Arsip

Archive for the ‘Hari Asyura’’ Category

Screen Shoot dari akun Aditya Riko 22

Allah Ta’ala berfirman di dalam kitab-Nya yang mulia :

فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ
Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy`arilharam. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.
(QS. al-Baqarah : 198)

Tetapi………….
kitab syiah diatas malah mengiming-imingi manusia untuk bertolak ke Karbala….

مَن بات ليلة عرفة في كربلاء وأقام بها حتّى يعيد وينصرف وقاه الله شرّ سنته
Barangsiapa menghabiskan malam arafah di Karbala dan tinggal di dalamnya sampai kembali dan pergi Allah akan melindunginya dari keburukan sepanjang tahun.
————————————————-
Ribuan Warga Syi’ah Wuquf di Karbala

Sumber-sumber berita resmi Irak menyatakan bahwa ribuan warga Syi’ah dari Iran dan negara-negara Teluk melaksanakan wuquf di Karbala, sebagai pengganti wuquf di Arafah, Selasa (23/11).

Najah Al-Balaghi, Kepala Administrasi Bandara Nejef, menyampaikan, “Ribuan pengikut Syi’ah datang dari negara-negara Teluk dan Iran untuk berpartisipasi dalam kunjungan Arafah di makam Imam Husain di Karbala, Selatan Baghdad.” Ia menambahkan, ” Dalam minggu ini jumlah mereka mencapai 6.235 dari Teluk dan sekitar 7.000 orang dari Iran.”

Al-Balaghi juga menegaskan bahwa jumlah pengunjung ini akan bertambah, menunggu pesawat yang bisa membawa mereka ke Nejef. Dalam sehari rata-rata ada penerbangan berasal dari Dubai, Bahrain, Lebanon dan Suriah setelah sebelumnya hanya ada dua kali penerbangan dalam seminggu. Penerbangan ke Teheran dan Masyhad (lokasi syahidnya Husain) dari satu sampai empat kali penerbangan dalam seminggu.

Tokoh Referensi Syi’ah, Huda Ahmed, Wakil dari Mursyid Ali Khamenei, dari kota Masyhad menyerukan untuk menjadikan Masyhad itu sebagai kiblat kaum muslimin, menggantikan kota Mekah. Dia juga mengajak untuk meninggalkan rukun Islam kelima yaitu haji ke Baitullah.

Perwakilan Khamenei ini menyatakan bahwa “Makam Imam Ridha berada di Masyhad, maka ia pun menjadi tempat yang tepat bagi seluruh umat Islam. Sementara tempat-tempat lain, telah menjadi tawanan orang-orang yang sombong.” Ia menambahkan, “Tanah Hijaz telah menjadi tawanan kelompok Wahabi,” .

Huda menunjukkan bahwa Masyhad ini setiap tahun dikunjungi oleh 800 ribu pengunjung dari luar negeri dan dan 20 juta pengunjung dari dalam negeri Iran sepanjang tahun.. Ia mengklaim bahwa Masyhad adalah ibukota spiritual dan keagamaan, bahkan sebelum adanya makam Imam Ridha, imam Syi’ah yang kedelapan, di dalamnya.

Iran Ingin Mengontrol Tempat-tempat Suci di Arab Saudi

Ahli Strategi Mesir dan mantan panglima perang, Hussam Sweilem mengungkapkan bahwa, Iran ingin mengontrol tempat-tempat suci di Arab Saudi. Ia menyatakan, bahwa usaha “tashdir tsaurah” (ekspor revolusi) Iran memiliki departemen tersendiri di Kementerian Luar Negeri Iran yang bekerja secara sistematis. Mereka telah masuk ke Eritrea yang miskin, dan sedang menuju ke gerbang laut merah yang mengontrol terusan Suez. Dari sini Iran dapat mengancam Yaman dan Arab Saudi dan meneruskan persenjataannya ke Sudan dan Mesir. Oleh karena itu ia membuat sebuah pangkalan militer dan kilang minyak di Eritrea.”

Husam menambahkan, “Kami tahu apa yang harus dilakukan Houthi di Yaman dekat perbatasan Saudi-Yaman untuk melayani Iran dan mewujudkan tujuannya dalam mengendalikan tempat-tempat suci di Arab Saudi.”

Seorang Peneliti Arab Saudi yang berada di Inggris, Aid Bin Saad Al-Dusari, sebelumnya telah membongkar adanya usaha untuk mengotori Ka’bah dengan darah para jamaah haji untuk memunculkan “Imam Mahdi” versi Syi’ah.

Al-Dusari juga menjelaskan, serangan Syi’ah ini adalah bagian dari persiapan untuk revolusi Mahdi dan pembebasan Mekah dan Madinah dari “orang musyrik,” menurut mereka. (Sn/im)

Iklan
Kategori:Hari Asyura'

Screen Shoot dari akun Aditya Riko 13


IRIB HOT NYUS :
Syiah berkhianat ? Biarkan sejarah yang menjawabnya …
http://www2.irib.ir/worldservice/melayuradio/sejarah/asyuraa.htm

Imam Husein AS lantas memanggil beberapa orang dari barisan musuh: “Wahai Syabats bin Rab`i, Hajjar bin Abjad, Qais bin Asy’ats, Zaid bin Haritsah! Bukankah kalian yang menulis surat kepadaku untuk datang dengan mengatakan bahwa buah-buah telah masak dan siap dipetik, dan seluruh warga Kufah akan menjadi bala tentaraku? Apakah kalian sudah lupa kepada janji dan sumpah setia kalian?”

Semuanya membantah pernah menulis surat itu kepada Al-Husein. Beliau menjawab: “Demi Allah kalian telah menulis surat itu.”

# Apa ngga kurang ajar orang2 kufah itu ?

next =>

Syimr bin Dzil Jausyan maju dan duduk di atas dada Imam Husein. Sekejap kemudian, kepala cucu Rasul itu terlepas dari tubuhnya dan berada di tangan si durjana Syimr bin Dzil Jausyan.

Siapakah Syimr si durjana ini ?

و زحر هذا شهد مع علي (ع) الجمل و صفين كما شهد صفين معه شبعث بن ربعي و شمر بن ذي الجوشن الضبابي ثم حاربوا الحسين عليه السلام يوم كربلاء فكانت لهم خاتمة سوء نعوذ بالله من سوء الخاتمة.
– المجتهد الأكبر السيد محسن الأمين رضوان الله عليه – في رحاب أئمة أهل البيت عليهم السلام

Zahr (bin qais) inilah yang bersama Ali dalam perang Jamal dan shiffin, sebagaimana bersama dia dalam perang shiffin Syab’ats bin rabi’i dan SYIMR BIN DZIL JAUSYAN AL-DHABABI kemudian mereka memerangi al-Husain ‘alaihis salam pada yaum karbala.
http://alkadhum.org/other/mktba/sira/fe_rahab01/01.htm
scribd : http://scr.bi/mCqnkB

شمر بن ذي الجوشن عليه آلاف الوف لعنة، تولد من الزنا، وكان يوم صفين في جيش أمير المؤمنين عليه السلام
مستدرك سفينة البحار –

Syimr bin Dzil Jausyan beribu laknat atasnya, anak zina, dan dia pada perang shiffin adalah tentaranya Amiril Mu’minin alaihissalam.
(Mustadrak Safinat al-Bihar)
http://www.yasoob.com/books/htm1/m013/14/no1434.html (hal. 43)

ref :
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10150197479048548&set=o.119706138093283&type=3

Kategori:Hari Asyura'

Note dari akun Awi Sirep 46

TRAGEDI KARBALA

by Awi Sirep on Friday, January 7, 2011 at 4:55am ·

Imam Husein RA tinggal di Makkah dan Madinah.. beliau selalu berada di dua kota tersebut..Makkah dan Madinah saat itu dipenuhi oleh para sahabat … mereka adalah golongan ahlu sunnah wal jamaah. Dari sejak kepemimpinan Muawiyah ra yang mendapat baiat dari Imam Hasan RA.. hingga periode awal Yazid jadi raja.. Imam Husein selalu dalam keadaan aman. Keluarganya terlindungi.. mereka berada bersama dengan para ahlu sunnah wal jamaah dari kalangan sahabat dan tabiin.

 

Lalu terdengar kabar.. jeleknya tabiat Yazid sebagai raja.. meskipun Muhammad bin Ali bin Abi Thalib Al Hanafiyah menyatakan bahwa kabar ntu hanyalah sekedar gosip murahan.. tapi bagaimana pun .. Imam Husein jelas lebih baik .. sangatlah jauh lebih baik dari Yazid bin Muawiyah..

 

Nun jauh di seberang sana.. disebuah kota yang bernama kufah… dimana orang2 syiah berkumpul ikut berfikiran yang sama.. bahwa Imam Husein lebih berhak menjadi pemimpin dibandingkan Yazid..

 

Demi memenuhi keyakinan mereka bahwa sang Imam lebih layak di baiat dibandingkan Yazid.. maka mereka pun menyatakan kesiapan mereka dan kesedian mereka membaiat Imam Husein dan berkorban jiwa raga disampinya demi membelanya.

 

Begitulah yang tertulis dalam beratus2 surat yang terkumpul dalam berkantong2 surat yang datang kepada Imam Husein.. demi meyakinkan beliau.

 

Surat ibarat mulut bagi tuannya nun jauh disana sebagai pembawa pesan apa yang hendak dikatakan.. akan tetapi tindakanlah yang menjabarkan apa yang sebenarnya tersimpan dalam hati.

 

KETIKA SYIAH MENJEBAK IMAM HUSEIN DAN KELUARGANYA

 

Dikabarkan.. Abdullah bin Abbas RA yang oleh Sayyidina Ali RA diangkat menjadi penasehat dan orang kepercayaannya disaat beliau masih hidup menjadi amirul mukminin.. mengetahui adanya surat itu..

 

Sebagai sesama bani Hasyim dan Ahlul Bait Nabi.. beliau pun menasehati Imam Husein RA.. “Janganlah kamu dengarkan mereka.. mereka adalah kaum yang suka berkhianat sebagaimana mereka berkhianat kepada ayahmu”

 

Akan tetapi.. imam husein berperasangka baik.. terlebih didalam surat itu sangat2lah meyakinkan akan janji kesetiaan mereka.. dan jelasnya dalam surat itu pastinya ditambahkan sumpah kepada Allah SWT bahwa mereka akan setia.

 

Namun apa yang terjadi saat Imam Husein tiba di KARBALA..

 

Tak dinyana tak diduga.. disana sudah berkumpul pasukan Nashibi pimpinan gubernur Ubaidillah bin Jiyad.. mereka seakan sudah mengetahui kedatangan Imam Husein ke kota itu… seakan2 ini sudah dipersiapkan.. ini ibarat memancing sesuatu dari tempat amannya ke tempat yang berbahaya.

 

Imam Husein yang selalu aman tinggal di Makkah dan Madinah kini dihadapkan pada situasi sulit di padang Karbala. Orang syiah yang mengaku bahwa mereka mempunyai pasukan berjumlah 12 ribu orang dan akan membela Imam Husein.. hanyalah isapan jempol belaka. Jumlah pasukan mereka memang benar sejumlah 12 ribu.. tapi bukannya berada disamping Imam Husein seperti yang selalu mereka katakan.. mereka masing berada dibelakang Ubaidilah bin Jiyad..

 

Bahkan Imam Husein sempat memanggil beberapa tokoh syiah tersebut.. yang dulu dalam suratnya menyatakan janji setia.

 

=_______________=

Dibawah ini dikutip dari  http://www2.irib.ir/worldservice/melayuradio

=_______________=

 

Imam Husein lantas memanggil beberapa orang dari barisan musuh: “Wahai Syabats bin Rab`i, Hajjar bin Abjad, Qais bin Asy’ats, Zaid bin Haritsah! Bukankah kalian yang menulis surat kepadaku untuk datang dengan mengatakan bahwa buah-buah telah masak dan siap dipetik, dan seluruh warga Kufah akan menjadi bala tentaraku? Apakah kalian sudah lupa kepada janji dan sumpah setia kalian?”

 

Semuanya membantah pernah menulis surat itu kepada Imam Husein. Beliau menjawab: “Demi Allah kalian telah menulis surat itu.”

 

Qais bin Asy’ats menyergah: “Kami tidak tahu apa yang kau maksudkan. Jalan terbaik bagimu adalah menyerah dan menerima kekuasaan Bani Umayyah. Mereka pasti akan memberimu hadiah sebanyak yang kau inginkan. Mereka tidak akan mencelakakanmu.”

 

Zuhair bin Al-Qain mendatangi Imam Husein dan meminta izin untuk berbicara dengan pasukan Kufah. Imam mengizinkan. Sahabat setia Imam Husein itu segera bangkit dan berdiri menghadap pasukan musuh. Dengan suara lantang, Zuhair berseru: “Wahai warga Kufah! Takutlah kalian akan azab Allah. Aku berdiri di sini untuk menyampaikan nasehat kepada kalian, sebab kalian memiliki hak untuk mendengarkannya dariku. Sampai saat ini, kita masih terikat dalam persaudaraan seagama. Tali ikatan ini tetap ada selama pedang belum memisahkannya. Tetapi ketika pedang sudah berbicara, kita akan terpisah menjadi dua kelompok yang berbeda. Ketahuilah bahwa Allah telah menjadikan keluarga Rasul-Nya sebagai ujian bagi kalian, bagaimana kalian memperlakukan mereka. Allah telah melarang kalian untuk tunduk dan patuh kepada kaum durjana seperti Yazid dan Ubadillah bin Ziyad. Dia pulalah yang memerintahkan kalian untuk membela anak cucu Rasulullah. Jika tidak, tak lama lagi kaum durjana itu akan mencungkil mata kalian, memotong kaki dan tangan kalian serta menggantung tubuh kalian di batang korma.”

 

Nasehat Zuhair dibalas dengan makian. Pasukan Kufah tetap bersikeras untuk tidak meninggalkan medan perang sebelum berhasil membantai Imam Husein dan para sahabatnya atau membawa mereka dengan tangan terbelenggu kepada Ibnu Ziyad.

 

Imam Husein meminta kudanya. Setelah duduk di atas punggung kuda, beliau kembali menghadap pasukan Kufah. Sambil meletakkan sebuah naskah Al-Qur’an di  atas kepalanya Imam Husein berkata: “Wahai penduduk Kufah, antara kita ada kitab suci Tuhan dan sunnah kakekku Rasulullah. Tahukah kalian bahwa pakaian yang melekat di tubuhku ini adalah pakaian Nabi? Tahukah kalian bahwa pedang dan perisai yang aku bawa adalah milik kakekku, Rasululah?”

 

Pasukan musuh membenarkan kata-kata Imam Husein. Menyaksikan itu beliau bertanya: “Kalau begitu, apa alasan kalian memerangiku?”

 

“Ketaatan kepada gubernur Ubaidillah bin Ziyad,” jawab mereka.

 

Mendengar jawaban itu, Imam berkata, “Celaka kalian yang telah berbaiat kepada orang seperti dia dan mengacungkan pedang ke arah kami. Celaka kalian yang memilih untuk menjadi pembela musuh-musuh Allah yang tidak akan berlaku adil terhadap kalian. Mengapa kalian justeru memerangi keluarga Rasul di saat pedang kaum durjana menguasai kalian dan untuk selanjutnya orang-orang zalim itu akan mengotori dunia dengan kezaliman mereka. Celakalah kalian yang telah mencampakkan kitabullah dan mengubah-ubah kandungannya. Mengapa kalian patuh kepada para pengikut syaitan, pendosa, durjana dan pelanggar ajaran Rasul? Mengapa kalian justeru mengikuti mereka serta meninggalkan dan tidak membela kami, keluarga Rasul? Demi Allah, bukan kali ini saja kalian melanggar sumpah setia. Kehidupan kalian sarat dengan pengkhianatan yang telah menyatu dengan kepribadian kalian. Ketahuilah bahwa Ibnu Ziyad telah memberiku dua pilihan. Kehinaan atau pembantaian. Kami tidak akan pernah memilih kehinaan. Sebab Allah, kaum mukiminin dan semua orang bijak tidak akan merelakanku memilih kehinaan. Mereka tidak akan menerima alasanku mengikuti orang-orang durjana itu. Kini aku bersama sanak keluarga dan sahabat-sahabatku yang berjumlah kecil ini bangkit untuk berjuang di jalan Allah dan siap untuk meneguk cawan syahadah. Wahai penduduk Kufah, ketahuilah bahwa setelah ini kalian tidak akan hidup lama. Inilah yang diberitahukan oleh ayahku dari kakekku Rasulullah. Wahai warga Kufah! pikirkanlah untuk selanjutnya selesaikan segera urusan  ini. Ketahuilah bahwa Husein hanya berharap kepada Allah yang Maha Besar, sebab tak ada satupun makhluk yang hidup, kecuali seluruh urusan dan kehidupannya ada di tangan Allah. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.”

 

Kemudian Imam Husein membawakan bait-bait syair Farwat bin Masik Al-Muradi, salah seorang sahabat Nabi:

 

“Wahai kalian semua, jika kami menang itu sudah tradisi. Namun jika kami hancur ketahuilah bahwa kami tidak akan kalah. Jika kami berhasil membunuh, kemenangan ada pada kami, dan jika kami terbunuh kami tetap menang. Kami bukanlah pengecut dan berhati lemah. Kami adalah jawara dan pemberani. Jika kami terbunuh berarti itulah saat kesyahidan dan pengorbanan kami. Ketika kematian tidak menjemput suatu kaum, berarti ketika itu ia sedang merenggut kaum yang lain.”

 

“Inilah hari yang ditentukan bagi kami dan para pembela kami. Jika para tokoh dunia kekal kamipun pasti akan kekal, sebab kami adalah pemuka umat manusia. Jika para pemimpin meninggalkan dunia ini menuju ke alam keabadian, kamipun juga akan berjalan menuju ke sana.”

 

Imam Husein mengangkat kedua tangannya dan berdoa: “Ya Allah, jangan kau siramkan hujan rahmat-Mu kepada kaum ini. Buatlah mereka hidup di bawah kekuasaan para durjana. Dudukkanlah budak dari Bani Tsaqif itu untuk menguasai mereka dan memberi mereka rasa kehinaan. Engkau tahu bahwa Husein selalu berserah diri dan bertawakkal kepadaMu.  Engkaulah tempat kami semua kembali.”

 

Selesai ngutipnya..

=_______________=

 

Basyir bin Khuzaim al-Asadi berkata: Aku melihat Zainab binti Ali As saat itu. Tak pernah kusaksikan seorang tawanan yang lebih piawai darinya dalam berbicara. Seakan-akan semua kata-katanya keluar dari lisan Amirul Mukminin Ali As. Kemudian ia memberi isyarat agar semuanya diam. Nafas-nafas bergetar. Suasana menjadi hening seketika. Zainab memulai untaian kata-katanya:

 

“Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam atas kakekku Rasulullah Muhammad Saw dan keluarga pilihannya yang suci dan mulia.

 

Wahai penduduk Kufah! Wahai para pendusta dan orang-orang licik. Untuk apa kalian menangis? Semoga aliran air mata kalian tidak akan pernah berhenti. Aku berharap jeritan kalian tidak akan pernah berakhir. Kalian ibarat wanita yang mengurai benang yang sudah dipintalnya dengan kuat namun kemudian kalian membuyarkannya kembali hingga bercerai-berai. Sumpah dan janji setia yang kalian lontarkan hanyalah sebuah makar dan tipu daya semata.

 

Ketahuilah, wahai penduduk Kufah! Yang kalian miliki hanyalah omong kosong, cela dan kebencian. Kalian hanya tampak perkasa di depan wanita tapi lemah di hadapan lawan. Kalian lebih mirip dengan rumput yang tumbuh di selokan yang berbau busuk atau perak yang terpendam. Ketahuilah bahwa kalian sendiri telah membuat nasib buruk terhadap hari akherat kelak dan alangkah kejinya perbuatan kalian yang telah membuat murka Allah dan kalian akan tinggal selama-lamanya di neraka.

 

Untuk apa kini kalian menangis tersengguk-sengguk? Ya, aku bersumpah demi Allah, perbanyaklah kalian menangis dan kurangilah tertawa kalian, sebab kalian telah mencoreng diri kalian sendiri dengan aib dan cela yang tidak dapat dihapuskan selamanya. Bagaimana mungkin kalian akan mampu untuk menghapuskan darah suci putra Nabi sedangkan orang yang kalian bunuh adalah cucu penghulu para nabi, poros risalah, penghulu pemuda surga, tempat bergantungnya orang-orang baik, pengayom mereka yang tertimpa musibah, menara hujjah dan pusat sunnah bagi kalian.

 

Ketahuilah, bahwa kalian sudah terjerembab dalam dosa yang sangat besar. Terkutuklah kalian! Semua usaha yang telah kau lakukan akan menjadi sia-sia, tangan-tangan jadi celaka, dan jual beli membawa kerugian. Rahmat-Nya tidak akan meliputimu karena kau telah membinasakan sendiri usaha-usaha kalian. Murka Allah telah Dia turunkan atas kalian. Kini hanya kehinaanlah yang akan selalu menyertai kalian.

 

Celakalah kalian wahai penduduk Kufah! Tahukah kalian, bahwa kalian telah melukai hati Rasulullah? Putri-putri beliau kalian gelandangkan dan pertontonkan di depan khalayak ramai? Darah beliau yang sangat berharga telah kalian tumpahkan ke bumi? Kehormatan beliau kalian injak-injak? Aku yakin bahwa apa-apa yang telah kalian lakukan adalah kejahatan yang paling buruk dalam sejarah yang akan disaksikan oleh semua orang dan tak akan pernah hilang dari ingatan.

 

Mengapa kalian mesti heran ketika menyaksikan langit meneteskan darah? Sungguh azab Allah di akhirat kelak sangat pedih. Dan tidak akan ada seorang pun yang akan menolong kalian. Kalian jangan tertipu dengan kesempatan waktu yang telah Allah ulurkan ini. Sebab masa itu pasti akan datang dan pembalasan Allah tidak akan meleset. Tuhanmu menyaksikan semua yang kalian lakukan.”

 

Sayid Ibnu Thawus, Luhuf, hal. 146, Thabarsi, Ihtijâj, Jil. 2, hal. 303, Syaikh Mufid, Amali, hal. 321, Syaikh Thusi, Amali, hal. 91, Ibnu Syahr Asyub, Manâqib, Jil. 4, hal. 115, Allamah Majlisi, Bihâr al Anwâr, jil. 45, Hal. 108 dan 162.

Kategori:Hari Asyura'

Note dari akun Awi Sirep 25

Ahlu Sunnah pembela Imam Husein yang sejati.. krn pembunuh Imam Husein adlh Nashibi dibantu pengkhianat Syiah..

by Awi Sirep on Friday, May 14, 2010 at 2:42pm ·

Ahlu Sunnah Wal Jamaah adlh.. pembela Imam Husein yang sejati.. mereka menghidupkan hari kesyahidan Imam Husein dengan amalan2 nyang baik kepada Allah.. krn bagaimana pun kesyahidan Imam Husein adlh musibah bagi kaum muslimin karena kehilangan cucu Nabi SAW nyang sangat dicintai umat ini… dan Nabi SAW mencontohkan jika ada musibah maka lakukan amal kebajikan setelahnya..

bau darah mnyengat.~~dan lagi Ahlu Sunnah Wal Jamaah tidak pernah terlibat dalam pembunuhan kepada Imam Husein… krn pembunuh Imam Husein adlh Nashibi dibantu pengkhianat Syiah.. inilah kenyataannya..

dan kenyataan nyang hendak disembunyikan orang2 syiah.. ternyata Ahlul Bayt lebih membenci pengkhianatan Syiah dibandingkan pembunuhan itu sendiri sehingga Ahlul Bayt menyematkan pembunuhan itu kepada Syiah bukan kepada Nashibi…

banyak syiah2 skr stiap 10 Muharram menangisi kesyahidan Imam Husein pada dasarnya mengikuti tangisan airmata buaya penduduk Kufah…. mereka pengkhianatnya mereka pula nyang menangisnya…

=________________________=

mari kita simak Khutbah Sayyidah Zainab bin Ali bin Abi Talib ra dihadapan penduduk Kufah ketika beliau dalam tawanan…….

Basyir bin Khuzaim al-Asadi berkata: Aku melihat Zainab binti Ali As saat itu. Tak pernah kusaksikan seorang tawanan yang lebih piawai darinya dalam berbicara. Seakan-akan semua kata-katanya keluar dari lisan Amirul Mukminin Ali As. Kemudian ia memberi isyarat agar semuanya diam. Nafas-nafas bergetar. Suasana menjadi hening seketika. Zainab memulai untaian kata-katanya:

“Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam atas kakekku Rasulullah Muhammad Saw dan keluarga pilihannya yang suci dan mulia.

Wahai penduduk Kufah! Wahai para pendusta dan orang-orang licik. Untuk apa kalian menangis? Semoga aliran air mata kalian tidak akan pernah berhenti. Aku berharap jeritan kalian tidak akan pernah berakhir. Kalian ibarat wanita yang mengurai benang yang sudah dipintalnya dengan kuat namun kemudian kalian membuyarkannya kembali hingga bercerai-berai. Sumpah dan janji setia yang kalian lontarkan hanyalah sebuah makar dan tipu daya semata.

Ketahuilah, wahai penduduk Kufah! Yang kalian miliki hanyalah omong kosong, cela dan kebencian. Kalian hanya tampak perkasa di depan wanita tapi lemah di hadapan lawan. Kalian lebih mirip dengan rumput yang tumbuh di selokan yang berbau busuk atau perak yang terpendam. Ketahuilah bahwa kalian sendiri telah membuat nasib buruk terhadap hari akherat kelak dan alangkah kejinya perbuatan kalian yang telah membuat murka Allah dan kalian akan tinggal selama-lamanya di neraka.

Untuk apa kini kalian menangis tersengguk-sengguk? Ya, aku bersumpah demi Allah, perbanyaklah kalian menangis dan kurangilah tertawa kalian, sebab kalian telah mencoreng diri kalian sendiri dengan aib dan cela yang tidak dapat dihapuskan selamanya. Bagaimana mungkin kalian akan mampu untuk menghapuskan darah suci putra Nabi sedangkan orang yang kalian bunuh adalah cucu penghulu para nabi, poros risalah, penghulu pemuda surga, tempat bergantungnya orang-orang baik, pengayom mereka yang tertimpa musibah, menara hujjah dan pusat sunnah bagi kalian.

Ketahuilah, bahwa kalian sudah terjerembab dalam dosa yang sangat besar. Terkutuklah kalian! Semua usaha yang telah kau lakukan akan menjadi sia-sia, tangan-tangan jadi celaka, dan jual beli membawa kerugian. Rahmat-Nya tidak akan meliputimu karena kau telah membinasakan sendiri usaha-usaha kalian. Murka Allah telah Dia turunkan atas kalian. Kini hanya kehinaanlah yang akan selalu menyertai kalian.

Celakalah kalian wahai penduduk Kufah! Tahukah kalian, bahwa kalian telah melukai hati Rasulullah? Putri-putri beliau kalian gelandangkan dan pertontonkan di depan khalayak ramai? Darah beliau yang sangat berharga telah kalian tumpahkan ke bumi? Kehormatan beliau kalian injak-injak? Aku yakin bahwa apa-apa yang telah kalian lakukan adalah kejahatan yang paling buruk dalam sejarah yang akan disaksikan oleh semua orang dan tak akan pernah hilang dari ingatan.

Mengapa kalian mesti heran ketika menyaksikan langit meneteskan darah? Sungguh azab Allah di akhirat kelak sangat pedih. Dan tidak akan ada seorang pun yang akan menolong kalian. Kalian jangan tertipu dengan kesempatan waktu yang telah Allah ulurkan ini. Sebab masa itu pasti akan datang dan pembalasan Allah tidak akan meleset. Tuhanmu menyaksikan semua yang kalian lakukan.”

Sayid Ibnu Thawus, Luhuf, hal. 146, Thabarsi, Ihtijâj, Jil. 2, hal. 303, Syaikh Mufid, Amali, hal. 321, Syaikh Thusi, Amali, hal. 91, Ibnu Syahr Asyub, Manâqib, Jil. 4, hal. 115, Allamah Majlisi, Bihâr al Anwâr, jil. 45, Hal. 108 dan 162.

————————————————-
————————————————-

Dalam khutbahnya yang lain beliau berorasi:

“Wahai penduduk Kufah, berdiamlah! Suami-suami kalianlah yang telah membunuh keluarga kami. Kemudian wanita-wanita kalian terus-menerus menangisi keadaan kami. Tuhan akan mengadili kami dan kalian pada hari kiamat.

Wahai rakyat Kufah! Kalian telah melakukan perbuatan yang sangat tercela. Kalian telah membuat hitam hari-hari kalian sendiri. Mengapa Husain kau tinggalkan sendirian? Kemudian ia kau bunuh? Kalian rampas hartanya dan kalian tawan para wanita sehingga mereka menderita yang sangat berat?

Semoga kau binasa dan jauh dari rahmat Tuhan. Sungguh celakalah kalian, apakah kalian tahu seberapa besar kejahatan yang telah kau kerjakan? Seberapa berat dosa yang kalian tanggung. Berapa banyak darah yang telah kau tumpahkan? Siapa saja yang telah kalian bunuh? Anak-anak dan para wanita mereka kau jadikan tawanan perang? Harta-harta apakah yang telah kalian jarah? Kau telah membunuh laki-laki terbaik setelah Rasulullah Saw. Di hatimu sudah tidak tersisa sedikitpun rasa belas dan kasihan. Ketahuilah bahwa golongan Allahlah yang menang dan kelompok syetan selalu pasti akan kalah.”

Khutbah ini sedemikian memberikan pengaruh yang sangat dalam kepada rakyat Kufah sehingga membuat mereka berubah, dan terdengar suara jeritan dan tangisan yang sangat memekik telinga dari segala penjuru, sehingga para wanitanya mengacak-acak rambut mereka dan memukul-mukulkan rambut ke wajah-wajahnya serta meronta-ronta

Muqaram, Maqtal Husain, Hal. 392

————————————————-
————————————————-

Bacalah wahai orang2 syiah… betapa besar kebencian Ahlul Bayt kepada mereka.. apkh kalian masing mau mengikuti ajaran2 pengkhianat ini…???

inilah bukti Ahlul Bayt membenci Syiah…

liat aje dimarih … http://isyraq.net/?p=859
atau dimarih http://www.alhassanain.com/indonesian/articles/articles/family_and_community_library/woman/sekiranya_tiada_zaenab/001.html

http://isyraq.net/ website aslinya
http://www.alhassanain.com/indonesian/index.php atau ini http://www.alhassanain.com/indonesian/articles.php?sort=S website aslinya

Kategori:Hari Asyura'

Note dari akun Dodi ElHasyimi 6b

PERAYAAN DAN AMALAN PADA HARI ASYURA’

by Dodi ElHasyimi on Friday, December 10, 2010 at 12:58pm ·

Di dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin yg disusun oleh As Sayyid Asy Syarif Abdur Rahman bin Muhammad bin Husain Bin Umar Ba Alawi Al Hadhromi diterangkan tentang perayaan dan aktifitas yg dilakukan oleh orang2 di Hari Asyura’, diantaranya adalah fatwa dari As Sayyid Al Allamah Abdullah bin Umar bin Abu Bakar Bin Yahya ( ditandai dengan simbol : مسألة : ي ) :

 

بغية المسترشدين – (ج 1 / ص 642)

مسألة : ي) : العمل بيا حسين في جهة الهند وجاوه المفعول يوم عاشوراء أو قبله أو بعده بدعة مذمومة شديدة التحريم ، وفاعلوه فساق وضلال ، متشبهون بالرافضة والناصبة ، إذ الفاعلون لذلك قسمان : قسم ينوحوون ويندبون ويظهرون الحزن والجزع بتغيير لباس أو ترك لبس معتاد ، فهم عصاة بذلك لحرمة هذه الأشياء ، بل بعضها من الكبائر وفاعلها فاسق ، وورد إن الميت ليعذب ببكاء أهله ، وأنه يتأذى من ذلك ، فانظر لهؤلاء الجهال الحمقى يريدون تعظيم الحسين سبط رسول الله بما يتأذى به ، ويكون خصمهم به عند الله تعالى ، بل الذي ينبغي لمن ذكر مصاب الحسين رضي الله عنه ذلك اليوم أن يشتغل بالاسترجاع ، امتثالاً للأمر ، وإحرازاً للأجر ، وما أصيب به السبط يوم عاشوراء إنما هو الشهادة الدالة على مزيد حظوته ورفعة درجته عند ربه ، وقسم يلعبون ويفرحون ويتخذونه عيداً وقصدهم إظهار الفرح والسرور بمقتل الحسين ، فهم بذلك أشدّ عصياناً وإثماً ، بل فعلهم هذا من أكبر الكبائر بعد الشرك ، إذ قتل النفس أكبر الكبائر بعد الشرك ، فكيف بقتل سيد المؤمنين ريحانة سيد الكونين ؟ والفرح بالمعصية وإظهار السرور بها شديد التحريم ، ومرتبته كالمعصية في الإثم ، بل جاء عن الإمام أحمد أنه كفر ، وقد اتفق أهل السنة أن بغض الحسين والفرح بمصابه كبيرة يخشى منها سوء الخاتمة ، ولأن الفرج بذلك يؤذي جدّه عليه الصلاة والسلام وعلياً والحسنين والزهراء رضوان الله عليهم ، وقد قال تعالى : {إن الذين يؤذون الله ورسوله لعنهم الله} الآية. وورد : “اشتدّ غضب الله لمن آذاني في عترتي” . وورد أيضاً : “من أحب أن ينسأ له في أجله وأن يمتع بما خوّله الله تعالى فليخلفني في أهلي خلافة حسنة ، فمن لم يخلفني فيهم بتر عمره وورد عليَّ يوم القيامة مسودّاً وجهه” ، فعلم أن إنفاق المال على العاملين لهذه المخازي شديد التحريم وأخذه من أكل أموال الناس بالباطل.

Yang terjemahannya kurang lebih demikian :

Pengucapan lafadz Ya Husain pada hari Asyura’ atau sebelum/sesudahnya, yg terjadi di daerah India dan Jawa ( juga di Persia khususnya, pen.) adalah termasuk BID’AH TERCELA YANG SANGAT HARAM, dan pelaku2nya dihukumi fasiq dan dholal (sesat), menyerupai perbuatan Rofidhoh dan Nashibi, karena para pelaku demikian terbagi menjadi dua bagian :

Golongan yg pertama yaitu mereka yang meratapi dan menyesali serta menunjukkan kesusahan dan kesedihan dengan cara mengganti pakaian atau menanggalkan pakaian yg biasa dipakai, maka mereka telah berbuat maksiyat karena haromnya perkara2 ini, bahkan sebagian diantaranya termasuk dosa2 besar (seperti melaknat para sahabat, menganiaya diri, dsb. pen.), maka pelakunya dihukumi fasiq. Disebutkan dalam hadis bahwa mayyit akan mendapatkan siksa dg sebab tangisan dari keluarganya, dan sesungguhnya mayyit tersakiti dengan perbuatan itu. Maka perhatikanlah perbuatan2 orang2 yg bodoh dan dungu yg ingin memuliakan Al Husain cucu Rasulullah Saw dg perbuatan2 yg justru malah membuat beliau tersakiti –Mengenai perselisihan mereka (mengenai masalah ini) dg beliau maka urusannya ada pada Allah Ta’ala. Namun perbuatan yg seyogianya dilakukan bagi mereka yg memperingati musibahnya Al Husain Ra pada hari itu adalah menyibukkan diri dengan Istirja’ (membaca Inna lillaahi wa inna ilaihi rooji’uun, pen.)karena mengikuti perintah dan supaya mendapatkan pahala. Sedang peristiwa musibah yg menimpa As Sibti ( Al Imam Husain Ra ) pada hari Asyura’ adalah kesyahidan yg menunjukkan pada tambahnya kehormatan dan tingginya derajat beliau di sisi Robbnya.

Golongan yg kedua, mereka yg bermain-main, bergembira dan menjadikannya sebagai hari raya serta tujuan mereka untuk menampakkan kegembiraan dan kebahagiaan atas terbunuhnya Al Husain, maka mereka ini lebih parah lagi maksiyat dan dosanya, bahkan perbuatan mereka ini termasuk dosa besar yg paling besar setelah syirik karena membunuh nyawa adalah dosa yg paling besar setelah syirik, maka bagaimana dg pembunuhan “Sayyidul mukminin” dan “Kesayangan Sayyidul Kaunain ( Nabi Muhammad Saw)” ??? dan menunjukkan kegembiraan dan kebahagiaan atas perbuatan maksiyat adalah perbuatan yg sangat harom, levelnya seperti maksiyat dalam masalah dosanya, bahkan terdapat keterangan dari Imam Ahmad,bahwa perbuatan tersebut kufur. Ahlus sunnah telah sepakat bahwa membenci Al Husain dan menunjukkan kegembiraan atas musibah yg dialami beliau adalah dosa besar yg dikawatirkan bisa menyebabkan suul khotimah, karena kegembiraan terhadap peristiwa itu berarti telah menyakiti datuk beliau (Rasulullah ) ‘alaihis sholatu wa sallam, Imam Ali, Al Hasanain serta Az Zahra’-Semoga Allah meridhoi mereka semua-. Allah Ta’ala telah berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا [الأحزاب/57]

57. Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.

 

 

Dan tersebut dalam hadis :

“اشتدّ غضب الله لمن آذاني في عترتي”

“Sangat dahsyat murka Allah bagi orang yg menyakitiku dalam masalah keturunanku.”

 

Dalam hadis yg lain :

“من أحب أن ينسأ له في أجله وأن يمتع بما خوّله الله تعالى فليخلفني في أهلي خلافة حسنة ، فمن لم يخلفني فيهم بتر عمره وورد عليَّ يوم القيامة مسودّاً وجهه”

“Barang siapa merasa senang untuk diundur ajalnya dan di beri kesenangan (diberi manfaat) atas apa2 yg dikaruniakan Allah Ta’ala kepadanya, maka sebaiknya dia meninggalkan perkara yg baik kepada keluargaku. Barang siapa meninggalkan aku pada masalah mereka, maka terputuslah (barokah) umurnya dan akan datang padaku pada hari kiamat nanti dalam keadaan hitam wajahnya.”

 

Maka dapat diketahui bahwa sesungguhnya menginfakkan harta pada pelaku2 perbuatan2 tercela ini hukumnya sangat harom dan mengambil harta tersebut adalah tergolong memakan harta orang secara bathil.

 

Maka perlu diketahui, aktifitas apa saja yang sebaiknya dilakukan oleh orang2 muslim dan mukmin pada Hari Asyura’??? Dapat kita lihat pada halaman lain dalam kitab Bugyatul Mustarsyidin :

 

بغية المسترشدين – (ج 1 / ص 235236-)

فائدة : نظم بعضهم ما يطلب يوم عاشوراء فقال :

بعاشورا عليك بالاكتحال # وصوم والصلاة والاغتسال

زيارة صالح وسؤال # ربّ وعد مرضى ووسع للعيال

تصدق واقرأ الإخلاص ألفاً # على رأس اليتيم المسح تالي

وأعظم آية فاقرأ مئينا # ثلاثاً بعد ستين توالي

وإحياء لليلته وشيع # لميت فالتزم فعل الخصال

 

Faidah : Sebagian ulama menadhomkan perkara2 yg sepatutnya dilakukan pada hari Asyura’ :

  1. Memakai celak mata
  2. Berpuasa
  3. Mandi
  4. Ziaroh orang2 solih
  5. Berdoa pada Allah
  6. Menjenguk orang sakit
  7. Memberi tambahan belanja pada keluarga
  8. Bersedekah
  9. Membaca surat Al Ikhlas 1000x

10.  Mengusap kepala anak yatim

11.  Membaca ayat kursi 360x

12.  Menghidupkan malam Asyura’

13.  Tasyii’ul mayyit

Klo ditambah dari keterangan kitab yg lain, seperti di bawah ini :

 

إعانة الطالبين – (ج 2 / ص 267)

وقد عدها بعضهم اثنتي عشرة خصلة وهي الصلاة والصوم وصلة الرحم والصدقة والاغتسال والاكتحال وزيارة عالم وعيادة مريض ومسح رأس اليتيم والتوسعة على العيال وتقليم الأظفار وقراءة سورة الإخلاص ألف مرة

Maka, ada tambahan :

14.  Silatur rahim

15.  Memotong kuku

Jadi bolehlah kita mengamalkan (dalam konteks fadhoilul a’mal) keterangan diatas dengan mengikuti pendapat ulama2 yg mengatakan bahwa minimal hadis2 yg menerangkan amalan2 diatas adalah berstatus dhoif.

Namun demikian kita tidak memungkiri bahwa dalam amalan2 diatas para ahli hadis berbeda pendapat tentang pengklasifikasian hadis2 yg ada dalam beberapa fase yaitu shohih, dhoif dan maudhu’. Seperti keterangan dalam kitab I’anatuth Tholibin di bawah ini, menurut Imam Al Ajhuri, hadis yg shohih dalam permasalahan ini hanya pada kasus puasa dan tambahan belanja pada keluarga saja sedang yg lainnya berstatus doif dan ada yg mungkar serta maudhu’ (palsu) :

 

إعانة الطالبين – (ج 2 / ص 267)

قال وحاصله أن ما ورد من فعل عشر خصال يوم عاشوراء لم يصح فيها إلا حديث الصيام والتوسعة على العيال وأما باقي الخصال الثمانية فمنها ما هو ضعيف ومنها ما هو منكر موضوع

 

WALLOHU A’LAM, SEMOGA BERMANFAAT

Kategori:Hari Asyura'