliki riwayat ttg ahlul bait yg mendukung akidah syiah…maka akan di pakai….tapi sayang otak mereka itu gak dipakai….karena dalam kitab yg sama bisa jadi habaib yg cinta ahlul bait ini ternyata menyatakan SYIAH SESAT ^_^.

—————————————————————————–

berikut kata seorang syiah yg terkenal ingusan di bawah ini ^_^:

Ahmad Muhajir
Berkata Sohibul Rotib Alhabib Abdullah bin Alwi Alhadad : jika seseorang ingin mengetahui dirinya maka hadapkanlah kpd ALQURAN, krn ALQURAN dan ‘ITROH nya merupakan KHALIFAH RASULALLAH bagi umatnya, & RASULALLAH pernah bersabda “aku tinggalkan bagi kalian KITABULLAH & ITROHKU maka brg siapa yg tdk mengenal dirinya dari ALQURAN hendaklah bertanya kpd PARA AHLUL BAIT ulama’ para keturunan ROSULULLAH , krn mrk adalah PEWARIS RASULALLAH yg akan menafsirkan untuk manusia apa2 yg dimasalhkan oleh mereka dalam memahami KITAB YG MULIA” (lihat kitab TASBITUL FUAD JILID 2 HAL 279 karya Sohibul Rotib Alhadad).
Like · · Unfollow Post · Saturday at 2:37pm

—————————————————————————

kutipan diatas di kutip syiah Dengan harapan pembaca tertipu kalau imam hadad adalah orang syiah ^_^.\

Ternyata masih dlm kitab “Tatsbitul Fuad” karangan imam alhadad yg di kutip sama “ahmaq muhajir” si syiah gak berotak diatas…tertulis :

————————————————————————–

1. Habib abdullah bin Alwi alhaddad dalam salah satu wejangannya bercerita:

seorang penganut syi’ah di Madinah bertanya kepada salah seorang sadah dari keluarga ba’alawi.”apa pendapatmu tentang syi’ah dan Ibadhiah?”ia menjawab,” seperti kotoran hewan di belah dua.”

(Abdullah bin Alwi alhaddad,Tatsbitul Fuad,Juz II,Cet.I,Pustaka nasional Ltd,singapura,1999,hal.226)

========

2. masih dlm kitab yg sama (tastbitul fuad)

تثبيت الفؤاد بذكر مجالس القطب عبدالله الحداد – (ج 2 / ص 225)
وذكر رضي الله عنه أهل الرفض فقال : إنهم أهل باطل لا يُذكرون ولا يُعول عليهم في شيء ، وإن كان عندهم يسير من الحق فإنهم خلطوه في الباطل ، فلا يبقى له أثر ، كمن يجعل زباداً في عَذِرَة ، وينبغي لصاحب الحق أن يتركهم ، وإن رأى عندهم شيئاً من الحق لا ينكره ، لئلا يتعللون ويحتجون عليه بإنكاره ذلك القليل من الحق ، فيستدلون بذلك على أن كل ما معهم حق ، وأنه أنكره ، وما اعتقدوا إن سيدنا علياً أولى بالخلافة ، فإنه لو ولي بعد النبي صلَّى الله عليه و آله وسلَّم لما كان منه إلا مثل ما كان لما ولي في وقته( )، ولكن سيدنا أبوبكر رضي به الناس ومنهم سيدنا علي ، لسابقته وحصوله مع النبي صلَّى الله عليه و آله وسلَّم في الغار ، ولكونه صلى بالناس في حياته صلَّى الله عليه و آله وسلَّم، وهو أوصى بها باجتهادٍ لعمر، وعمر جعلها في أهل الشورى ، الذين يجتمعون عليه من أحد ستة ، وهو أي سيدنا علي منهم ، ويكفيه فضيلة ما له من الفضائل والمزايا، وإن تأخرت خلافته فإن ذلك أيضاً زيادة في فضله ، فقد كان النبي صلَّى الله عليه و آله وسلَّم إذا بعثه في سرية يقول : { رَبِّ لاَ تَذَرْنِي فَرْدًا} . الآية ، وما ذكره الرافضة من ذمه بأنه سكت في بعض الأشياء تقية ، فليس سكوته فيها جبناً، وإنما هو للإبقاء على المسلمين ، وكراهة منه لشق العصا بين المسلمين

Al Habib Abdullah bin Alwi al-Hadad berkata:”Ahlur Rofdh (kaum rawafidh) adalah orang2 yang bathil. mereka tidak disebut dan dianggap dalam segala sesuatu, meskipun memiliki sedikit kebenaran, tapi mereka mencampur kebenaran itu dengan kebatilan, sehingga kebenaran itu tidak berbekas. Seperti orang yang meletakkan mentega ke dalam tinja (kotoran manusia). orang yang mencintai kebenaran hendaknya meninggalkan kaum ini. Jika ia melihat sedikit kebenaran dalam kelompok ini, maka hendaknya ia tidak mengingkarinya, tujuannya agar jangan sampai mereka menjadikan ingkarnya ini sebagai alasan bahwa meski ajaran mereka benar orang lain akan tetap mengingkarinya. Adapun tentang keyakinan mereka bahwa Sayyidina Ali ra lebih berhak menjadi khalifah pertama, maka ketahuilah, jika Sayyidina Ali di angkat menjadi khalifah pertama setelah wafatnya nabi saw, maka segala peristiwa yang terjadi saat beliau d angkat menjadi khalifah ke empat, juga akan terjadi saat itu. Adapun Sayidina Abu Bakar ra memperoleh keridho’an masyarakat, dan di antaranya sayidina Ali ra sendiri. sebab, sayidina Abu Bakar juga memiliki berbagai keutamaan: menemani Nabi SAW ketika dalam gua dan menjadi imam sholat ketika Nabi SAW masih hidup. atas ijtihadnya, sayidina Abu Bakar ra kemudian mewasiatkan kekhalifahan terhadap sayidina Umar ra. sayidina Umar ra menyerahkan kekhalifahan ini kepada dewan syura yang beranggotakan 6 orang dan sayidina Ali ra adalah salah satu anggotanya. meskipun kekhalifahan beliau jatuh d urutan terakhir, tapi beliau memiliki berbagai ke utamaan dan kelebihan, bahkan itu justru membuwat beliau menjadi semakin mulia. Rosullulah SAW mengutusnya dalam suatu peperangan yang tidak beliau ikuti (syariyyah), beliau berdo’a “Ya ALLAH janganlah engkau biarkan aku seorang diri.” (al-Anbiya’. 21:89) adapun pendapat rafidhah yg menghina sayidina Ali ra dg mengatakan beliau diam dlm BEBERAPA hal karenaTAQIYAH, maka ketahuilah, beliau bersikap diam bukan karena takut, tapi untuk mempertahankan keutuhan kaum muslimin, beliau tidak ingin memecah belah kaum muslimin dan tidak menyukai kemaksiatan diantara kaum muslimin

bagaimana pak dosen ahmad muhajir ???

————————————————————————

ada dua point pelajaran dari sikap oon “ahmaq muhajir”

1. “ahmaq muhajir” ini pura2 menutup mata kalau salafunassoleh habaib itu adalah ahlussunah sejati yg juga mencintai ahlul bait…
2. “ahmaq muhajir” ini gak punya kitab Tatsbitul FUad…ketawan cuma bisa copas…padahal otak dengkul ^_^

pantaskah orang dibalik akun “ahmad muhajir” ini di sebut konon katanya seorang dosen UI pasca?

Iklan
Kategori:Fitnah Tag:

Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 105

sungguh membuat hati penasaran melihat dan bertemu dengan akun syiah bernama “ahmad muhajir ” ini…karena di satu sisi kita ketahui selama ini akun ini adalah mahluk syiah yg berpenyakit hati arogan dan sombong karena mengklaim merasa dirinya paling benar, merasa pintar dan paling “pandai” dlm mengkritik hadits ahlussunah… namun sungguh membingungkan di sisi lain dalam waktu yg bersamaan ucapan dan ilmu yg keluar dari kepala sejauh ^_^ tindak menunjukkan adanya indikasi hujjah “briliant” dari batok kepalanya . maka dari ini timbul lah pertanyaan :benarkah lokasi otak syiah ‘ahmad muhajir” ini adalah benar adanya di kepala? bukan di dengkul?

maka , utk itu ….ali sakran melakukan research lebih jauh ttg pribadi syiah satu ini demi mengetahui lebih jauh siapa sosok yg keliatannya sangat sering berbual dan menampakkan besar omong ini ^_^

maka beriringan dengan perjalanan penelitian ali sakran..ternyata di temukan salah satu informasi penting dari “budak iran berakun baru ” di facebook bernama “Ahmad hasbie” yg kemudian dalam perjalanan dialog dengan ali sakran. maka dia berkata bahwa :

“ahmad muhajir adalah seorang dosen syiah paca UI yg katanya sangat tahu banyak tentang ilmu ^_^, dan dia bukanlah bocah ingusan!”

—————————

maka ali sakran tersenyum dan muncul keprihatinan dalam benak ini sebuah teka teki pertanyaan ….

Bila ternyata bocah ingusan “ahmad muhajir” adalah seorang dosen syiah pasca UI yg berkelakuan minus ..maka sungguh musibah yg sangat mendalam bagi para murid2 di Ui yg diajar olehnya.^_^….hal ini menjadikan laskar2 sunni semakin penasaran: seperti apa sih ukuran kepintaran dosen pasca UI yg katanya “tahu banyak” ini dalam standard syiah….

oleh karena itu. saya memiliki ide …”dosen pintar” bersama “budaknya” ini kita ajak berdiskusi dengan level kapasitas lingkup keilmuwan “perdosenan” tentang literatur kitab syiah…
^_^ gimana nih? saya rasa dosen ingusan sombong dengan budaknya seharusnya bisa mengimbangi diskusi nanti ^_^

——————————

setelah melanjutkan perjalanan pencarian sosok konyol yg “misterius” ini….maka ditemukanlah komentar yg sangat “membangun dari “ahmad muhajir” si dosen ingusan ini?

Maka ahmad muhajir pernah berkata. “ulama sunni pada oon. makanya gak berani diskusi ilmiah dengan syiah….”

wow. saya anggap ini adalah salah satu sikap “tawadhu” dari seorang tasyayu’ bergelar dosen pasca sarjana ..^_^ ya kan ya. artinya apa? artinya. dia sudah merasa lebih pintar dari ulama muhaddits ahlussunah. ..akibat dari perkataannya ini adalah? yaitu berkibarlah bendera perang dari “laskar2 ahlssunah”

oleh karena itu utk mengetahui kalau perkataan “ahmad muhajir” ini adalah cuma bualan dari seonggok “mahluk syiah berkepala kosong yg besar omong atau bukan” maka mari kita bersama sama test seberapa pintar “ahmad muhajir” akan berdiskusi ilmiyah tentang kitab literatur syiah sendiri. apalagi nanti yg akan dihadapi adalah kami ( laskar sunni ) yg keilmuwannya masih di bawah ulama sunni para habaib, muhadits dan kiayi ahlussunah yg tadi “ahmad muhajir” katakan sebagai orang2 bodoh ^_^ .

jadi kurang lebihnya… bisa dikatakan nanti soal dan diskusi dari (laskar sunni ) di Facebook yg levelnya masih di bawah ulama sunni sangat bisa dipastikan akan bisa terjawab dan diimbangi oleh argument yg pintar .. semoga “hewan peliharaannya” ahmad muhajir yaitu “ahmad hasbie” bisa ikut kontribusi otak dalam diskusi dan soal dalam note dibawah :^_~

————–

BERIKUT soal mudah dari akhi “adhiel ibrahim” ^_^:

Para imam diangkat melalui wasiat dari imam sebelumnya, ini adalah sebuah ketentuan yang mesti terjadi. Ketika kita mengatakan bahwa ada 12 imam syiah, maka kita akan menemukan wasiat-wasiat itu dengan jelas, yang dimaksud wasiat di sini bukanlah wasiat pembagian harta, tetapi wasiat dan penunjukan dari imam sebelumnya pada imam berikutnya. Setiap imam pasti mewasiatkan pada imam berikutnya, untuk meneruskan estafet imamah, mengemban “tugas ilahi”, menyampaikan risalah Allah pada umat manusia.

