Arsip

Posts Tagged ‘fadak’

Note dari akun Awi Sirep 7

Mei 17, 2012 2 komentar

Siti Fatimah ra dendam soal tanah Fadak kepada Abu Bakar ra??

by Awi Sirep on Saturday, November 7, 2009 at 6:30pm ·

Benarkah keterangan ulama-ulama syiah, bahwa Siti Fatimah, putri Rasulullah itu meninggal dunia dalam keadaan dendam pada Sayyidina Abubakar, karena persoalan tanah fadak, warisannya yang dirampas oleh Sayyidina Abu Bakar ?.

Pembaca yang kami hormati !

Pantaskah Siti Fatimah ra yang mendapat gelar sebagai Sayyidatu Nisa’ Ahlil Jannah itu mempunyai sifat dendam terhadap orang lain? apalagi terhadap orang yang sangat berjasa kepada ayahnya?.

Sebab sebagaimana kita ketahui, bahwa Siti Fatimah adalah putri Rasulullah yang telah mendapat pendidikan langsung dari Rasulullah, sehingga tidak diragukan lagi bahwa Siti Fatimah telah mewarisi sifat-sifat baik ayahnya, seperti Al Akhlaqul Karimah (akhlak yang mulia), Al’afwu’indal magdirah (pemberian maaf disaat ia dapat membalas) dan Husnuddhon (sangka baik) serta sifat baik Rasulullah yang lain.

Beliau Siti Fatimah dikenal sebagai seorang yang berakhlaq mulia, sopan santun, tidak sombong tapi rendah hati, walaupun beliau putri seorang Nabi. Beliau ramah serta lemah lembut dalam bertutur kata. Berjiwa besar, lapang dada serta pemaaf dan tidak mempunyai rasa ghil (rasa unek-unek tidak senang kepada orang lain). Sehingga tepat sekali kalau beliau itu mendapat gelar sebagai Sayyidatu Nisa’ Ahlil Jannah. Sebab di antara tanda-tanda penghuni surga adalah bahwa mereka itu tidak mempunyai rasa Ghil. Karenanya kami tidak dapat menerima kalau ada yang mengatakan bahwa Siti Fatimah wafat dalam keadaan dendam pada orang lain, dikarenakan urusan duniawi. Itu adalah satu penghinaan dan tuduhan kepada putri tersayang Rasulullah saw.

Beliau juga dikenal jujur dan tidak suka berdusta, sebagaimana kesaksian Siti Aisyah. Dimana Siti Aisyah pernah berkata kepada Rasulullah saw : “Bertanyalah kepada Fatimah, sebab dia itu tidak suka dusta.” Disamping itu semua, Siti Fatimah sangat sabar dalam menerima segala ujian serta ridha dan tawakkal atas takdir yang dialaminya. Walaupun keadaan ekonominya dalam keadaan serba kekurangan, namun beliau menerimanya dengan senang hati. Padahal beliau adalah putri seorang pemimpin.

Itulah diantara sifat-sifat mulia putri Rasulullah saw, dan apa yang kami sampaikan diatas adalah merupakan keyakinan dan kesaksian golongan Ahlussunnah Waljamaah, oleh karena itu kami tidak bisa menerima tulisan-tulisan ulama Syi’ah yang berakibat dapat mendiskriditkan Siti Fatimah.

Dengan demikian dapat kita pastikan bahwa Siti Fatimah tidak mungkin mempunyai sifat dendam, karena sifat dendam itu bukan sifatnya Ahlil Jannah, tetapi yang pasti beliau mempunyai sifat pemaaf (sifatnya Ahlil Jannah).

Oleh karena itu, kata-kata dendam yang ada dalam cerita Syi’ah tersebut merupakan suatu penghinaan pada Siti Fatimah ra.

Adapun masalah tanah fadak warisan Rasulullah saw, maka Siti Fatimah dan Imam Ali serta istri-istri Rasulullah dan pamannya Abbas telah menerima dengan baik keputusan Khalifah Abu Bakar, karena keputusan tersebut sesuai dengan perintah Rasulullah saw. Begitu pula keputusan tersebut telah berlaku di zaman Khalifah Umar dan Khalifah Utsman. Bahkan di zaman Khalifah Ali bi Abi Thalib keputusan tersebut terus diberlakukan oleh Imam ali.

Andaikata keputusan Khalifah Abu Bakar tersebut oleh Imam Ali dianggap tidak benar dan melanggar agama, pasti akan dirubahnya dan pasti warisan tersebut akan diserahkan kepada pemilik-pemiliknya.

Inilah keputusan Khalifah Abu Bakar mengenai warisan Rasulullah saw

Dasar keputusan Khalifah Abu Bakar adalah hadits Nabi yang berbunyi :

“Kami para Nabi tidak mewariskan, apa yang kami tinggalkan menjadi sodaqoh.”

(HR. Bukhari)

Dalam kitab-kitab hadits disebutkan bahwa diantara yang meriwayatkan hadits tersebut adalah Imam Ali, Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, Sayyidina Usman, Sayyidina Abbas (paman Rasulullah saw) dan beberapa sahabat yang lain serta istri-istri Rasulullah saw.

Dengan dasar hadits tersebut, maka peninggalan Rasulullah yang berupa sebidang tanah perkebunan di Fadak dikuasai dan dikelola oleh pemerintah (Khalifah).

Selanjutnya oleh Khalifah Abu Bakar hasil dari kebun tersebut digunakan untuk keperluan keluarga Rasulullah dan sebagian diberikan kepada fakir miskin.

Hal mana sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah semasa hidupnya. Oleh karenanya Siti Fatimah dan Imam Ali serta yang lain menerima keputusan Khalifah Abu Bakar tersebut.

Yang mengherankan dan menjadi tanda Tanya, mengapa dalam masalah Fadak tersebut, ulama-ulama Syi’ah itu selalu menjadikan Siti Fatimah sebagai pelaku dalam masalah Fadak, padahal bukan hanya beliau saja yang berkepentingan. Mengapa tidak Sayyidina Abbas (paman Rasulullah) atau mengapa tidak istri-istri Rasulullah?. Katanya mereka itu mencintai Siti Fatimah, mengapa justru Siti Fatimah yang dijadikan obyek?

Mengapa dalam cerita-cerita yang dibuat oleh ulama-ulama syiah mereka tega memberi sifat kepada Siti Fatimah dengan kata-kata dendam, bermusuhan, berselisih, mengancam orang lain, menuntut warisan, menuntut kekhalifahan, tidak mau dilihat bila meninggal, tidak mau dishalati bila meninggal dan lain-lain.

Tidakkah mereka itu membaca keterangan dan kesaksian para sahabat yang banyak tertera dalam kitab-kitab Ahlus-sunnah bahwa Siti Ffatimah itu berakhlak mulia, tutur katanya lembut, pemaaf, dermawan, dan tidak mempunyai ambisi untuk mencari kekayaan apalagi kedudukan. Justru beliau minta kapada Allah agar digolongkan bersama orang-orang miskin, sebagaimana ayahnya Rosulullah saw. Beliau benar-benar mewarisi sifat-sifat mulia Rosulullah saw.

Oleh karena itu beliau Siti Fatimah sangat dicintai dan dihormati oleh para sahabat, sebagaimana yang pernah diucapkan oleh Khafilah Abu Bakar, bahwa keluarga Rasulullah saw itu lebih ia cintai daripada keluarganya.

Perlu diketahui, bahwa pemberian-pemberian Khalifah Abu Bakar kepada Ahlul Bait, jauh lebih besar dari hasil kebun Fadak tersebut. Karenanya hubungan antara Khafilah Abu Bakar dengan Ahlul Bait sangat baik. Bahkan hubungan Siti Fatimah dengan istri Khalifah Abu Bakar (Asma’ binti Umais) bagaikan kakak beradik.

Sehingga sewaktu Siti Fatimah wafat, maka yang memandikan adalah Asma’ binti Umais atas dasar wasiat beliau.

Disamping kata-kata dendam diatas, sebenarnya ulama-ulama Syi’ah itu secara tidak langsung sering menghina Siti Fatimah, dimana mereka sering membuat cerita-cerita yang isinya menggambarkan bahwa Siti Fatimah mempunyai rasa sentiment atau rasa permusuhan terhadap para Sahabat, khususnya terhadap Khafilah Abu Bakar. Atau dalam bahasa Al-Qur’an disebut mempunyai rasa Ghil (Unek-unek terhadap orang lain).

Misalkan mereka mengatakan :

– Siti Fatimah sakit hati terhadap para sahabat, karena mereka mengangkat Abu Bakar sebagai Khalifah dan tidak memilih suaminya (Sayyidina Ali bin Abi Thalib).

– Setelah Sayyidina Abu Bakar terpilih sebagai Khalifah, Siti Fatimah keliling menemui pemimpin-pemimpin suku guna mencari dukungan bagi suaminya (Imam Ali).

– Siti Fatimah tidak mau baiat pada Khalifah Abu Bakar, karena dianggap merampas kekhalifahan suaminya.

– Kematian Siti Fatimah dikarenakan memikirkan hartanya yang dirampas oleh Khalifah Abu Bakar

Apa yang mereka tuduhkan tersebut, merupakan satu kekurang-ajaran mereka terhadap Siti Fatimah dan merupakan fitnah yang sangat besar, yang harus ditebus oleh penuduhnya dengan membaca syahadat lagi (tajdiid) dan harus banyak baca istighfar.

Hal mana karena apa yang mereka tuduhkan tersebut, sangat bertentangan dengan sifat putri Rasulullah yang sangat lemah lembut dan pemaaf serta penuh kasih sayang terhadap sesama muslimnya. Terutama terhadap orang-orang yang lebih dahulu dalam beriman kepada Allah dan RasulNya. Sehingga sesuai dengan do’a yang diajarkan oleh Allah dalam Al Qur’an yang berbunyi :

“ Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

(QS. Al Hasyr : 10)

Demikianlah sedikit mengenai cerita-cerita Syi’ah yang apabila kita amati benar-benar justru mendiskriditkan Siti Fatimah.

Ap Apa wasiat Siti Fatimah kepada Asma Binti Umais ?

Asma binti Umais adalah istri Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq dan dari perkawinan tersebut Allah mengaruniai seorang putra dengan nama Muhammad bin Abu Bakar.

Perkawinan tersebut atas perintah Rasululah saw, setelah suaminya yang pertama yaitu Ja’far bin Abi Thalib (saudara Imam Ali) meninggal dalam peperangan. Beliau Asma’ termasuk orang-orang yang masuk Islam pada awal permulaan Islam di Mekkah sebelum Muslimin berkumpul di Darul Argom dan beliau kemudian bersama suaminnya Ja’far bin Abi Thalib hijrah ke Habasyah.

Setelah Khalifah Abu Bakar wafat, Asma’ binti Umais kawin dengan Imam Ali kw dan dikaruniai oleh Allah dua putra yaitu Yahya dan Muhammad Al Ashhor. Ummul Mu’minin Maimunah istri Rasulullah saw adalah saudara seibu dengan Asma’ binti Umais. Oleh karena itu hubungan Asma binti Umais dengan keluarga Rasulullah saw sangat dekat sekali. Beliau sering membantu keluarga Rasulullah saw.

Asma’ binti Umais adalah orang yang selalu membantu Siti Fatimah dan meskipun beliau istri seorang Khalifah hampir setiap hari Asma’ berkunjung kerumah Siti Fatimah mereka seperti kakak beradik.

Semoga Alllah membalasnya serta meridhoinya.

Adapun cerita mengenai wasiat Siti Fatimah kepada Asma’ binti Umais, maka dalam buku-buku sejarah diceritakan sbb.

Setelah Siti Fatimah merasa bahwa ajalnya sudah dekat beliau berkata kepada Asma’ binti Umais yang hampir setiap hari berkunjung ke rumah Siti Fatimah.

“ Saya kurang senang terhadap apa yang diperbuat terhadap wanita jika mati, yaitu hanya ditutupi dengan kain. Sehingga bentuk badannya kelihatan.”

Maka berkatalah Asma’ kepada Siti Fatimah : “Apakah engkau mau aku tunjukkan sesuatu yang pernah aku lihat di Habasyah?” Siti Fatimah menjawab: “Coba tunjukkan.” Maka dibuatlah oleh Asma’ keranda dari pelepah pohon kurma, kemudian diatasnya ditaruh kain. Begitu Siti Fatimah melihat keranda tersebut, beliau sangat gembira dan tertawa seraya berkata : “Alangkah baiknya ini. Semoga Allah menutupimu sebagaimana engkau menutupiku. Nanti jika aku mati, maka mandikanlah aku bersama Ali dan jangan ada orang lain yang ikut memandikanku. Setelah itu buatkanlah untukku seperti ini.”

Selanjutnya, begitu Siti Fatimah wafat, semua wasiatnya dilaksanakan oleh Imam Ali dan Asma’.

Cerita ini dimuat dalam kitab At Tobaqot, karya Ibnu Saad, Sunan Al Baihaqi, Sunan Ad Dar Quthni dan lain-lain.

Pembaca yang kami hormati.

Mengenai wasiat Siti Fatimah agar yang memandikan beliau hanya Asma’ binti Umais dan Imam Ali, serta orang lain tidak boleh ikut memandikan beliau tersebut, oleh ulama-ulama Syiah dibuatkan beberapa cerita wasiat Siti Fatimah, diantaranya :

– Apabila beliau wafat, para sahabat dilarang masuk rumah Siti Fatimah, sebab beliau tidak mau dilihat para sahabat.

– Siti Fatimah berwasiat agar waktu memakamkannya tidak dilihat atau tidak diketahui oleh para sahabat.

– Imam Ali melarang para sahabat menshalati Siti Fatimah, sebab Siti Fatimah tidak mau dishalati oleh para sahabat, terutama oleh Khalifah Abu Bakar.

Masya Allah, ini adalah suatu tuduhan dan fitnah terhadap Imam Ali dan Siti Fatimah r.a. sebab mungkinkah Imam Ali melarang seseorang melakukan shalat?.

Khasya, pasti tidak mungkin.

Begitu pula Siti Fatimah yang telah mewarisi sifat-sifat dan akhlak baginda Rasulullah SAW, pasti beliau tidak akan membuat wasiat seperti yang dituduhkan oleh orang-orang Syiah itu. Lalu untuk apa beliau minta dibuatkan keranda tersebut.

Itulah orang-orang Syiah, mereka suka memutar balik fakta dan cerita, dengan tujuan akan membuat opini bahwa antara Siti Fatimah dengan para sahabat telah terjadi hubungan yang tidak baik.

Semoga kita diselamatkan oleh Allah dari pemutar balikan sejarah yang dilakukan oleh ulama-ulama Syiah.

Demikian wasiat Siti Fatimah kepada istri Khalifah Abu Bakar yang sekaligus membuktikan adanya hubungan baik antara kedua keluarga.

Iklan

Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 101

Mei 17, 2012 1 komentar

ini topik Bantahan utk “ayatullah dany doang ” yg desas desusnya lulusan iran 6 tahun. tapi 6 tahun tidak membawakan berkah dan hasil apa apa melainkan “menghasilkan” otak yg isi kepalanya fulus ^_^

notes ini diawali dengan pertanyaan Apakah Sayyidina Abu bakar adalah seorang tamak yang tidak mena’ati nabi dan ataukah seorang yg tidak mena’ati hukum waris sebagaimana anggapan sipendusta “ayatullah dany doang ^_^..?? atau kah sebaliknya justru “ayatullah dany doang” lah yg mendustai hadits nabi..??

yuk kita bahas ^_^

Dari sini kita harus menampilkan peristiwa kisah fadak secara utuh dan di sana kita akan jumpai sebuah kebenaran yang tidak pernah di terima oleh gerombolan para pendendam dan pencaci yaitu agama syiah rafidhoh imamiyah itsna asyariyah

Didalam kisah fadak, ada sebuah hadist riwayat imam muslim , Alhamdulillah alfaqir munculkan sebuah hadist secara penuh dari awal sampai akhir tanpa pemenggalan dan pemotongan ala rafidhoh imamiyah 12^_^ ,

hadist kisah tanah fadak tersebut berbunyi demikian :

حدثني محمد بن رافع أخبرنا حجين حدثنا ليث عن عقيل عن ابن شهاب عن عروة بن الزبير عن عائشة أنها أخبرته أن فاطمة بنت رسول الله صلى الله عليه وسلم أرسلت إلى أبي بكر الصديق تسأله ميراثها من رسول الله صلى الله عليه وسلم مما أفاء الله عليه بالمدينة وفدك وما بقي من خمس خيبر فقال أبو بكر إن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال لا نورث ما تركنا صدقة إنما يأكل آل محمد صلى الله عليه وسلم في هذا المال وإني والله لا أغير شيئا من صدقة رسول الله صلى الله عليه وسلم عن حالها التي كانت عليها في عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم ولأعملن فيها بما عمل به رسول الله صلى الله عليه وسلم فأبى أبو بكر أن يدفع إلى فاطمة شيئا فوجدت فاطمة على أبي بكر في ذلك قال فهجرته فلم تكلمه حتى توفيت وعاشت بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم ستة أشهر فلما توفيت دفنها زوجها علي بن أبي طالب ليلا ولم يؤذن بها أبا بكر وصلى عليها علي وكان لعلي من الناس وجهة حياة فاطمة فلما توفيت استنكر علي وجوه الناس فالتمس مصالحة أبي بكر ومبايعته ولم يكن بايع تلك الأشهر فأرسل إلى أبي بكر أن ائتنا ولا يأتنا معك أحد كراهية محضر عمر بن الخطاب فقال عمر لأبي بكر والله لا تدخل عليهم وحدك فقال أبو بكر وما عساهم أن يفعلوا بي إني والله لآتينهم فدخل عليهم أبو بكر فتشهد علي بن أبي طالب ثم قال إنا قد عرفنا يا أبا بكر فضيلتك وما أعطاك الله ولم ننفس عليك خيرا ساقه الله إليك ولكنك استبددت علينا بالأمر وكنا نحن نرى لنا حقا لقرابتنا من رسول الله صلى الله عليه وسلم فلم يزل يكلم أبا بكر حتى فاضت عينا أبي بكر فلما تكلم أبو بكر قال والذي نفسي بيده لقرابة رسول الله صلى الله عليه وسلم أحب إلي أن أصل من قرابتي وأما الذي شجر بيني وبينكم من هذه الأموال فإني لم آل فيها عن الحق ولم أترك أمرا رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم يصنعه فيها إلا صنعته فقال علي لأبي بكر موعدك العشية للبيعة فلما صلى أبو بكر صلاة الظهر رقي على المنبر فتشهد وذكر شأن علي وتخلفه عن البيعة وعذره بالذي اعتذر إليه ثم استغفر وتشهد علي بن أبي طالب فعظم حق أبي بكر وأنه لم يحمله على الذي صنع نفاسة على أبي بكر ولا إنكارا للذي فضله الله به ولكنا كنا نرى لنا في الأمر نصيبا فاستبد علينا به فوجدنا في أنفسنا فسر بذلك المسلمون وقالوا أصبت فكان المسلمون إلى علي قريبا حين راجع الأمر المعروف حدثنا إسحق بن إبراهيم ومحمد بن رافع وعبد بن حميد قال ابن رافع حدثنا و قال الآخران أخبرنا عبد الرزاق أخبرنا معمر عن الزهري عن عروة عن عائشة أن فاطمة والعباس أتيا أبا بكر يلتمسان ميراثهما من رسول الله صلى الله عليه وسلم وهما حينئذ يطلبان أرضه من فدك وسهمه من خيبر فقال لهما أبو بكر إني سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم وساق الحديث بمثل معنى حديث عقيل عن الزهري غير أنه قال ثم قام علي فعظم من حق أبي بكر وذكر فضيلته وسابقته ثم مضى إلى أبي بكر فبايعه فأقبل الناس إلى علي فقالوا أصبت وأحسنت فكان الناس قريبا إلى علي حين قارب الأمر المعروف صحيح مسلم

Al faqir tidak perlu menerjemahkan hadist panjang di atas…!! ana persilahkan “dany doang” si jahil utk menerjemahkan sendiri.^_~ atau kalau gak bisa isap jempol aja ( sambil berkata dalam hati :6 tahun di IRan saya belajar apa ) ^_~

kemudian yang perlu saya terjemahkan dan perlu di garis bawahi adalah peristiwa terpenting : yaitu :
pertama :
أن فاطمة بنت رسول الله صلى الله عليه وسلم أرسلت إلى أبي بكر الصديق تسأله ميراثها من رسول الله صلى الله عليه وسلم مما أفاء الله عليه بالمدينة وفدك وما بقي من خمس خيبر

artinya : ” Sesungguhnya Fatimah binti Rasulullah SAW meminta kepada Abu Bakar supaya membagikan kepadanya harta warisan bagiannya dari harta yang ditinggalkan Rasulullah SAW dari harta fa’i yang dianugerahkan oleh Allah kepadanya yang berada di Madinah dan Fadak dan bagian khumus dari Khaibar

kedua :
فقال أبو بكر إن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال لا نورث ما تركنا صدقة إنما يأكل آل محمد صلى الله عليه وسلم في هذا المال وإني والله لا أغير شيئا من صدقة رسول الله صلى الله عليه وسلم عن حالها التي كانت عليها في عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم ولأعملن فيها بما عمل به رسول الله صلى الله عليه وسلم فأبى أبو بكر أن يدفع إلى فاطمة شيئا

artinya : Maka berkatalah Abu Bakar kepadanya, “Sesungguhnya Rasulullah saaw bersabda: “Kami tidak mewariskan apapun, apa yg kami tinggalkan adalah sedekah.” Sesungguhnya keluarga Muhammad hanya makan dari harta ini. Sungguh aku, demi Allah, tidak akan mengubah sesatu apapun dari keadaanya seperti masa Rasulullah saaw dan aku akan melaksanakannya seperti halnya Rasulullah melaksanankannya. Abu Bakar menolak memberikan apapun dari harta itu kepada fatimah.

===========================================

1. Lalu mari kita lihat apakah yang di sampaikan oleh Sayyidina Abubakar ridwanullah alaih tersebut mengandung kebenaran??

Rafidhah khususnya si syiah “dany doang si otak kopong” ini jika di pampangkan sebuah hadist yang bersumber dari kitab-kitab ulama ahlussunnah, maka biasanya sudah dapat di pastikan akan mengelak dan beralasan bahwa itu kan hadist cuma riwayat imam muslim ( riwayat sunni)..??walaupun mereka gak bisa buktikan dengan hujjah, yang penting ngeludah dulu… bukan begitu bukan wahai Dany? ^_~

Oleh itu demi sebuah kebenaran, Mari kita suguhkan sebuah hadist yang ada dan tertera di dalam kitab literatur riwayat ulama syiah, namun isi yang terkandung sama persis seperti apa yang telah di sampaikan oleh Sayyidina Abu bakar assiddiq RA. ( asik gak tuh ya dany doang^_~)

#Rasulullah bersabda:
إنّا معاشر الأنبياء لا نورّث ما تركنا صدقة

artinya “Kami para nabi tidak diwarisi, segala yang kami tinggalkan hanya sebagai sedekah”
hadist di atas bagi kami ahlu sunnah adalah sohih, dan ke absahan-nya tidak terbantahkan .

sekarang kita lihat bagaimana tanggapan ulama’ syiah terhadap kesohihan hadist yang menjelaskan bahwa para Nabi tidak mewariskan harta berupa dinar maupun dirham melainkan mewariskan Ilmu.

====>>>>

almajlisi menukil dari apa yang telah di riwayatkan oleh alkulani ( pengarang alkafi ) dari abi abdillah alaihissalam katanya, Rasulullah saw bersabda :

قال رسول الله صلىالله عليه وآله وسلم (وإنّ العلماء ورثة الأنبياء ، إنّ الأنبياء لم يورّثواديناراً ولا درهماً ولكن ورّثوا العلم فمن أخذ منه أخذ بحظ وافر
sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi dan para nabi tidak tidak mewariskan dinar maupun dirham melainkan mewariskan ilmu, barangsiapa mengambil dari-nya maka ia telah mengambil bagian yang sangat banyak”

قال عنهالمجلسي في مرآة العقول 1/111 الحديث الأول ( أي الذي بين يدينا ) له سندان الأولمجهول والثاني حسن أو موثق لا يقصران عن الصحيح ) فالحديث إذاً موثق في أحد أسانيدهويُحتج به ،
dalam kitab-nya mir’atul uqul 1/111. Almajlisi berkata memaparkan derajat hadist di atas : katanya : hadist yang ada di tangan kami ini mempunyai dua sanad.
1. sanad pertama adalah mahjul (tidak di ketahui)
2.sanad kedua adalah hasan. atau terpercaya, kedua-nya tidak mengurangi derajatnya dari derajat sohih. sebab, apabila hadist dalam salah satu sanad nya di percaya maka itu boleh di jadikan hujjah/dalil.

disini ulama syiah Almajlisi dan alkulaini membenarkan dan menjadikan sebuah hujjah bahwa para Nabi tidak mewarisi harta benda apapun, melainkan beliau mewariskan ilmu.

(gimana wahai dany doang ? ^_~..gak usah gebuk2 dada ya melihat kenyataan pahit dari literatur syiah ini )

================================

selanjutnya……….

2. lalu katakanlah “ayatullah dany doang” yg sekolah 6 tahun di IRAn tanpa hasil ini merem alias buta atau tidak mempercayai hadist yang di sampaikan oleh Sayyidina kami Abu bakar assiddiq RA .

lantas apakah “dany doang” juga jahil tidak percaya terhadap hadsit yang di keluarkan oleh alkulaini dan di benarkan oleh almajlisi..?? atau dany mau bikin aliran syiah baru dengan tidak mempercayai dua-duanya ?? lalu siapakah yang mau anda percayai ?? wah jangan2 imam khumaini ya yg anda percayai ??^_~

katakanlah dany doang ini coba mencari lobang pembenaran lain dengan berkata bahwa lebih percaya kepada khumaini ketimbang almajlisi dan kulani, maka di sini akan kita lihat kenyataan yg dapat membuat mata dany terbelalak sekaligus mulut mangap terbuka lebar. khumaini memberikan kesaksian di dalam kitab-nya al-islamiyah ala jawazi wilayatil faqih di dalam judul “sohihatul qada’ah”
apa komentar khumeini :
هذا الحديث صحيح السند و قد استشهد به العلماء في أكثر من موضع , كما استشهد به الإمام الخميني – عليه الرحمة – في أكثر من موضع منها : الاجتهاد والتقليد ص 32 , كتاب البيع ج 2 ص 482

artinya : hadist ini (hadist bahwa Para Nabi tidak mewariskan harta melainkan mewariskan Ilmu) adalah mempunyai sanad yang sangat sohih, dan para ulama di dalam beberapa tempat memberikan kesaksian atas kesohihan hadist tersebut, sebagaimana imam khumaini memberi kesaksian atas kesohihan hadist tersebut di dalam beberapa kitab-nya di antaranya adalah : al-ijtihad wat-tqlid hal 32, dan kitabul bai’ juz 2 hal 482.

======>>>>>
oleh itu maka secara fair bisa disimpulkan bahwa. hadist yang menyatakan bahwa para Nabi tidak mewariskan harta benda baik berupa dinar maupun dirham adalah sohih dan di akui kesohihan-nya oleh para ahli.

maka jika ulama’ syiah saja mengakui atas kesohihan hadist para Nabi tidak mewariskan harat benda, lalu kenapa “ayatullah dany doang” ini sok pinter berteriak-teriak dan menggugat harta warisan fathimah yang siti fathimah sendiripun menerima dan mengakui keputusan Abu bakar ?? subhanallah… mungkin “dany doang” ini bercita cita ngangkat diri jadi rahbar sehingga merasa lebih ahli dari al-kulaini, almajlisi dan khumaini ya…??^_^ apa cuma gara2 pernah ke QOm 6 tahun? ^_^

=======================================

3. semisal katakan dany doang ini jahil pangkat 12 sehingga masih menolak kebenaran ini ” bahwa para Nabi tidak mewariskan harta benda ) dan “ayatullah dany doang” ini gatel mau mengungkit hak warisan melalui dalil hukum warist yang di tentukan oleh al-qur’an : maka fayad disini harus memahami konsep pembagian harta warist menurut al-qur’an . bukan cuma siti fathimah saja yang harus menggugat harta warisan Rasul itu, melainkan para isteri rasul, dan para anak perempuan rasul yang lain juga harus menerima bagian warisan. bukankah Allah berfirman :
وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْوَاجُكُمْ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُنَّ وَلَدٌ فَإِنْ كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ فَلَكُمُ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِينَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ وَلَهُنَّ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُمْ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَكُمْ وَلَدٌ فَإِنْ كَانَ لَكُمْ وَلَدٌ فَلَهُنَّ الثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُمْ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ تُوصُونَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ وَإِنْ كَانَ رَجُلٌ يُورَثُ كَلالَةً أَوِ امْرَأَةٌ وَلَهُ أَخٌ أَوْ أُخْتٌ فَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ فَإِنْ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ فَهُمْ شُرَكَاءُ فِي الثُّلُثِ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصَى بِهَا أَوْ دَيْنٍ غَيْرَ مُضَارٍّ وَصِيَّةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَلِيمٌ 12

artinya : Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudarat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.(annisa’ : 12)

maka seharusnya para isteri Nabi memeroleh seperdelapan dari harta yang di tinggalkan Rasulullah , jadi para isteri tersebut harus menerima harta warisan Nabi. bukan cuma siti fathimah saja.paham wahai dany doang berotak dodong?? malu2in nt dan dan^_~ 6 tahun di IRAN apa hasilnya? mutah? ^_^

cukup jelas firman Allah : Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu

lalu kenapa Para isteri Rasul tidak menerima harta warisan Nabi ??
jawaban-nya adalah : itu semata-mata karena Para Nabi tidak mewariskan apapun apa yang di tinggalkan adalah sedekah paham yad?!. oleh itu Sayyidina Abu bakar sangat bijaksana dan sangat Arif dalam mengamalkan sebuah Hadist, jadi bukan cuma Siti Fathimah saja yang tidak mendapat warisan melainkan para isteri-isteri Nabi juga sama, hal ini di karena sebuah kerifan yang sangat bijaksana dalam mengamalkan sebuah titah dan hadist Rasul. oleh itu Sayyidina Abu bakar berkata: “Sesungguhnya Rasulullah saaw bersabda: “Kami tidak mewariskan apapun, apa yg kami tinggalkan adalah sedekah.” Sesungguhnya keluarga Muhammad hanya makan dari harta ini. Sungguh aku, demi Allah, tidak akan mengubah sesatu apapun dari keadaanya seperti masa Rasulullah saaw dan aku akan melaksanakannya seperti halnya Rasulullah melaksanankannya.

(maka dari itu utk “dany doang” ana katakan isep jempol dulu ^_~)

=========================================

4. ngomong2 si “dany doang” dengan gaya kampungan status2 yg gak bertanggung jawabnya ceplas ceplos ttg masalah fadak 1000 tahun lalu…kira2 “orang syiah satu ini yg katanya sekolah 6 tahun di IRan ” ini tau gak nih apakah harta tanah fadak itu..?? tanah fadak adalah harta yang di peroleh oleh Rasulullah di peperangan khaibar ..! tahukan si “ayatullah dany doang” …ada berapa anak perempuan Rasulullah yang masih hidup di saat itu ??

Rasulullah mempunyai 3 anak puteri, yaitu siti fathimah. siti zainab, dan ummu kultsum. dan ketiganya masih hidup saat Rasulullah mendapat harta tanah fadak di peperangan khaibar. bila harta rasulullah untuk di warisi.. sudah tentu rasulullah akan bertindak Adil, sebab beliau adalah seorang Nabi dan Rasul. bukan cuma siti fathimah saja yang di beri tanah fadak, melainkan siti zainab dan ummu kultsum juga harus mendapat bagian dari tanah fadak. sebab di masa rasulullah mendapatkan tanah fadak siti zainab dan ummu kultsum masih hidup. peperangan khaibar terjadi pada tahun 7 hijriyah, sedang siti zainab wafat pada tahun 8 hijriyah, dan ummu kultsum wafat pada tahun 9 hijriyah. bagaimana akal anda dapat bayangkan bahwa rasulullah memberikan tanah fadak hanya kepada siti fathmah saja sedangkan zainab dan ummu kultsum tidak ??

kalau sudah begini orang syiah seperti “dany doang” itu memang wajar di golongkan kepada org2 berotak dan faham terlalu jauh miring dan bebal sebab di hijabi oleh kedust’aan doktrin syiah. kenapa otak mereka bebal? karena memang hidayah di tutup oleh ALlah SWT shingga walaupun kebenaran ada di depan mata. mereka tetap menolak..itu lumrah sudah menjadi formula baku rumus pangkat 12 kuadrat ^_^

=======================================

5. Maka dengan ini, mari “orang yg disesatkan selama 6 tahun di IRAN” satu ini kita gandeng bersama2 bertamasya, kita ajak “dany doang” untuk melihat realita semakin jauh lagi , ternyata dapat dijumpai riwayat di dalam kitab syiah yang cukup untuk membungkam “mulut dusta kaum syiah terhadap riwayat tanah fadak” ^_^

simak sebagai berikut :

Berkatalah Muhammad bin Husain dari Jafar bin Basyir dari Husein dari Abu Mikhlad dari Abdul Malik berkata : suatu hari Abu Jafar menyuruh Ja’far mengambilkan tulisan Ali, lalu Ja’far membawanya, tulisan itu sebesar paha manusia, dalam tulisan itu berbunyi Bahwa para kaum wanita itu tidak berhak medapatkan warisan rumah bila ditinggal mati oleh ayah atau suaminya. Abu Jafar berkata demi Allah ini adalah tulisan tangan Ali yang didiktekan Rasulullah. (Biharul Anwar juz 26 hal-514)

عن علي عن أ بيه عن جميل عن زرارة و محمد بن مسلم عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ (عليه السلام ) قَالَ النِّسَاءُ لَا يَرِثْنَ مِنَ الْأَرْضِ وَ لَا مِنَ الْعَقَارِ شَيْئاً
Dari Ali dari ayahnya, dari Jamil dari Zurarah dan Muhammad bin Muslim dari Abi Jafar berkata Wanita-wanita itu tidak dapat mewarisi tanah dan bangunan (Al Kaafi juz 7 hal 128) –

nah loh…gimana tuh Dan ?^_~. kalau udah kaya gini jadinya “dany doang sepertinya ibarat anak balita syiah yg merasa dirinya diangkat jadi nabi..karena melampaui wewenang nabi dengan syariat2nya ^_^. ya dan ya?

=========================================

Selanjutnya utk @dany doang dan komplotan syiah yang lain, diharapkan kalian bisa memprogram akal sehat dan otak agar tetap jernih dari kotoran2??, (kalau perlu pakai Kaporit ) ^_^.

sekarang gantian soal latihan analisa buat syiah rafidhoh imamiyah itsna asyariyah

BIla ulama syiah rafidhoh, di anggap oleh fayad habsyie dan syi’i rafidhoh mempunyai derajat tinggi. Alhamdulillah tanpa di ragukan ulama’ syiah sudah membuktikan bahwa para wanita tidak boleh mendapat warisan berupa tanah dan bahan bangunan.

—————————————————–

“latihan mikir bt dany doang” : Bagaimana Fatimah menuntut sesuatu yang menurut agama syiah di dalam kitab besar-nya diharamkan bagi seluruh wanita, seperti nukilan di dalam riwayat atas?

sembari tunggu jawaban, Sementara ini mau tidak mau, menerima atau tidak menerima…. kaum syiah dengan fayad sebagai anteknya harus akui bahwa:

– Fatimah versi syiah memang lain dengan sayyidiatina fatimatuzzahra versi sunni yg lemah lembut

kalau versi syiah fatimah adalah anak nabi yg offensive, aggresive, ambisius, dan merengek2 menuntut Abu Bakar untuk melaksanakan sesuatu yang haram, yaitu memberikan warisan tanah pada wanita, padahal memberikan warisan kepada wanita ini tidak boleh dan haram menurut kitab syiah rofidhoh itu sendiri.

pertanyaan ke-2 utk dany doang :

-Apakah sayyidatina Fatimah keliru wahai syiah Rafidhoh ?^_~

kalau gak bisa jawab juga yad , sebaiknya anda gak perlu berteriak-teriak menggugat warisan siti fathimah yg terjadi 1000 tahun yg lalu, dimana dany doang ini masi belum di rencanakan keberadaannya di dunia^_~

komen anda diatas mengungkit2 ttg masalah sepele fadak dengan racikan bumbu2 kebencian ala syiah imamiyah itu pada akhirnya berbenturan hukum dan peraturan dengan apa yg ada di ajarkan pada kitab anda bahwa “seorang wanita tidak boleh menerima warisan berupa tanah dan bahan bangunan”…. sedangkan siti fathimah adalah anak wanita Rasulullah ??intinya sesuatu yang seharusnya dany imani, malah dany ingkari..!!

maka dari itu rasanya dari awal ana gak salah rasanya kalau sebut dany doang ini cuma menghabiskan duit orang tua saja selama 6 tahun di IRAN. ^_^

mengenaskan memang , beginilah bila sebuah agama ngaku2 islam tapi beraqidahnya berdiri di atas sarang laba-laba. pemeluk agama cendrung linglung dan kebingungan…!!

-wallahu a’lam ”

^_^
======================================

Dengan demikian tampaklah yang benar dalam masalah ini dan hancurlah kebatilan yang dituduhkan oleh Syi’ah Rafidhah kpd sayyidatina fatimatuzzahra al batul dan sayyidina abubakar ashidiq. Padahal kalau mau jeli, Sayyidina abubakar tidak salah, melainkan hanya menjalankan dan menegakkan hadits nabi, tapi Sayyidina abubakar ashidiq begitu hormat nya dengan ahlul bait sampai2 beliau yg minta maaf !

“ayatullah dany doang” setelah ini gak perlu gebuk2 dada atau jedot2in pala ke tembok ya ^_^
cukup muncul disini dan mempertanggung jawabkan ocehannya dan kenyataan bantahan yg berada dalam kitab2 syiah sendiri ^_^
belajarlah dewaasa ! ^_~

Kategori:Ahlul Bait, Sahabat Tag:

Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 86

episode 4 : Masih seorang syiah rafidhoh imamiyah ber-akun “pencinta ali”. karena dia telah berani mengembangkan fitnah fadak kpd sayyidatina fatimah, maka di bawah ini akan saya ajak si empunya akun utk menyelami hukum2 waris pada literatur syiah ^_^.

setelah dalam episode 3 ternyata akun “pencinta ali”ini terseok2 dalam membahas kitab2 literatur syiah, maka kali ini rasanya kita harus terus mendidik pria jahil ini utk mengkaji kitab2 syiah sendiri….studi kasus kali ini adalah mengkaji hukum waris Nabi dengan rujukan kitab2 syiah beserta fatwa2 imam2 syiah itu sendiri. asik kan? ^_~

berikut perkataan semena mena dari ayatullah “pencinta ali” :

DIA MARAH MELIHAT KAUM SYI’AH 12 IMAM MELAKNAT “YANG PATUT DILAKNAT” TAPI DIAM DAN “MEMAHAMI” KENAPA “BANI UMAYAH MELAKNAT IMAM ALI KW DAN AHLUL BAIT” MALAH MENDUKUNG PARA ZALIM ITU MENJADI KHALIFAH MEREKA

MARI KITA KENANG BAGAIMANA KHALIFAH UMAR BIN ABDUL AZIS TELAH MENGEMBALIKAN TANAH FADAK (BUKTI BAHWA ABU BAKAR MEMANG TELAH MERAMPASNYA DAN TELAH MENUDUH BUNDA FATHIMAH SA SEBAGAI PEMBOHONG)

jadi maksud tersirat antek2 yahudi lewat agama syiah ini ingin menyindir sayydiina abubakar ashidiq yg konon kata agama syiah merampas tanah fadak yg konon juga katanya hak waris sayyidatina fatimah…betulkah begitu?

komen ali sakran : pertama, “pencinta ali” tidak mengetahui hukum waris dalam qur’an utk nabi dan bukan nabi, kedua, ternyata “pencinta ali” tidak pernah tau kalau dia punya kitab2 dan fatwa2 ulama yg bertentangan hukum dengan yg dia yakini….

—————————————————————————————————–

berikut ini akan saya paparkan hukum2 waris dari literatur syiah, nantii pembaca tinggal menyimpulkan sejauh mana dan sebodoh apa “pencinta ali” memahami hukum waris agama syiah ^_~

1. almajlisi menukil dari apa yang telah di riwayatkan oleh alkulani ( pengarang alkafi ) dari abi abdillah alaihissalam katanya, Rasulullah saw bersabda :

قال رسول الله صلىالله عليه وآله وسلم (وإنّ العلماء ورثة الأنبياء ، إنّ الأنبياء لم يورّثواديناراً ولا درهماً ولكن ورّثوا العلم فمن أخذ منه أخذ بحظ وافر
sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi dan para nabi tidak tidak mewariskan dinar maupun dirham melainkan mewariskan ilmu, barangsiapa mengambil dari-nya maka ia telah mengambil bagian yang sangat banyak”

2.
قال عنهالمجلسي في مرآة العقول 1/111 الحديث الأول ( أي الذي بين يدينا ) له سندان الأولمجهول والثاني حسن أو موثق لا يقصران عن الصحيح ) فالحديث إذاً موثق في أحد أسانيدهويُحتج به ،
dalam kitab-nya mir’atul uqul 1/111. Almajlisi berkata memaparkan derajat hadist di atas : katanya : hadist yang ada di tangan kami ini mempunyai dua sanad.
1. sanad pertama adalah mahjul (tidak di ketahui)
2.sanad kedua adalah hasan. atau terpercaya, kedua-nya tidak mengurangi derajatnya dari derajat sohih. sebab, apabila hadist dalam salah satu sanad nya di percaya maka itu boleh di jadikan hujjah/dalil.

disini ulama syiah Almajlisi dan alkulaini membenarkan dan menjadikan sebuah hujjah bahwa para Nabi tidak mewarisi harta benda apapun, melainkan beliau mewariskan ilmu.

3. khumaini memberikan kesaksian di dalam kitab-nya al-islamiyah ala jawazi wilayatil faqih di dalam judul “sohihatul qada’ah”
apa komentar khumeini :
هذا الحديث صحيح السند و قد استشهد به العلماء في أكثر من موضع , كما استشهد به الإمام الخميني – عليه الرحمة – في أكثر من موضع منها : الاجتهاد والتقليد ص 32 , كتاب البيع ج 2 ص 482

artinya : hadist ini (hadist bahwa Para Nabi tidak mewariskan harta melainkan mewariskan Ilmu) adalah mempunyai sanad yang sangat sohih, dan para ulama di dalam beberapa tempat memberikan kesaksian atas kesohihan hadist tersebut, sebagaimana imam khumaini memberi kesaksian atas kesohihan hadist tersebut di dalam beberapa kitab-nya di antaranya adalah : al-ijtihad wat-tqlid hal 32, dan kitabul bai’ juz 2 hal 482.

——————————————————————————————————————-

“latihan mikir bt pencinta ali” : Bagaimana Fatimah menuntut sesuatu yang menurut agama syiah di dalam kitab besar-nya tidak di benarkan, seperti nukilan di dalam riwayat atas? al majlisi, alkulani, bahkan khomeini, telah berpendapat sama dengan sayyidina abubakar!^_^

sembari tunggu jawaban, Sementara ini mau tidak mau, menerima atau tidak menerima…. kaum syiah dengan “pencinta ali” sebagai anteknya harus akui bahwa:

– Fatimah versi syiah yg gila harta memang berbeda dengan sayyidatina fatimatuzzahra versi sunni yg lemah lembut dan tawadhu’

kalau versi syiah fatimah adalah anak nabi yg offensive, aggresive, ambisius, dan merengek2 menuntut Abu Bakar untuk melaksanakan sesuatu yang haram, yaitu memberikan warisan tanah pada diri sayyidatina fatimah itu sendiri, padahal memberikan warisan kepada wanita ini tidak boleh dan haram menurut kitab syiah rofidhoh itu sendiri.

pertanyaan ke-2 utk “pencinta ali” yg dungu :

-Apakah sayyidatina Fatimah keliru wahai syiah Rafidhoh ?^_~

kalau gak bisa jawab juga li, sebaiknya anda gak perlu berteriak-teriak menggugat warisan siti fathimah yg terjadi 1000 tahun yg lalu, dimana “pencinta ali” ini masi belum di rencanakan keberadaannya di dunia^_~

komen “pencinta ali” diatas mengungkit2 ttg masalah sepele fadak dengan racikan bumbu2 kebencian ala syiah imamiyah itu pada akhirnya berbenturan hukum dan peraturan dengan apa yg ada di ajarkan pada kitab syiah sendiri bahwa “nabi tidak mewarisi harta” sedangkan siti fathimah tidak berhak atas atas tanah fadak??intinya sesuatu yang seharusnya “pencinta ali” imani dalam agama syiah, malah “pencinta ali” ingkari..!! bahlol ^_^

mengenaskan memang , beginilah bila sebuah agama ngaku2 islam tapi beraqidahnya berdiri di atas sarang laba-laba. pemeluk agama cendrung linglung dan kebingungan…!!
asik kan li, bahas kitab syiah sendiri kadang2 mengandung kontroversi sana sini dengan ajaran syiah yg di lapangan.

-wallahu a’lam ”

^_^
======================================

Dengan demikian tampaklah yang benar dalam masalah ini dan hancurlah kebatilan yang dituduhkan oleh Syi’ah Rafidhah kpd sayyidatina fatimatuzzahra al batul dan sayyidina abubakar ashidiq. Padahal kalau mau jeli, Sayyidina abubakar tidak salah, melainkan hanya menjalankan dan menegakkan hadits nabi, tapi Sayyidina abubakar ashidiq begitu hormat nya dengan ahlul bait sampai2 beliau yg minta maaf !

wasalam
ali sakran

Kategori:Ahlul Bait Tag:,

Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 74

Mustofa cheppy habsyie ini masih penasaran dengan kenyataan bahwa ” Para anbiya tidak mewariskan harta” maka dari itu, akan kami bawakan hujjah dari mulut2 para pembesar syiah yg salah satunya pencipta kitab “alkafi” yg selanjutnya di perkuat oleh komen bapak khomeini ^_^

setelah menipu umat dengan mendustakan surat maryam yg telah kami bongkar disini

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1763014444343&set=a.1459150687939.2060485.1508578258&ref=nf

========================================

maka dengan itu mari kita bikin mata mustofa cheppy habsyie melotot ^_^

apa kata bapak moyangnya agama syiah ttg warisan para nabi??
apakah komen2 mereka sepaham dengan tindakan Sayyidina abubakar ashidiq..ternyata iya tuh ^_^

1. almajlisi menukil dari apa yang telah di riwayatkan oleh alkulani ( pengarang alkafi ) dari abi abdillah alaihissalam katanya, Rasulullah saw bersabda :

قال رسول الله صلىالله عليه وآله وسلم (وإنّ العلماء ورثة الأنبياء ، إنّ الأنبياء لم يورّثواديناراً ولا درهماً ولكن ورّثوا العلم فمن أخذ منه أخذ بحظ وافر
sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi dan para nabi tidak tidak mewariskan dinar maupun dirham melainkan mewariskan ilmu, barangsiapa mengambil dari-nya maka ia telah mengambil bagian yang sangat banyak”

2.

قال عنهالمجلسي في مرآة العقول 1/111 الحديث الأول ( أي الذي بين يدينا ) له سندان الأولمجهول والثاني حسن أو موثق لا يقصران عن الصحيح ) فالحديث إذاً موثق في أحد أسانيدهويُحتج به ،
dalam kitab-nya mir’atul uqul 1/111. Almajlisi berkata memaparkan derajat hadist di atas : katanya : hadist yang ada di tangan kami ini mempunyai dua sanad.
1. sanad pertama adalah mahjul (tidak di ketahui)
2.sanad kedua adalah hasan. atau terpercaya, kedua-nya tidak mengurangi derajatnya dari derajat sohih. sebab, apabila hadist dalam salah satu sanad nya di percaya maka itu boleh di jadikan hujjah/dalil.

disini ulama syiah Almajlisi dan alkulaini membenarkan dan menjadikan sebuah hujjah bahwa para Nabi tidak mewarisi harta benda apapun, melainkan beliau mewariskan ilmu.

(gimana cecep habsyi? ^_~..gak usah gebuk2 dada ya melihat kenyataan pahit dari literatur syiah ini )

Terus apakah pak tua cheppy juga jahil tidak percaya terhadap hadsit yang di keluarkan oleh alkulaini dan di benarkan oleh almajlisi..??

kalau masi gak percaya mungkin tuanya umur pak cheppy ini sudah mencapai derajat ayatullah yg siap sedia bikin aliran syiah baru dengan tidak mempercayai dua-duanya ?? lalu siapakah yang mau pak ceppy percayai ?? mungkin imam khumaini ya yg anda percayai ??^_~

maka di sini akan kita lihat kenyataan yg dapat membuat mata ceppy terbelalak sekaligus mulut mangap terbuka lebar. khumaini memberikan kesaksian di dalam kitab-nya al-islamiyah ala jawazi wilayatil faqih di dalam judul “sohihatul qada’ah”

apa komentar khumeini :
هذا الحديث صحيح السند و قد استشهد به العلماء في أكثر من موضع , كما استشهد به الإمام الخميني – عليه الرحمة – في أكثر من موضع منها : الاجتهاد والتقليد ص 32 , كتاب البيع ج 2 ص 482

artinya : hadist ini (hadist bahwa Para Nabi tidak mewariskan harta melainkan mewariskan Ilmu) adalah mempunyai sanad yang sangat sohih, dan para ulama di dalam beberapa tempat memberikan kesaksian atas kesohihan hadist tersebut, sebagaimana imam khumaini memberi kesaksian atas kesohihan hadist tersebut di dalam beberapa kitab-nya di antaranya adalah : al-ijtihad wat-tqlid hal 32, dan kitabul bai’ juz 2 hal 482.

======>>>>>
oleh itu maka secara fair bisa disimpulkan bahwa. hadist yang menyatakan bahwa para Nabi tidak mewariskan harta benda baik berupa dinar maupun dirham adalah sohih dan di akui kesohihan-nya oleh para ahli.

maka jika ulama’ syiah saja mengakui atas kesohihan hadist para Nabi tidak mewariskan harat benda, lalu kenapa ceppy ini sok pinter berteriak-teriak dan menggugat harta warisan fathimah yang siti fathimah sendiripun menerima dan mengakui keputusan Abu bakar ?? apa ceppy ngerasa tua sehingga mau melampaui tindakan sayyidatina fatimah? subhanallah… mungkin ceppy habsyi ini bercita cita ngangkat diri jadi rahbar sehingga merasa lebih ahli dari al-kulaini, almajlisi dan khumaini ya…??^_^

Lucunya lagi ternyata ceppy alhabsyie ini dapat menjumpai riwayat di dalam kitab syiah yang cukup untuk membungkam “mulut dusta kaum syiah terhadap riwayat tanah fadak” ^_^

simak sebagai berikut :

Berkatalah Muhammad bin Husain dari Jafar bin Basyir dari Husein dari Abu Mikhlad dari Abdul Malik berkata : suatu hari Abu Jafar menyuruh Ja’far mengambilkan tulisan Ali, lalu Ja’far membawanya, tulisan itu sebesar paha manusia, dalam tulisan itu berbunyi Bahwa para kaum wanita itu tidak berhak medapatkan warisan rumah bila ditinggal mati oleh ayah atau suaminya. Abu Jafar berkata demi Allah ini adalah tulisan tangan Ali yang didiktekan Rasulullah. (Biharul Anwar juz 26 hal-514)

عن علي عن أ بيه عن جميل عن زرارة و محمد بن مسلم عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ (عليه السلام ) قَالَ النِّسَاءُ لَا يَرِثْنَ مِنَ الْأَرْضِ وَ لَا مِنَ الْعَقَارِ شَيْئاً
Dari Ali dari ayahnya, dari Jamil dari Zurarah dan Muhammad bin Muslim dari Abi Jafar berkata Wanita-wanita itu tidak dapat mewarisi tanah dan bangunan (Al Kaafi juz 7 hal 128) –

nah loh…gimana tuh cep?^_~. kalau udah kaya gini jadinya cecep bisanya ngomel2 gak jelas sepertinya ibarat anak balita syiah yg merasa dirinya diangkat jadi nabi..karena melampaui wewenang nabi dengan syariat2nya ^_^. cuma sayang di tengah jalan tertimpa tangga. ya cep ya?

Kategori:Ahlul Bait Tag:

Screen Shoot dari akun Ali Alaydruz As-sakran 73

Masih seputar tanah fadak harta gono gini yang di gembar gemborkan syiah imamiyah bak sinetron di TV, memang dasar syiah adalah kaum penyembah harta (khumus), syahwat (mut’ah), dan hawa nafsu (geplak2 pala ) ^_^. Dunia menggelapkan hati mereka ! sehingga pak TUA mustofa cheppy habsyie ini berlaku bagaikan orang2 yahudi yg gemar menghancurkan tiang2 agama demi menggoyahkan keyakinan muslim

Pak TUA cheppy habsyie mengulangi kebiasaan memperlihatkan keahlian tafsir serabutan, Mengeluarkan ayat suci Qur’an demi membela mati matian pemahaman batil syiah ttg “konon katanya nabi mewarisi harta”. Pernyataan jahil ini di bangun dengan tujuan2 licik ala syiah rafidhoh imamiyah demi menghancurkan hubungan harmonis antara sayyidatina fatimatuzzahra dgn sayyidina abubakar ashidiq yg dengan hormat dan tegar melaksanakan titah Rasulullah SAW utk menggunakan harta2 nabi di jalan allah SWT. KEtika nabi muhammad memang tidak mewarisi harta, antek syiah khomeini bernama cheppy habsyie membawakan tipuan murahan ala syiah rafidhoh imamiyah dengan dalih surat maryam. BERIKUT akan kami kuliti siasat kebohongan cheppy diatas ..dan akan kami jabarkan tafsir surat maryam yg nanti ternyata akan berbalik menjadi bumerang utk syiah imamiyah

Apakah nabi mewarisi harta ??

menurut cheppy tanah fadak itu warisan nabi Muhammad utk anak2nya, sehingga berkat kejahilan pak tua cheppy ini, lalu di bawakan lah ayat yg sangat tidak nyambung sebagai siasat utk membenarkan pemahaman batil bahwa ” fatimah berhak atas harta tanah fadak”. benarkah begitu ?

ternyata ini sebuah pembenaran BUKAN KEBENARAN, berkat melekatnya watak khomeiniyat yg berlabelkan PENDUSTA pada kaum syiah rafidhoh imamiyah, maka si tua jahil ini membawakan akal bulus membawakan sebuah ayat berikut :

“Dan sesungguhnya aku khuatir akan keluarga-keluarga dl belakangku, sedang isteriku adalah mandul. Sebab itu anugerahilah aku (dari kurnia) langsung dari Engkau seorang anak laki laki”.(QS. Maryam (19) : 5)

“yang mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga nabi yakub, dan jadikanlah dia, ya tuhanku, seorang yang di ridhoi ( QS. Maryam ( 19) : 6)

pertanyaan pertama : kenapa cheppy hanya memunculkan 2 ayat saja??jahilkah dia?? ^_^

jawab : karena bila di munculkan ayat perayat dari awal ayat 1 surat maryam, justru surat ini malah berbalik menghujam pak tua cheppy habsyie ini, lucunya surat ini justru semakin mengukuhkan bahwa nabi tidak mewarisi harta melainkan ilmu…

mau bukti??

mari alfaqir ajak para pembaca utk melihat tafsir ayat ini yg sebenarnya sehingga insyallah terlihatlah picik dan culasnya orang2 syiah bila berhujjah

========================================
1.

قالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَ اشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْباًَ
“Dia berkata: “Tuhanku ! Sesungguhnya telah lemah tulang belulangku dan telah nyala kepalaku oleh uban ” (pangkal ayat 4).

Diakuinyalah dalam doanya bahwa dia benar benar telah tua. Alamat tua yang tidak dapat dielakkan lagi dari diri ialah bila tulang belulang telah mulai lemah. Sedang tulang adalah penguat seluruh tubuh jika tulang yang telah lemah , segala bahagian tubuh yang lain tidaklah dapat bertahan lagi Jengat tentulah mulai kendur. mata tentulah mulai kabur , dan gigi sebagai bahagian dari tulang tentulah berturut menjadi gugur .Dan kepalaku mulailah menyala lantaran uban .

Ungkapan ayat menyatakan bahwa kepala mulai menyala lantaran uban adalah suatu ungkapan yang tepat di dalam bahasa Arab dan dapat pula dijadikan ungkapan bahasa lndonesla.

Sebab seseorang yang seluruh kepalanya sudah lebih banyak ubannya daripada rambut hitam, benar benar lah dia laksana menyala karena kilatan uban itu . Dan Zakariya bermunajat selanjutnya:

وَلَمْ أَكُنْ بِدُعائِكَ رَبِّ شَقِيًّا
“Dan tidaklah pernah aku, di dalam mendoa kepadaMu. ya Tuhanku, merasakan kecewa.” (ujung ayat 4).

Artinya, bahwa di dalam pengalaman hidupku selama ini, sejak aku masih muda belia pun belumlah pernah Engkau, ya Tuhanku mengecewakan harapanku. Jaranglah do’a ku yang tidak makbul. Oleh sebab itu sekarang aku ulangi lagi permohonanku dan penuhlah kepercayaanku bahwa doa ini akan terkabul.

Setelah mengakui bahwa dia memang telah tua , sehingga jika melihat sebab-sebab yang lahir tidaklah rnungkin permohonan akan terkabul, maka dikemukakannya jugalah kekhawatiran yang menyenak dalam hatinya:

=========================

2.

وَ إِنِّي خِفْتُ الْمَوالِيَ مِنْ وَرائيَ
“Dan sesungguhnya aku khuatir akan keluarga-keluarga di belakangku.” (pangkal ayat 5).

Oleh karena aku sudah tua, tulang sudah sangat lemah, uban sudah menyala di kepala, sedang keturunan yang akan rnenyambung tidak ada, timbullah khuatir atau rasa cemas dalarn hatiku jika aku meninggal dunia. Bagaimanalah nasib dari kaum keluarga terdapat yang selama ini mengharap­kan pimpinan dan bimbinganku. Siapa yang akan aku harapkan membimbing dan memimpin mereka. Beranak pun aku tidak bisa lagi. Karena selain aku telah tua begini;

وَ كانَتِ امْرَأَتي عاقِراً
“:Sedang isteriku adalah mandul.”

Orang perempuan yang mandul niscaya tidak diharapkan buat beranak. Maka kalau permohonanku supaya dianugerahi putera yang akan menyambung keturunanku sukar untuk dikabulkan;

فَهَبْ لي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا
“Sebab itu anugerahilah aku dari kurnia langsung dari Engkau , seorang pengganti.” (ujung ayat 5).

Min ladunka : Aku rnemohonkan kurnia langsung dari Engkau. Karena yang lain tidaklah ada yang sanggup mengabulkan permohonanku. Dengan kalimat kurnia langsung dari Tuhan, harapan hati kecil Zakariya masih terungkap dalam doanya. Nampak bahwa do’a ini mengandung dua permohonan ;

(1) permohonan yang umum dan lahir,
(2) permohonan yang ter­sembunyi dan sangat diharap.

Kurnia untuk kepentingan umum itu ialah waliyyan, atau seorang pengganti atau penyambung tugas. seorang yang akan mengepalai keluarga jika beliau meninggal dunia. Moga-moga Tuhan dapat mengabulkan permohonan yang umum ini. Tetapi permohonan vang lebih tersembunyi lagi, kalau boleh pengganti tugas beliau atau pemimpin yang akan menggantikan tugas beliau itu dapatlah kiranya Tuhan memberinya anugerah putera .

Artinya hidup dengan tidak ada keturunan. Tetapi oleh karena dia seorang yang shalih dan tawakkal , di ujung permohonan itu dibayangkannya jua , meskipun Tuhan tetap menghendaki bahwa dia tidak akan beroleh keturunan buat selama-lamanya, sehingga tidak ada waris yang akan menerima pening­galannya, namun Allah adalah pewaris yang lebih baik dari segala pewaris.

Dan di dalam ayat 38 dari Surat 3, ali lmran dijelaskan lagi permohonan Zakariya itu. Dia memang memohon kepada Allah agar diberinya keturunan yang baik.

Tetapi caranya meminta itu tetaplah sebagai tersurat dalam Surat Maryam ini, yaitu dengan rendah hati, suara lemah-lembut, menekur dengan sikap merendahkan diri . Dan terkandunglah dalam permohonan itu, kalau kerinduannya akan keturunan tak dapat diberi , namun seorang waliyyan, seorang pimpinan keluarga yang akan, menyambung hendaklah diberikan jua. Siapa­nya kata Tuhan, terserahlah !

Karena Tuhan adalah Maha Bijaksana.

================================

3.

Disebutkannya pula cita-cita yang terkandung dalam hati sanubarinya tentang kepentingan wali atau pemimpin atau pengganti itu pada ayat selanjut­nya:

يَرِثُني وَ يَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ َ
“Yang akan mewarisiku dari mewarisi keluarga Ya`kub.” (pangkal ayat 6).

Yang akan mewarisi atau akan mempusakai dirinya sendiri sebagai Nabi Zakariya, dan mewarisi pula apa yang dipusakakan oleh Nabi Ya’kub, nenek­ moyang mereka dengan seluruh keluarga keturunan nya yang banyak Nabi­ nabi itu. Teranglah di sini bahwa yang beliau rnaksud bukanlah warisan harta benda.

Pertama ; karena warisan harta benda itu tidaklah kekal. Dia akan habis dibawa masa. Berapa banyaknya kekayaan yang diwariskan nenek-moyang atau sekalipun punah dan licin tandas pada anak dan pada cucu. Dan belum tentu hartabenda yang diwariskan itu akan membawa bahagia. Maka tidaklah mungkin pewarisan yang dikehendaki Zakariya itu ialah hartabenda.

Yang kedua: sejalan dengan apa yang pernah disabdakan oleh Nabi kita Muhammad s.a.w. dalam sebuah Hadits yang shahih:

نحن معاشرالأنبياء لا نو رث ، ماتركناه صدقة
“Kami sekalian Nabi-nabi tidaklah menurunkan waris , apa yang kami tinggalkan adalah menjadi shadaqah. ”

Inilah sabda Rasulullah saw.. sehingga seketika Fatimah puteri beliau menuntut agar hartabenda beliau dibagi setelah beliau wafat kepada waris ­warisnya, tidaklah dikabulkan oleh Khalifah beliau Saiyidina Abu Bakar.

NAH LOH?? ASIK GAK TUH? ternyata warisan dalam surat maryam ini mengandung arti “warisan ilmu” bukan harta !

kalau menurut tafsir serabutan cheppy habsyie, nabi zakariya ini bingung mo warisin harta ke siapa, karena gak punya anak, lucu nya ami cheppy ^_^. nabi zakaria pun dalam versi syiah jadi terfitnah sebagai nabi yg mempunya pola pikir duit, kebingungan dengan harta gono gini, proyek bisnis yg tidak tau mau di kemanakan, ini agama islam versi syiah! tercurahlah semua akal tertuju pada FULUS bukan agama!

setelah terbukti bahwa ami mustofa cheppy si antek syiah satu ini adalah seorang yg mata duitan..^_~
berikutnya lanjutan ayat 7 surat maryam yg enggan oleh pak tua cheppy keluarkan akan semakin membuat tenggorokan antek syiah satu ini semakin kering….mari kita lihat

==========================================

Seterusnya ujung ayat sebagai permohonan Zakariya:

وَ اجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا
“Dan jadikanlah dia – Tuhanku – seorang yang diridhai.” (ujung ayat 6 ).

Seorang yang diridhai ialah yang dicintai, disukai terutama oleh Tuhan karena shalihnya dan disukai juga oleh manusia karena akhlak budi sopan ­santunnya. Tiba-tiba datanglah Malaikat Jibril sebagai utusan dari Allah menyampaikan sambutan Tuhan atas permohonannya itu.

يا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلامٍ اسْمُهُ يَحْيىَ
“Ya Zakariya! Sesungguhnya Kami akan menggembirakan engkau dengan seorang putera , namanya Yahya. “(pangkal ayat 7).

Di dalam surat yang datang kemudian di Madinah , Surat 3 ali Imran ayat 39 dijelaskan lagi bahwa malaikat itu datang sedang dia berdiri sembahyang atau berdoa di dalam mihrab. Berita gembira itu yang amat diharapkannya itu telah disampaikan, bahwa permohonannya terkabul. Dia akan diberi seoranq putera laki-laki. Telah disediakan namanya sekali, yaitu Yahya. Maka kata rnalaikat itu selanjutnya:

لَمْ نَجْعَلْ لَهُ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا
“Belum pernah Kami jadikan baginya yang senama.” (ujung ayat 7).

Artinya, pada sebelum itu belumlah pernah ada seorang yang bernama Yahya.

Nama Yahya inilah yang disebut oleh orang Yunani dengan Yohannes. atau Yohana atau John‑ Dalam sabda yang disampaikan Malaikat Jibril ini terdapatlah tiga berita gembira yang disampaikan kepada Zakariya.

Pertama: Permohonannya supaya diadakan baginya pengganti atau pewaris. Anugerah yang demikian itu adalah karamah.

Kedua: Dijelaskan kepadanya bahwa pengganti itu ialah anaknya sendiri. Dia akan diberi putera laki laki, sebagaimana yang diharap-harapkannya sejak berpuluh tahun. Pemberian yang kedua ini adalah sesuatu yang bernama quwwah: kekuatan atau sandaran. Seorang yang telah merasa dirinya telah tua, lalu diberi putera akan merasakan kekuatannya dipulihkan kembali.

Ketiga: Anak itu telah diberi nama sekali. Nama yang belum pernah dipakai orang sebelum itu, yaitu Yahya. Maka dengan menjelaskan bahwa namanya Yahya dan dikatakan ghulam diberilah Zakariya kegembiraan yang ketiga , yaitu bahwa anak yang akan diberikan itu ialah laki-laki. Sehingga dengan demikian bila dia telah dewasa kelak, akan dapatlah dia menjalankan tugas sebagaimana yang diharapkan oleh ayahnya. Bukan sebagai nazar isteri Imran, mengharap anak laki-laki namun yang diberikan perempuan, sebagai yang terdapat susunan ceriteranya di dalam Surat ali Imran.

Ada juga satu penafsiran yang diterima oleh Ali bin Abu Thalhah dari lbnu Abbas bahwa rnaksud ujung ayat “belum pernah Kami jadikan baginya yang senama”, ialah belum pernah orang mandul dapat beranak.Wahyu ilahi mengabulkan permohonannya yang berisi tiga kegembiraan itu sangatlah mengharukan hati Zakariya. Dari sangat terharunya:

tuh liat pak tua cheppy, ternyata anak nabi zakariya seorang laki2 membuat hati nabi zakaria begitu gembira, kenapa laki2 ya?? karena hanya anak laki2 lah yg menjadi harapan utk menurunkan ilmu kenabian.

========================================

4.

قالَ رَبِّ أَنَّى يَكُونُ لي غُلامٌ وَ كانَتِ امْرَأَتي عاقِراً وَ قَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا َ
“Dia berkata: Tuhanku! bagaimana kiranya akan ada bagiku seorang putera, padahal isteriku adalah mandul, sedangkan aku dalam ketuaanku sudah serba lemah.” (ayat 8).

Bagaimana ini, ya ilahi! KehendakMu akan berlaku. Aku akan diberi juga putera laki-laki, telah sedia sekali namanya, padahal isteriku mandul dan tua. Apatah lagi aku sendiri, telah tua nyanyuk. Telah lemah segala persendian. Zat ­zat hormon yang merangsang syahwat bersetubuh sudah kering tak ada lagi. Usianya menurut setengah riwayat di waktu itu telah 90 tahun. Menurut ukuran biasa dalam usia sekian mani laki-laki telah jalang. Perempuan yang tidak mandul dalam usia 45 tahun pun tidak mempunyai bibit lagi. Betapa perempuan yang mandul

jadi jelas ya, nabi zakaria gembira mempunyai seorang putra yg dapat dia turunkan ilmu kenabian beliau kepada yahya ( anaknya ). lalu mana tuduhan ayat berikut bicara tentang fulus wahai pak tua cheppy ? ^_^

kalau versi cheppy, nabi zakaria seneng karena duitnya bisa di lempar ke anaknya. ini orientasi otak fulus ala antek syiah si mustopa cheppy habsyie yg suatu saat jelas hartanya tak akan di bawa ke liang lahat,

============================================

5.

قالَ كَذلِكَ قالَ رَبُّكََ
“Berkata dia:” (Yaitu Malaikat Jibril jang diutus Tuhan menyampaikan berita gembira itu): “Demikianlah telah berkata Tuhan engkau.” (pangkal ayat 9).

Artinya bahwa itu adalah satu kehendak dari Allah sendiri yang tidak akan berobah lagi. Adapun pertanyaanmu bagaimana Tuhan akan melaksana­kannya, padahai isteriku mandul dan aku telah tua, namun maka Allah pun telah memesankan:

هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ
“Dia itu bagiKu adalah mudah.”
Memberi berisi hormon pada mani orang yang telah tua, untuk hanya melahirkan seorang anak, dan memberikan rangsangan bagi seorang perempuan yang mandul; walaupun untuk sekali setubuh, bagi Allah adalah perkara mudah saja. bukan perkara sulit. semua isi alam ini Allah yang menguasainya; Tuhan dapat mengatur semua.

Maka janganlah engkau lupa:

وَ قَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَ لَمْ تَكُ شَيْئاً
“Dan sesungguhnya telah Aku ciptakan engkau dari sebelumnya, padahal engkau belum jadi sesuatu apa pun.” (ujung ayat 9).

Artinya, bahwa engkau dahulunya pun belurn ada sama sekali, lalu Aku adakan daripada yang tidak ada itu. Sebelum engkau lahir belum ada orang yang bernama Zakariya! Setelah Aku adakan baru engkau ada. Maka demikian pula lah putera keturunanmu dan pengganti yang sangat engkau harapkan itu . Mudah saja bagiku menjadikan dan menciptakannya.

==========================================

6.

قالَ رَبِّ اجْعَلْ لي آيَةً
“Berkata dia:” Yaitu Zakariya. “Tuhan ! adakan kiranya bagiku sesuatu tanda!” (pangkal ayat 10 ).

Dengan ini Zakariya rnemohon kepada Tuhan supaya kiranya diadakan untuknya suatu ayat, yaitu tanda bukti. Sempurna­kanlah nikmat itu dengan suatu pertanda agar hatiku bertambah tenteram, supaya lebih jelas bahwa yang disuruh Tuhan rnenyarnpaikan berita gembira itu benar-benar Malaikat , bukan syaitan.

Permohonannya itu dikabulkan pula oleh Tuhan, lalu malaikat rnenyampaikannya :

قالَ آيَتُكَ أَلاَّ تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلاثَ لَيالٍ سَوِيًّا
“Berkata Dia “Tanda engkau ialah bahwa Engkau tidak akan bercakap-cakap dengan manusia tiga malam lamanya, sedang engkau dalam keadaan sihat..” (ujung ayat 10).

==========================================

7.

فَخَرَجَ عَلى قَوْمِهِ مِنَ الْمِحْرابَِ
“Maka keluarlah dia kepada kaumnya dari mihrab. ” (pangkai ayat 11).

Ada hal lucu dalam kejadian penipuan oleh antek syiah bernama pak cheppy ini karena ternyata mustofa cheppy habsyie ini seorang yg cukup tua dalam jajaran barisan sakit hati kaum syiah rafidhoh imamiyah dalam dunia maya FACEBOOK. apakah ini merupakan curahan teriakan hati seorang pendusta ayat2 allah yg sedang bermasalah dengan fulus pada sisa2 hidupnya yg akan di jemput oleh maut? mengingat umur pak cheppy insyallah memang sudah tidak lama lagi ^_^.

cukup lah hadits berikut menjadi pembuktian bahwa justru sejalan dengan surat maryam, maka dusta2 cheppy habsyie yg awal siasat yahudi nya membenturkan surat dengan hadits telah terbongkar

العلماء ورثة الأننبياء ، والأنبياء لا يورّ ث دينارا ولا درهما وانّماورّثوا العلم
Sesungguhnya Ulama ( Orang-orang yang berilmu ) adalah penerima waris daripada Nabi-nabi. Dan Nabi-nabi itu tidaklah mewariskan dinar dan dirham. yang mereka wariskan ialah ilrnu pengetahuan. ” (Riwayat Abu Daud)

=====================================

afwan pak cheppy, terbesit sebuah lantunan syair :
AKAL BULUS ttg FULUS lambat laun membawa pak cheppy MAMFUS!! he he he ^_~

pertanyaan utk cheppy :

1.sejak kapan seorang nabi zakaria yang maksum bingung urus harta?
2. udah berapa lama cheppy gak pernah baca qur’an?
3.apakah seorang nabi yg istrinya mandul akan khawatir akan hartanya? atau seorang mandul akan khawatir tidak mempunyai keturunan?

4. pada kasus nabi zakaria versi cheppy, bila zakaria khawatir dan bingung utk mewarisi harta, kira2 lebih berharga mana di mata zakaria , anak atau harta..??

5. menurut nafsu birahi cheppy, nabi zakaria cendrung lebih cinta harta dari pada anak, karena bingung hartanya mau di kemanakan, soalnya harapan lahirnya anak bernama nabi YAHYA adalah hanyalah utk menjaga hartanya sang bapak ( nabi zakaria ), bukannya lahirnya anak demi menjaga ilmu. ini orientasi serabutan ala cecep, harta lebih utama dari pada anak, dan harta lebih utama dari pada ilmu, ya cep ya? ^_~

cep tobat gih cep ^_^ malu2in
Moso nabi zakaria ini seorang yg bingung dalam menjaga kesinambungan harta di masa depan . ^_^

MAri kita doakan semoga cheppy habsyie ini bertobat dari culasnya mendustakan ayat2 allah sebelum matinya. amin ya robbal alamin

Kategori:Ahlul Bait Tag: