Arsip

Posts Tagged ‘jjihad ali’

Note dari akun Aditya Riko 6

Mei 17, 2012 5 komentar

Surah Al-Ma’idah ayat 67 Tidak Ada Kaitannya Dengan Imamah

by Aditya Riko on Tuesday, November 2, 2010 at 2:39pm ·

Betulkah surah al-Ma’idah ayat 67 berkaitan dengan imamah adalah atas kesepakatan ahli tafsir Sunnah dan Syiah ? Sebetulnya tidak perlu mencari berbagai referensi untuk menyatakan bahwa hal tersebut adalah klaim yang tidak benar. Karena sudah jelas justru perbedaan pokok antara sunni dan syiah adalah masalah imamah.

 

Ahli Tafsir Sunnah dan Syi’ah bersepakat bahwa ayat ini diturunkan di Ghadir Khum mengenai ‘Ali AS untuk melaksanakan urusan Imamah

 

Ada pesan yang masuk ke inbox dengan judul ‘Sempuranya Islam adalah dengan Risalah Rasulullah SAWW dan Wilayah Ali SA ‘, yang menjadi topik di http://www.facebook.com/topic.php?uid=143672432321311&topic=251

 

Surah al-Ma’idah ayat 67 :

 

“Hai Rasul, sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan anamatNya. Allah memelihara kamu dari (gangguan ) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir. “

 

Kemudian setelah  mengutip ayat 67 surah al-Ma’idah tersebut, “penulis pesan” menyatakan bahwa “Ahli Tafsir Sunnah dan Syi’ah bersepakat bahwa ayat ini diturunkan di Ghadir Khum mengenai ‘Ali AS untuk melaksanakan urusan Imamah.”

 

Sebagaimana ditulis di awal, mana mungkin ada kesepakatan tersebut sementara perbedaan pokok antara sunni dan syiah adalah masalah imamah ini. Tetapi baiklah kita kutipkan bagaimana pandangan salah satu ulama tafsir sunni, yaitu Imam Ibnu Jarir at-Thabari. Setelah menyebutkan ayat 67 surah al-Ma’idah, beliau menyatakan :

 

وهذا أمر من الله تعالى ذكره نبيَّه محمدًا صلى الله عليه وسلم، (1) بإبلاغ هؤلاء اليهود والنصارى من أهل الكتابين الذين قصَّ تعالى ذكره قَصَصهم في هذه السورة

 

“Ini adalah perintah Allah ta’ala yang disebutkan Nabi Saw untuk disampaikan kepada Yahudi dan Nashara dari ahli kitab yang kisahnya disebutkan Allah dalam surat ini.”

ref : http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=1623&idto=1623&bk_no=50&ID=1631

 

Penafsiran dari Imam Ibnu jarir diatas sudah cukup menyatakan bahwa tidak ada yang namanya kesepakatan antara ahli tafsir sunnah dan syiah, yang mengaitkan ayat 67 surah al-Ma’idah ini dengan imamah Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu. Yang ada justru perbedaan.

 

Untuk lebih jelasnya, bisa kita lihat ayat lengkapnya, yaitu surah al-Ma’idah ayat 66-68 :

وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ مِنْهُمْ أُمَّةٌ مُقْتَصِدَةٌ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ سَاءَ مَا يَعْمَلُونَ

Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (Al Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka. (al-Ma’idah : 66)

 

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (al-Ma’idah : 67)

 

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَسْتُمْ عَلَى شَيْءٍ حَتَّى تُقِيمُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu. (al-Ma’idah : 68)

 

Kalau melihat ayat tersebut diatas dan penafsiran dari Imam Ibnu Jarir, jelas menunjukkan perbedaan dengan tafsir yang dikemukakan oleh syiah. Sebab ayat yang dari asalnya membicarakan ahli kitab, tiba-tiba oleh syiah dipalingkan kepada peristiwa pembai’atan Imam Ali  yang terjadi pada saat haji wada’.

 

Penafsiran tersebut justru aneh, apakah pembai’atan Imam ‘Ali ini dilakukan di depan para ahli kitab ? Atau, rombongan haji wada’ tersebut terdiri dari orang-orang kalangan ahli kitab ?

 

Selain itu, pembicaraan ayat 67 surah al-Ma’idah atau sering disebut dengan ayat tabligh ini tidak lepas dari hadits Ghadir Khum, dimana nabi Saw bersabda :

 

مَنْ كُنْتُ مَوْلَاهُ فَعَلِيٌّ مَوْلَاهُ

 

Kita sudah membaca penjelasan mengenai keshahihan hadits ini, apalagi dari kaum syiah yang kalau membicarakan hadits ini sudah seperti dagang kitab. Tidaklah perlu mengobral kitab, sebab para ulama juga sudah menyatakan keshahihan hadits ini. Yang menjadi pertanyaan, apakah hadits ini terkait dengan ayat 67 surah al-Ma’idah tersebut diatas ? Atau terkait dengan pelantikan Imam ‘Ali sebagai khalifah setelah Nabi Saw ?

 

Disini  kita sebutkan satu saja riwayat dari Musnad Imam Ahmad, yang menunjukkan bahwa hadits tersebut tidak terkait dengan ayat 67 al-Ma’idah, tidak pula terkait dengan pelantikan kekhalifahan, melainkan pembelaan Nabi Saw kepada Imam ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu dari gerutuan pasukannya.

 

حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ دُكَيْنٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي غَنِيَّةَ عَنِ الْحَكَمِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ

غَزَوْتُ مَعَ عَلِيٍّ الْيَمَنَ فَرَأَيْتُ مِنْهُ جَفْوَةً فَلَمَّا قَدِمْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرْتُ عَلِيًّا فَتَنَقَّصْتُهُ فَرَأَيْتُ وَجْهَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَغَيَّرُ فَقَالَ يَا بُرَيْدَةُ أَلَسْتُ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ كُنْتُ مَوْلَاهُ فَعَلِيٌّ مَوْلَاهُ

 

Telah menceritakan kepada kami Al Fadhl bin Dukain telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Ghaniyyah dari Al Hakam dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas dari Buraidah berkata: Aku perang bersama ‘Ali di Yaman, aku melihat sikap dingin darinya, saat aku tiba dihadapan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, aku menyebut-nyebut Ali, aku mencelanya lalu aku melihat rona muka Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam berubah kemudian bersabda: Hai Buraidah! Bukankah aku lebih utama bagi orang-orang mu`min melebihi diri mereka. Aku menjawab: Benar wahai Rasulullah! Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Siapa pun yang walinya adalah aku maka ‘Ali adalah walinya.”

Iklan
Kategori:Imamah Tag:

Note dari akun Aditya Riko 1

Menulis Hadits (dari alur Ahlus Sunnah) melanggar Sabda Rasulullah SAW sendiri (kata Kitab mereka) ….. Benarkah ??

by Aditya Riko on Monday, June 28, 2010 at 12:21am ·

Ada seseorang menulis note dengan menggunakan hadits, tetapi sayangnya hadits-hadits lain yang “terlihat” kontradiksi tidak digunakan juga, sehingga kesimpulannya pun serampangan, menjadi hampir tidak ada bedanya dengan tuduhan-tuduhan yang dilancarkan para orientalis dari negeri kufar.

Pengambilan kesimpulan yang serampangan

Inti pembicaraan adalah adanya hadits pelarangan penulisan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id al Khudri, yang menurut penulis note spt screenshot diatas adalah sebagai berikut :

Seperti perkataan Rasulullah saw, “Janganlah kamu menulis sesuatu dariku. barangsiapa yang menulis sesuatu dariku selain Al-Qur’an maka hendaknya dia menghapusnya.” Sebagaimana yang terdapat di dalam Sunan ad-Darimi[1] dan Musnad Ahmad.

Dengan menggunakan satu buah hadits nabi SAW tersebut, keluarlah kesimpulan sebagaimana tertulis dalam judul note-nya :

Menulis Hadits (dari alur Ahlus Sunnah) melanggar Sabda Rasulullah SAW sendiri (kata Kitab mereka) …..

Seandainya saja mau sabar, mencari lagi hadits-hadits nabi SAW terkait dengan penulisan hadits, tentu akan menemukan bahwa nabi SAW pun pernah memperbolehkan penulisan hadits, sebagaimana diriwayatkan imam Bukhari di dalam jami’us shahih-nya, dari Abi Hurairah ra yang menceritakan khotbah nabi SAW pada waktu fath Makkah. Pada saat khotbah tsb ada seorang dari Yaman yang meminta untuk dituliskan pidato nabi SAW tsb.

فَقَامَ أَبُو شَاهٍ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْيَمَنِ فَقَالَ اكْتُبُوا لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اكْتُبُوا لِأَبِي شَاهٍ

“berdirilah Abu Syahin (ra) seorang dari Yaman kemudian berkata :”Tuliskan untukku yaa Rasulallah”. Kemudian Rasulullah SAW berkata,” Tuliskanlah untuk Abi Syahin”

Riwayat shahih yang memperbolehkan penulisan hadits tersebut sudah cukup menyanggah kesimpulan bahwa Ahlussunnah melanggar sabda Nabi SWA berdasarkan kitab Ahlussunnah sendiri. Mengenai adanya riwayat yang terlihat kontradiksi tersebut, memerlukan pembahasan lain, yang para ‘Ulama juga tidak pernah melewatkan masalah ini untuk dibahas di dalam kitab-kitab mereka, yang cukup bisa menjelaskan kepada siapa saja yang mau menuntut ilmu.

Kategori:Bodoh Tag:

Note dari akun Awi Sirep 36

penipuan ala jidad oli alias JJIHAD ALI – 3 – pengkhianat nuduh orang jujur berkhianat..

by Awi Sirep on Thursday, July 15, 2010 at 8:24am ·

Imam Bukhari adalah ULAMA BESAR JENIUS… selain itu KEJUJURANNYA tidak diragukan lagi.. sejak zaman imam bukhari hingga sekarang tidak ada yg bisa menandinginya dalam KUALITAS HAFALANNYA.. pengetahuan ilmunya…

lalu datang si jidad oli.. penghuni FB … ntah apa maksudnya.. intinya dia hanya mempermalukan dirinye sndiri dgn notenye .. dengan judul

“Antara Usamah bin Zaid dan ‘Utsmân bin Affan, salah satu bukti keteledoran, bahkan penghianatan Bukhori ..”

http://www.facebook.com/note.php?note_id=143761622301123

dia menuduh seseorang yg terkenal kejujurannya sbg maling pdhal dialah yg maling.. ibaratnya maling kok teriak maling..