Bagaimana jika seorang imam tidak mewasiatkan pada imam berikutnya? Dengan kata lain, bagaimana jika kita tidak menemukan wasiat dari imam pada imam berikutnya? Ada dua kemungkinan, yang pertama, dia menjadi imam padahal dia tidak berhak menjabatnya. Dia tidak berhak menjadi imam karena tidak ada penunjukan dan wasiat dari imam sebelumnya. Lalu apa yang terjadi ketika seseorang menjadi imam tanpa penunjukan? Imam tanpa penunjukan, bagaikan orang mengaku menjadi Nabi dan diutus oleh Allah padahal dia bukan. Imam yang tidak ditunjuk bagaikan orang yang mengaku dirinya Nabi padahal Allah tidak mengutusnya. Kita temukan riwayat yang mengancam orang yang mengaku dirinya menjadi imam, padahal dia bukanlah orang yang ditunjuk.

Dalam Al Kafi jilid 2 hal 372, terdapat sebuah bab yang berjudul

Bab orang yang mengaku menjadi imam padahal dia bukan orang yang layak menjabatnya, siapa yang mengingkari para imam atau sebagian imam, siapa yang mengakui imamah orang yang tidak berhak.
salah satu hadits dalam bab itu berbunyi:

Dari Abu Abdillah Alaihissalam mengatakan: siapa yang mengaku menjadi imam, padahal dia bukan orang yang berhak maka dia kafir.
Kemungkinan kedua, orang yang dianggap menjadi imam tidak pernah merasa dirinya menjadi imam, namun orang-orang menganggap dirinya imam. Artinya yang dianggap sebagai imam selama ini ternyata bukanlah imam. mereka yang menganggapnya imam “salah sambung” dan menganggapnya sebagai imam.

Dalam literatur syiah tidak kita temukan wasiat dari Husein bin Ali pada Ali bin Husein. Ada dua kemungkinan, yang pertama, Ali bin Husein mengklaim dirinya sebagai imam padahal bukan, dan hadits di atas memuat ancaman bagi yang melakukan hal itu, sementara kemungkinan kedua, Ali bin Husein dianggap sebagai imam padahal bukan. Artinya selama ini syiah menganggap orang yang bukan imam sebagai imam.

Ketika ditanya tentang wasiat imam Husein, teman syiah membawakan hadits dari kitab Al Kafi, pada bab Al Isyarah wan Nash ala Ali bin Husein Shalawatullah Alaihima. Namun seluruh empat hadits itu dhaif. Ini dinyatakan oleh Majlisi dalam kitab Mir’atul Uqul jilid 3 hal 320-321. Meski Hadits ketiga dinyatakan Hasan oleh Majlisi, namun ketika kita lihat, ada rawi yang tidak jelas identitasnya, yaitu yang disebutkan sebagai beberapa sahabat kami. Identitas beberapa sahabat kami yang dimaksud oleh Kulaini dalam hadits itu tidak jelas, maka tidak bisa dilacak validitasnya. Pertanyaannya, mengapa Kulaini menyembunyikan identitas beberapa sahabat kami dalam hadits itu, sementara perawi lainnya disebutkan namanya?

Sementara Al Bahbudi, ulama syiah yang meneliti hadits-hadits Al Kafi malah mendhaifkan seluruh hadits -hadits yang ada dalam bab itu.

Apa artinya?
Ini artinya wasiat Husein terhadap Ali bin Husein tidak pernah ada, karena tidak ada bukti valid yang menunjukkan adanya wasiat itu.
Maka imamah Ali bin Husein adalah tidak sah, karena tidak berlandaskan wasiat dari imam sebelumnya. Karena imamah Ali bin Husein tidak sah, maka dia tidak berhak untuk menunjuk orang lain menjadi imam, artinya kita perlu mempertanyakan keabsahan para imam syiah setelah Husein. Ini jika kita mau berpikir kritis dan tidak mau membeo pada para marja’ tanpa pernah mencari dari sumber aslinya.

monggo para syiah berikan riwayat ttg wasiat imam husien kepada ali bin husien tsb dan buktikan bahwa wasiat tsb memang valid

———————————————————–

Implikasi dari seorang “dosen ingusan yg pintar” dalam mengimbangi diskusi dan menjawab note ini adalah tidak keluarnya pembahasan diskusi dari konteks literatur kitab2 syiah rafidhoh imamiyah itu sendiri…sehingga di harapkan dosen “pintar’ ini bisa fokus dan tidak cendrung panik copas panjang lebar kitab2 ahlussunah. karena soal permasalahan berikut adalah murni bahasan literatur kitab syiah ^_^

gak sabar nih melihat dosen ingusan syiah “ahmad muhajir” menumpahkan ilmunya yg kata hewan peliharaannya “ahmad hasbie” sangat “tahu banyak” ini ^_^

terima kasih
Ali sakran

Kategori:Bodoh Tag:

Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 103

Mei 17, 2012 1 komentar

bismillahirrohmanirrohim,

Mari kita katakan kebatilan utk agama syiah ^_^
————————–

screenshot berikut lanjutan dari serial pembongkaran dusta bocah ingusan yg sok gagah dalam berdebat yaitu bernama “ahmad muhajir” ^_^
setelah tepat kemarin si akun bocah ingusan syiah rafidhoh imamiyah terbongkar dan tidak bisa membuktikan secara ilmiah bahwa kitab yanabiul mawaddah adalah benar adalah kitab sunni..

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2485568267737&set=a.1459150687939.2060485.1508578258&type=3

maka selanjutnya dia berkotek lagi dengan gaya kekanak kanakannya yaitu dengan “serampangan” berkata bahwa

“Ahmad Muhajir :kitab yanabiul mawaddah itu di dukung oleh shahih bukhori dul…”

ali sakran berkomentar :
kitab yanabiul di dukung shahiih bukhori? ini dapat dari mana bocah ingusan?
menurut saya pertanyaan konyol ini hanya sekedar asumsi tanpa bukti dan klaim yg tidak bertanggung jawab seorang bocah antek syiah yg berkepala kosong nan kopong bernama ” ahmad muhajir” yg baru lahir kemarin sore..atau juga adalah upaya dalam memperdalam kemampuan lompat kodok lari dari pembahasan utama. demi memberikan kesan kepada pembaca bahwa syiah adalah agama yg pintar. padahal tidak. ini contoh kebodohan nyata lagi jahil yg membuat para pembaca tertawa dan tersenyum sambil geleng2 penuh prihatin ^_^

kenapa saya aggap ini adalah asumsi seorang bocah ?

karena kitab yanabiul mawaddah ternyata bukan kitab ahlussunah dan pengarangnya juga tidak terbukti adalah seorang sunni. apalagi setelah ditemukan banyaknya riwayat2 lemah sekaligus kutipan2 riwayat yg diambil dari kitab syiah karangan syekh shauduq . ^_^

Utk pembahasan lebih jelas ttg kitab yanabiul mawaddah dpt dilihat disini ( http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2485568267737&set=a.1459150687939.2060485.1508578258&type=3)
itung2 juga refreshing. liat anak bocah syiah kalap 12 lagi latihan atletik salto saltoan ^_^

======================================

dalam screen shot diatas si jahil bocah ingusan ” ahmad muhajir ” mengutip sebuah hadist bukhori secara “serampangan” semau hawa nafsu perutnya .
berikut katanya :

“jabir bin Samurah meriwayatkan, “Aku mendengar Nabi (saww) berkata” :”Kelak akan ada Dua Belas Pemimpin.” Ia lalu melanjutkan kalimatnya yang saya tidak mendengarnya secara jelas. Ayah saya mengatakan, bahwa Nabi menambahkan, ”Semuanya berasal dari suku Quraisy.”[Sahih Bukhari (inggris), Hadits: 9.329, Kitabul Ahkam; Sahih al-Bukhari (arab) , 4:165, Kitabul Ahkam”

disini tujuan bocah penipu ini adalah menunjukkan bahwa konon 12 khalifah/pemimpin tsb adalah 12 imam syiah

Karena tidak pernah belajar hadits. maka “ahmad muhajir” yg masih bayi ini telan dengan bulat2 penafsiran ulama2 bandul hitam yg tidak ilmiah dan cendrung konyol lagi maksa.Memang sudah lumrah selalu ditemukan manipulasi penafsiran hadits2 ahlussunah oleh rakyat majusi sekterian syiah rafidhoh imamiyah 12. ..karena pertama, syiah tidak punya hadits yang bisa dipertanggung jawabkan sanad kesohihannya dalam literatur mereka. sehingga harus jauh2 pinjam “hadits ahlussunah”….kedua, karena syiah memang agama jahil yg ingin membawakan perpecahan dalam tubuh islam dengan membawakan asumsi lemah bahwa kitab sunni ini sebenarnya membawa simbol2 syiah. hanya saja. selama ini ulama muhaddits ahlussunah dan para mufti2 baik habaib. kiayi maupun mujtahid2 ahlussunah ini konon katanya tidak paham dengan apa yg mereka sampaikan. ini menurut andai andai bocah ingusan “ahmad muhajir” yg merasa lebih cerdas dari ulama2 tsb. namun nantinya ali sakran akan buktikan kalau ahmad muhajir ini sebenarnya guoblog gak ketulungan ^_^ he he

Selanjutnya jikalau saja si bayi konyol syiah ini mau memahami sedikit saja… masalah penipuan dan penyelewengan makna hadits ahlussunah oleh ayatulllah2 gadungan indonesia bukanlah masalah baru pertama kalinya .maka dari itu, mau gak mau bayi syiah tolol satu ini harus ali sakran suapi secara perlahan lahan dan munculkan kembali pembahasan yg sudah terjawab jauh jauh hari. itung2 biar si bayi ini sadar kalau dia ini sebenarnya bodoh ^_^ ya ga jir?

===============================

mari kita preteli kedunguan bocah syiah satu ini ^_^. berikut teks dari hadits sohih ahlussunah :

1. Rasulullah mengkabarkan 12 khalifah

dalam riwayat sohih muslim sebutkan :
لا يزال أمر هذا الدين قائماً حتى يلي إثنى عشر خليفة كلهم من قريش

“Urusan umat ini akan selalu kukuh selama berlalu 12 khalifah/pemimpin, semuanya orang Qurasiy”.

2. Rasulullah mengkabarkan ttg 12 amir.

حدَّثني محمد بن المثنى حدثنا غندر حدثنا شعبة عن عبد الملك سمعت جابر بن سمرة قال : سمعت النبي (ص) يقول : ” يكون اثنا عشر أميراً فقال كلمة لم أسمعها فقال أبى : انه يقول :” كلهم من قريش “.

Akan ada 12 amir (pemimpin)” Berkata Jabir (perawi hadis): “Dan kemudian beliau bersabda dengan kalimat yang tidak aku fahami. Ayahku berkata: “Semuanya dari orang Quraisy.” [HR al-Bukhari]

Keduanya dari jalur yg shahih. Lalu hadits ini berisi kandungan yg menjelaskan bahwa urusan umat selalu jd baik,dan ummat bersatu dibawah kepemimpinan ke 12 amir tsb.

lalu mari kita bahas secara ilmiyah dengan fakta sejarah yang ada. benarkah 12 pemimpin tersebut yang di maksud adalah 12 imam syiah..??
maka agar dapat di terima oleh nalar yang sehat “ahmad muhajir” yg jahil ini seharusnya bisa buktikan dengan realita dan faktanya dalam sejarah ttg apa kandungan dan tujuan yg di maksud dalam hadits diatas . dalam arti nanti silahkan jawab soal2 di bawah nanti ^_^

==========================================================

fakta2 yg terjadi dari ke-2 hadits dalam ajaran islam yg di simpangkan artinya oleh antek syiah diatas adalah sebagai berikut :

1. pertama-tama yang perlu si bocah syiah ahmad muhajir ketahui adalah :
Rasulullah tidak pernah menyebutkan nama-nama 12 khalifah. melainkan beliau memberi gambaran kondisi keada’an “kejayaan” umat islam di tangan 12 kahlifah. Umat ini akan jaya kuat dan kukuh di tangan 12 khalifah. untuk dapat membuktikan kebenaran sabda rasulullah saw ini maka kita harus melihat-nya secara nyata. bukan secara bayang-bayang yang tidak di temukan buktinya.

2. kedua yg perlu bocah ingusan syiah “ahmad muhajir” pelajari:
Rasulullah bersabda semuanya dari qurays : dan rasulullah tidak bersabda dari bani hasim atau dari ahlu bayt seandainya yang di maksud oleh rasulullah saw adalah dari bani hasim atau dari ahlu bayt sudah tentu Rasulullah SAW mengatakan nya dengan pasti, apalagi imamah adalah dogma paling sakral dalam tubuh syiah ( sampai2 ada hari raya ghodir gobel segala ) ^_^. tapi rasulullah ternyata mengatakan nya mereka adalah dari qurays bukan ahlul bait! .faktanya adalah umawiyyun dari qurays, abbasiyun juga dari quraisy.

3. ketiga yg perlu ahmad muhajir si bocah lugu nan oon ini resapi adalah :
Hadist tersebut hanya memberi khabar saja tentang kejayaan dan kekukuhan islam di tangan 12 khalifah, bukan kewajiban untuk mengetahui nama-nama 12 khalifah tersebut. jika mengetahui nama-nama 12 khalifah tersebut adalah perkara wajib sudah tentu baginda rasulullah saw menyebutkan nama-namanya secara terperinci dan pasti. tapi hadist tidak menyebutkan demikian

Asiknya, memang Terbukti Rasulullah al-mustafa saw hanya memberi khabar tentang kondisi dan keadaan umat islam di bawah 12 pemimpin qurays bahwa umat islam ini secara nyata akan kuat , kukuh dan jaya^_~

Namun sayangnya, faktanya hanya sayyidina ali krw dan sayyidina hasan ra saja yang pernah memangku jabatan khalifah yg di tunjuk oleh umat di zamannya, selebihnya tidak pernah ada sama sekali. lucukan wahai “ahmad muhajir”??. namun jangan frustasi dulu! walaupun ali sakran yakin kalau “ahmad muhajir” adalah bocah oon yang tidak bisa membuktikan bahwa setelah imam hasan tidak ada imam2 syiah yg diangkat menjadi khalifah. namun jgn stress dulu ^_^
==========================================

selanjutnya giliran “ahmad muhajir ” si jahil syiah imamiyat yg merasa cerdas ini yg akan dan harus menjawab persoalan yg terbengkalai akibat dari kejahilannya sendiri :

1. ahmad muhajir harus bisa berikan bukti dimana posisi sisa imam yang 10 dalam menyelasaikan urusan umat islam secara keseluruhan sehinggan umat islam jaya di zamannya..??

Jika seumpama para imam syiah 10 membuat kejayaan dalam agamanya maka sudah tentu mereka dapat menaklukkan negeri-negeri islam sunni dan membawanya kedalam agama syiah rafidhah! ini logika akal sehat dari penjabaran sebuah kata ” JAYA”. namun kenyataan syiah tetap golongan pesakitan minoritas pembuat onar dalam tubuh islam yg menghasilkan bocah pendusta seperti ahmad muhajir ini ^_^

singkat kata, jika “ahmad muhajir” mengimani hadist 12 khalifah, maka kejayaan dan kekukuhan islam seharusnya terbukti di tangan 12 imam anda, jika tidak terbukti maka ada dua kemungkinan :

1. Rasulullah “ahmad muhajir” anggap seorang nabi yg berdusta, karena hadits 12 khalifah tidak terbukti bagi kejayaan islam syiah rafidhah di persada bumi. (dan ini sangat mustahil).

2. ulama-ulama syiah mungkin “ahmad muhajir” nanti akan tuduh sebagai ulama2 pendusta dengan menafsirkan hadist keluar dari maksud dan tujuan-nya. nah lo gimana bocah ingusan? jawab ya nanti ^_^

==========================

maka “ali sakran ” mengajak ” si jahil ahmad muhajir ” untuk melihat realita. benarkah islam ini kukuh berjaya di persada bumi di tangan 12 imam si bocah ingusan ini.??
maka di sini letak kita berdiskusi dalam lingkup keilmuan.

Namun nak ahmad muhajir harus tau terlebih dahulu letak duduk diskusi yang benar. Yang kita diskusikan bukan keberadaan matan hadist yang ada di dalam kitab-kitab ahlussunah karena ini jauh dari kemampuan seorang bocah syiah berakun “ahmad muhajir” yg terkenal sebagai bocah rafidhoh imamiyah yg oon , ingusan, sok tau , dan sok gagah, terlalu emosional, lagi ahmak, ^_^
melainkan inti kebenaran-nya terhadap isi yang terkandung di dalam hadist tersebut yg ternyata dengan tidak bertanggung jawab telah “ahmad muhajir”coba utk selewengkan”

==========================================

Ahmad muhajir yg masih ingusan dan kaum sejenis syiah rafidhoh imamiyah lainnya menafsirkan hadist di atas sebagai 12 imam syiah rafidhah, dan kami menolak tafsiran hadist ini. karena dalam realitanya hanya sayyidina Ali dan sayyidina hasan seorang yang menempati tujuan atau maksud hadis tsb. Lain-lain para imam Syiah al-Rafidhah tidak termasuk sama sekali.

Berdasarkan pengalaman tahunan melayani “kekonyolan” anak2 besutan qom, iran yg tidak berakhlak, maka ali sakran bisa mengukur tindakan”ahmad muhajir” nantinya, yaitu sudah dapat bisa dipastikan bahwa bocah oon ini akan menolak tafsiran ahlussunah, maka dengan ini , tanggung jawab seorang “bocah syiah ingusan” yg berani menolak adalah berani juga menjabarkan dan putar otak utk menjawab pertanyaan2 berikut :

1. siapa dari 12 imam syiah yg jd amir/khalifah?

2. kapan urusan ummat pernah baik dan umat bersatu dlm kepemimpinan imam syiah? silahkan beri contoh dan bukti!

3. Tunjukan dlm hadist tsb dimana ada kalimat batasan bahwa amir nya hanya blh ada 12 saja? ingat tunjukan dengan ilmu. bukan secara salto saltoan besar omong ala rafidhoh ^_^

Jika ketiga soal simple diatas ini tidak dapat “ahmad muhajir” jawab dengan lugas. maka 12 imam syiah sebenarnya bukanlah maksud dalam kandungan hadits yg dia sampaikan diawal tadi ^_^

—————————————-

gampang kan wahai nak ahmad “ahmaq” muhajir?!, kalau nantinya kamu gak bisa jawab…. gak perlu caci maki dan gebuk2 dada wahai bocah ingusan ^_^. cukup tobat. dan mulai sadar. kalau anda itu cuma seonggok daging besutan syiah yg tidak mempergunakan akalnya dalam berucap ^_^

Jika memang nantinya seperti kebiasaan bahwa prilaku minus antek2 syiah rafidhoh imamiyah di dalam dunia maya ini selalu berputar2 dalam berhujjah dan cendrung tidak menjawab sama sekali pertanyaan simple kami di atas, maka dengan ini kami nyatakan :

12 KHALIFAH/PEMIMPIN ITU SEBENERNYA tidak terbukti SEPERTI ASUMSI kekanak kanakan “ahmad muhajir” YG senantiasa MENURUTI HAWA NAFSU KELEDAI dalam berhujjah ^_^ , lalu akan kami katakan bahwa syiah agama dusta, syiah agama yg selalu berhujjah diatas hawa nafsu, dan syiah selalu senantiasa mempraktekkan prilaku yahudi dan nasrani dalam memplintirkan apa2 yg bukan pada tempatnya…akhir kata, kami akan katakan syiah rafidhoh imamiyah adalah agama BATIL yg di penuhi oleh antek2 tidak bertanggung jawab dalam memanipulasi hadits Baginda nabi Muhammad SAW seperti halnya prilaku ” bocah ingusan syiah ahmad muhajir” yg baru lahir kemarin sore .^_^

———————

fakta bonus ttg agama syiah ^_^ :

1. terlepas dari riwayat diatas ada hal perhitungan kalkulasi yg berlum pernah terselesaikan yaitu adanya hadits syiah yang mengatakan bukan 12 imam melainkan 13 imam.

berikut bukti screen shot sebelumnya dimana seorang rafidhoh bernama “sufi alfaris/ sufi teherani/ ryan radhi” terjerembab di dalam kubangan dusta

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1708281876063&set=a.1459150687939.2060485.1508578258

2. juga adanya kemungkinan imam syiah bukan saja 12 atau 13. melainkan berkembang bagaikan virus menjadi 24. prihal fenomena dogma konyol imamah ala syiah rafidhoh imamiyah itsa asyariyah ini bisa dipantau dalam link berikut ^_^

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2458016778967&set=a.1459150687939.2060485.1508578258&type=3&permPage=1

Terima kasih
ali sakran

Kategori:Taqiyah Tag:

Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 102

Mei 17, 2012 6 komentar

Yanabi’ul Mawaddah : Kitab Sunni Atau Syi’ah ?
Menjawab ocehan dan tuduhan sekaligus dusta bocah ingusan syiah tak bertanggung jawab yg “baru lahir kemaren sore” berakun “ahmad muhajir” ^_^

bocah zugur syiah bernama “ahmad muhajir” berkotek :

Ahmad Muhajir Syaikh Sulayman Al Qunduzi Al Hanafi Mencatat Nama-Nama Para Imam Yang Harus Di ikuti Setelah Rasulullah Saww Dalam Kitabnya Yanabiul Mawaddah

Yanabiul Mawaddah (j.3, h.100-101) dan Yanabiul Mawaddah (j.3 h.284, Tahqiq oleh Sayyid

Ali Jamali Asyraf Al Husayni), riwayat dari Jabir al-Anshari (ra) berkata :Jundal bin Janadah berjumpa Rasulullah (saww) dan bertanya kepada beliau beberapa masalah. Kemudian dia berkata : Riwayat seperti diatas tidak hanya satu dalam kitab Yanabiul Mawaddah, namun ini sudah cukup sebagai bukti bahwa nama para Imam Ahlul Bait telah dijelaskan oleh Rasulullah (saww) dan tercatat dalam Kitab Sunni sendiri.
27 minutes ago · Like

———————————————————————–

Ana copaskan jawaban dari akhi @aditya riko yg telah membungkam mulut2 ayatullah gadungan indonesia ^_^ dengan ini saya lampirkan pembongkaran penipuan “ahmad muhajir ini”. ali sakran akan menyuapi tingkah laku nyeleneh dari “ayatullah Ahmad muhajir” yg masih bau kencur ini ^_^

————–

Berawal dari penafsiran ayat Tathhir oleh syi’ah, dimana ayat tersebut diyakini sebagai dalil pensucian ahlul bait. Dan ahlal bait dalam ayat tersebut ditujukan hanya kepada ahlul kisa, dengan menafikan isteri-isteri nabi Saw.

Beberapa pandangan yang menyatakan hal tersebut adalah sebagai berikut :

Dalam pembahasan ini kami akan membuktikan bahwa penafsiran ini keliru, yang benar adalah Al Ahzab 33 turun untuk Ahlul Kisa’ yaitu Nabi SAW, Sayyidah Fathimah, Imam Ali, Imam Hasan dan Imam Husain. Tentu saja kami akan membawakan riwayat-riwayat shahih yang menjadi bukti kejahilan mereka.
http://secondprince.wordpress.com/2010/02/24/hadis-yang-menjelaskan-siapa-ahlul-bait-yang-disucikan-dalam-al-ahzab-33/

—–

Berdasarkan riwayat dari Aisyah, Ummu Salamah, Abu Sa’id Al-Khudri dan Anas bin Malik, ayat ini turun hanya untuk lima orang, yaitu Rasulullah SAWW, Ali,Fathimah, Hasan, dan Husein as
http://al-shia.org/html/id/page.php?id=148

Dari penafsiran tersebut timbul pertanyaan, “Lantas bagaimana dengan imam-imam selain ahlul kisa’, bukankah mereka juga diyakini ma’shum ? Lantas, apa dalilnya ?”

Setelah melakukan sedikit “interview”, muncul sebuah jawaban, yaitu satu “hadits” yang diriwayatkan dari abdullah bin abbas dari rosulullah saww bahwasanya beliau bersabda, “Aku, ali, al hasan, al husein dan sembilan imam dari keturunan al husein adalah org2 yg maksum dan disucikan (dr sgala dosa dan kesalahan).
(yanabi’ul mawadah: 124).

Kemudian dalil juga diperkuat dengan mengatakan bahwa penulis kitab Yanabi’ul Mawaddah adalah ulama’ Sunni, dengan memberikan pernyataan sebagai berikut :

baca ini profile qunduzi: Selama ini banyak kalangan yang tidak mengetahui siapa sebenarnya Syaikh Sulaiman al Qunduzi al Balkhi al Hanafi, yang merupakan salah satu Ulama Sunni yang banyak mencatat riwayat-riwayat mengenai keutamaan Rasulullah (saww) dan Ahlul Bait (as). Dan anehnya, oleh kaum Nawashib, Syaikh Sulaiman Al Hanafi dituduh sebagai Syiah, apa motif dibalik semua itu ?…dst…

================

Untuk lengkapnya kontoversi biografi Syaikh Sulaiman Al-Qunduzi bisa dilihat di situs answering ansar :
http://www.answering-ansar.org/biographies/suleman_qandozi/index.php

Kalau melihat artikel dari answering-ansar.org tersebut, alasan utama mereka mengatakan al-Qunduzi sebagai ulama’ sunni adalah dari namanya.

First of all it should be noted that Nawasib deliberately hide the complete name/description of Shaykh Qandozi mentioned by Aqa Tahrani which is ‘Suleman bin Ibrahim al-Hanafi al-Qandozi’

Sebetulnya agak aneh bersikeras menilai keyakinan seseorang hanya berdasarkan namanya. Dan kenyataannya, tidak selamanya orang yang bergelar al-Hanafi selalu mempunyai aqidah ahlus sunnah.

ميزان الاعتدال 4|171 برقم 8736
مفضل بن محمد بن مسعر القاضى، أبو المحاسن التنوخى الحنفي.
معتزلي شيعي مبتدع.
حدث عنه الشريف النسيب

Di dalam mizanul I’tidal disebutkan seseorang yang bernama Mufadhdhal bin Muhammad, bergelar al-Hanafi, tetapi disebut sebagai mu’tazili, syi’i dan ahli bid’ah.

Selanjutnya, bukti-bukti yang disertakan dalam artikel answering-ansar.org tersebut tidak ada yang secara jelas menyebutkan aqidah al-Qunduzi. Oleh karena itu lebih baik langsung meluncur saja ke TKP, yaitu kitab Yanabi’ul Mawaddah, untuk melihat sumber riwayat hadits yang disebut berasal dari Ibnu Abbas (radhiallahu ‘anhu).

————————————-

Di dalam Yanabi’ul Mawaddah juz 3 disebutkan 2 riwayat terkait dg bahasan ini, yang dimarfu’kan kepada rasulullah Saw :

Aku dan ‘Ali dan al-Husain dan al-Hasan dan sembilan putera al-Husain adalah tersucikan dan ma’shuumuun.

Berikut teks lengkapnya.

1 – وعن ابن عباس (رضي الله عنهما) قال: سمعت رسول الله (ص) يقول: أنا وعلي والحسن والحسين وتسعة من ولد الحسين مطهرون معصومون..
http://yasoob.com/books/htm1/m025/29/no2920.html (lihat hal 291)

Riwayat pertama ini terdapat catatan kaki yang menunjukkan sumbernya, yaitu ‘Uyunul akhbar ar-Ridha. Sebagaimana diketahui kitab tersebut adalah buah tangan Syaikh Shaduq (Syaikh Abu Ja’far Muhammad bin ‘ali bin Babawaih al-Qummi).

2 -وفيه: عن الاصبغ بن نباتة، عن ابن عباس رفعه: أنا وعلي والحسن والحسين وتسعة من ولد الحسين مطهرون معصومون.
http://yasoob.com/books/htm1/m025/29/no2920.html (lihat hal 384)

Riwayat kedua ini berdasarkan BAB-nya, adalah kumpulan riwayat tentang al-Mahdi yang terdapat dalam Ghayatul maraam (al-Bahraani). Kemudian dengan melihat riwayat yang tersebut diatasnya, terlihat bahwa riwayat tersebut diambil juga dari Fara’id as-Simthin (al-Juwaini). Untuk ghayatul Maraam, jelas itu adalah sumber Syi’ah, penulisnya adalah sayyid Hasyim al-Bahrani, pemilik al-Burhan fi tafsir al-Qur’an. Sedangkan al-Juwaini ini statusnya sama seperti al-Qunduzi, yaitu disebut-sebut sebagai ulama’ sunni.

Oleh karena itu mari kita lihat dalam Fara’id as-Simthin Juz 2. Dalam bab Fii Ishmah al-A’immah min Aal Muhammad Shallallahu ‘Alaihim Ajma’in, setelah menyebutkan beberapa nama ulama’ :

قالوا كلّهم : أنبأنا الشيخ أبو جعفر محمد بن عليّ بن بابويه القمّي(3) قال : أخبرنا علي بن [ محمد بن ] عبد الله الوراق الرازي ، قال : أخبرنا سعد بن عبد الله
قال : أنبأنا الهيثم بن أبي مسروق النهدي عن الحسين بن علوان ، عمرو بن خالد ، عن سعد بن طريف ، عن الأصبغ بن نباتة :
عن عبد الله بن عباس ، قال : سمعت رسول الله (صلّى الله عليه وسلّم) يقول : أنا وعليّ والحسن والحسين وتسعة من ولد الحسين مطهّرون معصومون

Kalau melihat riwayat dalam fara’id as-simthin diatas, justru jelas disebutkan bahwa sumber riwayat tersebut adalah Syaikh Abu Ja’far Muhammad bin ‘ali bin Babawaih al-Qummi, atau dikenal juga dengan Syaikh Shaduq.

Untuk klarifikasi, mari kita lihat Kamaluddin-nya syaikh Shaduq :

كمال الدين و تمام النعمة
ابي جعفر محمدبن علي بن الحسين بن بابويه القمي المعروف بالشيخ الصدوق
(305 – 381ه)
حدثنا علي بن عبد الله الوراق الرازي قال : حدثنا سعد بن عبد الله قال : حدثنا الهيثم بن أبي مسروق النهدي ، عن الحسين بن علوان ، عن عمر ابن خالد ، عن سعد بن طريف ، عن الاصبغ بن نباته ، عن عبد الله بن عباس قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وآله يقول : أنا وعلي والحسن والحسين وتسعة من ولد الحسين مطهرون معصومون
http://www.rafed.net/books/hadith/kamal/15.html (lihat hal 280, hadits no :28)

Sekarang mari kita lihat Ghayatul Maraam :

قالوا كلهم: أنبأنا الشيخ أبو جعفر محمد بن علي بن بابويه القمي رضي الله عنه قال: أخبرنا علي بن عبد الله الوراق الرازي قال: أنبأنا سعد بن عبد الله قال: أنبأنا الهيثم بن أبي مسروق النهدي، عن الحسن بن علوان، عن عمر بن خالد، عن سعيد بن طريف عن الأصبغ بن نباتة، عن عبد الله بن عباس قال: سمعت رسول الله (صلى الله عليه وآله) يقول: ” أنا وعلي والحسن والحسين وتسعة من ولد الحسين مطهرون معصومون
http://www.aqaed.com/book/327/gh-mram1-13.html (hal. 142)

Teks dari Ghayatul Maraam sama persis dengan yang ada di Fara’id as-Simthin. Tidak aneh, karena dari catatan kakinya memang disebutkan bahwa sumbernya adalah Fara’id as-Simthin.

Setelah kita melihat sumber- sumber yang digunakan oleh penulis Yanabi’ul mawaddah, jelas sekali bahwa literatur yang ada adalah milik Syi’ah. Jadi intinya, sepanjang-panjangnya mulut, dengan berbagai alasan untuk mengatakan al-Qunduzi sebagai ulama’ Sunni adalah tidak ada gunanya, toh sumber riwayat yang ada ujung-ujungnya adalah Syaikh Shaduq.

Terakhir, sedikit lagi tambahan, sudah kepalang tanggung. Kita lihat lagi riwayat Ibn ‘Abbas diatas, kita lihat dari si empunya saja yaitu yang ada di Kamaluddin :

حدثنا علي بن عبد الله الوراق الرازي قال : حدثنا سعد بن عبد الله قال : حدثنا الهيثم بن أبي مسروق النهدي ، عن الحسين بن علوان ، عن عمر ابن خالد ، عن سعد بن طريف ، عن الاصبغ بن نباته ، عن عبد الله بن عباس قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وآله يقول : أنا وعلي والحسن والحسين وتسعة من ولد الحسين مطهرون معصومون

Perhatikan sanadnya, siapakah ‘Ali bin ‘Abdullah al-Warraq ar-Raaziy ? Di dalam kitab al-mufid min mu’jam ar-rijal al-hadiits Muhammad al-Jawaahiriy ternyata ‘Ali bin ‘Abdullah al-Warraq adalah majhul.

الصحيح ما في الطبعة الحديثة وهو علي بن عبد الله الوراق الرازي ” المجهول الآتي 8292 ” كما روى في الفقيه بهذا العنوان عن سعد بن عبد الله

Kesimpulannya, riwayat dari Ibnu ‘Abbas tersebut jelas bersumber dari literatur Syi’ah, dan sanadnya sendiri ternyata cacat (menurut kitab al-mufid mu’jam ar-rijal al-hadiits, ringkasan dari mu’jam rijal al hadiits al-Khu’i).

Dan akhirnya, pertanyaan “Dalil apakah yang menjelaskan kema’shuman 12 imam Syi’ah diluar ahlul Kisaa’ ?” masih menunggu jawaban dari “ahmad muhajir”

maka dari ini terbongkarlah dan terjawablah penipuan bocah kencur syiah berakun “ahmad muhajir”

salam==ali sakran==