Dibawah ini adalah hadits Riwayat MUSLIM

Dari Syaqiq dari Usamah bin Zaid, Syaqiq berkata; ditanyakan kepada Usamah, “Apakah kamu tidak menemui Usman untuk berbicara dengannya?”. Maka dia menjawab, “Apakah menurut kalian.. aku harus menceritakan kepada kalian kalau aku sudah berbicara dengannya. Demi Allah, aku sudah menasihatinya berdua saja, aku tidak ingin membuka pintu fitnah sehingga akan membuatku orang yang pertama kali membukanya. Aku juga tidak akan mengatakan kepada seseorang yang menjadi pemimpinku sebagai orang yang terbaik setelah aku mendengar sabda Rasulullah SAW, “Akan didatangkan seorang laki-laki pada hari kiamat nanti kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka lalu isi perutnya terburai, lalu dia berputar-putar karenanya sebagaimana berputarnya keledai mengelilingi penggilingan. Maka berkumpullah para penduduk neraka melihatnya. Mereka berkata, “Wahai fulan, apa yang menimpamu, bukankah engkau dahulu memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar?”. Maka dia menjawab, “Benar, dahulu aku memang memerintahkan yang maruf tapi aku tidak melakukannya, dan aku melarang yang mungkar namun aku justru melakukannya.” (Shahih Muslim)

Sanad Riwayat ini adalah…

Yahya bin Yahya, Abu Bakr bin Abi Syaibah, Muhammad bin Abdullah bin Numair, Ishaq bin Ibrahim dan Abu Kuraib -lafazh ini milik Abu Kuraib- menuturkan kepada kami, Yahya dan Ishaq berkata; memberitakan kepada kami, sedangkan periwayat lainnya mengatakan; menuturkan kepada kami Abu Mu’awiyah; al-A’masy menuturkan kepada kami dari Syaqiq dari Usamah bin Zaid

Dimana di sanad hadits ntu ada penyebutan kata “Ustman”

sedangkan di hadits Bukhari adalah..

Ali menuturkan kepada kami, Sufyan menuturkan kepada kami dari al-A’masy dari Abu Wa’il .. dimana ada penyebutan tidak ada penyebutan kata “Ustman” ..

mang benar ada hadits dari Abu Wa’il yg ada penyebutan kata Ustman.. tapi dia jalur yg berbeda.

Utsman bin Abi Syaibah menuturkan kepada kami; Jarir menuturkan kepada kami dari al-A’masy dari Abu Wa’il

jadi apakah yg jadi masalah jjihad ali.. adalah dianya yg gaya2an mo nandingin imam bukhari.. ^_^

=_____________________=
=_____________________=

skr kita fokus pada .. isi hadits ntu..

jika si jjihad ali TIDAK melakukan manipulasi sperti yang dia lakukan pada gambar dibawah ini..

MAKA hadits ntu JUSTRU pengakuan USAMAH BIN ZAID RA kpd USMAN BIN AFFAN RA sbagai PEMIMPINNYA…

perkataan Usamah bin Zaid yg sebenarnya…

“Aku juga tidak akan mengatakan kepada seseorang yang menjadi pemimpinku sebagai orang yang terbaik setelah aku mendengar sabda Rasulullah SAW”

=_____________________=

kita analisa satu persatu…

Usamah ra berkata.. “Aku juga tidak akan mengatakan kepada seseorang yang menjadi pemimpinku…”

ini pengakuan usamah ra… bahwa Usman bin Affan RA adalah pemimpinnya…

Usamah ra berkata.. “sebagai orang yang terbaik..”

dan ini alasan mengapa tiba2 Usamah RA menceritakan hadits tentang sesorang yg dilemparkan ke neraka dengan usus terburai..

MAKSUDNYA APA???

USAMAH RA TDK MAU MENONJOLKAN BAHWA DIRINYA LEBIH BAIK DARI USMAN BIN AFFAN RA SEHINGGA DIA MAU MENASEHATINYA TERANG2AN..

krn Usamah ra takut.. boleh jadi sbenarnye dia sendiri mungkin bakal melakukan kesalahan yg dia “khawatirkan” terjadi pada Usman ra..

MAKA itu kisahnya diakhiri dengan hadits Nabi SAW… tentang seseorang yang menyuruh yg ma’ruf.. pdhal dia sendiri tidak melakukannya… melarang yg mungkar tapi melakukannya…

Sabda Rasulullah SAW, “Akan didatangkan seorang laki-laki pada hari kiamat nanti kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka lalu isi perutnya terburai, lalu dia berputar-putar karenanya sebagaimana berputarnya keledai mengelilingi penggilingan. Maka berkumpullah para penduduk neraka melihatnya. Mereka berkata, “Wahai fulan, apa yang menimpamu, bukankah engkau dahulu memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar?”. Maka dia menjawab, “Benar, dahulu aku memang memerintahkan yang maruf tapi aku tidak melakukannya, dan aku melarang yang mungkar namun aku justru melakukannya.”

Usamah ra takut hadits itu MENGENAI DIRINYA bukan mengenai usman bin affan ra

ADA SATU KEGELIAN TERSENDIRI SAMA NOTENYA SI JIDAD OLI..

dia menuduh IMAM BUKHARI BERKHIANAT yg dimaksudkan agar jangan berkhianat soal hadits NABI SAW… padahal dia yang melakukan pengkhianatan …

HEEEMMMM….

Kategori:Fitnah Tag:

Note dari akun Awi Sirep 35

penipuan ala jidad oli alias JJIHAD ALI – 2 – Hadits tentang mansukh diselewengkan jadi tahrif

by Awi Sirep on Wednesday, July 14, 2010 at 10:19pm ·

“Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?” (Al-Baqarah : 106)

Ayat ini penjelasan tentang hukum mansukh suatu ayat… dalam Ahlu Sunnah Wal Jamaah tidak lah meyakini adanya TAHRIF sampai HARI KIAMAT…

TAHRIF sendiri berarti PENYIMPANGAN alias PERUBAHAN pada AYAT al-Quran…

DAN lagi apakah kepentingan bagi ahlu sunnah meyakini adanya TAHRIF.. KARENA BAGI ALHU SUNNAH… AL-QURAN YANG SEKARANG ADALAH SEMPURNA

coba aja siapakah yg bekepentingan… JIKA al-Quran dikumpulkan oleh Khalifah Abu Bakar ra.. dimana Amirul Mukminin Umar bin Khatab ra yg menjadi KETUA panitianya.. dan DISERAGAMKAN oleh Usman bin Affan ra.. sehingga dinamakan mushaf Usmani.. yg mana ttp tdk berubah baik di zaman Imam Ali ra, Imam Hasan ra maupun Muawiyah ra.. ttp mushaf Usmani…

padahal yg jelas berKEPENTINGAN terjadinya perubahan (penyelewengan) pada “AYAT” al-Quran hanyalah KAUM SYIAH… mereka MEMBENCI KETIGA SAHABAT yg berjasa dalam proses KODIFIKASI AL-QURAN..

=__________________________=

lalu datang si jidad oli alias Jjihad Ali … dia bikin note ibarat “MALING TERIAK MALING” Menuduh Sunni meyakini adanya Tahrif..

http://www.facebook.com/note.php?note_id=140414625969156

YG DIA KUTIP di notenya sputar hadist yg pada umumnya.. berhubungan dengan ayat RAJAM dan ayat YG para sahabat sudah melupakannya…

kita kutip langsung dari notenya si JJIHAD ALI

HADIST KE SATU….

Sebagai contoh, Imam Ahmad bin Hanbal mengeluarkan di dalam Musnadnya, dari Ubay bin Ka’ab yang berkata, “Berapa ayat Anda membaca surat al-Ahzab?” Dijawab, “Sekitar tujuh puluh tiga sampai tujuh puluh sembilan ayat.” Ubay bin Ka’ab berkata, “Sungguh, saya telah membacanya bersama Rasulullah saw panjangnya seperti surat al-Baqarah, dan di dalamnya terdapat ayat rajam.”[1]

[1] Musnad Ahmad, jld. 5, hal. 131.

HADIST INI ADALAH PENJELASAN… dimana orang2 berbeda pendapat apakah hukum rajam itu ada atau tidak.. lalu para sahabat menceritakan pengalaman mereka.. bahwa AYAT RAJAM adalah pernah ada lalu DIHAPUSKAN pada ZAMAN NABI SAW.. tapi HUKUMNYA SENDIRI MASIH BERLAKU…

DIMANA DIHADITS2 ITU DISEBUTKAN BAHWA AYAT RAJAM PERNAH TERDAPAT DALAM SURAT AL-AHZAB…

=__________________________=

HADIST KE DUA….

Imam Bukhari meriwayatkan di dalam kitab sahihnya, dengan bersanad dari Ibnu Abbas yang berkata bahwa Umar bin Khattab telah berkata, “Sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad saw dengan kebenaran dan telah menurunkan Al-Qur’an kepadanya. Di antara ayat-ayat yang diturunkan oleh Allah itu ialah ayat rajam, yang kami telah membacanya, menghapalnya dan memahaminya. Oleh karena itu, Rasulullah saw melaksanakan hukum rajam, dan begitu juga kami sepeninggalnya. Sungguh aku khawatir jika jaman berlangsung lama atas manusia akan ada orang yang mengatakan, ‘Demi Allah, kami tidak menemukan ayat rajam di dalam Kitab Allah’, maka mereka pun menjadi sesat karena meninggalkan kewajiban yang telah diturunkan Allah…” Hingga Umar bin khattab mengatakan, “Begitu juga kami pernah membaca sebuah ayat di dalam Kitab Allah yang berbunyi, ‘Janganlah kamu membenci bapak-bapakmu, karena yang demikian itu adalah kekufuran bagimu, dan sesungguhnya kekufuran bagimu ialah kamu membenci bapak-bapakmu.”[2]

Sahih Bukhari, jld. 8, hal. 26

HADITS INI PUN SAMA BERKAITAN DENGAN AYAT RAJAM.. PLUS TENTANG DI HAPUSKANNYA AYAT YANG BERBUNYI

“Janganlah kamu membenci bapak-bapakmu, karena yang demikian itu adalah kekufuran bagimu, dan sesungguhnya kekufuran bagimu ialah kamu membenci bapak-bapakmu”

YANG MANA UMAR RA PERNAH MENGHAFALNYA..

coba difikirkan deh.. UMAR RA itu ketua panitia pengumpulan al-Quran.. jika memang AYAT ITU BELUM DI NASKH atau dihapuskan.. apa susahnya mencantumkan dlam KITAB ALLAH.. tapi UMAR RA adlh orang yg TAKUT KPD ALLAH.. dia ORANG yg SANGAT AMANAT… dan BERILMU…

=__________________________=

HADITS TIGA…

Muslim meriwayatkan di dalam kitab sahihnya, “Perawi berkata, ‘Abu Musa al-Asy’ari diutus menemui para pembaca Al-Qur’an dari penduduk Basrah, maka dia pun menemui tiga ratus orang yang baru selesai membaca Al-Qur’an. Abu Musa al Asy’ari berkata kepada mereka, ‘Anda adalah sebaik-baiknya penduduk Basrah dan para pembaca Al-Qur’an (qori) mereka, maka bacalah, dan janganlah Anda semua menunda-nunda sehingga hati Anda menjadi keras sebagaimana orang-orang sebelum Anda. Sungguh kami pernah membaca sebuah surat yang dari segi panjang dan kekerasannya serupa dengan surat al-Bara’ah, namun saya telah lupa dan hanya satu ayat saja yang masih saya hapal, yaitu ‘Sekiranya seorang anak Adam mempunyai dua lembah harta niscaya dia akan mencari lembah yang ketiga, dan tidak ada yang memenuhi perut anak Adam kecuali tanah.’ Begitu pula kami pernah membaca sebuah surat yang hampir sama dengan salah satu surat yang diawali dengan tasbih, namun kami telah lupa kecuali satu ayat darinya, ‘Wahai orang-orang yang beriman, kenapa Anda mengatakan apa yang Anda tidak lakukan. Maka akan ditulis kesaksian pada leher-leher Anda, dan kelak Anda akan ditanya tentangnya pada hari kiamat. ‘”[3]

Sahih Muslim, jld. 3, hal. 155

INI PUN SAMA.. Abu Musa al Asy’ari hanya menceritakan pengalamannya bahwa dia pernah membaca ayat Al-Quran.. yg sudah ALLAH SWT jadikan lupa pada ingatannya kecuali satu ayat.. yg mana jelas.. bahwa Nabi SAW tdk2 lagi mngulang2 dan menanyakan hafalannya kepada sahabatnya.. krn ayat itu sudah dihapuskan…

=__________________________=
=__________________________=

DAN MANSUKH TERJADI PADA MASA NABI SAW… setelah meninggalnya Nabi SAW maka itulah jumlah ayat al-Quran.. telah sempurna sesuai yg tercantum dlm MUSHAF USMANI.. tdk ada perubahan lagi sampai AKHIR ZAMAN…

INILAH PENJELASAN SINGKATNYA… SILAHKAH BACA DISINI SOAL HUKUM MANSUKH..

http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hukum-rajam-dan-penghapusan-ayat-alquran.htm

=__________________________=
=__________________________=

“Sesungguhhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Al-Mu’min : 56)

TAHRIF DALAM AQIDAH SYIAH…

SYIAH sangat2lah berkepentingan akan adanya aqidah telah tejadi TAHRIF pada beberapa ayat al-Quran.. (ingat.. ayat itu bukan lupa atau hilang… tapi ayat itu SUDAH BERUBAH.. )

JADI yg DIMAKSUD TAHRIF ADALAH… pada ayat yang sama.. disurat yang sama.. tapi memiliki ARTI DAN MAKSUDNYA YANG MENYIMPANG… DAN JUGA PENAMBAHAN ATAU PENGURANGAN DARI MUSHAF YG SEKARANG YAITU MUSHAF USMANI..

Berkata Al Karmani dari Ulama Syi’ah.”Qur’an yg asli dipegang oleh Imam Mahdi. Membaca Qur’an yg ada ini, hanyalah terpaksa.” (lihat Ar Raddu a’laa Hasyim Asy Syami, oleh Al Karmani Hal 13) fatwa hal 31.
Tidak mengaku seseorang ia mengumpulkan Al Qur’an seluruhnya sebagaimana diturunkan kecuali pembohong. Tidak mengumpulkan dan menjaganya(menghapalnya) sesuai yg diturunkan , kecuali Ali bin Abi Thalib dan para Imam berikutnya( lihat , AlKafi juz 1, hal 228, cet Teheran, atau AlKafi juz 1 hal 284, cet Beirut dan kitab Syi’ah Fashlul Khithab… hal 4)

sudah banyak screenshoot “Quran” Syiah yg disembunyikan…

SILAHKAN LIHAT DI ALBUM INI… http://www.facebook.com/album.php?aid=7748&id=100000900214177

ATAU LIHAT SCAN KITAB DIBAWAH :

Di sebutkan disini dalam sebuah kitab syiah ( masyaariqu asy-syumusy ad-durriyah fii ahqiyati madzhabi al-akhbariyah)…

hadist-hadist dari jalur ahlu bayt itu juga banyak kendati tidak menduduki pada tingkat mutawatir bahwasanya : al-qur’an yang ada di tangan kami sekarang adalah bukan al-qur’an yang sempurna,sebagaimana yang telah di turunkan kepada muhamad saw. akan tetapi telah di putar balikkan dan di ubah2 ,

Dan sesungguhnya banyak ayat-ayat yang telah di buang di antara-nya adalah NAMA ALI DIBEBERAPA TEMPAT DIBAGIAN AYATNYA.

Di antaranya lagi adalah adalah LAFADZ ALU MUHAMMAD

Dan juga nama-nama orang munafik ( – perlu d ketahui termasuk dari nama-nama orang munafik menurut kaum pendusta ini (syiah) adalah abu bakar, umar dan ustman – ).

Dan lain sebagainya. dan sesungguhnya al-qu’an yang ada sekarang bukan atas urutan yang di ridhoi oleh ALLAH dan rasul-nya saw. sebagaimana dalam tafsir ali bin ibrahim.

ITU YG DICETAK KUNING..

JADI… SI JIDAD OLI melakukan penipuan lagi…

Kategori:Fitnah Tag:

Note dari akun Awi Sirep 34

Mei 17, 2012 1 komentar

penipuan ala jidad oli alias JJIHAD ALI – 1 – menuduh Imam Malik menghalalkan sodomi..

by Awi Sirep on Wednesday, July 14, 2010 at 8:10am ·

si jidad oli koar menuduh imam bukhari mlakukan manipulasi yg kejujurannya tdk diragukan lagi…

http://www.facebook.com/note.php?note_id=144536615556957

ane coba bahas atu2.. maklum.. banyak bangetnih catatan si jidad oli.. ntah dari mane dia dptnya bisa scepat ntu bikin note2.. gak pake mikir yaa jidad.. tapi pastinye isinya PENIPUAN smuanye.. heheheh…

ane gak akan bhas smuanye.. yg ane bhasa yg dia tuduhkan sama sahabat Umar ra dan imam malik..

Ummu Salamah ra berkata: “Ketika kaum Muhajirin tiba di Madinah kepada kaum Anshar, maka mereka menikahi wanita-wanita Anshar. Kaum Muhajirin (para wanitanya) biasa berposisi ‘telungkup’ (ketika bercampur), sedangkan para wanita Anshar tidak pernah melakukannya. Suatu ketika seorang Muhajirin hendak menginginkan isterinya (wanita Anshar) berposisi demikian, ia menolaknya hingga (pergi) bertanya kepada Rasulullah SAW. Kemudian ia datang kepada beliau, tetapi malu untuk menanyakannya, maka Ummu Salamahlah yang bertanya kepada beliau, kemudian turunlah ayat,

“Artinya : Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki…” [Al-Baqarah : 223]

Beliau SAW menjawab, “Tidak dilarang, kecuali pada satu jalur yaitu dubur.”

(HR. At-Tirmidzi, Ahmad, Abu Dawud pada kitab an-Nikahh, maksudnya semua posisi halal tapi diharamkan pada dubur)

Pada notenye si jidad oli menulis catatan.. plus screenshot kitab..

tapi dia kgk berani mnghadirkan arabnya kisah imam malik dibawah.. yg kenyataannya udeh dia tambah2..

“Pada suatu hari Sahil telah bertanya pada Imam Malik tentang persetubuhan dengan istri melalui duburnya adakah itu dbenarkan?

Imam Malik berkata “aku baru saja membersihkan kemaluanku daripadanya/aku telah meliwat istriku dan aku baru saja membersihkan kotorannya dari kemaluanku”
(Al-Qurtubi, dalam Jami’ Al-Ahkam bab 1, hal 352, tafsir ayat Al-Harth (2;223).”

ane tantang dia supaya hadirkan arabnya.. kenyataannya… bkn sperti ntu kisahnya…

Sahil bertanya pada imam malik soal mendatangi dari belakang.. imam malik berkata, “aku baru saja melakukannya dan aku membersihkan kemaluanku”

Bandingkan… mungkinkah imam malik mengatakan.. “baru membersihkan lalu membersihkan lagi..”. dng kalimat imam malik yg sebenarnya…

=______________________=

beda dgn fatwa2 ala ayatullah syiah… seperti si ali syistani yg jelas2 dia berfatwa:… saat isteri haidh maka lewat anus adlh hukumnya makruh…

juga mutah dng pelacur adlh boleh..

“Pertanyaan: Suatu hari saya pergi ke night club, kemudian ada seorang pelacur meminta kepada saya uang sebesar 100 USD, dan saya pun memberikannya. Kemudian ia berkata kepada saya: “Saya mut’ahkan tubuh saya seluruhnya sebagai balasan atas uang ini. Namun hanya untuk sehari saja.” Apakah hal itu dapat dinilai sebagai Nikah Mut’ah?”

Ayatullah Uzhma al Imam ar Rohani menjawab:

Dengan nama-Nya yang Mulia, Jika yang dia katakan itu dengan tujuan untuk menjalin perkawinan, dan engkau kemudian berkata kepadanya setelah dia berkata seperti: “aku terima akadnya seperti itu”, maka itu berarti telah terjadi Perkawinan Mut’ah.

http://www.istefta.com/ans.php?stfid=7573&subid=20

=_____________________________=

Bagaimana dengan hadits dari Umar bin Khatab RA… maka si jidad oli melakukan PEMOTONGAN HADITS…

INILAH HADITS YG LENGKAPNYA…

Ibnu ‘Abbas ra, ia mengatakan: Umar bin Khatab datang kepada Rasulullah SAW sambil mengatakan: “Wahai Rasulullah, aku binasa.” Beliau bertanya: “Apa yang membinasakanmu?” Ia menjawab: “Aku mencampuri isteriku dari arah belakangnya, tetapi tidak ada wahyu mengenainya.” Maka Allah mewahyukan kepada Rasulullah SAW ayat ini.

“Artinya : Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki…’ [Al-Baqarah : 223]

Beliau SAW menjawab, “Lakukan lewat depan dan belakang, serta jauhilah dubur dan (isteri) yang sedang haidh.”

(HR. At-Tirmidzi dalam kitab Tafsir al-Qur’an, Ahmad)

DAN BUAT PENGAGUM ALI SISTANI YG SUKA BENAR-BENAR “MAIN BELAKANG” .. noh hadits ancaman dari Nabi SAW buat kalian..

bnu ‘Abbas ra, ia mengatakan: Rasulullah SAW bersabda,

“Allah tidak (akan) memandang kepada seorang pria yang bercampur dengan pria lainnya atau (bercampur dengan) wanita pada duburnya.”

(HR. At-Tirmidzi dalam kitab ar-Radha’)

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa yang mencampuri wanita (isteri) yang sedang haidh atau (mencampuri) wanita pada duburnya, atau (mendatangi) dukun, lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir kepada apa (wahyu) yang diturunkan pada Muhammad.”

(HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah)

Kategori:Fitnah Tag:,

Note dari akun Awi Sirep 33

ayat kursi = ayat setan.. itulah hinaan salah seorang syiahnya jjihad.. yg mondok di faithfreedom

by Awi Sirep on Sunday, June 27, 2010 at 4:57pm ·

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Al-Baqarah : 255)

ini adlh ayat Kursi.. dimana ayat ini terdapat dlm kitab al-Quran.. ayat ini trmasuk mulia krn bnyk keutamaan2 nya..

salah seorang yg dia trmasuk syiah ibnu saba.. juga syiah khomeini.. dan skr syiah jjihad.. dgn lantang mngatakan klo AYAT KURSI adlh AYAT SETAN..

http://www.facebook.com/photo.php?pid=393240&id=100000107328313

kok bisa ada komentar kyk gitu.. krn mereka.. ssuai guru penyesatnya sendiri si jjihad.. mngambil ilmu dari faithfreedom

apa itu faithfreedom? faithfreedom adlh forum website yg dibuat khusus mnghina agama Islam.. para syiahnya jjihad.. belum afdhol klo blum ngambil ilmu dari sana..

http://www.facebook.com/photo.php?pid=394243&id=100000107328313
makanya jgn heran klo dari mulut mrka kluar caci maki dan laknat kpd para sahabat, isteri2 nabi.. dan para ulama ahlu sunnah smacam imam bukhari dan imam muslim..

tapi anehnya kpd temannya yg jelas2 menghina ayat al-Quran.. tdk ada komentar2 caci maki atau laknat.. yg ada pembelaan mati2an..

gak usah heran.. krn bgitulah isi website faithfreedom forum.. isinya hinaan kpd alQuran dan Nabi SAW.. krn website buatan orang kafir…

http://www.facebook.com/photo.php?pid=394270&id=100000107328313

anehnya si jjihad dkk … ngaku orang islam tapi mondok di pesantren faithfreedom.. duh… kasian banget

klo udah sampah yg masuk.. maka sampah juga yg keluar.. GARBAGE IN GARBAGE OUT

Note dari akun Awi Sirep 31

Seperti biasa.. jjihad membuat soalan yg mana lagi sumbernya klo bkn forum faithfreedom

by Awi Sirep on Friday, June 18, 2010 at 12:48am ·

“Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu.” (Al-Maa’idah : 1)

 

Ayat diatas menjelaskan… bahwa Allah menghalalkan semua binatang ternak, semuanya kecuali yg diterangkan keharamannya..

 

Lalu binatang apa saja yg diharamkan oleh Allah dalam al-Quran.. maka jawabannya adlh adalah ayat 3 surat al maidah…

 

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah , daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya , dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.” (Al-Maa’idah : 3)

 

Ini hanya pembuka saja sekedar wawasan.. klo beragama hrs menggunakan akal seperti yg selalu disodorkan orang2 syiah..

 

=________________=

 

Intinya si jjihad ali mempertanyakan.. knp bisa Nabi SAW tdk menerima warisan padahal di al-Quran dijelaskan kalau warisan diterima keturunannya dengan dipotong oleh hadits Nabi SAW…

 

Distatusnya ane balik koment… si jjihad ali makan lele kan.. krn di al-Quran gak ada pengharaman lele.. eh dia balik sewot klo ane makan babi.. jgn2 si jihad ali gak tau babi itu HARAM…

 

Kalau memang hadits Nabi yg jelas2 dari Nabi SAW TIDAK BISA mendetilkan, mengubah atau mengatur hukum yg ada dalam al-Quran seperti keyakinan si jjihad ali… lalu kenapa orang2 SYIAH mengHARAMkan LELE yg jelas2 tidak ada dalam a-Quran..

 

Jadi secara tidak langsung si jihad ali tdk percaya hadist kalo gitu.. wah aliran baru donk.. krn dari kmarin dia polanya selalu sama.. memcoba membuat keraguan tentang hadits Nabi SAW…

 

=________________=

 

SEBAGAI BUKTI.. dia juga mempertanyakan atau memang hendak mengolok2 peristiwa ISRA MIKRAJ NABI SAW.. dimana Nabi merima wahyu berupa perintah SHOLAT 5 WAKTU.. (ingat SHOLAT 5 WAKTU bkn SHOLAT 3 WAKTU)

 

Dia jadikan peristiwa Nabi SAW meminta keringanan mengenai sholat atas saran Nabi Musa sbagai candaan.. lihat aja distatusnya…

 

Padahal ayat al-Quran mencontohkan dimana ada peristiwa Nabi SAW yang meminta keringanan pada suatu perintah yg sudah ditetapkan Allah SWT..

 

“Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.” (Al-Baqarah : 143)

 

“Sungguh Kami (sering) melihat wajahmu menengadah ke langit , maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.” (Al-Baqarah : 144)

 

Dan ayat2 ini menjelaskan.. dan memberitahu hikmah dari peristiwa..

 

=________________=

 

Sedikit analisa…

 

Bahwa pastinya ALLAH sudah tahu bahwa kiblat yang sebenarnya adalah ke Masjidil Haram.. bkn ke Masjidil Aqsa..

 

ini buktinya,

 

“Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (Al-Baqarah : 144)

 

Tapi mengapa ALLAH tetap memerintahkan kiblat ke al-Aqsa.. pastinya itu adalah rahasia Allah.. hanya Allah yg tahu.. dan lebih pastinya hikmah baru diketahui.. seperti dijelaskan dalam ayat 143 itu..

 

Dan lagi ayat ini memperlihatkan bahwa Nabi SAW sangat sayang umatnya.. dia tahu ini sangat berat..

 

“Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu” (Al-Baqarah : 143)

 

Makanya Nabi SAW selalu menengadah ke langit meminta keringanan..

 

“Sungguh Kami (sering) melihat wajahmu menengadah ke langit , maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai” (Al-Baqarah : 144)

 

Yang mana akhirnya dikabulkan oleh Allah SWT..

 

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (Yusuf : 111)

 

Dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang BERIMAN.. ya.. benar2.. petunjuk bagi yang beriman kepada hadits Nabi SAW…

 

=______________=

 

Begitu juga.. coba klo si jjihad baca lagi haditsnya tanpa dengki… di akhir hadist riwayat Bukhari itu dijelaskan.. bahwa permintaan Nabi SAW yg lima waktu udah final… dimana satu sholat diganjar 10 sholat…

 

ALLAH SWT berfirman: “Wahai Muhammad! Sesungguhnya aku fardukan hanyalah lima waktu sehari semalam. Setiap shalat fardu mendapat sepuluh kelipatan pahala, maka lima waktu shalat sama dengan lima puluh shalat. Barangsipa berniat untuk melakukan kebaikan tetapi tidak melakukannya, niscaya akan dicatat baginya satu kebaikan. Jika dia melaksanakannya, maka dicatat sepuluh kebaikan baginya. Sebaliknya Barangsiapa yang berniat ingin melakukan kejahatan, tetapi tidak melakukannya, niscaya tidak sesuatu pun dicatat baginya. Seandainya dia mengerjakannya, maka dicatat sebagai satu kejahatan baginya.” (HR. Bukhari)

 

Disini jadi jelas.. hikmah dari pengurangan sholat dari lima puluh waktu menjadi lima waktu..

 

Jadi pada dasarnya Allah SWT sudah menetapkan bahwa sholat itu pasti lima waktu.. maka jika Allah menghendaki.. Allah SWT bisa saja menolak ketika Nabi SAW meminta keringanan diawal.. artinya ALLAH MAHA MENGETAHUI kalau Nabi Musa akan meminta Nabi SAW untuk meminta keringanan dan Nabi SAW pasti akan mendengar sarannya Nabi Musa…

 

Karena semua itu adalah.. agar Allah menjadikan peristiwa untuk memberitahu hikmahnya padahal Allah MAHA TAHU akan hal itu.. yang bisa diterima manusia dengan cara manusiawi…

 

=____________________=

 

Seperti hadits dari Nabi SAW… dimana malaikat diperintah Allah SWT menyelidiki MAJLIS ZIKIR.. ditanya.. malaikat itu apa yang diucapkan disana?? lalu dijawab… kalimat dzikrullah.. dan meminta jauh dari api neraka.. dan dimasukkan ke surga..

 

Padahal ALLAH SWT MAHA MENGETAHUI dibandingkan malaikat apa yang diucapkan hambanya ketika dalam majlis dzikir..

 

Jadi pada dasarnya.. hanya orang dengki yang berniat mengolok2 hadits Nabi SAW apalagi yang sudah jelas2 shohih yaitu hadits yang tercantum dalam kitab Shahih BUKHARI…

 

=____________________=

 

Makanya JJIHAD.. ente jangan berguru sama faithfreedom.. jadi beginilah jadinya… jadi JJIHAD.. soalan apalagi yang mau kamu pasang distatusmu yang kamu ambil dari forum faithfreedom

 

“Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui.” (Al-Baqarah : 102)

Kategori:Uncategorized Tag: